Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31803 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Sejatiningsih; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Anis Irawati
S-4496
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofia Anis Isnani; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Siti Arifah Pujonarti, Cendekia Sri Muwarni, Muhammad Adil
Abstrak:

ABSTRAKNama            :  Sofia Anis IsnaniProgram Studi        :  Ilmu Kesehatan MasyarakatJudul             :  Faktor-faktor   yang   Berhubungan   dengan Ketersediaan Iodium dalam GaramBeriodium Merek “R” pada tingkat rumah tangga di 9 RW kelurahan Cimpaeun Kota Depok Tahun 2017Ketersediaan iodium dalam garam beriodium yang kurang atau berlebih dapat menyebabkan  penyakitgangguan  tiroid.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungandengan ketersediaan iodium dalam garam beriodium merek “R” pada tingkat rumah tangga. Garamberiodium merek “R” merupakan salah satu produk garam beriodium yang telah terdaftar. Penelitianini merupakan penelitian kuantitatif yang mengunakan desain cross sectional. Sampel penelitianadalah 124 rumah tangga yang didapatkan dengan teknik  purposive  sampling.  Hasil  penelitianmenunjukkan  bahwa  terdapat hubungan yang signifikan antara wadah penyimpanan garam denganketersediaan iodium dalam garam beriodium (p = 0,044 dan OR = 4,083). Sebagian besar ketersediaaniodium dalam sampel garam merek “R” berlebih sehingga dapat memicu timbulnya penyakit hipertiroid.Sebaiknya pemerintah memberikan perhatian terhadap kemungkinan munculnya hipertiroidisme sebagaidampak dari program iodisasi garam.Kata kunci :Iodium, garam beriodium, hipertiroid

ABSTRACTName            :  Sofia Anis IsnaniStudy Program       :  Public Health ScienceJudul             :  Factors Associated with Iodine Availability in the “R” Branded Iodized Salt atHousehold Level in 9 sub villages of Cimpaeun village Depok City Year 2017The availability of less or excessive iodine in iodized salt can cause thyroid disorder disease.This study aimed to determine the factors associated with the availability of iodine in the “R”branded iodized salt at the household level. The "R" branded iodized salt is one of the registerediodized salt products.This study is a quantitative research using cross sectional design. Thesample of this study was 124 households obtained with purposive sampling technique. The resultsshowed that there was a significant association between salt storage containers with iodineavailability in iodized salt (p = 0.044 and OR = 4,083). Most of the availability of iodine in the“R” branded iodized salt samples were excessive, so it could lead to hyperthyroidism. Thegovernment should pay attention to the possibility of hyperthyroidism as an impact of the saltiodization program.Keywords :Iodine, iodized salt, hyperthyroidism


 

Read More
T-5028
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yoyok Timbul Suraryo; Pembimbing: Fatmah
S-2557
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septia Dwi Susanti; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Asih Setiarini, Iip Syaiful
S-7190
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Adam Mutaqin; Pembimbing: Kusharisupeni
S-3669
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shafira Az-Zahrani Khumairoh; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Fajrinayanti
Abstrak:
Karakteristik diet modern erat kaitannya dengan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GGL), seperti makanan ringan kemasan, makanan cepat saji, serta minuman berpemanis. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan konsumsi GGL berlebih sebesar 37,2%, sementara Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat proporsi penduduk yang melampaui batas anjuran konsumsi GGL sebesar 33,8%. Asupan GGL yang berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular serta memicu kondisi pre-sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan diet digital, jenis kelamin, uang saku, emotional eating, pengaruh teman sebaya, pengaruh orang tua, paparan media sosial, aksesibilitas, dan persepsi harga dengan asupan gula, garam, dan lemak pada siswa SMAN 81 Jakarta tahun 2026. Penelitian menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan data primer yang dikumpulkan dari 143 responden siswa kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54,5% siswa memiliki asupan GGL kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan diet digital, pengaruh teman sebaya, dan paparan media sosial dengan asupan GGL, sedangkan emotional eating, pengaruh orang tua, aksesibilitas makanan, dan persepsi harga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan pembentukan peer educator, pemanfaatan media sosial sekolah sebagai sarana edukasi GGL, penyelenggaraan kampanye dan kompetisi digital, serta kerja sama dengan puskesmas setempat.

The characteristics of the modern diet are closely associated with the consumption of foods and beverages high in sugar, salt, and fat (SSF), such as packaged snacks, fast food, and sugar-sweetened beverages. The 2018 Basic Health Research (Riskesdas) showed that excessive SSF consumption reached 37.2%, while the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) recorded that the proportion of the population exceeding the recommended SSF intake limit was 33.8%. Excessive SSF intake can increase the risk of non-communicable diseases (NCDs) and trigger a pre-metabolic syndrome condition. This study aimed to analyze the association of digital dietary health literacy, sex, pocket money, emotional eating, peer influence, parental influence, social media exposure, food accessibility, and price perception with sugar, salt, and fat intake among students of SMAN 81 Jakarta in 2026. This study employed a cross-sectional design using primary data collected from 143 student respondents in grades X and XI. The results showed that 54.5% of students had a high level of SSF intake. There were significant relationships between digital dietary health literacy, peer influence, and social media exposure and SSF intake, whereas emotional eating, parental influence, food accessibility, and price perception showed no significant relationship. Based on these findings, it is recommended to establish peer educators, utilize the school's social media as a means of SSF education, organize digital campaigns and competitions, and collaborate with the local community health center (puskesmas).
Read More
S-12359
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desi Yanti; Pembimbing: Kusdinar Achmad
S-3058
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessy Nur Handayani; Pembimbing; Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ida Ruslita
S-5503
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Denny Nugraha; Pembimbing: Yvonne M. Indrawani; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Triyanti, Iman Sumarno, Yuswati
T-2641
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Ani; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Ahmad Syafiq, Dien Sanyoto Besar
S-5883
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive