Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38035 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Diah Rahayuningsih Sulistiowati; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
S-2265
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Sauqi; Pembimbing: Laila Fitria; Pnguji: Ririn Arminsih Wulandari, Muhadi
S-5562
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bunga Oktora; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Laila Fitria, Ary Hikmasari
S-5436
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christie Patricia; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Budi Haryanto, Ido John
Abstrak: Sick Building Syndrome (SBS) merupakan gejala-gejala kesehatan yang sering dialami oleh penghuni yang tinggal di dalam gedung dalam waktu tertentu yang disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas udara dalam ruang dengan kejadian SBS di Graha Sucofindo Jakarta. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional dengan variabel independen sebagai berikut, koloni bakteri, suhu, kelembaban relatif, usia, jenis kelamin, masa kerja, dan riwayat alergi. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara koloni bakteri, usia, jenis kelamin, masa kerja, dan riwayat alergi dengan kejadian SBS. Dari hasil analisis multivariat, ditemukan bahwa variabel riwayat alergi menjadi variabel dominan yang memengaruhi terjadinya SBS. Dari hasil uji interaksi ditemukan adanya interaksi antara kedua variabel yaitu jumlah koloni bakteri dan jenis kelamin dalam menyebabkan kejadian SBS. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa riwayat alergi dapat meningkatkan risiko terjadinya SBS di tempat kerja dan interaksi antara jumlah koloni bakteri dengan jenis kelamin dapat menyebabkan kejadian SBS di tempat kerja. Disarankan untuk mengontrol kualitas udara dalam ruang, menciptakan ruangan yang sehat bagi pekerja, dan menempatkan pekerja dengan riwayat alergi pada ruangan dengan kualitas udara yang baik.
Kata Kunci : Sick Building Syndrome, Bakteri, Alergi, Kualitas udara dalam ruang
Sick Building Syndrome (SBS) has been defined as a term used to describe common symptoms which, for no obvious reason, are associated with particular buildings. This study aims to determine the relationship between indoor air quality with SBS occurrence in Graha Sucofindo Jakarta. The cross-sectional study was used in this research with the following independent variables, colonies of bacteria, temperature, relative humidity, age, gender, year of services, and history of allergies. From the data analysis showed a significant relationship between bacterial colonies, age, gender, year of services, and history of allergies to the occurrence of SBS. Multivariate analysis found that history of allergies becomes dominant variables that affect the occurrence of SBS. Furthermore, it is found that there is interaction between bacterial colonies and gender in making the incidence of SBS. It can be concluded that history of allergies may increase the risk of SBS and the interaction between bacterial colonies and gender can causing the incidence of SBS. It is advisable to control the indoor air quality, create a healthy space for workers and avoid allergic workers to work in bad indoor air quality.
Keywords : Sick Building Syndrome, History of Allergies, Bacterial Colonies, Gender, Indoor Air Quality
Read More
S-9062
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ari Lestari; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Sintorini
S-5563
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noviana Wirastini; Pembimbing: Dewi Sussana
T-615
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oke Ila Lia Yuliyanti; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Ririn Arminsih Wulandari, Ony Linda, Aria Kusuma
Abstrak:
Sick Building Syndrome (SBS) adalah penyakit yang disebabkan oleh kondisi kerja yang tidak sehat. Keluhan iritasi selaput lendir, kelelahan, dan sakit kepala membaik saat bekerja di dalam gedung dan hilang sepenuhnya saat meninggalkan gedung. Kualitas udara merupakan masalah penting bagi orang-orang yang bekerja di industri dan perkantoran dan menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan. Kualitas udara dalam ruangan dipengaruhi oleh sistem ventilasi dan akumulasi polutan udara dari lingkungan dalam dan luar ruangan. Hasil survey pada karyawan universitas dari 152 responden, 56 responden (36,8%) yang mengalami kasus SBS. Responden wanita, berusia antara 21-30 tahun, bekerja kurang dari sama dengan 5 tahun (38,5%), tidak mempunyai kebiasaan merokok dalam ruangan (37,2%) dan mempunyai kondisi psikososial yang baik (37%) adalah responden yang berisiko paling tinggi. Setiap harinya semua kegiatan di Univertas swasta dilakukan selama ≥ 8 jam di ruangan tertutup yang menggunakan AC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas fisik udara dengan kejadian Sick Building Syndrome (SBS) di salah satu Universitas Swasta Jakarta 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan menggunakaan pengukuran kualitas udara. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian keluhan gejala SBS yaitu usia (nilai p = 0,035; POR = 0,778; 95% CI = 0,265-2,280), masa kerja (p = 0,000; POR = 0,948; 95% CI = 0,370-2,427), dan pencahyaan (p = 0,000; POR = 0,881; 95% CI = 0,296-2,622). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian keluhan SBS yaitu jenis kelamin (p = 4,223) dan lama kerja (p = 1,101. Kampus diharapkan menyelenggarakan sesi penyuluhan atau pelatihan mengenai gejala-gejala Sick Building Syndrome (SBS) dan cara-cara pencegahannya. Staf dan dosen yang lebih sadar akan kualitas udara dan dampaknya dapat lebih mudah mengenali masalah kesehatan yang mungkin muncul.

Sick Building Syndrome (SBS) is an illness caused by unhealthy working conditions. Complaints of mucous membrane irritation, fatigue and headaches improve when working in the building and disappear completely when leaving the building. Air quality is an important issue for people who work in industries and offices and spend a lot of time indoors. Indoor air quality is affected by ventilation systems and the accumulation of air pollutants from indoor and outdoor environments. Survey results on university employees out of 152 respondents, 56 respondents (36.8%) experienced SBS cases. Female respondents, aged between 21-30 years, working less than equal to 5 years (38.5%), do not have a habit of smoking indoors (37.2%) and have good psychosocial conditions (37%) are respondents who are at highest risk. Every day all activities in private universities are carried out for ≥ 8 hours in closed rooms that use air conditioning. This study aims to analyse the relationship between physical air quality and the incidence of Sick Building Syndrome (SBS) at a private university in Jakarta 2024. This study is a quantitative study with a cross-sectional design and uses air quality measurements. The results of bivariate analysis with the chi-square test found that the variables associated with the incidence of complaints of SBS symptoms are age (p value = 0.035; POR = 0.778; 95% CI = 0.265-2.280), tenure (p = 0.000; POR = 0.948; 95% CI = 0.370-2.427), and lighting (p = 0.000; POR = 0.881; 95% CI = 0.296-2.622). Meanwhile, variables that were not significantly associated with the incidence of SBS complaints were gender (p = 4.223) and length of employment (p = 1.101). The campus is expected to organise counselling or training sessions on the symptoms of Sick Building Syndrome (SBS) and ways to prevent it. Staff and lecturers who are more aware of air quality and its impact can more easily recognise health problems that may arise.
Read More
T-7363
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isyana Dewi; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Neera Khairani
S-4175
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gelar Winayawidhi Suganda; Pembimbing: Sjahrul Meiza; Penguji: Fatma Leastari, M. Heru Sunardjo, Eko Pudjadi
T-3270
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive