Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19441 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lolita Susanti; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Rina Artining Anggorodi; Usep Solehudin
S-4248
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nency Benedicta Romauli Situmorang; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi; Penguji: Teng Soegilar, Paul F. Matulessy
S-4536
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Puspasari; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Besral, Laily Hanifah
Abstrak: Infeksi HIV bukan hanya mempengaruhi kesehatan fisik tetapi juga dapat mengakibatkan kecemasan atau depresi berkaitan dengan mortalitas, terapi, dan stigma, yang kemudian berdampak pada kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu. Penelitian ini menggunakan rancangan studi deskriptif dan mengumpulkan sebanyak 121 responden.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kurang baik (63,6%), mayoritas responden memiliki dimensi kesehatan fisik yang kurang baik yaitu (60,3%). Pada dimensi psikologis responden memiliki nilai yang kurang baik (75,2 %). Dalam dimensi interaksi sosial, mayoritas responden juga memiliki nilai yang kurang baik (57,9%). Dalam dimensi lingkungan (62,8%) nilainya kurang baik. Dari dimensi tingkat kemandirian, mayoritas responden (70,2%) nilainya kurang baik. Sedangkan dimensi spiritual, sebanyak 68 orang (56,2%) nilainya kurang baik.
 

HIV Infection not only affects physical health but also causes anxiety or depression related to mortality, therapy, and stigma, and then influence quality of life. The purpose of this study was to determine the picture quality of life of people living with HIV / AIDS (PLWHA) in Bhayangkara Hospitals Indramayu. This study used a descriptive study design and collect as much as 121 respondents.
 
The results showed that most of respondents have a poor quality of life (63.6%), more specically, all dimention the of qualiti of life majority respondents showed less than expected. Dimention of physical health, (60.3%), (75.2%), social interaction (57.9%), environmental (62.8%), level of independence (70.2%), and spiritual dimension (56.2%).
Read More
S-8809
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nimas Ayu Lestari Nurjanah; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Toha Muhaimin, Adria Rusli, Sarikasih Harefa
Abstrak: Abstrak
Infeksi HIV pada tubuh bertindak sebagai stresor yang akan menimbulkan permasalahan bagi individu yang terinfeksi di ataranya masalah fisik, psikologis dan psikososialnya. Permasalahan fisik terkait dengan perjalanan penyakit dan komplikasi sistem saraf pusat, mulai dari munculnya gejala penyakit, turunnya sistem kekebalan tubuh. Masalah psikosial dan psikologis yang dialami oleh penderita HIV diantaranya adalah munculnya stigma dan diskriminasi baik didalam keluarga maupun di masyarakat.
 
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan faktor -faktor yang mempengaruhi kualitas hidup ODHA di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianto Saroso.
 
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, teknik pengambilan sample menggunakan cara consecutive sampling dengan jumlah sample sebanyak 420 orang. Analisis bivariat menggunakan chi-Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
 
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan (nilai p = 0,001), Spiritual (nilai p = 0,003), Depresi (nilai p 0,000), kepatuhan minum ARV (nilai p 0,000), lama terapi ARV (nilai p 0,002), Stigma (nilai p 0,000), dukungan sosial (nilai p 0,003), dukungan keluarga (nilai p 0,001), dukungan sebaya (0,002) dengan kualitas hidup ODHA. Faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup ODHA adalah kepatuhan minum ARV dengan OR 4,250 . yang berarti ODHA yang patuh dalam meminum ARV akan memiliki kualitas hidup yang tinggi 4,250 kali daripada ODHA yang tidak patuh dalam meminum ARV.
 

HIV infection in the body act as stressors that will cause problems for individuals infected among physical, psychological and psychosocial. Physical problems related to the course of the disease and complications of the central nervous system, starting from the symptoms appearance of the disease, the decline of the immune system. Psychosocial and psychological problems experienced by HIV sufferers include the emergence of stigma and discrimination within the family and in society.
 
The aims of this study were to quality of life of People Living With HIV/AIDS and factors influencing the quality of life People Living With HIV/AIDS In Infectious Disease Hospital Prof Dr Sulianti Saroso.
 
This study used a cross sectional design, the sampling technique used consecutive sampling method with a total sample of 420 people. Bivariate analysis used chi-square and multivariate analysis used logistic regression.
 
The results showed significant correlation between work (p = 0.001), Spiritual (p = 0.003), Depression (p value 0.000), adherence to taking ARV (p value 0.000), duration of ARV therapy (p value 0.002), Stigma (p value 0,000), social support (p value 0.003), family support (p value 0.001), peer support (0.002) with quality of life People Living With HIV/AIDS. The most influencing factor for the quality of life People Living With HIV/AIDS is the adherence to taking ARV with OR 4.250 which means that People Living With HIV/AIDS who are obedient in taking ARVs will have a high quality of life of 4.250 times than People Living With HIV/AIDS who are not obedient in taking ARV.
Read More
T-5717
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyuni Khaulah; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti, Evie Martha
T-2007
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Puspita Sari; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Evi Martha, Laily Hanifah
Abstrak: Pengetahuan masyarakat yang minim tentang HIV/AIDS dan interpretasi yang salah tentang masalah tersebut merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya penurunan jumlah kasus orang dengan HIV/AIDS. Perlakuan tidak adil, kasar, dan stigma yang negatif membuat ODHA tidak mau memberanikan dirinya untuk terbuka bahkan untuk mengakses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pada wanita pernah kawin usia 15-49 tahun yang berhubungan dengan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah wanita pernah kawin usia 15-49 tahun yang pernah mendengar HIV/AIDS dalam data SDKI 2012. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur yang lebih muda dalam memberi stigma terhadap ODHA daripada umur yang lebih tua. Semakin rendah pendidikan seseorang semakin besar kemungkinan untuk memberi stigma terhadap ODHA. Selain itu, pengetahuan komprehensif mengenai HIV/AIDS yang kurang juga dapat menyebabkan seseorang menstigma ODHA. Hasil uji chi-square didapatkan proporsi wilayah pedesaan lebih memberi stigma terhadap ODHA daripada wilayah perkotaan. Pemanfaatan sumber informasi juga sangat berpengaruh dalam memberi stigma terhadap ODHA, responden dengan sumber informasi ≤ 3 jenis cenderung memberi stigma terhadap ODHA. Status ekonomi rendah juga cenderung memberi stigma terhadap ODHA. Upaya keterlibatan seluruh stakeholder untuk peningkatan keterpaparan informasi sebagai upaya promotif dan preventif dengan penyebaran informasi tentang HIV/AIDS melalui media massa, khususnya melalui koran, radio, dan televisi lokal.
Kata Kunci : Wanita Pernah Kawin, ODHA, Stigma
Read More
S-8552
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novia Fatmawati Putri; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Agus, Meiristia Qomariah
Abstrak:
HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global. Cakupan pengobatan ARV di Indonesia baru mencapai 70%, di bawah target UNAIDS 95%, sehingga berpotensi meningkatkan loss to follow up (LTFU). Papua Tengah memiliki angka LTFU tertinggi (67%) dan Kepulauan Bangka Belitung terendah (20%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan loss to follow up pengobatan ARV pada orang ODHIV di Provinsi Papua Tengah dan Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik multivariat dengan pelaporan adjusted odds ratio (AOR) dan interval kepercayaan 95%. Di Papua Tengah, LTFU berhubungan dengan usia > 30 tahun (AOR = 0,648; 95% CI: 0,523-0,803), tempat tinggal luar wilayah Papua Tengah (AOR = 0,357; 95% CI: 0,216-0,589), kelompok populasi kunci (AOR = 0,421; 95% CI: 0,261-0,679) dan inisiasi pengobatan ARV > 7 hari (AOR = 0,694; 95% CI: 0,564-0,854). Di Kepulauan Bangka Belitung, LTFU berhubungan dengan asal rujukan pada ODHIV datang sendiri (AOR = 0,687; 95% CI; 0,490-0,964), kelompok populasi kunci (AOR = 0,588; CI: 0,406-0,852) dan inisiasi pengobatann ARV > 7 hari (AOR = 0,687; CI: 0,488-0,969) dan terdapat interaksi antara jenis kelamin pada kelompok populasi (AOR = 3,621; 95% CI: 1,670-7,852; p = 0,001). Penelitian ini menunjukkan bahwa determinan LTFU pengobatan ARV bersifat kontekstual. Pada LTFU tinggi dipengaruhi oleh tempat tinggal di luar wilayah Papua Tengah, sedangkan LTFU rendah dipengaruhi oleh perempuan pada populasi umum.

HIV/AIDS remains a global health problem, including in Indonesia. ARV treatment is the only primary therapy to maintain the health of people living with HIV. However, ARV treatment coverage in Indonesia is still relatively low at 70%, lower than the UNAIDS target of 95%, potentially increasing the incidence of loss to follow-up (LTFU). Central Papua has the highest LTFU rate (67%), while the Bangka Belitung Islands have the lowest rate (20%) in Indonesia. This study aims to analyze the determinants of loss to follow-up on ARV treatment in people living with HIV in Central Papua Province and the Bangka Belitung Islands in 2025. The study used a cross-sectional design. Data analysis was performed using multivariate logistic regression with reporting adjusted odds ratios (AOR) and 95% confidence intervals. In Central Papua, high LTFU was significantly associated with age > 30 years (AOR = 0.648; 95% CI: 0.523-0.803), residence outside Central Papua (AOR = 0.357; 95% CI: 0.216-0.589), key population groups (AOR = 0.421; 95% CI: 0.261-0.679) and initiation of ARV treatment > 7 days (AOR = 0.694; 95% CI: 0.564-0.854). In the Bangka Belitung Islands, LTFU was associated with the origin of referral in PLHIV coming alone (AOR = 0.687; 95% CI; 0.490-0.964), key population groups (AOR = 0.588; CI: 0.406-0.852) and ARV treatment initiation > 7 days (AOR = 0.687; CI: 0.488-0.969) and there was an interaction between gender in population groups (AOR = 3.621; 95% CI: 1.670-7.852; p = 0.001). This study demonstrated that the determinants of long-term survival (LTFU) on ARV treatment are contextual. High LTFU was influenced by residence outside of Central Papua, while low LTFU was influenced by female status in the general population.
Read More
T-7682
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tini Setiawan; Pembimbing: Luknis Sabri; Toha Muhaimin
T-2061
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghea Sugiharti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mieke Savitri, Yovsyah, Emah Rohaemah
T-5477
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku III, Tempo. hal : 5
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive