Ditemukan 22601 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Suyatno; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja
S-2961
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Sinta Fitriandini; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri
S-3314
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ina Lestari Agustin; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja
S-2872
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yasman; Pembimbing: Hendra
S-2888
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ida Choridah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan
S-2635
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alberty Eliza R. Bakara; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-4512
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Harjono; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri
S-2806
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bella Azalia; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Anisa Sawu Dwi Astuti
Abstrak:
Read More
Kelelahan merupakan masalah yang sering terjadi di tempat kerja, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menurunkan produktivitas kerja. Pekerja shift pada industri manufaktur merupakan kelompok yang rentan untuk mengalami kelelahan karena gangguan ritme sirkadian dan pola tidur alami. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kelelahan dan menganalisis faktor risiko kelelahan pada pekerja shift di Departemen Produksi perusahaan manufaktur PT X tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif dan pengambilan sampel non-probability sampling. Terdapat 112 data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner OFER, NASA-TLX, PSS-10, dan PSQI yang dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji regresi logistik sederhana. Hasil menunjukkan 32,1% mengalami kelelahan kronis, 19,6% mengalami kelelahan akut, 34,8% memiliki pemulihan kelelahan yang kurang. Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis adalah masa kerja (p-value=0,002), kualitas tidur (p-value=0,001), dan riwayat penyakit (p-value=0,034). Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kelelahan akut adalah masa kerja (p-value=0,002) dan kualitas tidur (p-value=0,001). Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan pemulihan kelelahan adalah kualitas tidur (p-value=0,006) dan riwayat penyakit (p-value=0,007). Faktor risiko beban kerja, durasi kerja, shift kerja, stres kerja, usia, kuantitas tidur, status gizi, konsumsi kafein, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, pekerjaan sampingan, dan waktu perjalanan tidak berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis ataupun akut.
Fatigue is a common problem in the workplace, which can increase the risk of workplace accidents and reduce work productivity. Shift workers in the manufacturing industry are a group that is vulnerable to fatigue due to circadian rhythm and natural sleep patterns disturbances. This study aims to determine the level of fatigue and analyze the risk factors for fatigue among shift workers in the Production Department of PT X manufacturing company in 2025. This study used a cross-sectional design with quantitative methods and non-probability sampling. A total of 112 data were collected using the OFER, NASA-TLX, PSS-10, and PSQI questionnaire and analyzed using the Chi-square test and simple logistic regression test. The results showed that 32.1% experienced chronic fatigue, 19.6% experienced acute fatigue, and 34.8% had poor fatigue recovery. Risk factors significantly associated with chronic fatigue were length of service (p-value=0,002), sleep quality (p-value=0,001), and history of illness (p-value=0,034). Risk factors significantly associated with acute fatigue were length of service (p-value=0,002) and sleep quality (p-value=0,001). Risk factors significantly associated with fatigue recovery were sleep quality (p-value=0,006) and history of illness (p-value=0,007). Risk factors such as workload, work duration, work shifts, work stress, age, sleep quantity, nutritional status, caffeine consumption, smoking habits, exercise habits, side jobs, and commuting time were not significantly associated with both chronic and acute fatigue.
S-12191
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Christoper Bagus Rijadi; Pembimbing: Siti Arifaj Pujonarti; Penguji: Kusdinar Acmad, Ratu Ayu Dewi Sartika, Amirullah
Abstrak:
Read More
Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan pekerja yang dapatmenimbulkan kecelakaan kerja dan produktivitas menurun. Penelitian ini bertujuanuntuk menhetahui faktor internal yang paling dominan diantara jenis kelamin,aktivitas fisik, lama tidur, kualitas tidur, IMT, persen lemak tubuh, asupan energi, dankebiasaan merokok yang dihubungkan dengan kelelahan kerja pegawai pengemasan.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari pengumpulan data mengenai kelelahanyang dilakukan oleh bagian quality control PT. X Tangerang. Penelitian ini dilakukanpada bulan Juni -Juli 2016. Penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakanmetode pendekatan potong lintang. Hasilnya menunjukkan bahwa 13% respondondenmengalami kelelahan kerja ringan, 47% responden mengalami kelelahan kerja sedang,dan 40% responden mengalami kelelahan kerja berat. Hasil perhitungan statistik chi -square diketahui terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik, kualitastidur, dan persen lemak tubuh dengan kelelaham kerja. Hasil analisis regresi logistikganda menyatakan bahwa kualitas tidur merupakan faktor paling dominan terhadapkelelahan kerja. Maka dari itu pegawai dan manajemen PT. X Tangerang perlumemperhatikan aktivitas fisik , persen lemak tubuh, dan khususnya kualitas tidurpekerja untuk mengurangi terjadinya kasus kelelahan kerja.Kata kunci:Kelelahan, Pekerja, Kualitas Tidur.
T-4644
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Saswita Kemala Dewi; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri, Devi Dwirantih
S-4730
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
