Ditemukan 30122 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kata kunci: Skizofrenia, kasus kontrol, Kabupaten Bogor
Schizophrenia is a a chronic and severe mental disorder that affects thinking, feeling, and behavior of a person. In Indonesia, the prevalence of schizophrenia is 1.7 per 1,000 populations. The number of visits of mental disorders in puskesmas of Bogor Regency has increased significantly from 1,648 to 13,390 in 2013-14. This study aimed to determine the factors associated with schizophrenia in Bogor Regency 2017. An unmatched case-control was conducted in 63 health centers of Bogor regency from May-June 2017. Cases were schizophrenic patient aged 15-50 years diagnosed by physicians/specialists and recorded in the register of Bogor district health centers in 2017. Controls were the healthy people aged 15-50 and domiciled in Bogor Regency. A total of 229 cases and 229 controls were selected by multistage sampling technique. Probability proportional to size was usedto determine the number of samples from each puskesmas. A pre-tested semi structured questionnaires was used to collect relevant data from controls and one of the family members of cases. Chi square test and multivariate logistic regression were applied for data analysis. Folowing factors were associated with schizophrenia: male gender (AdjOR: 11.68; 95% CI: 4.96 -27.50), family history of schizophrenia (AdjOR: 4.02; 95 %CI: 1,90-8,48), basic education (AdjOR: 30.63; 95%CI: 4.21-222.81), secondary education (AdjOR: 25.35; 95% CI: 3.51-182.90), unemployed (AdjOR: 5.6; 95 %CI 2,52-12,45), unmarried (AdjOR: 10,20; 95%CI 2,52-12,45), problems in the family (AdjOR: 4.93; 95%CI 2.43-9.99) and problems at work / school (AdjOR: 32.60; 95%CI 7.29 - 145.76). In the study setting, biological (male and family history of schizophrenia),sociodemographic (low level of education, unemployment and unmarried) and environmental factors (problems in family, workplaceor school) were associated with schizophrenia. Prospective analytical studies are needed to further explore these associations.
Keywords: Schizophrenia, case control, Bogor district
Rumah sakit sebagai institusi yang melayani kesehatan dituntut untuk terus berkembang dan melakukan perbaikan sehingga dapat memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan pasien. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator dalam mengukur mutu pelayanan di rumah sakit dan juga sebagai indikator dari standard suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi, mengetahui gambaran karakteristik pasien di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi, mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan, serta mengetahui faktor karakteristik yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan di poliklinik rawat jalan RS.Marzoeki Mahdi. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan cross- sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen terhadap 158 responden yang diambil secara acak dengan menggunakan systemic random sampling. Penelitian ini berlangsung selama 5 (lima) minggu. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat, multivariat Serta diagram Kartesius. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa responden terbanyak yang datang berobat ke poliklinik rawat jalan RS. M. Mahdi adalah kelompok umur produktif yaitu 30-60 tahun,jeniS kelamin terbanyak adalah perempuan, tingkat pendidikan terbanyak adalah akademi/ perguruan tinggi , status pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja/ibu rumah tangga dan sumber pembiayaan terbanyak adalah askes PNS. Dari hasil penelitian didapati tingkat kepuasan responden di polikilnik rawat jalan yaitu yang merasa puas sebanyak 70.9% dan respoden yang merasa tidak puas sebanyak 29.1%. Dan diperlihatkan bahwa pendidikan mempunyai hubungan yang bennakna dengan tingkat kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan RS. M. Mahdi. Diketahui juga variabel yang paling dominan berhubungan dengan tingkat kepuasan di poliklinik rawatjalan adalah variable pendidikan. Hasil analisis diagram Kartesius didapati dimensi mutu yang menjadi prioritas utama dan harus diperbaiki serta dilaksanakan sesuai harapan pasien adalah dimensi tangible dan reliability. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi cukup baik, namun diharapkan pihak manajemen rumah sakit dapat lebih meningkatkan mutu pelayanannya, sehingga unit rawat jalan ini berkembang dengan pesat sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien dari tahun ketahun yang terus mengalami kenaikan jumlah kunjungan, untuk itu perlu mendapat perhatian.
The increase in the number of cases of COVID-19 and its spread in various countries occurred quite quickly and in a short time. As of May 4, 2021, the total global confirmed cases of COVID-19 were 152,534,452 with 3,198,528 deaths. The Indonesian government has reported 1,682,004 people with confirmed COVID-19, the highest in Southeast Asia. A total of 45,949 COVID-19-related deaths were reported, with a CFR of 2.7%. Deaths from COVID-19 in Indonesia are ranked 2nd in Asia and 17th in the world. A case-control study was conducted using medical records of COVID-19 patients at Haji Adam Malik General Hospital in Medan for the period March 2020-December 2020. This study describes the characteristics and identifies factors associated with death in COVID-19 patients. The results of the study through multivariate logistic regression analysis showed that there was an increased risk of death at age 60 years (OR = 5,495, 95% CI: 2,398-12,591), fever (OR = 4,441, 95% CI: 1,401-14,077), shortness of breath. breath (OR=8,310, 95% CI: 3,415-20,220), history of hypertension (OR=2,454, 95% CI: 1.159-5,196), history of chronic kidney disease (OR=10,460 times, 95% CI: 3.282-33,331) history of cancer (OR=16,137, 95% CI: 2,798-96,147) in COVID-19 patients who were hospitalized at Haji Adam Malik General Hospital Medan in 2020
