Ditemukan 29222 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Engkom Achmad Yusmana; Pembimbing: Sudarti K.
S-419
Depok : FKM UI, 1988
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eko Dian Septiawan; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Bungsu, Putri.; Reza Isfan
Abstrak:
Salah satu faktor terjadinya campak pada anak adalah drop out imunisasi campak pada saat bayi. Imunisasi campak penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus campak. Penelitian ini bertujuan menjelaskan apakah faktor predisposing, reinforcing dan enabling ibu yang merupakan faktor risiko kejadian drop out imunisasi campak pada anak usia 9-17 bulan, dengan desain cross-sectional. Variabel penelitian diukur menggunakan kuesioner dengan metode wawancara terhadap 280 ibu yang memiliki anak usia 9-17 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan ibu yang kurang memiliki risiko 2,82 kali (95%CI; 1,52-5,22, p=0,001) dan presepsi ibu terhadap dukungan keluarga yang kurang mendukung memiliki risiko 3 kali (95%CI; 1,43-6,29, p=0,004) mengalami kejadian drop out imunisasi campak. Petugas puskesmas diharapkan memberikan penyuluhan tentang pentingnya manfaat imunisasi campak kepada ibu dan mengikut sertakan keluarga pada saat penyuluhan agar keluarga tahu dan mendukung imunisasi campak. Pemberdayaan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat agar dapat membantu pelaksaan dan meningkatkan cakupan imunisasi sesuai dengan kearifan lokal. Kata-Kata Kunci: Drop out, Imunisasi, Campak, usia 9-17 bulan.
Read More
T-5516
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Husni Jamarin; Pembimbing: Buchari Lapau
T-336
Depok : FKM UI, 1994
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Berita Epidemiologi, Maret 1993, hal. 19-28. ( ket. ada di bendel 1993 - 1994 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Gumilang; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah
S-948
Depok : FKM UI, 1996
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alya Adhityashma Wahono; Pembimbing: Lhuri Dwianti Rahmartani; Penguji: Rizka Maulida, Nadia Shafira
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Saat ini kematian neonatal masih menjadi masalah kesehatan masyarakat nasional dan global sehingga diperlukan upaya untuk menurunkannya. Salah satunya melalui pemanfaatan antenatal care (ANC). Dalam ANC terdapat 10 komponen pelayanan kesehatan yang harus diberikan kepada ibu hamil, termasuk imunisasi tetanus toksoid (TT) yang penting untuk mencegah tetanus neonatorum (TN) yang memiliki fatality rate yang tinggi. Di Indonesia, persentase imunisasi TT2+ pada ibu hamil menurun, sedangkan kasus TN mulai meningkat kembali. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan imunisasi TT pada ibu hamil dengan kematian neonatal di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan data SDKI 2017 dengan desain cross sectional. Sampelnya terdiri dari 10.028 wanita usia subur yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil: Berdasarkan uji statistik, baik sebelum maupun setelah dikontrol dengan variabel confounding, ibu yang tidak pernah mendapatkan imunisasi TT berpeluang tinggi untuk mengalami kematian neonatal (AOR 1,89; 95% CI 1,11 – 3,23). Di sisi lain, pada ibu yang hanya satu kali menerima imunisasi TT tidak ditemukan adanya asosiasi dengan kematian neonatal (AOR 0,67; 95% CI 0,29 – 1,54). Kesimpulan: Menambah bukti tentang pentingnya imunisasi TT pada ibu hamil dalam upaya mencegah kematian neonatal.
Background: Currently, neonatal mortality remains a significant public health issue both nationally and globally. Hence, efforts are needed to reduce it. One effective strategy is the utilization of antenatal care. ANC encompasses 10 essential health services that should be provided to pregnant women, including the administration of tetanus toxoid (TT) immunization, which is crucial for preventing neonatal tetanus (NT) that has a high fatality rate. In Indonesia, the percentage of TT2+ immunization among pregnant women has decreased, while NT cases have begun to rise again. Objective: To determine the association between TT immunization in pregnant women and neonatal mortality in Indonesia. Method: This study utilized data from the 2017 IDHS with a cross-sectional study design. The sample consisted of 10.028 women of childbearing age who met the inclusion criteria. Data analysis was performed using chi-square tests and logistic regression. Result: Based on statistical tests, both before and after controlling for confounding variables, babies born to mothers who never received TT immunization had a higher likelihood of experiencing neonatal mortality (AOR 1.89; 95% CI 1.11 – 3.23). On the other hand, no association was found between mothers who received only one dose of TT immunization and neonatal mortality (AOR 0.67; 95% CI 0.29 – 1.54). Conclusion: Adding evidence about the importance of TT immunization in pregnant women for preventing neonatal mortality.
S-11657
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Leo Agusli; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo
T-105
Jakarta : FKM UI, 1985
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kadar Wilasmana; Pembimbing: Adik Wibowo
S-1053
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Endang Dwiningsih; Pembimbing: Anwar Hassan
S-1586
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nicolaus Binner Simanjuntak; Pembimbing: Purnawan Junadi
S-537
Depok : FKM UI, 1990
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
