Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34861 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wahyu Jaya Putra; Pembimbing: Yuni Kusminanti
M-1023
Depok : FKM UI, 2002
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vina Meirina Zuhriyyah; Pembimbing: Robiana Modjo
M-1822
Depok : FKM UI, 2004
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Feri Hendriyadi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Hendra, Masjuli
Abstrak: Kegiatan maintenance dan operational produksi crude oil pasca pemboran merupakan salah satu aktivitas yang berpotensi terjadinya kecelakaan kerja di industri minyak dan gas bumi lepas pantai. kecelakaan yang terjadi bisa menyebabkan cidera ringan, serius dan bahkan sampai menyebabkan kematian, kerusakan peralatan dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pembuatan analisa keselamtan kerja pada pekerja di departemen Produksi dan Perawatan di anjungan lepas pantai PT X. Desain penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara pelaksanaan analisa keselamatan kerja dilapangan dengan kecelakaan kerja yang terjadi dilapangan selama periode 2013-2014. Dari hasil penelitian ini disarankan bagi perusahaan untuk melakukan pelatihan dan pelatihan penyegaran yang berhubungan dengan pelaksanaan analisa keselamatan kerja, melakukan evaluasi secara berkala oleh para pimpinan dilapangan, meningkatkan kesadaran pekerja dalam melakukan analisa keselamatan kerja dengan baik dan konsisten. Dan membuat formulir analisa keselamatan kerja yang lebih sederhana agar setiap pimpinan tim kerja lebih mudah dalam membuat analisa keselamatan kerja lebih berkualitas. Kata kunci: Analisa keselamatan kerja, identifikasi bahaya
Read More
T-4537
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Agma; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Danu Nuryanto, Ivantheaus Siregar
Abstrak: ILO menyebutkan bahwa salah satu kategori potensi bahaya pada operator crane adalah bahaya ergonomi dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja operator crane di PT. XXX cabang Tanjung Priok tahun 2021. Desain penelitian adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian akan dianalisis dengan menggunakan lembar kerja REBA Selanjutnya dianalisis kaitannya dengan keluhan gangguan otot rangka, dan interaksi dengan tempat kerja yang menimbulkan risiko ergonomi. Penelitian ini berfokus hanya pada aktivitas mengoperasikan crane. Penilaian postur kerja dilakukan pada operator crane dengan desain saat ini. kemudian dibuat dua usulan desain kabin crane. Desain ulang dilakukan dalam perangkat lunak Aplikasi SketchUp versi 2018 kemudian dilakukan evaluasi postur kerja sesuai usulan desain kabin crane. Studi ini menunjukkan bahwa intervensi ergonomi di tempat kerja mengurangi potur kerja yang tidak sesuai antara manusia dan mesin serta membuat tempat kerja nyaman untuk bekerja
The ILO states that one of the categories of potential hazards to crane operators is ergonomics and psychosocial hazards. This study aims to analyze the work posture of crane operators at PT. XXX Tanjung Priok branch in 2021. The research design is a descriptive study. The results of the study will be analyzed using the REBA worksheet. Furthermore, it will be analyzed in relation to complaints of skeletal muscle disorders, and interactions with the workplace that pose ergonomic risks. This research focuses only on the activity of operating a crane. Assessment of work posture is carried out on the crane operator with the current design, then two crane cabin design proposals are made. The redesign was carried out in the 2018 version of the SketchUp Application software, then an evaluation of the work posture was carried out according to the crane cabin design proposal. This study shows that ergonomics interventions in the workplace reduce the mismatch between humans and machines and also make the workplace comfortable to work
Read More
T-6332
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuniarti; Pembimbing: Neera Khairani
M-779
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hotmauly; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Anas Syaifudin
S-7353
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awang Joko Purnomo; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Fatma Lestari, Mila Tejamaya, Samy Awaludin, Dody Hartawan
Abstrak: Sebagian besar perusahaan-perusahaan di berbagai industri yang mempunyai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mengimplementasikan Job Safety Analysis (JSA). Penelitian-penelitian merekomendasikan agar JSA harus mempunyai kualitas yang tinggi. Penyebab kecelakaan paling tinggi pada operasi pengeboran dan perawatan sumur minyak di PT XYZ berhubungan dengan kualitas JSA. Pada bulan Februari sampai Juli 2019 PT XYZ melakukan pelatihan analisis bahaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelatihan yang diberikan kepada pemimpin kerja operasi perawatan sumur minyak di PT XYZ dalam meningkatkan kualitas JSA. Pelatihan dilakukan dengan jumlah peserta per sesi adalah 10-11 orang, interaktif di dalam kelas, materi merujuk pada prosedur internal PT XYZ tentang analisis bahaya, macro horizon dalam membuat JSA, dan positioning dari risk assessment dalam JSA dengan Risk Register. Peserta dilatih melakukan analisis bahaya sesuai dengan pekerjaan, termasuk mengidentifikasi bahaya, mengidentifikasi proteksi yang diperlukan, mengetahui peran dan tanggung jawab setiap pekerja, diskusi dua arah, praktik membuat JSA, dan mendiskusikannya. Data kualitas JSA diambil dengan observasi secara langsung di tempat pekerjaan dilakukan. Data kemampuan pemimpin kerja diambil dengan meminta mereka membuat JSA dari pekerjaan saat itu dengan diawasi oleh konsultan keselamatan yang ditunjuk oleh peneliti. Untuk menjaga standarisasi penilaian oleh konsultan keselamatan, tahapan yang dilakukan adalah perencanaan, pembekalan, pelaksanaan, dan evaluasi. Konsultan yang sama menilai JSA sebelum dan setelah pelatihan dengan judul sama. Pemimpin kerja yang dinilai sebelum dan setelah pelatihan adalah orang yang sama termasuk tim dan rignya. Hasil perhitungan SPC XL menunjukkan nilai-p (probabilitas kesalahan) dari Uji-t terhadap data sebelum dan setelah pelatihan sebesar 0,000 atau lebih kecil dari dari tingkat signifikansi yang ditetapkan oleh peneliti yaitu α=0,05 yang berarti hipotesis alternatif menyimpulkan terjadi perubahan mean yang signifikan. Dengan keyakinan lebih dari 99% telah terjadi perubahan mean yang signifikan karena (1-p) X 100 = 100 atau hampir 100. Skor pemimpin kerja setelah mendapatkan pelatihan menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum dilakukan. Skor rata-rata 75 orang pemimpin kerja sebelum pelatihan adalah 44,93 dan skor rata-rata setelah pelatihan mengalami kenaikan menjadi adalah 87,43.
Most companies in various industries that have Occupational Safety and Health Management Systems implement Job Safety Analysis (JSA). Studies recommend that JSA must has high quality. The highest cause of incidents in drilling and workover operations of PT XYZ was related to JSA quality. From February to July 2019, PT XYZ conducted hazard analysis trainings. This study was conducted to determine the effect of training provided for workover operations leaders at PT XYZ in improving the quality of JSA. Training was conducted with 10-11 participants, interactive in classroom, referred to PT XYZ's procedures on hazard analysis, macro horizon in making JSA, and positioning of risk assessment in JSA with the Risk Register. Participants were trained to do hazard analysis in accordance with work, including identifying hazards and safeguards, knowing roles and responsibilities of each worker, two-way discussion, practice to develop JSA, and discussion. JSA quality data was taken by direct observation at work area. Ability of work leaders data was taken by asking them to make JSA from current work, supervised by a safety consultant appointed by the researcher. To maintain the standardization of assessments by safety consultants, the steps taken were planning, briefing, implementation, and evaluation. The same consultant assessed JSA before and after training with the same title. Work leaders who were assessed before and after training are the same people including team and rig. The SPC XL calculation results show the p-value (probability of error) of the t-Test on data before and after training is 0,000 or smaller than the significance level set by the researcher of α = 0.05 which means that the alternative hypothesis concludes that there is a change in the mean significantly. With a confidence level more than 99%, there is a significant change in the mean because (1-p) X 100 = 100 or almost 100. The work leader's score after training shows higher than before. The average score of 76 work leaders before training was 44.93 and the average score after training increased to 87.43.
Read More
T-5996
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadi Setiyoko; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Susilowati, Indri Hapsari; Adenan; Irawan, Agung Surya
Abstrak: Abstrak

Kecelakaan atau kerugian yang muncul pada industri eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di lepas pantai sangat besar, mulai dari dampak pada pekerja (orang) yaitu meninggal dan cidera, kehancuran/kerusakan fasilitas (peralatan/property), pencemaran air laut (lingkungan/environment) dan citra/reputasi negatif perusahaan.

Heinrich (1931) mengatakan bahwa kecelakaan/kerugian disebabkan 88 persen tindakan tidak aman/unsafe act, 10 persen disebabkan kondisi tidak aman/unsafe condition dan 2 persen disebabkan yang lain. Peneliti melakukan penelitian tentang penilaian risiko pada pekerjaan operator produksi pada pengoperasian FPSO.

Kolluru (1996) mengatakan bahwa risiko adalah kombinasi antara tingkat konsekuensi (consequence)yang terjadi dengan tingkat kemungkinan (probability) kecelakaan/kerugian terjadi. Menurut proses manajemen risiko (mengacu pada ISO 17776 dan AS/NZ 4360), proses manajemen risiko diawali dengan menentukan kontek risiko ,Perusahaan bertujuan mendapatkan keuntungan bisnis dengan melakukan manajemen risiko dengan mencegah atau mengurangi perkiraan kerugian atau kecelakaan yang sangat besar (dampak pada korban jiwa atau cidera pekerja/people, kerusakan fasilitas/peralatan/property, kerusakan atau pencemaran lingkungan (laut) dan reputasi atau citra negatif perusahaan) pada pengoperasian FPSO.

Langkah awal adalah mengenali atau kegiatan identifikasi bahaya di FPSO, FPSO mempunyai potensi bahaya dari fasilitas/proses/peralatan/property, bahaya dari tindakan atau pekerjaan pekerja/orang dan lingkungan/kondisi cuaca. Identifikasi Bahaya di penelitian ini berfokus pada pekerjaan operator produksi menggunakan analisa bahaya pekerjaan/JHA, kemudian hasil identifikasi bahaya ini dihitung risikonya dengan menggunakan metode analisa risiko semikuantitatif atau tabel matrik risiko semikuantitif. Peneliti merekomendasi langkah-langkah pengendalian atau pengurangan risiko dari rekayasa engineering, administratif dan penggunaan Alat Pelindung Diri.


Accident or loss impact which occurrence on industrial exploration and production of oil and gas in offshore is very large, ranging from the impact on workers (people) are dead and injured, destruction / damage to facilities (equipment / property,explosion and fire), seawater pollution (environment) and image / reputation of the company negatively.

Heinrich (1931) said that the accident / harm caused 88 percent of unsafe acts , 10 percent due to unsafe conditions / unsafe condition and the other 2 percent is due. Researchers conducted the study on risk assessment to operation production task on the operation of the FPSO.

Kolluru (1996) said that the risk is a combination of the level of consequence (consequence) which occurs with the probability (probability) accidents / losses occurred. According to the risk management process (refer to ISO 17 776 and AS / NZ 4360), the risk management process begins with determining the context of risk, the Company aims to gain a business advantage by conducting risk management to prevent or reduce the estimated loss or a huge crash (impact on fatalities or injury of workers / people, damage to facilities / equipment / property, damage or pollution of the environment (marine) or a negative image and reputation of the company) on the operation of the FPSO.

The initial step is to recognize or hazard identification activity in FPSO, FPSO has the potential dangers of facility / process / equipment / property, the dangers of the job action or labor / people and the environment / weather conditions. Hazard identification in this study focuses on the production operator jobs using job hazard analysis / JHA, then the results of the hazard identification risk is calculated using a semiquantitative risk analysis or risk matrix table semiquantitative. The researcher recommends control measures or risk reduction of engineering , administrative, and use of Personal Protective Equipment.

Read More
T-3890
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristin Evalin; Pembimbing: Kusminanti, Yuni
M-1788
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive