Ditemukan 37363 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tesis ini tentang analisis pengaruh pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam pelaksanaan sertifikasi ISO 9001:2008 terhadap kinerja pegawai di Bagian SDM RSCM tahun 2011, yang dianalisis menggunakan uji chi square. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10% kinerja pegawai di Bagian SDM RSCM kurang dan 90% kinerja pegawai baik. Selain itu analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh bermakna dari variabel pengetahuan, keterampilan maupun sikap terhadap kinerja pegawai di Bagian SDM RSCM tahun 2011. Dengan demikian Bagian SDM RSCM perlu mempertimbangkan untuk menentukan target kerja yang tidak hanya berdasarkan target kerja teknis dari masing-masing individu tetapi juga mempertimbangkan target kerja individu dalam pencapaian kinerja strategis organisasi. Kata kunci : pengetahuan, keterampilan, sikap, kinerja
The tesis is about analysis of the influences of knowledge, skill and attitude of the implementation of International Standarization for Organization 9001:2008 to staff performance at the Human Resource Departement Cipto Mangunkusumo Hospital 2011, that analysis by chi square test. The design is kuantitatif with cross sectional study method. The result showed that 10% performance staf HRD RSCM is less and 90% performance staff is good. Bivariat analysis showed that there is no relationship between knowledge, skill and attitude in implementation International Standarization for Organization 9001:2008 to performance staff in Human Resource Departement RSCM 2011. Thus Human Resource Departement RSCM needs to decide performance appraisal that not only by technis appraisal from individu but also consider individu performance appraisal in achievement strategic organization performance. Keywords : knowledge, skill, attitude, performance
Penilaian yang objektif dengan menggunakan metode penerapan dan instrumen penilaian yang baku sangat diutamakan demi tercapainya pelayanan yang bermutu. Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan ini terdiri dari (1) Pedoman Studi Dokumentasi Asuhan Keperawatan yang disebut Instrumen A, (2) Angket yang ditujukan kepada pasien dan keluarga untuk memperoleh gambaran tentang persepsi pasien terhadap mutu asuhan keperawatan yang disebut Instrumen B, (3) Pedoman Observasi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan selanjutnya disebut Instrumen C. Ketiga instrumen ini satu sama lainnya saling terkait, dimana dua instrumen yang mullah dianalisis dan dinilai adalah instrumen A dan instrumen B. Kedua instrumen tersebut dapat dinilai melalui penelaahan. Untuk mengetahui perbedaan mutu asuhan keperawatan berdasarkan dokumentasi asuhan keperawatan dan persepsi pasien maka harus dilakukan penilaian mutu asuhan keperawatan di bagian rawat inap Siloam Hospital Lippo Karawaci. Disain penelitian ini adalah survei dengan rancangan cross sectional. Data kuantitatif diperoleh melalui dokumentasi asuhan keperawatan dalam bentuk cek list dan angket persepsi pasien. Instrumen yang digunakan merupakan modifikasi dari instrumen evaluasi penerapan standar asuhan keperawatan di rumah sakit yang telah diterbitkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2005. Sampel sebanyak 98 dokumen asuhan keperawatan dan 98 pasien yang minimal telah dirawat selama 3 hari di Bagian Rawat Inap Siloam Hospital Lippo Karawaci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu asuhan keperawatan berdasarkan telaah dokumentasi asuhan keperawatan dapat dinilai dengan memberikan angketlkuisioner kepada pasien. Dan hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa mutu asuhan keperawatan pada pendokumentasian asuhan keperawatan berdasarkan pengkajian, diagnosa, perencanaan, evaluasi dan catatan asuhan keperawatan dapat dinilai dengan memberikan angketlkuisioner kepada pasien. Namun metoda penilaian ini tidak dapat diterapkan pada aspek tindakan keperawatan. Adapun mute asuhan keperawatan berdasarkan telaah dokumentasi asuhan keperawatan dan telaah persepsi pasien menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna dan masuk dalam kategori baik. Penilaian mutu asuhan keperawatan berdasarkan telaah persepsi pasien terbukti tidak ada perbedaan yang bermakna pada aspek pengkajian, diagnosa, perencanaan, evaluasi dan catatan asuhan keperawatan. Dan terbukti ada perbedaan yang bermakna pada aspek tindakan keperawatan. Persepsi pasien terhadap dokumentasi asuhan keperawatan masuk dalam kategori baik pada aspek pengkajian, diagnosa, perencanaan dan catatan asuhan keperawatan, sedangkan pada aspek tindakan dan evaluasi keperawatan masuk dalam kategori yang buruk. Berdasarkan hasil penelitian ini maka pihak manajemen Siloam Hospital Lippo Karawaci khususnya bagian keperawatan disarankan untuk melakukan penilaian mutu asuhan keperawatan terhadap aspek tindakan keperawatan melalui observasi dengan menggunakan instrumen C, sedangkan pada aspek evaluasi keperawatan agar tercapai mutu asuhan keperawatan yang berhasil guna sebaiknya dilakukan supervisi terhadap proses pendokumentasian asuhan keperawatan
Objective assessment by using applicable method and valid instrument assessment are really needed to reach a qualified service. The evaluation instrument for applicable nursing lead support standard are (1) studies catalog for nursing lead support assessment alias Instrument A, (2) quitioners for the patient and family to get the description of patient perception for nursing lead support quality alias Instrument B, (3) observation studies of the applicable of nursing action alias Instrument C. The instrument is connected to each other, the instrument A and Instrument B are the easy instrument to analyses and to make an assessment by seeing through. To know the different of nursing lead support quality based on nursing documentation lead support and patient perception, we should make an assessment for nursing lead support at inpatient department of Siloam Hospital Lippo Karawaci. The used design was a survey with cross sectional. And utilized method are quantitative and the data came from documentation of nursing lead support and patient perception quitionare. The used documentation was the modification from the standard of nursing lead support process evaluation instrument in the hospital, was issues from Healthcare Departement Republic of Indonesia in 2005. The sample research was 98 documentation of nursing Iead support, and the patient that cared minimal 3 days. The result indicated that the quality of nursing lead support based on see through documentation of nursing lead support are assess able by giving a quitionare to the patient. The bivariat analysis implied that the quality of nursing lead support was able to assess by nursing studies, nursing diagnose, nursing plan, nursing evaluation dan nursing lead support record based on documentation of nursing lead support by giving an quitionare to the patient. But the result indicated that the nursing act was dissable using this methode. Otherwise, the quality of nursing lead support based on see through nursing documentation lead support and see through the patient perception are showing un different meaning in the good category. The quality assessment of nursing lead support based on see through the patient perception are showing the different meaning in nursing studies, nursing diagnose, nursing plan, nursing evaluation and nursing lead support note. For there more, that in the nursing act are showing a different meaning. The patient perception by nursing documentation Iead support are in the good category in the aspect nursing studies, nursing diagnose, nursing plan and nursing lead support note, otherwise, in the nursing act aspect are in the worst category. Based on this research, are recommended to the Siloam Hospital Lippo Karawaci specially in nursing management, to reach the quality assessment in nursing lead support for nursing act aspect, to make an assessment better using the observation methode or using the instrument C, otherwise in the nursing evaluation aspect, to reach the applicable nursing quality lead support the nursing management should do the supervision in nursing documentation lead support process.
it is necessary to measure patient safety culture especially among nurses.This study aims to describe the nurses perception about patient safety culture andhow the implementation of patient safety goals at Setia Mitra Hospital. Thisdescriptive research conducted with quantitative and qualitative approaches.Population in this study is all nurses in Setia Mitra hospital that consist of 77 nurseswith sample 68 nurses.The result of study shows the nurse's perception about patient safety in SetiaMitra hospitals is 72.1% good. Dimension with the most good nurse perception ishospital handoffs and transitions dimension by 75% and at least perceived good ismanagement support dimension of 1.5%. Statistically, age (p value = 0.048), workperiod (p value = 0.016) and the level of nurses (p value = 0.049) have arelationship with the nurses perception on patient safety culture (p <0.05). In theimplementation of patient safety goals in Setia Mitra Hospital, namely 55.15% with agood understanding. It is recommended that patient safety team in the Setia MitraHospital further optimized its duties and functions so that the patient safety culture inhospitals can be improved.Keywords : Patient Safety Culture, Nurse Perception, Patient Safety Goal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, persepsi dan pelaksanaan Manajemen risiko klinis mulai dari identifikasi, analisis, evaluasi, pengelolaan, monitoring, komunikasi dan pemetaan risiko. Penelitian dilakukan di 5 (lima) rumah sakit umum swasta dan pemerintah di DKI Jakarta dan Banten dengan 13 (tiga belas) informan yang terdiri dari para Direktur utama / CEO, Direktur Medik, Ketua Komite Medik dan Manajer risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif yaitu wawancara mendalam, telaah dokumen dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (Content analysis) yaitu membandingkan hasil penelitian dengan teori dalam kepustakaan.
Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan dan persepsi sebagian besar informan untuk definisi, macam risiko dan tujuan serta fungsi risiko secara umum sudah cukup baik. Mengenai pengetahuan dan persepsi pengorganisasian, kebijakan dan proses manajemen risiko sudah baik pada informan yang berasal dari dari rumah sakit yang telah menjalankan manajemen risiko secara formal dan terstruktur. Sedangkan untuk informan yang berasal dari rumah sakit yang belum melaksanakan manajemen risiko secara formal dan terstruktur belum memahami manajemen risiko. Untuk pelaksanaan manajemen risiko secara formal dan terstruktur, sudah dilaksanakan di 2 (dua) rumah sakit.
Kata kunci : Manajemen risiko klinis, Pengetahuan , Persepsi .
These days, medical industry is under the spotlight due to growing malpractice issues. Charges and sues on the improper medical treatment is heard more often. People become more critical and selective in choosing a medical service. As an institution providing medical service, a hospital should have implemented risk management to minimize and avoid charges and losses in both financial and reputation.
This research is aimed to understand the knowledge, perception, and implementation of clinical risk management starting from identification, analysis, evaluation, management, monitoring, communication, and risk mapping. Research was performed in 5 (five) private and public general hospitals in DKI Jakarta and Banten involving 13 (thirteen) information sources consisting of President Directors / CEOs, Director of Medic, Chief of Medical Committee, and Risk Manager. Research method used are both qualitative and quantitative methods i.e. in-depth interview, filling-in questioners, and document analysis. Data analysis was performed using Content analysis method i.e. comparing results of research to literature theory.
It was found from the research that the knowledge and perception of the information about definition, type of risk and aim and function risk management resources were good in general. About organization, judgement and process of risk management in hospital where implementing is good. The other side informant from the hospital where not implementing risk management yet, could not understand. Implementation of risk management in formal and structured forms has been performed in 2 (two) hospitals.
Key Words : Clinical Risk Management, Knowledge, Perception.
