Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37363 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Uyainah Zaini Nasir; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Adang Bachtiar, Rina. A. Anggorodi, Arjaty Wahidah Daud
B-949
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Dwi Anggraini; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Anhari Achadi, Irma Rismayanty, Danyel Suryana
Abstrak:
Keselamatan adalah isu fundamental bagi rumah sakit, dimana keselamatan pasien merupakan prioritas utama karena berkaitan dengan kualitas dan nama baik rumah sakit. Pelaksanaan keselamatan pasien di rumah sakit dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi. Pada tahun 2021, RSIA Bina Medika telah melakukan pengukuran budaya keselamatan pasien dimana diketahui bahwa budaya keselamatan pasien di RSIA Bina Medika masih tergolong rendah. Selain itu, pada tahun 2021 tercatat telah terjadi 37 insiden keselamatan pasien di RSIA Bina Medika, dimana tercatat telah terjadi 1 kejadian sentinel. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penerapan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika pada tingkat individu dengan melakukan tela?ah dokumen Ongoing Professional Practice Evaluation (OPPE). Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui gambaran sikap petugas terhadap keselamatan pasien dan hubungannya, serta gambaran pengetahuan petugas terhadap keselamatan pasien dan hubungannya. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk menemukan strategi yang tepat yang harus dilakukan manajemen rumah sakit dalam rangka meningkatkan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika. Penelitian ini adalah penelitian mix method dengan pendekatan cross-sectional, dimana dilakukan survei kuesioner terkait sikap (dengan SAQ-INA) dan pengetahuan, serta wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD) dan tela?ah dokumen terkait termasuk OPPE bagian Keperawatan tahun 2021. Dari hasil penelitian diketahui bahwa 54% petugas menerapkan keselamatan pasien dengan baik. Lalu, diketahui bahwa 56% petugas bersikap negatif terhadap keselamatan pasien dan 78% petugas berpengetahuan baik. Tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap petugas dengan keselamatan pasien, begitu pula pengetahuan (p =1 dan p=0,08). Dari wawancara mendalam diketahui terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika. Dari FGD didapatkan berbagai strategi peningkatan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika yang akan diterapkan kedepannya. Dari keseluruhan penelitian ini diketahui bahwa penerapan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika masih belum baik karena terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika. Mayoritas petugas sudah berpengetahuan baik, namun masih banyak petugas yang bersikap negatif terhadap keselamatan pasien. Selain sikap dan pengetahuan, diketahui banyak faktor lainnya yang juga turut berkontribusi dalam pelaksanaan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika.

Safety is a fundamental issue for hospitals, where patient safety is a top priority because it relates to hospital?s quality and reputation. The implementation of patient safety in hospitals is influenced by various factors, such as individual factor, psychological factor and organizational factor. In 2021, RSIA Bina Medika had measured patient safety culture where the result showed that patient safety culture at RSIA Bina Medika was still relatively low. In addition, in 2021 there was 37 patient safety incidents at RSIA Bina Medika, where 1 sentinel incident had been recorded. Therefore, this research was conducted to find out the description of the implementation of patient safety at RSIA Bina Medika at individual level by conducting a review of the Ongoing Professional Practice Evaluation (OPPE) document. This study was also conducted to describe staff?s attitude towards patient safety and its relationship, as well as an overview of the staff's knowledge of patient safety and its relationship. In addition, this research was conducted to find the right strategy that hospital management must implement in order to improve patient safety at RSIA Bina Medika. This research was a mixed method research with a cross-sectional approach, in which a questionnaire survey was carried out regarding attitudes (with SAQINA) and knowledge, as well as in-depth interviews, Focus Group Discussion (FGD) and a review of related documents including the 2021 OPPE of Nursing section. The research results showed that 54% of staff implement patient safety well. Then, it was known that 56% of staff had a negative attitude towards patient safety and 78% of staff had good knowledge. There was no significant relationship between staff?s attitudes and patient safety, as well as knowledge (p = 1 and p = 0.08). From in-depth interviews it was known that there were several obstacles in implementing patient safety at RSIA Bina Medika. From the FGD, various strategies were obtained to improve patient safety at RSIA Bina Medika which will be implemented in the future. From all of this research it was known that the implementation of patient safety at RSIA Bina Medika was still not good because there were several obstacles in implementing patient safety at RSIA Bina Medika. The majority of staffs had good knowledge, but there were still many staffs who had negative attitude towards patient safety. Apart from attitude and knowledge, it was known that there were many other factors that also contribute to the implementation of patient safety at RSIA Bina Medika.
Read More
B-2304
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puji Lestari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Amal C. Sjaaf, Amila Megraini
Abstrak:

Tesis ini tentang analisis pengaruh pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam pelaksanaan sertifikasi ISO 9001:2008 terhadap kinerja pegawai di Bagian SDM RSCM tahun 2011, yang dianalisis menggunakan uji chi square. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10% kinerja pegawai  di Bagian SDM RSCM kurang dan 90% kinerja pegawai baik. Selain itu analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh bermakna dari variabel pengetahuan, keterampilan maupun sikap terhadap kinerja pegawai di Bagian SDM RSCM tahun 2011. Dengan demikian Bagian SDM RSCM perlu mempertimbangkan untuk menentukan target kerja yang tidak hanya berdasarkan target kerja teknis dari masing-masing individu tetapi juga mempertimbangkan target kerja individu dalam pencapaian kinerja strategis organisasi. Kata kunci : pengetahuan, keterampilan, sikap, kinerja


 The tesis is about analysis of the influences of knowledge, skill and attitude of the implementation of International Standarization for Organization 9001:2008 to staff performance at the Human Resource Departement Cipto Mangunkusumo Hospital 2011, that analysis by chi square test. The design is kuantitatif with cross sectional study method. The result showed that 10% performance staf HRD RSCM is less and 90% performance staff is good. Bivariat analysis showed that there is no relationship between knowledge, skill and attitude in implementation International Standarization for Organization 9001:2008 to performance staff  in Human Resource Departement RSCM 2011. Thus Human Resource Departement RSCM needs to decide performance appraisal that not only by technis appraisal from individu but also consider individu performance appraisal in achievement strategic organization performance. Keywords : knowledge, skill, attitude, performance

Read More
B-1353
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isti Ratnariningsih; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Faiq Bahfen, Tjipta Lesmana, Bambang Sarjono, Yoyok Sudaryoko
B-874
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hastuti M. Airlangga; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Hafizurrachma; Peter A.W. Pattinama; M. Waseso Suharyono
Abstrak:

Penilaian yang objektif dengan menggunakan metode penerapan dan instrumen penilaian yang baku sangat diutamakan demi tercapainya pelayanan yang bermutu. Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan ini terdiri dari (1) Pedoman Studi Dokumentasi Asuhan Keperawatan yang disebut Instrumen A, (2) Angket yang ditujukan kepada pasien dan keluarga untuk memperoleh gambaran tentang persepsi pasien terhadap mutu asuhan keperawatan yang disebut Instrumen B, (3) Pedoman Observasi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan selanjutnya disebut Instrumen C. Ketiga instrumen ini satu sama lainnya saling terkait, dimana dua instrumen yang mullah dianalisis dan dinilai adalah instrumen A dan instrumen B. Kedua instrumen tersebut dapat dinilai melalui penelaahan. Untuk mengetahui perbedaan mutu asuhan keperawatan berdasarkan dokumentasi asuhan keperawatan dan persepsi pasien maka harus dilakukan penilaian mutu asuhan keperawatan di bagian rawat inap Siloam Hospital Lippo Karawaci. Disain penelitian ini adalah survei dengan rancangan cross sectional. Data kuantitatif diperoleh melalui dokumentasi asuhan keperawatan dalam bentuk cek list dan angket persepsi pasien. Instrumen yang digunakan merupakan modifikasi dari instrumen evaluasi penerapan standar asuhan keperawatan di rumah sakit yang telah diterbitkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2005. Sampel sebanyak 98 dokumen asuhan keperawatan dan 98 pasien yang minimal telah dirawat selama 3 hari di Bagian Rawat Inap Siloam Hospital Lippo Karawaci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu asuhan keperawatan berdasarkan telaah dokumentasi asuhan keperawatan dapat dinilai dengan memberikan angketlkuisioner kepada pasien. Dan hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa mutu asuhan keperawatan pada pendokumentasian asuhan keperawatan berdasarkan pengkajian, diagnosa, perencanaan, evaluasi dan catatan asuhan keperawatan dapat dinilai dengan memberikan angketlkuisioner kepada pasien. Namun metoda penilaian ini tidak dapat diterapkan pada aspek tindakan keperawatan. Adapun mute asuhan keperawatan berdasarkan telaah dokumentasi asuhan keperawatan dan telaah persepsi pasien menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna dan masuk dalam kategori baik. Penilaian mutu asuhan keperawatan berdasarkan telaah persepsi pasien terbukti tidak ada perbedaan yang bermakna pada aspek pengkajian, diagnosa, perencanaan, evaluasi dan catatan asuhan keperawatan. Dan terbukti ada perbedaan yang bermakna pada aspek tindakan keperawatan. Persepsi pasien terhadap dokumentasi asuhan keperawatan masuk dalam kategori baik pada aspek pengkajian, diagnosa, perencanaan dan catatan asuhan keperawatan, sedangkan pada aspek tindakan dan evaluasi keperawatan masuk dalam kategori yang buruk. Berdasarkan hasil penelitian ini maka pihak manajemen Siloam Hospital Lippo Karawaci khususnya bagian keperawatan disarankan untuk melakukan penilaian mutu asuhan keperawatan terhadap aspek tindakan keperawatan melalui observasi dengan menggunakan instrumen C, sedangkan pada aspek evaluasi keperawatan agar tercapai mutu asuhan keperawatan yang berhasil guna sebaiknya dilakukan supervisi terhadap proses pendokumentasian asuhan keperawatan


 

Objective assessment by using applicable method and valid instrument assessment are really needed to reach a qualified service. The evaluation instrument for applicable nursing lead support standard are (1) studies catalog for nursing lead support assessment alias Instrument A, (2) quitioners for the patient and family to get the description of patient perception for nursing lead support quality alias Instrument B, (3) observation studies of the applicable of nursing action alias Instrument C. The instrument is connected to each other, the instrument A and Instrument B are the easy instrument to analyses and to make an assessment by seeing through. To know the different of nursing lead support quality based on nursing documentation lead support and patient perception, we should make an assessment for nursing lead support at inpatient department of Siloam Hospital Lippo Karawaci. The used design was a survey with cross sectional. And utilized method are quantitative and the data came from documentation of nursing lead support and patient perception quitionare. The used documentation was the modification from the standard of nursing lead support process evaluation instrument in the hospital, was issues from Healthcare Departement Republic of Indonesia in 2005. The sample research was 98 documentation of nursing Iead support, and the patient that cared minimal 3 days. The result indicated that the quality of nursing lead support based on see through documentation of nursing lead support are assess able by giving a quitionare to the patient. The bivariat analysis implied that the quality of nursing lead support was able to assess by nursing studies, nursing diagnose, nursing plan, nursing evaluation dan nursing lead support record based on documentation of nursing lead support by giving an quitionare to the patient. But the result indicated that the nursing act was dissable using this methode. Otherwise, the quality of nursing lead support based on see through nursing documentation lead support and see through the patient perception are showing un different meaning in the good category. The quality assessment of nursing lead support based on see through the patient perception are showing the different meaning in nursing studies, nursing diagnose, nursing plan, nursing evaluation and nursing lead support note. For there more, that in the nursing act are showing a different meaning. The patient perception by nursing documentation Iead support are in the good category in the aspect nursing studies, nursing diagnose, nursing plan and nursing lead support note, otherwise, in the nursing act aspect are in the worst category. Based on this research, are recommended to the Siloam Hospital Lippo Karawaci specially in nursing management, to reach the quality assessment in nursing lead support for nursing act aspect, to make an assessment better using the observation methode or using the instrument C, otherwise in the nursing evaluation aspect, to reach the applicable nursing quality lead support the nursing management should do the supervision in nursing documentation lead support process.

Read More
B-935
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wikan Nurwidyastuti; Pembimbing: Hafizurrachman, H.M.; Penguji: Yuli Prapancha Satar, Peter A.W. Pattinama, Wahyu Sulistiadi
B-947
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awaliyah Ulfah Ayudytha Ezdha; Pembimbing: Hasbulah Thabrany; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas, Ambarwati, Satrio Nugroho Pratomo
Abstrak: Penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit Setia Mitra belum berjalandengan optimal maka perlu pengukuran budaya keselamatan pasien tertutama dikalangan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsiperawat tentang budaya keselamatan pasien dan bagaimana penerapan sasarankeselamatan pasien di Rumah Sakit Setia Mitra. Penelitian deskriptif ini dilakukandengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi adalah seluruh perawat yangada di Rumah Sakit Setia Mitra yaitu 77 perawat dengan sampel 68 perawat.Hasil penelitian menunjukkan persepsi perawat tentang budaya keselamatanpasien di Rumah Sakit Setia Mitra yaitu 72.1% baik. Dimensi paling banyakdipersepsikan baik yaitu dimensi operan sebesar 75% dan paling sedikitdipersepsikan baik adalah dimensi dukungan manajemen sebesar 1.5%. Secarastatistik usia (p value = 0.048), masa kerja (p value = 0.016) dan jabatan perawat (pvalue = 0.049) memiliki hubungan dengan persepsi perawat terhadap budayakeselamatan pasien (p<0.05). Pada penerapan sasaran keselamatan pasien yaitu55.15% memahami dengan baik bagaimana penerapan sasaran keselamatan pasien diRumah Sakit Setia Mitra. Disarankan agar tim keselamatan pasien yang ada lebihdioptimalkan tugas dan fungsinya sehingga budaya keselamatan pasien di rumahsakit dapat terus ditingkatkan.Kata Kunci : Budaya Keselamatan Pasien, Persepsi Perawat, Penerapan SasaranKeselamatan Pasien
it is necessary to measure patient safety culture especially among nurses.This study aims to describe the nurses perception about patient safety culture andhow the implementation of patient safety goals at Setia Mitra Hospital. Thisdescriptive research conducted with quantitative and qualitative approaches.Population in this study is all nurses in Setia Mitra hospital that consist of 77 nurseswith sample 68 nurses.The result of study shows the nurse's perception about patient safety in SetiaMitra hospitals is 72.1% good. Dimension with the most good nurse perception ishospital handoffs and transitions dimension by 75% and at least perceived good ismanagement support dimension of 1.5%. Statistically, age (p value = 0.048), workperiod (p value = 0.016) and the level of nurses (p value = 0.049) have arelationship with the nurses perception on patient safety culture (p <0.05). In theimplementation of patient safety goals in Setia Mitra Hospital, namely 55.15% with agood understanding. It is recommended that patient safety team in the Setia MitraHospital further optimized its duties and functions so that the patient safety culture inhospitals can be improved.Keywords : Patient Safety Culture, Nurse Perception, Patient Safety Goal.
Read More
B-1754
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arjaty Wahidah Daud; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: M. Hafizurrachman, Chandra Satrya, Eka Putra A. Rahardja
Abstrak: Akhir-akhir ini dunia kesehatan sedang mendapatkan sorotan akibat isu malpraktek yang semakin merebak. Tuntutan dan gugatan terhadap kelalaian medis semakin sering terdengar. Masyarakat lebih kritis dan selektif memilih pelayanan kesehatan. Sebagai lembaga institusi yang memberikan jasa pelayanan medis, seyogyanyalah rumah sakit sudah menerapkan manajemen risiko untuk meminimalisasi dan mencegah tuntutan dan kerugian baik financial maupun reputasional.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, persepsi dan pelaksanaan Manajemen risiko klinis mulai dari identifikasi, analisis, evaluasi, pengelolaan, monitoring, komunikasi dan pemetaan risiko. Penelitian dilakukan di 5 (lima) rumah sakit umum swasta dan pemerintah di DKI Jakarta dan Banten dengan 13 (tiga belas) informan yang terdiri dari para Direktur utama / CEO, Direktur Medik, Ketua Komite Medik dan Manajer risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif yaitu wawancara mendalam, telaah dokumen dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (Content analysis) yaitu membandingkan hasil penelitian dengan teori dalam kepustakaan.

Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan dan persepsi sebagian besar informan untuk definisi, macam risiko dan tujuan serta fungsi risiko secara umum sudah cukup baik. Mengenai pengetahuan dan persepsi pengorganisasian, kebijakan dan proses manajemen risiko sudah baik pada informan yang berasal dari dari rumah sakit yang telah menjalankan manajemen risiko secara formal dan terstruktur. Sedangkan untuk informan yang berasal dari rumah sakit yang belum melaksanakan manajemen risiko secara formal dan terstruktur belum memahami manajemen risiko. Untuk pelaksanaan manajemen risiko secara formal dan terstruktur, sudah dilaksanakan di 2 (dua) rumah sakit.

Kata kunci : Manajemen risiko klinis, Pengetahuan , Persepsi .
These days, medical industry is under the spotlight due to growing malpractice issues. Charges and sues on the improper medical treatment is heard more often. People become more critical and selective in choosing a medical service. As an institution providing medical service, a hospital should have implemented risk management to minimize and avoid charges and losses in both financial and reputation.

This research is aimed to understand the knowledge, perception, and implementation of clinical risk management starting from identification, analysis, evaluation, management, monitoring, communication, and risk mapping. Research was performed in 5 (five) private and public general hospitals in DKI Jakarta and Banten involving 13 (thirteen) information sources consisting of President Directors / CEOs, Director of Medic, Chief of Medical Committee, and Risk Manager. Research method used are both qualitative and quantitative methods i.e. in-depth interview, filling-in questioners, and document analysis. Data analysis was performed using Content analysis method i.e. comparing results of research to literature theory.

It was found from the research that the knowledge and perception of the information about definition, type of risk and aim and function risk management resources were good in general. About organization, judgement and process of risk management in hospital where implementing is good. The other side informant from the hospital where not implementing risk management yet, could not understand. Implementation of risk management in formal and structured forms has been performed in 2 (two) hospitals.

Key Words : Clinical Risk Management, Knowledge, Perception.
Read More
B-899
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tb. Rachmat Sentika; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Suprijanto Rijadi, Ridwan Zahdi Sjaaf, Adi Muslihudin, Bagus Mulyadi
Abstrak: Persepsi dan pengalaman Kepala SMF terhadap perubahan UPF menjadi SMF di RSHS, merupakan informasi yang relevan untuk digali sebagai masukan guna memperbaiki pelaksanaan kebijaksanaan. Informasi ini terasa penting, karena kebijakan perubahan UPF menjadi SMF berdasarkan S.K. Menkes 983/92, merupakan hal baru dalam rangka penyesuaian organisasi RSHS agar memiliki daya saing organisasi maupun individu dalam menghadapi perubahan lingkungan. strategis seperti globalisasi, liberalisasi jasa kesehatan, beralihnya rumah sakit dari orientasi sosial ke orientasi bisnis, berubahnya RSHS menjadi Rumah Sakit Swadana, dan dijadikannya RSHS sebagai Pusat Rujukan Kesehatan Jawa Barat, serta dijadikannya RSHS sebagai Rumah Sakit Umum Pendidikan Percontohan di Indonesia.
 
 
Dalam masalah penelitian, pelaksanaan perubahan UPF menjadi SMF dirasakan sangat sentralistik dan kurang menggali masukan dari bawah. Informasi dari Kepala SMF tentang hal-hal tersebut belum digali secara baik. Untuk itu, perlu informasi sebagai umpan balik pengambil keputusan dalam memperkaya atau memperbaiki pedoman organisasi rumah sakit menurut S.K. Menkes 983/92 maupun petunjuk Dirjen Yanmed 811/93.
 
 
Metode penelitian bersifat kualitatif dengan studi kasus perubahan UPF menjadi SMF di RSHS dengan subyek penelitian seluruh Kepala SMF di lingkungan RSHS, khususnya persepsi Kepala SMF terhadap perubahan UPF menjadi SMF dan berkaitan dengan beberapa topik utama, seperti Kejelasan Informasi ; Kejelasan Materi.; Komunikasi ; Dampak yang Terjadi dan Harapan-harapan Kepala SMF.
 
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengetahui perubahan UPF menjadi SMF, tetapi kurang menguasai materi lengkap dari perubahan tersebut, sehingga secara formal perubahan UPF menjadi SMF telah berjalan, dan secara konseptual sangat baik. Hal ini dikarenakan ada pembagian fungsi yang jelas antara SMF dan Instalasi. Akan tetapi, secara operasional belum berjalan lancar, karena belum terkomunikasikan dengan baik, Instalasi belum berfungsi optimal, dan Kepala SMF masih berorientasi sebagai Kepala UPF. Selanjutnya, mayoritas responden menyatakan bahwa sosialisasi perlu ditingkatkan, Depkes dan Depdikbud segera membuat kaji ulang untuk menyusun organisasi RSU Pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu, pemberian otonomi lebih Iuas di tingkat bawah, khususnya menterpadukan SMF, Bagian, dan Instalasi.
Read More
B-191
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arfan Badeges; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Sandi Iljanto, Mukhtar Ikhsan
B-988
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive