Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27416 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Efrizal; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Tris Eryando, Soewarta Kosen, Bagus Satrya Budi
T-2348
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Efriza
KJKMN Vol.2, No.1
Depok : FKM UI, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatmah Ramadhani; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Popy Yuniar, Lina Widyastuti
S-7502
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rohanah; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: R. Sutiawan, Toha Muhaimin, Sri Mulyati, Lila Amaliah
Abstrak:

Preeklampsia berat (PEB) dan eklampsia merupakan salah satu penyebab tertinggi kematian ibu di Indonesia. Di RSU Kabupaten Tangerang PEB dan eklampsia merupakan penyebab kematian tertinggi (45,4%), angka ini lebih tinggi bila di bandingkan dengan beberapa RS daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kematian ibu akibat PEB dan eklampsia di RSU Kabupaten Tangerang tahun 2008-2010. Desain yang digunakan kasus kontrol (case control) dengan  jumlah sampel kasus 40 dan kontrol 80. Data didapatkan dari status pasien di rekam medis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi janin berhubungan dengan kematian ibu akibat PEB dan dan eklampsia dengan p value 0,021 setelah dikontrol variabel usia ibu, gravida, jenis persalinan, riwayat KB dan pengasilan keluarga. Ibu PEB dan eklampsia dan kondisi janin IUFD meningkatkan risiko kematian ibu 6,28 kali (95% CI 1,32-30,02) bila dibandingkan ibu yang kondisi janin tidak IUFD. Maka Perlu upaya menurunkan jumlah kematian ibu akibat PEB dan eklampsia, diharapkan RSU Kabupaten Tangerang meningkatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan adekuat, tepat guna dan tepat waktu dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas. Dinas kesehatan meningkatan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan program promotif dan preventif. Peneliti lain diharapkan dapat menambah jumlah sampel dan menggunakan data primer dan bagi masyarakat diharapkan berperan aktif dalam pemeliharaan kesehatan. Kata kunci: Determinan kematian ibu, preeklampsia berat dan eclampsia


 Severe Preeclampsia (PEB) dan Eclampsia is one of the highest cause of maternal death in Indonesia. At RSU Kabupaten Tangerang (public hospital at Tangerang) preeclampsia and eclampsia is the highest cause of death (45,4%), and this rate is much more higher than some hospital in some area aroun Indonesia. This research aimed to determine the factors associated with maternal deaths due to PEB and eclampsia at RSU Tangerang in the year of 2008 – 2010. The desaign used is the case control by using about 40 case samples and 80 controlers. Data obtained from the patient's status in medical records. The results of research showed that the fetal condition releated maternal deaths due PEB and eclampsia it is seen from the p value of 0,021 after controlled with variable maternal age, gravida, type of delivery, a history of family planning and family income. The mother suffered PEB and eclampsia with fetal condition will IUFD risk 6,28 times (95% CI 1,32 to 30,02) of maternal deaths than if the condition of the fetus is not IUFD. There are necessary efforts to reduce the number of maternal deaths due to PEB and eclampsia, which is expected to RSU Tangerang to improve comprehensive and adequate health care, appropriate and on time action, and improving the quality of human resources and facilities. Health agencies should improve equity of health services in all layers of society and enhance the promotion and preventive programs. Another study is expected to increase the number of samples and using primary data and for the community is expected to play an active role in the maintenance of health. Key words: Determinants of maternal death, severe preeclampsia and eclampsia

Read More
T-3361
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noor Latifa; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Besral, R. Sutiawan, Syafri Guricci, Rahmini Shabariah
Abstrak:

Tesis ini membahas mengenai ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC selama kehamilannya dengan kejadian kematian neonatal. Kematian neonatal merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian utama di dunia. Kematian neonatal dapat disebabkan berbagai faktor, baik dari segi faktor ibu, faktor bayi maupun faktor pelayanan kesehatan. Frekuensi kunjungan ANC merupakan bagian pelayanan kesehatan yang merupakan faktor pencegah terjadinya kematian neonatal jika ibu hamil mengikuti semua yang dianjurkan pada pelayanan antenatal, yaitu melakukan kunjungan ANC ≥ 4 kali selama 3 trimester kehamilannya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab kematian neonatal adalah frekuensi kunjungan ANC, paritas, komplikasi kehamilan, berat lahir bayi, pemeriksaan neonatal dini. Terdapat interaksi antara frekuensi kunjungan ANC dengan berat lahir bayi yaitu ibu yang tidak melakukan kunjungan ANC atau < 4 kali selama kehamilannya dan memiliki bayi dengan berat lahir ≥ 2500 gram memiliki peluang lebih besar 2,6 kali untuk terjadinya kematian neonatal dibandingkan dengan ibu yang melakukan kunjungan ANC ≥ 4 kali selama kehamilannya. Hal ini dikarenakan kematian neonatal pada bayi yang memiliki berat lahir ≥ 2500 gram sebagian besar adalah bayi dengan berat lahir > 4000 gram yang merupakan risiko tinggi untuk terjadinya kematian neonatal, sehingga diharapkan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kematian neonatal untuk berat bayi > 4000 gram. Dan yang berkaitan dengan frekuensi kunjungan ANC, diharapkan dari pemerintah membuat kebijakan yang lebih tegas mengenai kewajiban ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali dalam 3 trimester selama kehamilannya. Kata kunci : ANC, antenatal, berat lahir, neonatal, kematian, kematian neonatal


This thesis discusses the pregnant mothers who visited ANC during pregnancy with the incidence of neonatal death. Neonatal mortality is a health issue that is still a major concern in the world. Neonatal deaths can be caused by various factors, both in terms of maternal factors, infant factors and health service factors. Frequency of ANC visits are part of health care is a factor preventing the occurrence of neonatal death when pregnant women are advised to follow all the antenatal care, ie a visit ANC ≥ 4 times during the three trimesters of pregnancy. This study uses cross-sectional design using multiple logistic regression analysis. These results indicate that the cause of neonatal death is the frequency of ANC visits, parity, pregnancy complications, birth weight infants, early neonatal examination. There is interaction between the frequency of ANC visits with the mother's birth weight infants who did not make a visit ANC or 4000 grams who are at high risk for the occurrence of neonatal death, so expect to do further research on neonatal mortality to infant weight > 4000 g. And related to the frequency of ANC visits, expected from the government to make policies more firmly on the obligations of pregnant women for pregnancy check at least 4 times in the third trimester during pregnancy. Key words : ANC, antenatal, birth weigth, neonatal, mortality, neonatal mortality

Read More
T-3572
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Arumdani; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmawati Makful, Zikri Dwi Darmawan
Abstrak: Registrasi vital sebenarnya merupakan sumber informasi terbaik bagi pembangunan dalam bidang kesehatan. Namun, di Indonesia registrasi vital belum berjalan dengan baik. Diperkirakan terjadi underreporting hingga 40% untuk pelaporan kematian yang merupakan kejadian vital. Selain itu pengelolaan data kejadian vital termasuk kematian dilakukan terpisah-pisah oleh beberapa institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi kualitas data kematian, mengetahui alur pencatatan dan pelaporan data kematian dan sebab kematian serta mengetahui integrasi data kematian di Kota Depok. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kematian di Kelurahan merupakan data yang valid dan lengkap sebagai ukuran data kematian. Puskesmas dapat berkoordinasi dengan Kelurahan untuk memperoleh data kematian tersebut sehingga dapat dilakukan autopsi verbal untuk memperoleh sebab kematian. Apabila hal ini dilakukan maka Dinas Kesehatan akan mendapatkan data kematian dan sebab kematian untuk semua kematian di tingkat Kab/Kota sebagai dasar intervensi program kesehatan. Kata kunci: Alur pencatatan dan pelaporan, integrasi data, kematian, kualitas data, registrasi vital, sebab kematian Vital registration is actually the best source of information for development in health. However, in Indonesia the vital registration has not gone well. It is estimated that underreporting of up to 40% for the reporting of death which is a vital event. In addition, the management of vital events including death data is separated by several institutions. The purpose of this study is to confirm the quality of death data, to know the flow of recording and reporting of death data and cause of death data abad to know the integration of death data in Depok. This research is a qualitative research with case study design. The results showed that the death data in Kelurahan (village office) is a valid and complete data as a measure of death data. Primary Health Care facility can coordinate with Kelurahan to obtain death data so that verbal autopsy can be done to get the cause of death. If this is done then the Health Department will obtain death and death data for all deaths at the district / city level as a basis for health program intervention. Key words: Recording and reporting flow, data integration, data quality, death, vital registration, cause of death
Read More
S-9396
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Sumartini; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: R. Sutiawan, Denny Nugraha, Haeria
Abstrak: Tesis ini membahas pengembangan software pengolahan dan analisa data Tujuan pengembangan ini tcrbentuknya prototype yang berguna menghasilkan indikator, laporan kegiatan dan kewasapadaan dini KLB gizi buruk balita. Prototype ini dapat menghasilkan banyak informasi penting sebagai Decision Support Sistem (DSS). Pengembangan system dilakukan dengan metode. System Development Lyla Cycle (SDLC) yang terdiri dari tahapan analisa system, perancangan system dan ujicoba prototype. Software yang digunakan untuk aplikasi prototype adalah Microsoft access dan arc.view 3.3. Pengembangan dilakukan di tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian ini adalah pengembangan system yang menghasilkan informasi untuk pelakmnaan monitoring dan evaluasi program perbaikan gizi masyaraknt berupa keluaran indikator SKDNclan kasus infcksi balita sehingga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusan.
 

The study focused on developing processed and analysed nutrient data soiiware. T he objective is to develop prototype which produce indicator, activities report, and early waming of underlive malnutrition outbreak. This Prototype can produce a lot of important as Decision Support System (DSS). Developing System conducted with System Development Life Cycle (SDLC) method which consist of analysed system, design system and testing prototype. Microsoft access and arc.vicw 3.3 is used for the application. Developing program was conducted in Cirebon Health District office. The program provides infomiation for monitoring and evaluation of health nutrition which produce indicators of SKDN and infection cases among undertive children. Beside the information is useful for decision makers as an input.
Read More
T-3144
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Sagita; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Toha Muhaimin, Basalama Fatum
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan tingkat pendidikan pasien dengan kanker payudara stadium dini di instalasi rawat inap Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Jakarta tahun 2012 dengan menggunakan desain studi cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data rekam medik Rumah Sakit Ciptomangunkusumo. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan pasien memiliki hubungan dengan stadium dini kanker payudara (OR 2,25) dan risiko meningkat (7,69) setelah dikontrol oleh status pekerjaan, penggunaan alat kontrasepsi hormonal, serta keikutsertaan jaminan kesehatan.
 

The purpose of this research is to examine association between patient’s educational level with early diagnosis of breast cancer at inpatient care of Ciptomangunkusumo’s Hospital year 2012. This research applied cross sectional design. Data were collected from secondary sources, using medical record data. The result of the research shows that patient’s educational level associated with early diagnosis (OR=2,25) and that risk will be higher if it controlled with employment status, hormonal contraceptive use, and participation of health insurance. (OR=7,69)
Read More
S-7956
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
A. Yudi Kristanto; Pemnbimbing: Iwan Ariawn; Penguji: Besral, Tri Yunis Miko Wahyono, Julianti Pradono, Chita Septiawati
T-4202
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sugiharti; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Fatmah; Kristanti, Ch.M., Julianty Pradono
Abstrak: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang bertujuan untuk mengetahui determinan diabilitas pada lanjut usia di Indonesia, khususnya mengenai ketidakmampuan melakukan kegiatan membersihkan seluruh tubuh seperti mandi dan mengenakan pakaian, dengan menggunakan data Riskesdas tahun 2007.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan disabilitas pada lanjut usia di Indonesia adalah tempat tinggal, umur, status kawin, pendidikan, penyakit jantung, diabetes, gangguan sendi, hipertensi, merokok, status ekonomi, dan aktifitas fisik.
 
Faktor yang paling dominan hubungannya dengan kejadian disabilitas pada lanjut usia adalah aktifitas fisik. Untuk meningkatkan aktifitas fisik lanjut usia disarankan untuk aktif dalam mengikuti kegiatan kelompok lanjut usia seperti kegiatan olahraga, pertemuan kekeluargaan dan rekreasi.
 

This research used cross-sectional design that aimed to identify disability determinants in Indonesia, in relation with inability for bathing and dressing, by using Basic Health Research Data in 2007.
 
The results of study showed that determinants of disability among elderly in Indonesia were urban and rural, age, marital status, education, heart disease, diabetes, musculoskeletal disorders, hypertension, smoking habit, economic status and physical activity.
 
The most dominant determinants of disability among elderly were lack of physical activity. To increase physical activity is recommended for elderly people active in participating in the elderly group activities such as sports activities, family meetings and recreation.
Read More
T-3156
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive