Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18079 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Totok Joka Marsanto; Pembimbing: Iwan Ariawan, Tris Eryando; Penguji: Sudijanto Kamso, Willy Purnawarman, Sahar Paulus
T-2411
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahrul Anwar; Pembimbing: Toha Muhaimin, Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Tris Eryando, Sunaryadi, Hudi K. Wahyu
T-2169
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Pratiwi; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Artha Prabawa, Martya Rahmaniati Makful, Iwan Tutuka Pambudi
Abstrak:

Rumah sakit adalah suatu sarana pelayanan kesehatan yang berfungsi untuk melakukan upaya kesehatan dasar atau upaya kesehatan rujukan dan atau upaya kesehatan penunjang, dengan tetap memperhatikan fungsi sosial, serta dapat juga dipergunakan untuk kepentingan pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada banyak jenis rumah sakit, diantaranya rumah sakit umum. Menurut pasal 2 kepmenkes 983/1992, misi rumah sakit wnwn adalah memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan kesehatan di Indonesia. Pelayanan keperawatan sebagai bagian integral pelayanan rumah sakit perannya sangat vital sebagai salah satu penentu kualitas pelayanan dan citra rumah sakit. Perawat dituntut untuk melaksanakan pelayanan dan asuhan keperawatan sesuai standar, baik bersifat peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan kepada klien yang mempunyai masalah keperawatan dasar sesuai batas kewenangan, tanggung jawab, dan kemarnpuannya serta berlandaskan etika profcsi keperawatan. Perawat yang bertugas di pelayanan (rumah sakit) harus melaksanakan standar keperawatan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Yan Medik Nomor : YM.00.03.2.6.7637, yang terdiri dari falsafah keperawatan,tujuan asuhan keperawatan, pengkajian keperawatan. diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan, intervensi keperawatan. evaluasi keperawatan, catatan asuhan keperawatan. Selama ini sarana komputer belwn dimanfaatkan secara optimal dalam pencatatan dan pelaporan asuhan keperawatan sehingga Iaporan yang disampaikan masih ada yang tida~ Iengkap dan belum sesuai standar, dengan pengembangan Sistern Infurmasi Asuhan Keperawatan (Sl Askep) diharapkan dapat menyediakan informasi asuhan keperawatan yang tepa!, cepat dan akurat. Metodologi yang digunakan ada!ah metode siklus hidup pengernbangan system dikombinasikan dengan metode proto typing, pengumpulan data dan informasi melalui observasi, wawancara dan telaah dokumen. Unit kerja yang menjadi obyek penelitian adalah Rurnah Sakit Sekarwangi. Permasalahan yang ditemukan adalah permasalahan Sistem lnfotmasi Asuhan Keperawatan terkait dengan prosedur, basis data, sarana dan prasarana, dalarn penelitian ini juga telah dihasilkan prototype Sistern lnformasi Asuhan Keperawa!an berbasis standar intemasional, NANDA. Sl Askep memerlukan kelanjutan komitrnen yang kuat dari direktur rumah sakit dan seluruh staf rekam medik, untuk diterapkan dan terns diberi masukan perbaikan.


Hospital is a health service which functioning to strive health of effort, base health of reference and effort health of supporter, without neglecting social function, and also utilized for training, education, research and development of technology and science. There is many hospital type, among others public hospital. According to section 2 kepmenkes 983 I 1992,public hospital mission is to give service of certifiable health and reached by society in order to improving degree of health. mentioned in line with vision development of health in Indonesia. Service of nursing as integral part service of hospital very vital as one of the determinant in quality of hospital image and service. Nurse claimed to execute nursing care plans and sen ice according to standard, promotive, preventive, cure and healing, according ro boundary of responsibility, ability and also have ethics base to the treatment profession. Nurse in service (hospital) have to execute treatment standard pursuant to SUiat Keputusan Ditjen Yan Medik Number; YM.00.03.2.6.7637, what consist of philosophy of nursing goals diagnoses, planning, intervene, evaluate and recording During the time, computer not yet been exploited in an optimal in record keeping and reporting of nursing care plans, so that the report is still be incomplete and not yet according to standard, with information system development of nursing care plans (SI Askep}. expected can provide correct nursing care plans, quickly and accurate. The methodology had use Circle of Life by, Developmental system which combined with Prototyping method. The information and all the data had been collected by interview and analyzed documents. The object of this research is Sekarwangi Hospital. The problem had been found from this research is nursing care plans system, including procedure, data base, and equipment for computerization in Sekruwangi hospital.This Research also produce prototype of information system by using international standard of nursing care plans, NAND A. Information system of Nursing care plans in Sekarwangi hospital needs continuity and strong commitment by the director and all the staff of Sekarwangi hospital. In order to be better applied to keep the progress.

Read More
T-2657
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Suparman; Pembimbing: Pandu Riono, Besral; Penguji: Tris Eryando, Artha Budi Susila Duarsa
Abstrak: Latar Belakang: Di Kabupaten Lampung Selatan selama lima tahun berturut turut yaitu dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 telah terjadi peningkatan kasus campak. Upaya penanggulangan untuk menurunkan kasus campak belum berhasil. Tujuan: Penelitian ini akan mengembangkan Sistem Informasi Surveilans Campak di Kabupaten Lampung Selatan yang dirancang secara otomasi sehingga dapat memberikan kemudahan pengoperasionalannya bagi pengelola sistem dan menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan. Rancangan Penelitian: Pengembangan sistem ini disusun dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) yang terdiri dari tahap perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi. Bahan dan Cara Kerja: Pengumpulan data dan informasi melalui observasi atau pengamatan langsung di lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil: Dari pengembangan sistem ini telah berhasil disusun; form input yang dirancang sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pemasukan data; Basis data yang telah dinormalisasi, dan dibuat relasi antar tabel sehingga dokumen menjadi terstruktur dan terorganisir dengan baik. Kesimpulan: Sistem Informasi Surveilans Campak di Kabupaten Lampung Selatan yang telah dikembangkan dapat segera diimplementasikan. Dalam pengaplikasian sistem yang baru ini perlu ada komitmen yang kuat dari penentu kebijakan dan stake holders serta motivasi dan kerjasama yang baik dari pelaksana sistem ini. Kata Kunci: Sistem Informasi Surveilans Campak, analisis sistem, rancangan sistem, dan siklus hidup pengembangan sistem.
Background: In Lampung Selatan during following five years, from 2000 to 2004, measles cases have been increased. The eradication efforts to decrease measles cases haven’t succeded yet. Objektive: The general purpose of this research is to develope computerized measles surveilance information system in Kabupaten Lampung Selatan that could give the amenity of function to system operator and yield needed information for decission maker. Design research: The method for this research using system development life cycle approach that consist of planning, analysis, design and implementation stages. Mareian and methods: Data and information needed were collecting by observation and depth interview. Result: On the design stage, input form have to be compiled that it designed by requirement, so that could improve efficacy and efficiency of inputing data. Normalization of databases and entitiy relationship technic be made to organized data be well. Conclusion: Measles Surveilance Information System in Kabupaten Lampung Selatan that have been developed can implement immediately. Implementation of this new system application need a strong commitment of stake holders and decision maker and also good motivation and cooperation of personnels. Keyword: Measles Surveilance Information System, analysis system, design system, and system development life cycle.
Read More
T-2129
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Supirman; Pembimbing: Besral; Penguji: Tris Eryando, Pandu Riono, H. Loekman Hakim Siregar, Sutadi
T-2448
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustara; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Artha Prabawa, R Sutiawan, H. Loekman Hakim Siregar, Sigit Wardojo
Abstrak:

Transisi epidemiologi merupakan masalah sebagian Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Ada empat (4) faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, antara lain: lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Menyikapi hal tersebut Departemen Kesehatan telah menetapkan visi Indonesia Sehat 2010. Visi tersebut dapat terwujud apabila terlebih dahulu membangun provinsi sehat, kabupaten/kota sehat, dan kecamatan atau puskesmas sehat. Banyak indikator yang membangun pencapaian Indonesia/provinsi/kabupaten/kota sehat. Namun pada penelitian ini hanya dibatasi pada variabel kegiatan atau program yang berasal dari data rutin Puskesmas. Mencapai Kabupaten Serang Sehat hanya dapat terwujud apabila kita terus memonitor dan mengevaluasinya terus setiap saat, sehingga kendala dan masalah yang menghambat dalam upaya mewujudkan kabupaten sehat tersebut dapat diketahui sedini mungkin. Masalah yang terjadi di Kabupaten Serang adalah belum terbangunnya sistem yang dapat dengan segera memberikan informasi mengenal pencapaian indikator kabupaten sehat. Keterlambatan data, analisis serta kesulitan mencari data merupakan persoalan tersendiri yang berakibat pada sulitnya mengevaluasi tingkat pencapaian dan permasalahan dalam mencapai indikator kabupaten schat tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan sistem informasi kabupaten sehat berbasis data puskesmas. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah kualitatif dengan melaksanakan siklus hidup pengembangan sistem (SHPS) Informan yang digunakan adalah stakeholder pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Penelitian ini telah menghasilkan satu prototype sistera pengembangan sistem informasi kabupaten sehat berbasis data puskesmas. Dalam sistem ini haru dikembangkan indikator yang berasal dari data rutin Puskesmas seperti programTransisi epidemiologi merupakan masalah sebagian Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Ada empat (4) faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, antara lain: lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Menyikapi hal tersebut Departemen Kesehatan telah menetapkan visi Indonesia Sehat 2010. Visi tersebut dapat terwujud apabila terlebih dahulu membangun provinsi sehat, kabupaten/kota sehat, dan kecamatan atau puskesmas sehat. Banyak indikator yang membangun pencapaian Indonesia/provinsi/kabupaten/kota sehat. Namun pada penelitian ini hanya dibatasi pada variabel kegiatan atau program yang berasal dari data rutin Puskesmas. Mencapai Kabupaten Serang Sehat hanya dapat terwujud apabila kita terus memonitor dan mengevaluasinya terus setiap saat, sehingga kendala dan masalah yang menghambat dalam upaya mewujudkan kabupaten sehat tersebut dapat diketahui sedini mungkin. Masalah yang terjadi di Kabupaten Serang adalah belum terbangunnya sistem yang dapat dengan segera memberikan informasi mengenal pencapaian indikator kabupaten sehat. Keterlambatan data, analisis serta kesulitan mencari data merupakan persoalan tersendiri yang berakibat pada sulitnya mengevaluasi tingkat pencapaian dan permasalahan dalam mencapai indikator kabupaten schat tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan sistem informasi kabupaten sehat berbasis data puskesmas. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah kualitatif dengan melaksanakan siklus hidup pengembangan sistem (SHPS) Informan yang digunakan adalah stakeholder pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Penelitian ini telah menghasilkan satu prototype sistera pengembangan sistem informasi kabupaten sehat berbasis data puskesmas. Dalam sistem ini haru dikembangkan indikator yang berasal dari data rutin Puskesmas seperti program imunisasi, program KIA, program kesehatan lingkungan, program penyuluhan kesehatan masyarakat, dan program posyandu. Setelah melakukan uji prototype di laboratorium komputer FKM UI, dinyatakan bahwa sistem ini dapat diterima dengan nilai 80%. Namun untuk dapat diimplementasikan di lapangan perlu di lakukan uji lapangan terlebih dahulu untuk mengetahui kehandalan dan hambatan sistem. Selain itu disarankan agar melakukan sosialisasi dan advokasi kepada para pengembil kebijakan untuk mendapatkan dukungan pengembangan sistem ini lebih lanjut. Disarankan pula agar mengembangkan indikator lain dalan sistem ini sehingga pencapaian Kabupaten Serang Sehat dapat lebih lengkap dan akurat Daftar bacaan. 25 (1992-2005)

Read More
T-2424
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Hajar; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Tris Eryando, Sudijanto Kamso, Sri Irianti, Komar Hanifi
Abstrak:
Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Kabupaten Musi Banyuasin adalah tulang punggung bagi pelaksanaan pengembangan daerah berwawasan kesehatan. Salah satu produk dari SIK Kabupaten Musi Banyuasin merupakan bentuk data dan informasi yang dapat menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan adalah Data Umum Puskesmas. Pengelola data di Seksi Informasi dan Data pada Dinas Kesehatan Kab. Musi Banyuasin selama ini mengalami kesulitan dalam mengelola Data Umum Puskesmas menjadi informasi yang diinginkan disamping begitu banyak data yang harus dianalisis. Hal ini disebabkan karena belum dikembangkannya basis data dan Sistem Infonnasi Data Umum Puskesmas tersebut. Pengelolaan Data Umum Puskesmas yang diserahkan kepada Seksi Inforrasi dan Data, selama ini dilakukan hanya sekedar pengumpulan data yang kemudian diarsipkan. Jika terjadi permintaan kebutuhan informasi, proses analisanya selama ini hanya dalam bentuk penjumlahan yang dilakukan secara manual, demikian pula dengan bentuk penyajiannya berupa tabel dan grafik juga belum pernah dilakukan. Ruang lingkup penelitian ini meliputi pengembangan Sistem Informasi Data Umum Puskesmas yang dirancang khusus untuk tingkat Kabupaten/Kota, dan sebagai model adalah Dinas Kesehatan Kab. Musi Banyuasin. Pengembangan Sistem Informasi Data Umum Puskesmas ini merupakan pengembangan sistem berskala kecil yang tahapan pengembangannya terdiri dari tahap analisis sistem, desain sistem, klasifikasi indikator rasio, dan tersedianya aplikasi Sistem Informasi Data Umum Puskesmas. Teknik analisa data pada pengembangan Sistem Informasi Data Umum Puskesmas menggunakan analisa rasio sesuai indikator kesehatan yang ditetapkan oleh Depkes RI dan profil UKBM (Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat) di Dinas Kesehatan Kab. Musi Banyuasin, dengan rata-rata hitung (mean) sebagai standar indikator pengklasifikasian. Dari analisis sistem yang dilakukan pada Pengembangan Sistem Informasi Data Umum Puskesmas, laporan Data Umum Puskesmas diharapkan analisanya rutin dilaporkan, dimana sebagian besar informasi digunakan untuk perencanaan. Sedangkan permasalahan yang ditemukan pada sistem informasi yang lama dapat dijadikan sebagai acuan suksesnya pe!aksanaan pengembangan sistem yang baru. Tahap desain pada Pengembangan Sistem Informasi Data Umum Puskesmas ini, meliputi komponen desain model, desain masukan, desain keluaran, dan desain teknologi. Dari pengklasifikasian berdasarkan rata-rata hitung (mean) diperoleh distribusi wilayah berdasarkan sarana, tenaga, dan peralatan kesehatan yang kurang atau baik pola distribusi wilayahnya. Tersedianya aplikasi Sistem Informasi Data umum Puskesmas ini merupakan alat hantu yang akan meringankan tugas pengelola data yang memudahkan dalam proses pemasukan data, pemrosesan data, dan penyajian data. Penggunaan standar indikator sesuai Kabupatenl Kota akan lebih baik dalam implementasi Pengembangan Sistem Informasi Data Umum Puskesmas di Dinas Kesehatan Kab, Musi Banyuasin. Daftar Bacaan: 45 (1978-2002)

Developing Information System of General Data of Health Center in Health Office of District of Musi Banyuasin, Province of Sumatra Selatan Health information system (SIK) in district of Musi Banyuasin is a backbone for developing a healthy view area. One of product of S1K district Musi Banyuasin that could be basic of decision-making is general data of health center. Data manager in Information and Data Section in Health Office of District of Musi Banyuasin has difficulties in processing general data of health center to produce information, besides there is a lot of data that should be analyzed. This is because no databases that have develop from information system of general data in this health center. General data of health center delivered to section of Information and data, until now the data only to be collected and stored to archive. When there is demand for information needs, the analysis only in adding form and manually, also for presenting on never using tables or graphics. Scope of this study is developing information system of general data of health center, which specially designed for district level, and the model is Health Office of district of Musi Banyuasin. This development is small-scale system development, stage of the development consist of system analysis, system design, indicator ration classification, and availability of information system of general data of health center. Data analysis technique in this system information using ratio analysis as the health indicator that have determined by Depkes RI and UKBM (Health Efforts by Human Resources) profile in Health Office of district of Musi Banyuasin, with mean as classification indicator standard. From system analysis that has been done, general data report of health center hoped the analysis reported routinely, where most of information used for planning. While problems that have been found in old information system, could be made as a reference to successfulness of new system development. Design steps in system information of general data of this health center, including model design, input design, output design, and technology design. From classification based on mean, it is found that area based on facility, manpower, and health instruments which inadequate or well pattern of area distribution Availability of system information application of general data of health center is instrumenting that help data manager to do their job easier in input, processing, and presenting data. Indicator standard usage that suitable for district or city would be better to do in implementing information system of general data health center development in Health Office of Musi Banyuasin. References: 45 (1978-2002)
Read More
T-1723
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahrul Mazi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Siti Nurbaiti
S-4887
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tati Ruslin Yanuarti; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Tris Eryando, R Sutiawan, Triovva Elsy A, Puthut Tri Prasetyo
Abstrak:

ABSTRAK Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) merupakan rumah sakit swasta yang memberikan pelayanan kesehatan bagi pegawai pertamina maupun pasien umum dan merupakan pusat rujukan dari seluruh rumah sakit yang berada di bawah PT PERTAMEDIKA, sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih sempurna dibanding rumah sakit asal rujukan. Karena itu memerlukan kesiapan SDM yang berkualitas dan bertangung jawab dalam memberikan pelayanan, dalam hal ini kesehatan adalah modal utama. Salah satu upaya perusahaan untuk memenuhi kriteria sehat tersebut adalah perlunya menyelenggarakan upaya kesehatan kerja bagi seluruh pekerja rumah sakit tanpa terkecuali. Program kesehatan kerja di RSPP berada di bawah tanggungjawab Unit LK3, yang salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan kegitan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) secara rutin tiap tahun untuk semua pekerja. Namun dalam kenyataannya cakupan MCU pekerja RSPP masih terbilang rendah, yaitu tahun 2003 sebesar 55,8%, tahun 2004 menurun menjadi 47,6%. Di tahun 2003 tersebut dari yang melaksanakan MCU ditemukan sekitar 18% pekerja mempunyai keluhan atau gejala penyakit yang diduga berhubungan dengan pekerjaan. Diantaranya Carpal Tunnel Syndrome, Cervical Syndrom, Iritasi Radix, Hernia Nucleo Plasmyd, Low Back Pain, Varices, Tremor, Abortus, Vertigo, Migrain, Neuropaty dan masih banyak yang lainnya. Sistem lnformasi Kesehatan Kerja RSPP dikelola oleh Unit LK3 khususnya Bagian Kesehatan Kerja, dimana sistem ini merupakan salah satu bagian dari Sistem Informasi Rumah Sakit. Bagian Kesehatan kerja sebagai pengelola program wajib membuat laporan kesehatan kerja baik intern maupun ekstem. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Bagian Kesehatan Kerja RSPP diketahui belum adanya efisiensi pada sistem informasi kesehatan kerja dimana prosesnya belum memaksimalkan komputer dan jaringan yang sudah tersedia, karena itu perlu pengembangan sistem informasi yang mampu menghasilkan informasi :kesehatan kerja yang berkualitas, akurat dan efisien. Pengembangan Sistem lnformasi Kesehatan Kerja bertujuan selain untuk memudahkan dalam hal pencatatan dan pelaporan juga diharapkan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan secara lengkap, akurat dan cepat, kemudian dapat digunakan pihak manajemen dalam upaya memonitor dan mengevaluasi kesehatan pekerja. Metodologi yang digunakan adalah Siklus Hidup Pengembangan Sistem, melalui tahap identiftkasi masalah; peluang dan tujuan; penentuan syarat dan analisis kebutuhan, merancang sistem yang direkomendasikan; mengembzmgkan dan mendokumentasikan perangkat lunak dan uji coba prototipe. Pengujian sistem dilakukan di lab. Departemen Biostatistika UI menggunakan data kesehatan pekerja tahun 2005. Pengumpulan data dan infomasi melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Hasil penelitian adalah suatu otomasi pengolahan data berupa prototipe Sistem Informasi Kesehatan Kerja (SIKK) yang akan di terapkan di RSPP. Analisis sistem yang dilakukan terhadap sistem kesehatan kerja yang berjalan saat ini adalah: analisis masukan, analisis basis data dan analisis keluaran, sehingga dapat ditetapkan kebutuhan sistem dan informasi. Kebutuhan sistem adalah sistem yang terintegrasi dengan menggunakan sharing basis data dengan unit-unit terkait sebagai sumber data yaitu Unit Medical Check Up, Unit Medical Record dan SDM melalui jaringan lokal yang tersedia (LAN) yang dapat melakukan otomasi dalam pengolahan data sehingga menghasilkan suatu keluaran yang diinginkan. Keluaran dari sistem ini menghasilkan informasi yang lebih informatif dengan adanya tabel dan grafik berupa Laporan Kesehatan Kerja yaitu Laporan Bulanan, Tahunan dan Indikator Kesehatan Kerja. Selanjutnya informasi ini dapat digunakan rumah sakit dalam rangka monitoring dan evaluasi kesehatan pekerjaa.

Read More
T-2438
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anang Sujana; Pembimbing: Sudijanto Kamso, Tris Eryando; Penguji: Ede Surya Darmawan, Didik Supriono, Rahmi Winandari
Abstrak:

Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja/prestasi puskesmas yang dilakukan secara menyeluruh dari ketiga aspek yaitu aspek program, aspek manajemen dan aspek mutu/kualitas pelayanan. Dalam tesis ini, penilaian kinerja puskesmas hanya dilakukan pada kinerja 6 program pelayanan upaya kesehatan wajib puskesmas (basic six) yaitu 1) Pelayanan KIA/KB dengan 7 indikator kinerja, 2) Pelayanan Pengobatan dengan 2 indikator kinerja, 3) Pelayanan Perbaikan Gizi dengan 7 Indikator kinerja, 4) Pelayanan P3M dengan 8 indikator kinerja, 5) Pelayanan Kesehatan Lingkungan dengan 3 indikator kinerja, 6) Pelayanan Promosi Kesehatan dengan 4 indikator kinerja. Total indikator kinerja semuanya ada 31 indikator yang didasarkan pada indikator SPM Bidang Kesehatan. Metodologi yang digunakan dalam Tesis ini adalah metode System Depelovment LM: Cycle (SDLC) yang terdiri dari : Perencanaan dan analysis sistem, design system, implementasi system dan perawatan system Sedangkan manajemen database menggunakan konsep Data Base Manajemen System (DBMS), dimana untuk menilai apakah hasil pengembangan system berjalan dengau baik, maka dilakukan uji coba prototype di Laboratorium Komputer Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Input data menggunakan laporan SP3 puskesmas berikut suplemennya dan diproses dengan menggunakan aplikasi program SI-PKP yang secara otomatis dapat menghasilkan output berupa informasi klasifikasi kinerja puskesmas yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. PKP pada Tesis ini hanya dilakukan terhadap 20 UPTD Puskesmas (50%) dari total 40 UPTD Puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 7 UPTD Puskesmas (35%) masuk klasifikasi Baik (warna hijau), 6 UPTD Puskesmas (30%) masuk kategori cukup (warm kuning) dan 7 UPTD Puskesmas (35%) masuk klasifikasi kurang (warna merah). Informasi yang dihasilkan tersebut kiranya dapat dijadikan dasar bagi manajemen untuk intervensi program atau reward dan punishment. Manajemen masih perlu juga melakukan pengembangan system ini, sehingga betul-betul dapat diaplikasikan dan memenuhi kebutuhan system secara keseluruhan.


Performance Assessment at Primary Health Care (PKP) is an effort for doing assessment of job result or achievement at Primary Health Care which has been done by totally from three aspects including program, management and service quality aspect. In this thesis, performance assessment at Primary Health Care is only done by performance of 6 service programs of nmndatory health effort at Primary Health Care (basic six) such as I) KIA/KB service by 7 performance indicators, 2) Medical service by 2 performance indicators, 3) Nutrition improvement by 7 performance indicators, 4) P3M service by 2 performance indicators, 5) Environment safety service by 8 performance indicators, 6) Health promotion service by 4 performance indicators. All of performance indicators are 31 indicators which based on indicator of service standard at Health Department. Methodologies which are used in this Thesis are System Development Life Cycle (SDLC) consisting: Planning and analysis system, design system, implementation system and care system While database management used a Data Base Management System (DBMS) concept for assessing development result system has been run better, so it has been done by prototype test at Computer Laboratory of Public Health in Indonesia University. Data Input used SP3 reports at Primary Health Care and their supplements and then they were processed by using SI-PKP program application of program which can spend output in the form of performance classification infomation at Primary Health Care which were presented in the form of tables and graphics. PKP on this thesis was only done to 20 UPTD at Primary Health Care (50%) from total of 40 UPTD at Primary Health Care in Bogor district by study result indicated that amount of 7 UPTD at Primary Health Care (35%) were a good classification (green color), 6 UPTD at Primary Health Care (30%) were medium category (yellow color) and 7 UPTD at Primary Health Care (35%) were less classification (red color). From information above presumably can be made based on management for program intervention or reward and punishment. Management still needs to do this system development, so it can be implemented seriously and fulfill a requirement system as a whole.

Read More
T-2953
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive