Ditemukan 29874 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Pusat Riset Epidemiologi dan Surveilans FKM UI
R 616.9792 UNI l
Depok : FKM UI, 2006
Referensi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sasha Bellina Munawar; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Anwar Hassan, Lutfi Nurhidayati
S-4902
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pusat Data dan Informasi Departemen Kesehatan
R 616.9792 IND s
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2007
Referensi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pusat Data dan Informasi Depkes
616.9792 IND s
Jakarta : Pusat Data dan Informasi Depkes RI, 2007
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Delmaifanis; Pembimbing Nuning Maria Kiptiyah; Penguhi: Dian Ayubi, Toha Muhaimin, Muh. Ilhamy Setyahadi
T-2677
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anis Dewi Setiawati; Pembimbing: Teng Soegilar
M-1677
Depok : FKM UI, 2003
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rattih Diyan Pratiwi; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Inggariwati
Abstrak:
Jumlah kasus HIV/AIDS yang meningkat di Provinsi DKI Jakarta menjadi
posisi yang pertama dibandingkan daerah lain. Penelitian ini bertujuan melihat
gambaran kematian berdasarkan karakteristik individu dan faktor risiko pada
ODHA di Provinsi DKI Jakarta tahun 2013-2014. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan menggunakan
data sekunder Surveilans Penderita HIV/AIDS di Dinas Kesehatan Provinsi DKI
Jakarta Tahun 2013-2014. Sampel berjumlah 1575 responden, yang merupakan
pasien HIV/AIDS yang terlapor dari rumah sakit di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Hasil penelitian ini menemukan angka kematian terhadap kasus HIV/AIDS
sebesar 11 kematian per 100 kasus, serta didapatkan proporsi kematian tertinggi
pada kelompok umur 26-45 tahun, mereka yang bekerja, yang berdomisili di
wilayah Jakarta Timur, dan perbandingan laki-laki terhadap perempuan adalah
3:1. Berdasarkan faktor risiko penularan yang tertinggi ialah melalui hubungan
heteroseksual, kadar CD4 <200/µl, dan kematian yang disertai dengan infeksi
oportunistik. Berdasarkan karakteristik individu dan faktor risiko didapatkan
adanya hubungan kelompok umur >45 tahun (PR=4,1; 95%CI:4,03-4,37),
kelompok umur 26-45 tahun (PR=2,4; 95%CI:2,03-2,87), kelompok umur 12-25
tahun (PR=2,1; 95%CI:1,88-2,42), penggunaan narkotika suntik (PR=1,6; 95%CI:
1,12-2,23), jumlah CD4<200 (PR=4,1; 95%CI:1,62-10,22), infeksi oportunistik
(PR=1,6; 95%CI:1,1-2,37) dengan kematian yang disebabkan oleh HIV/AIDS.
Perlu dilakukan adanya program pencegahan dan penanggulangan serta diagnosis
dini pada kelompok yang mulai berisiko
Kata Kunci: Kematian, HIV/AIDS, individu, faktor risiko.
Read More
S-8629
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Talitha El Zhafira Hadi; Pembimnbing: Helda; Penguji: Nurhayati Adnan, Alfons M. Letelay, Suyono
Abstrak:
Read More
Angka mortalitas HIV/AIDS hingga saat ini masih menjadi permasalahan kompleks di tingkat global, terutama pada negara berkembang. Terapi Antiretroviral (ARV) menjadi salah satu bentuk pencegahan berkembangnya kasus HIV menjadi AIDS. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ODHA yang telah memulai terapi ARV pun masih berisiko tinggi untuk mengalami kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan terapi antiretroviral terhadap kejadian mortalitas pada pasien HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Tangerang periode tahun 2006 – 2022. Desain studi yang digunakan adalah kohort restrospektif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 924 pasien yang diobservasi melalui rekam medis pasien. Kelompok exposed yaitu 510 pasien yang patuh terapi ARV dan kelompok non-exposed yaitu 414 pasien yang tidak patuh terapi ARV. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa probabilitas kumulatif survival dan median survival time secara keseluruhan adalah 52,3% dan 7 tahun. Rata-rata waktu pengamatan survival pada tahun ke 8 dan median survival time pada tahun ke 7 pengamatan. Selain itu, diketahui pula terdapat pengaruh antara kepatuhan terapi ARV terhadap kejadian mortalitas pasien HIV/AIDS dengan nilai adjHR = 1,71 (95% CI: 0,03 - 3,18) setelah mengendalikan variabel usia dan infeksi oportunistik. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dan pertimbangan dalam meningkatkan kepatuhan ODHA dalam menjalankan terapi ARV di kemudian hari supaya tren kematian dapat ditekan.
The mortality rate of HIV/AIDS is still being a complex problem at the global level, especially in developing countries. Antiretroviral Therapy (ARV) is one form of prevention of the development of HIV cases into AIDS. However, it is undeniable that people living with HIV who have started ARV therapy are still at high risk of death. This study aims to determine the effect of adherence to antiretroviral therapy on the survival of HIV/AIDS patients at General Hospital of Tangerang Regency for the period 2006 – 2022. The study design used a retrospective cohort design. The exposed group was 510 patients who were adherent to ARV therapy and the non-exposed group was 414 patients who were not adherent to ARV therapy. Based on the results of the analysis, it is known that the cumulative probability of survival and median survival time as overall are 52.3% and 7 years. The average survival observation time at year 8 and median survival time at year 7 observation. In addition, it is also known that there is an correlation between adherence to ARV therapy on the mortality incidence of HIV/AIDS patients with adjHR = 1.71 (95% CI: 0,03 - 3,18) after controlling for age and opportunistic infection variables. The results of this study can be a reference and consideration in improving the compliance of PLHIV in carrying out ARV therapy in the future so that the mortality trend can be suppressed.
T-6670
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Departemen Kesehatan
616.9 IND g
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2002
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Berliana Situmeang; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Renfi Mahkota, Toha Muhaimin, Victoria Indrawati, Victoria Indrawati, Arif Rachman Irawan
Abstrak:
Stigma terhadap ODHA menjadi salah satu hambatan paling besar dalam pencegahan, perawatan, pengobatan, dan dukungan HIV/AIDS. Pengetahuan mempengaruhi terjadinya stigma terhadap ODHA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan stigma terhadap ODHA di kalangan remaja usia 15-19 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012 dengan disain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 8.316 orang. Hasil studi menunjukkan 71,63% remaja mempunyai stigma terhadap ODHA, 49,10% remaja mempunyai pengetahuan yang kurang tentang HIV. Pengetahuan yang kurang tentang HIV/AIDS berhubungan dengan stigma terhadap ODHA (PR= 1,210 95% CI: 1,149-1,273) setelah dikontrol oleh keterpaparan media massa. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja guna mengurangi stigma terhadap ODHA. Kata Kunci: stigma, remaja, pengetahuan tentang HIV/AIDS Stigma towards people living with HIV/AIDS is one of biggest obstacle in HIV/AIDS prevention, treatment, care, and support. HIV/AIDS knowledge affected stigma towards people living with HIV/AIDS. This study aimed to identify the relationship HIV/AIDS knowledge related stigma towards people living with HIV/AIDS among adolescent 15-19 years old in Indonesia. The study used Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) in 2012 with cross sectional design. Subject of the study were as many as 8.316 persons. The result showed 71,63% adolescent had stigma towards people living with HIV/AIDS, 49,10% adolescent had lack of HIV/AIDS knowledge. Lack of HIV/AIDS knowledge were significantly related to stigma towards people living with HIV/AIDS (PR= 1,210 95% CI: 1,149-1,273) after controlling exposure to mass media. Need to improve HIV/AIDS knowledge among adolescent to reduce stigma towards people living with HIV/AIDS. Keyword: Stigma, adolescent, HIV/AIDS knowledge
Read More
T-4911
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
