Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37237 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Czeresna Heriawan Soejono; Promotor: Bambang Sutrisna; Ko-promotor: Supartonodo, Soewarta Kosen, Penguji: H.A. Aziz Rani, Harry Isbagio, Nuning Maria Kiptiyah, Mardiati Najib, Syahrizal Syarif
D-200
Depok : FKM-UI, 2007
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imam Rasjidi; Promotor: Bambang Sutrisna; Ko-promotor: M. Farid Aziz, Akmal Taher; Penguji: Syahrizal Syarif, Soewarta Kosen, Laila Nuranna, Chaidir A Mocthar, Ratna Djuwita, Mondastri Korib Sudaryo, Bambang Sutrisna, Farid Aziz, Akmal Taher
D-223
Depok : FKM-UI, 2008
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Rizal Wahyudi; Promotor: Sudarto Ronoatmodjo; Kopromotor: Besral, Siti Setiati; Penguji: Hadi Pratomo, Ratna Djuwita, Czeresna Heriawan Soejono, R.A. Tuty Kuswardhani, Soewarta Kosen
Abstrak:
Pendahuluan: Penduduk usia lanjut global secara cepat meningkat, hingga dapat mencapai 1,5-2 miliar pada tahun 2050, yang membawa masalah kesehatan termasuk peningkatan angka rawat inap dan rehospitalisasi pada geriatri. Hal tersebut akan menyebabkan penurunan kualitas perawatan geriatri di RS. Untuk mengatasi masalah ini, strategi perencanaan pulang khusus geriatri harus dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh perencanaan pulang terintegrasi terhadap kualitas perawatan RS bagi geriatri. Metode: Dilakukan penelitian mixed method di fasilitas perawatan akut dan rawat inap geriatri RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, penelitian kuantitatif melibatkan 259 geriatri, dengan 130 dalam kelompok kontrol dan 129 dalam kelompok intervensi. Perhitungan besar sampel mengikuti formula uji hipotesis beda dua proporsi. Analisis meliputi analisis univariat, Chi-Square, Mantel-Haenszel, serta regresi logistik dengan luaran yaitu rehospitalisasi dan perawatan akut dalam 30 hari. Penelitian kualitatif dikerjakan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku rawat dan tenaga kesehatan untuk mencapai saturasi informasi. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan perencanaan pulang terintegrasi secara signifikan mengurangi tingkat rehospitalisasi dalam 30 hari (ARR 12,1%; RRR 34,3%; RR 0,657; IK 95% 0,445-0,971; p 0,045), namun tidak signifikan mengurangi tingkat penggunaan perawatan akut (ARR 11,4%; RRR 28,3%; RR 0,717; IK 95% 0,508-1,012; p 0,074) pada geriatri. Pada analisis stratifikasi dan multivariat, tidak ditemukan adanya confounding maupun interaksi antar confounding. Temuan kualitatif dari wawancara mendalam mendukung manfaat perencanaan pulang, dengan tercapainya kejenuhan informasi tentang perlunya implementasi dan saran untuk memanfaatkan media dalam edukasi perencanaan pulang. Dari observasi didapati bahwa implementasi perencanaan pulang di RS belum sesuai dengan pemahaman dan harapan informan. Simpulan: perencanaan pulang terintegrasi meningkatkan kualitas perawatan rumah sakit pada geriatri, dengan signifikan mengurangi tingkat rehospitalisasi. Penelitian lebih lanjut sangat dianjurkan.

Introduction: The global elderly population is rapidly increasing, with projections indicating it could reach 1.5-2 billion by 2050, leading to various health challenges including increased hospitalization and rehospitalization rates which marked the decline in hospital care quality. To address these issues, specific discharge planning strategies must be developed for geriatric population. This study establishes an integrated discharge planning model for geriatric post-discharge care and aims to elaborate on its influence on hospital care quality. Methods: Mixed method research was conducted at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital's geriatric acute care and inpatient facilities. Quantitative research involved 259 hospitalized geriatrics, with 130 in the control group and 129 in the intervention group. Sample size calculation followed a hypothesis testing formula for two-proportion difference. Analyses included univariate, Chi-Square, Mantel-Haenszel stratification analyses, and logistic regression multivariate analyses, focusing on rehospitalization and acute care utilization rates within 30 days post-discharge. Qualitative research was done by conducting in-depth interviews and observations upon caregivers and healthcare professionals to achieve information saturation. Results & Discussion: Results showed integrated discharge planning significantly reduced rehospitalization rates within 30 days (ARR 12,1%; RRR 34,3%; RR 0.657; 95% CI 0.445-0.971; p 0.045), but did not significantly reduce acute care utilization rates (ARR 11,4%; RRR 28,3%; RR 0.717; 95% CI 0.508-1.012; p 0.074) in geriatrics. In stratification and multivariate analyses, both confounding and confounding interactions were not found. Qualitative findings from in-depth interviews supported the benefits of discharge planning, with information saturation on the need for its implementation and suggestions for media utilization in discharge planning education. Observation revealed that discharge planning implementations in routine hospital geriatric care were not yet satisfactory, according to the informants understanding and expectations. Conclusion: In conclusion, integrated discharge planning improved hospital care quality in geriatrics, significantly reducing rehospitalization rates. Further research is recommended.
Read More
D-544
Depok : FKM UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marini; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Suginarti, Edy Rizal
Abstrak:

Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia maka populasi usia Ianjut pun semakin bertambah. Menjalani masa tua dengan bahagia dan sejahtera merupakan dambaan semua orang. Keadaan ini hanya dapat dicapai bila merasa sehat secara fisik, mental (jiwa) dan sosial. Berkaitan dengan kesehatan jiwa ini salah satunya adalah penyakit dcpresi. Depresi mcrupakan pcnyakit gangguanjiwa dengan prevalensi terbesar pada usia lanjut dan dan diperkirakan sampai 40% tidak terdiagnosa padahal dengan diagnosa awal dan terapi segera dapat menaikkan kualilas hidup, status fungsional dan mencegah kematian dini pada usia lanjut. Untuk mengctahui apa pcnycbabnya maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mcngctahui faktor-faktor risiko yang bcrhubungan dcngan dcprcsi pada usia lanjut di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Metodologi pada penelitian ini merupakan disain kasus kontrol dengan menggunakan data sekunder melalui penelusuran rekam medik pasien gcriatri di poli geriatri rumah sakil Cipro Mangunkusumo pada tahun 2006 - tahun 2008. Populasi penelilian adalah seluruh pasien usia lanjut di poli geriatri rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sampel adalah pasien usia Ianjur di poli geriatri RSUPN-CM yang menderila diagnosa depresinya dan telah ditegakkan diagnosanya oleh departemen psikiatri RSUPN-CM scbagai kasus dan kontrol adalah pasien usia Ianjut di poli geriatri RSUPN-CM yang tidak depresi. Jumlah sampel dalam penelitian ini 105 kasus dan 2I0 kontrol. Entri data, pengolahan dan analisis data menggunakan SPSS Hasil penelitian mcnunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian depresi pada usia lanjum adalah kcmandirian (OR = 2,008. 95% Cl I,239 - 3253) dan dukungan sosial (OR = l_724_ 95% C`| 1.065 - 2.79l). Variabel kemandirian merupakan variabel yang lebih kuat pengaruhnya terhadap kejadian depresi dibandingkan variabel dukungan sosial. Variabel yang tidak berhubungan dengan kqiadian depresi pada usia lanjut adalah usia, jcnis kclamin. status perkawinan, tingkat pendidikan, obat resep dokter yang diminum rutin, kegiatan keagamaan, keadaan ekonomi dan riwayar pekerjaan. Dari temuan pada penelitian ini disarankan untuk mcningkatkan pembinaan dan pcrhatian lerhadap kcbutuhan usia Ianjul agar usia Ianjut hidup mandiri, produktif dan tetap berperan aktif dalam kehidupan serta diperlukan penelitian kasus kontrol lanjutan dengan menggunakan sampel yang lebih besar.


 

With growing of a spark of life age in indonesia hence old age population even also progressively increase. Experiencing a period to old happyly and securc and prosperous is everybody hungering. This situations only can reach by if feeling lit by lisik. bouncing (social and mental). Relating to health of this head one of them is disease of depresi. Depresi is disease of head trouble with biggest prevalensi at old age and estimated until 40% do not diagnosa though with diagnosa early and therapy immediately can boost up the quality of lil' e, functional status and prevent death early at old age. To know what the cause of hence conducted by this research with aim to to know risk factors related to depresi at old age in region of Jabodetabek ( Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and ol' Bekasi). Methodologies this research is to bc designed by case control by using data of sekunder through of patient sis record of geriatri in hospital geriatri poli of Cipto Mangunkusumo in the year 2006 - year 2008. Research population is entire old age patient in hospital geriatri poli of`Cipto Mangunkusumo. Sampel is old age patient in RSUPN-CM geriatri poli which suffering the diagnosa of him and have been upheld the by him of by psychiatry department of RSUPN-CM as control and case is old age patient in RSUPN-CM geriatri poli which do not depresi. Amount oi" sampel in this researchs t05 ease and 2I0 control. Data Entri, data analysis and processing use SPSS version I3.0. Research result indicatc that variable rclatcd to occurcncc of depresi at old age is independence ( OR = $2,008. 95% CI l,239 - 3,253) and social support ( OR = l.724. 95% Cl l.065 - 2,79l). independence variable is stronger variable ofinfluence of to occurcncc ofdepresi compared to social support variable. Variable which do not relate to occurence of depresi at old age is age, gender, marriage status. education level. drinkcd by doctor recipe drug is routine, religious activity. situation ofwork history and economics. Of finding at this research is suggested to improve attcntion and construction to requirement of old agc so that self-supponing life old age. ad for and remain to share active in life is and also needed by research of case control continuation by using larger ones sampel.

Read More
T-2970
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusiani; Promotor: Nurhayati Adnan; Kopromotor: Mardiati Nadjib, Idrus Alwi; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Sabarinah, Trisari Anggondowati, Budi Yuli Setianto, Soewarta Kosen
Abstrak:
Latar Belakang : Gagal jantung masih menjadi penyebab morbiditas, mortalitas dan beban biaya medis yang tinggi, terutama akibat perawatan ulang yang dapat menyebabkan penurunan cadangan jantung dalam perjalanan klinisnya. Program multidisiplin (MDP) direkomendasikan sebagai tatalaksana komprehensif gagal jantung. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas klinis program MDP pada aspek risiko perawatan ulang dan biaya dibandingkan program standar (PS) di Klinik Gagal Jantung Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).  Metode : Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan data longitudinal pada 2 periode tatalaksana yang berbeda, yaitu 2017-2018 dan 2022-2023. Data yang diambil adalah data elektronik dari sistem informasi manajemen rumah sakit dan data tertulis dari rekam medik rumah sakit.  Sampel penelitian adalah populasi terjangkau yang memenuhi kriteria pemilihan subjek penelitian. Analisis generalized estimating equation (GEE) digunakan untuk estimasi besar risiko perawatan ulang, Nelson-Aalen estimator digunakan untuk analisis hazard kumulatif perawatan ulang pertama, analisis generalized linear model (GLM) untuk menilai efektivitas MDP dan cost-effectiveness analysis (CEA) perspektif rumah sakit sebagai analisis ekonomi penelitian ini. Data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan Stata 16. Hasil : Pada 189 subjek (98 MDP dan 91 PS), MDP konsisten dalam penurunan risiko relatif perawatan ulang tanpa dipengaruhi waktu (bulan) dengan penurunan risiko sebesar 82,1% dibandingkan subjek penelitian pada kelompok PS setelah dikontrol dengan perancu ARNI dan NYHA, selama masa 8 bulan pengamatan. Median durasi bebas perawatan ulang kelompok MDP lebih panjang dibandingkan PS (106 hari MDP; 34 hari PS, uji Mann–Whitney p = 0,0383). Hazard kumulatif perawatan ulang pertama kelompok MDP 0,10, lebih rendah dari hazard kumulatif kelompok PS 0,40. MDP memiliki efektivitas lebih tinggi dibandingkan dengan PS (MDP 88,2%; PS 65,4%) dan menghemat rerata biaya medis per pasien sebesar Rp. 11.955.308,-. Kesimpulan : Selama masa pemantauan 8 bulan, MDP memiliki risiko yang lebih rendah terhadap  perawatan ulang rumah sakit dibandingkan dengan PS setelah di kontrol perancu, memiliki durasi bebas perawatan ulang rumah sakit lebih panjang dari PS, memiliki hazard kumulatif perawatan ulang pertama yang lebih rendah dari PS  dan MDP lebih efektif secara klinis dan biaya (strategi dominan) dibandingkan dengan PS.

Introduction: Heart failure remains a major cause of morbidity, mortality, and high medical costs, primarily due to hospital readmissions which may lead to a decline in cardiac reserve during the clinical course.The Multidisciplinary Program (MDP) is recommended for a comprehensive management approach for heart failure. This study aimed to evaluate the MDP in terms of readmission risk and cost-effectiveness compared with the standard care (SC) program at the Heart Failure Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital. Method: This study employed a retrospective cohort design using longitudinal data from two periods: The pre-MDP implementation phase (2017-2018) and the MDP implementation phase (2022-2023). Data were obtained from the hospital information system and written medical records. The study sample consisted of all eligible patients meeting the inclusion criteria. Generalized Estimating Equation (GEE) analysis was used to estimate readmission risk, the Nelson-Aalen estimator for cumulative hazard of first readmission, the Generalized Linear Model (GLM) for program effectiveness, and a cost-effectiveness analysis (CEA) from the hospital perspective for the economic evaluation. Data was compiled and analyzed using Stata 16. Results: In 189 subjects (98 MDP and 91 PS), MDP consistently reduced the relative risk of readmission regardless of time (months), with a risk reduction of 82.1% compared to subjects in the SC group after controlling for ARNI and NYHA confounders, over an 8-month observation period. The median readmission-free duration in the MDP group was longer than in the SC group (106 days in MDP; 34 days in PS; Mann–Whitney test p = 0.0383). The cumulative hazard of the first readmission in the MDP group was 0.10, lower than the cumulative hazard in the SC group (0.40). MDP was more effective than PS (88.2% in MDP; 65.4% in SC) and saved an average of Rp. 11,955,308 in medical costs per patient. Conclusion: During the 8-month follow-up period, MDP had a lower risk of hospital readmission compared to PS after controlling for confounders, had a longer readmission-free duration than PS, had a lower cumulative hazard of first readmission than SC and MDP was more clinically and cost-effective (dominant strategy) compared to SC.
Read More
D-602
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Pujiwati Permata Rima; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Rakhmad Hidayat, Tiersa Vera Junita
Abstrak:
Stroke adalah penyakit penyebab kematian tertinggi setelah penyakit jantung di dunia. Analisis faktor yang mempengaruhi lama perawatan pada rawat inap dengan populasi Indonesia masih jarang dilakukan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk mengevaluasi hubungan antara hiperglikemia dan hiperkloremia dengan lama perawatan pada pasien stroke iskemik akut di unit rawat inap RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia. Data sekunder rekam medis dari pasien stroke iskemik akut yang dirawat antara 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022 digunakan untuk analisis. Metode non-probability sampling tipe purposive digunakan untuk merekrut sampel. Analisis statistik yang dilakukan termasuk analisis deskriptif, bivariat, stratifikasi, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pasien dengan stroke iskemik akut yang masuk ke unit rawat inap RSUD Pasar Minggu adalah 84.5%. Proporsi hiperglikemia pada pasien tersebut adalah 27%, sedangkan proporsi hiperkloremia adalah 10.2%. Median lama perawatan pasien adalah 5 hari. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara durasi perawatan ≥ 5 hari dengan lama perawatan setelah dikontrol dengan variabel kovariat, (adjusted PR 2.21, 95% CI 1.70-2.88, p-value 0.00). Sementara hubungan antara hiperkloremia dan lama perawatan tidak signifikan secara statistik (adjusted PR 1.02; 95% CI 0.66-1.45, p-value 0.56) setelah dikontrol dengan variabel kovariat. Diperlukannya kampanye kesehatan publik, program pemeriksaan berkala, serta penyediaan sistem monitoring pengobatan bagi pasien dengan gangguan metabolik seperti diabetes. Penting untuk memberikan edukasi, mengembangkan protokol penanganan yang jelas, dan melakukan pemantauan glukosa darah serta elektrolit secara teratur pada pasien stroke iskemik akut.

Stroke is the leading cause of death after heart disease in the world. Analysis of factors affecting the length of hospital stay among the Indonesian population is still rarely conducted. This study employed a cross-sectional design to assess the association between hyperglycemia and hyperchloremia with the length of stay in acute ischemic stroke patients at the inpatient unit of RSUD Pasar Minggu Hospital, South Jakarta, Indonesia. Secondary data from acute ischemic stroke patients admitted between January 1, 2022, and December 31, 2022, were analyzed. A purposive non-probability sampling method was used to recruit the sample. Statistical analyses included descriptive, bivariate, stratification, and multivariate analyses. The results revealed that 84.5% of patients admitted to the RSUD Pasar Minggu Hospital had acute ischemic stroke. The proportion of hyperglycemia among these patients was 27%, while hyperchloremia was 10.2%. The median length of stay was 5 days. After controlling for covariates, the association between hyperglycemia and length of stay remained statistically significant (adjusted PR 2.21, 95% CI 1.70-2.88, p-value 0.00), while the association between hyperchloremia and length of stay remained not statistically significant (adjusted PR 1.02; 95% CI 0.66-1.45, p-value 0.56). There is a need for public health campaigns, regular screening programs, and integrated treatment monitoring systems for patients with metabolic disorders such as diabetes. It is essential to provide education, develop clear treatment protocols, and regularly monitor blood glucose and electrolytes in acute ischemic stroke patients.
 
Read More
T-6923
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soraya Hidayati; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Helda, Ririn Saptorini
Abstrak: Jumlah penderita dan kasus kematian akibat infeksi virus COVID -19 setiap harinya terus bertambah dan terus muncul varian virus COVID yang baru. Lebih dari 80% kematian karena COVID-19 terjadi pada penderita yang berusia di atas 65 tahun dan memiliki riwayat komorbid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang dapat meningkatkan risiko kematian COVID-19 pada pasien lansia yang melakukan rawat inap di RSUD Karanganyar Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder dari file data base rekam medis pasien rawat inap di RSUD Karanganyar yaitu sebanyak 322 pasien lansia Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi logistik untuk menguji hubungan variabel independen jenis kelamin, TBC paru, diabetes mellitus, ginjal kronis, stroke, dan jantung dengan kematian pasien COVID-19 lansia sebagai variabel dependennya Sebanyak 61 (18,9%) pasien COVID-19 lansia meninggal dunia. Sebanyak 33 (54,1%) pasien lansia adalah perempuan
Read More
T-6404
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Windya Santy; Pembimbing: Asri C Adisasmita; Peguji: Ratna Djuwita, Erni Juwita Nelwan
T-4485
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Telly Purnamasari Agus; Promotor: Ratna Djuwita; Kopromotor: Amal Chalik Sjaaf, Adisasmita, Asri C.; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Mardiati Nadjib, Evi Martha, Rizaldy Taslim Pinzon, Trihono
Abstrak: Pengaruh pelaksanaan clinical pathway terhadap proses pelayanan dan lama hari rawat pasien stroke iskemik di tiga rumah sakit Indonesia Pengaruh pelaksanaan clinical pathway terhadap proses pelayanan dan lama hari rawat pasien stroke iskemik di tiga rumah sakit Indonesia
Read More
D-379
Depok : FKM-UI, 2018
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Disa Hijratul Muharramah; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Irandi Putra Pratomo, Rakhmad Hidayat
Abstrak: Background: Penyakit Coronavirus (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-COV 2 (Severe Acute Respiratory Syndrome) telah menyebar keseluruh dunia dan menginfeksi lebih dari 180 juta kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 3,9 juta kematian. Manifestasi klinis COVID-19 berkisar dari infeksi tanpa gejala atau infeksi ringan hingga bentuk penyakit parah yang mengancam jiwa. Laporan sebelumnya telah menemukan bahwa obesitas dikaitkan dengan kondisi seseorang yang terinfeksi COVID-19 menjadi parah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan obesitas dengan keparahan COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional pada pasien COVID19 yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Indonesia pada tahun 2020. Data diperoleh dari rekam medis, pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Dimana kriteria inklusi adalah pasien dengan informasi lengkap sedangkan untuk kriteria ekslusi adalah pasien yang berusia 18 tahun ke bawah dan hamil. Ada 725 COVID-19 yang disertakan untuk analisis. Kami menggunakan PR yang disesuaikan (dan 95% CI) untuk memperkirakan risiko keparahan COVID-19 yang terkait dengan obesitas Hasil: Dari 725 pasien COVID-19, 178 mengalami gejala berat. Pasien dengan hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal kronis lebih mungkin menderita gejala COVID-19 yang parah. Obesitas dikaitkan dengan keparahan COVID19 (PR 1,68 dan 95% CI: 1,24-2,26) setelah dikontrol oleh sia, jenis kelamin, diabetes, dan penyakit jantung. Risiko keparahan COVID-19 yang terkait dengan obesitas berbeda berdasarkan jenis kelamin (PR adalah 1,64, 95% CI: 1,14-2,34 pada pria dan 1,69, 95% CI: 0,99-2,88 pada wanita) dan usia (PR adalah 1,77, 95% CI: 1,07-2,29 pada usia yang lebih muda dan 1,48, 95% CI: 1,01-2,17 pada kelompok usia yang lebih tua). Kesimpulan : Obesitas meningkatkan risiko keparahan COVID-19. Menjaga gaya hidup sehat, termasuk olahraga rutin, memilih makanan sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dapat mengurangi risiko keparahan COVID-19
Background: Coronavirus disease (COVID-19) caused by SARS-CoV 2 (Severe Acute Respiratory Syndrome) has spread worldwide and infected more than 180 million confirmed cases and 3,9 million deaths. The clinical manifestations of COVID-19 range from asymptomatic or mild infection to severe. Previous reports identified that obesity is associated with the condition of a person infected with COVID-19 develop into severe. This study aims at examining the risk of severity COVID-19 associated with obesity Methods: A cross sectional study was conducted among COVID-19 patients admitted at the University of Indonesia Hospital in 2020. Patients whose aged 18 or below or pregnant were excluded. Data were obtained from medical records. Cases were selected for the analysis only if the information was completed. There were 725 COVID-19 included for the analysis. We used adjusted PRs (and 95% CI) to estimate the risk of severity of COVID-19 associated with obesity. Results: Of 725 COVID-19 patients, 178 had severe symptoms. Patients with hypertension, diabetes, heart disease and Chronic Kidney Disease were more likely to suffer severe COVID-19 symptoms. After age, gender, diabetes and heart disease were taken into account, obesity was associated with severity of COVID-19 (PR 1.68 and 95% CI: 1,24-2.26). The severity risks COVID-19 associated with obesity were different based on gender (PRs were 1.64, 95% CI: 1,14-2,34 in men and 1.69, 95% CI: 0.99-2.88 in women) and age (PRs were 1.77, 95% CI: 1.07-2.29 among younger age and 1.48, 95% CI: 1.07-2.29 in older age group). Conclusion : Obesity increase the risk for severity of COVID-19. Maintain healthy life style, including routine exercise, choice of healthy food and routine medical checkup may reduce the risk of severity of COVID-19
Read More
T-6141
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive