Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26263 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galih Prima Arumsari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Bambang Wispriyono, Evi Martha, Edward Napitupulu, Mustofa
Abstrak: Tesis ini membahas analisis perilaku pedagang dan produsen dalam penggunaan formalin dalam mie basah dan tahu Propinsi DKI Jakarta Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, desain studi deskriptif, pengumpulan data melalui studi literatur, pengujian Rapid Test Kit, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, persepsi tentang formalin; sarana prasarana, metode produksi, ketersediaan pengawet; sanksi, penyuluhan, dukungan sosial, faktor pendapatan, dan strategi komunikasi merupakan faktor yang berperan pada perilaku penggunaan formalin dalam tahu dan mie basah. Penyuluhan dan pembinaan masyarakat, pedagang, produsen masih terbatas. Pengawasan sarana distribusi formalin belum optimal. Peneliti menyarankan pada sejumlah pihak untuk melakukan riset bahan pengawet yang aman, intensifikasi pembinaan pedagang dan produsen serta pemberdayaan konsumen. Kata kunci : perilaku; pedagang; produsen; formalin; pasar
Read More
T-4492
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahnan; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Bambang Wispriyono; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Wan Alkadri, Ani Isnawati
Abstrak:

Tahu adalah gumpalan protein kedelai yang diperoleh dari hasil penyarian kedelai yang telah digiling dengan penambahan air. Supaya tidak rugi dan mudah rusak produsen atau penjual tahu memberi formalin sebagai bahan pengawet. Formalin dapat menyebabkan nyeri abdominal, muntah, diare, hipertensl. koma, asidosis metabolik serta gangguan ginjal akut. Juga bersifat kronik seperti karsinogenik, ganggua.n menst.ruasi dan kesuburan wanita. Pada dosis rendah rnenyebabkan sakit penlt akut disertai muntah­ muntah, timbulnya depresi susunan syaraf. serta kegaga1an peredaran darah. Pada dosis tinggi menyebabkan kejang-kejang, keneing darah, tidak bisa kencing, dan muntab darah, sehingga dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah diketahutnya dengan menetapkan konsentrasi. Karakteristik risiko (RQ) nonkarsinogenik konsumen dari Pasar 10 Ulu terendah 0,0533 dan tertinggi 4,6198 konswnen yang berisiko sebanyak 4 orang (12,9 %), Pasar Sako Kenten terendah 0,0120 dan tertinggi 1,6264 konsumen yang berisiko sebanyak 3 orang (S,n %), Pasar Lemabang terendah 0,0225 dan tertinggi 1,9278 konswnen yang berisiko sebanyak 13 orang (21,67 %). Sedangkan karakteristik risiko karsinogenik konsumen dari Pasar 10 Ulu terendah 0,0229 dan tertinggi I ,9799 konsumen yang berisiko sebanyak 2 orang (6,45 %), Pasar Sako Kenten terendah 0,0051 dan tertinggi 0,6970, Pasar Lemabang terendah 0,0169 dan tertinggi 0,8262. Dengan uji I independen (uji mann whitney), diperoleh nilai p < 0,05 (p value 0,004), maka dapet disimpulkan bahwa pada taraf nyala 5 % ada perbedaan yang bermakna konsentra.si formalin antara kelompok tabu sayur dan tahu goreng. Produksi tabu hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan k.onsumen agar seriap hari selalu habis tedual, sehingga tidak perlu menggunakan bahan pengawet Produsen dan atau pedagang hendaknya tidak rnenggunakan formalin pada makanan apapun alasanya karena fonnalin dilarang digunakall pada makanan. Konsentrasi fonnalin dalarn tahu setelah disayur selama lO menit mengalarnj penurunan 25,91 %dan setelah digoreng mengalami penurunan 60,80 %. Produsen dan atau pedagang hendaknya menggunakan bahan pengawet yang tidak berisiko terhadap kesehatan konsumen.

Read More
T-2233
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku 1, Republika, hal. 127
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanumah Basalim; Pembimbing: Agustin Kusumayati
S-1485
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Toni Hermawan; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Besral, Dumilah Ayuningtyas, Nita Mardiah, Ihyani Nurdiena Marliamara
Abstrak:
Transformasi pelayanan kesehatan primer melalui Posyandu Siklus Hidup menuntut layanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh kesiapan organisasi penyelenggara. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kesiapan organisasi untuk berubah dengan kualitas layanan inklusif disabilitas. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) pada 36 Posyandu Siklus Hidup bangunan mandiri di wilayah kerja UPTD Puskesmas Limo, Kota Depok, yang dipilih secara total sampling. Kesiapan organisasi diukur dengan instrumen Organizational Readiness for Implementing Change (ORIC), sedangkan kualitas layanan inklusif diukur berdasarkan enam dimensi kesetaraan kesehatan WHO (2022). Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman (α = 0,05). Hasil menunjukkan kesiapan organisasi berada pada kategori tinggi (rerata 4,02), sedangkan kualitas layanan inklusif pada kategori sedang (rerata 3,13) dengan variasi antar-dimensi yang lebar. Kesiapan organisasi berhubungan signifikan dan kuat dengan dimensi model pelayanan (ρ = 0,889; p < 0,001) dan kapasitas tenaga (ρ = 0,766; p < 0,001), serta berhubungan sedang dengan kualitas layanan keseluruhan (ρ = 0,585; p < 0,001). Sebaliknya, kesiapan organisasi tidak berhubungan signifikan dengan dimensi tata kelola, infrastruktur fisik, sistem informasi, dan mutu pelayanan. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kesiapan organisasi dan implementasi layanan. Kesiapan psikologis kader yang tinggi tampak pada dimensi yang berbasis perilaku, tetapi belum terlihat pada dimensi yang bergantung pada sumber daya dan struktur organisasi. Penguatan tata kelola, infrastruktur yang aksesibel, sistem informasi, dan mutu pelayanan inklusif disabilitas perlu diprioritaskan di tingkat Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk mendukung komitmen kader yang telah tinggi. Kata kunci: kesiapan organisasi untuk berubah; kualitas layanan inklusif; disabilitas; posyandu siklus hidup; kesetaraan kesehatan.

The transformation of primary healthcare through the Life Cycle Posyandu requires services that are inclusive of people with disabilities; however, its success depends on the readiness of the implementing organisations. This study aims to analyse the relationship between organisational readiness for change and the quality of disability-inclusive services. The study employed a cross-sectional design involving 36 Life Cycle Posyandu units in standalone buildings within the working area of the UPTD Puskesmas Limo, Depok City, selected using a total sampling approach. Organisational readiness was measured using the Organisational Readiness for Implementing Change (ORIC) instrument, whilst the quality of inclusive services was measured based on the six dimensions of health equity defined by the WHO (2022). Data were analysed using Spearman's correlation test (α = 0.05). The results showed that organisational readiness was in the high category (mean 4.02), whilst the quality of inclusive services was in the moderate category (mean 3.13) with wide variation across dimensions. Organisational readiness was significantly and strongly associated with the service model dimension (ρ = 0.889; p < 0.001) and staff capacity (ρ = 0.766; p < 0.001), and was moderately associated with overall service quality (ρ = 0.585; p < 0.001), Conversely, organisational readiness was not significantly associated with the dimensions of governance, physical infrastructure, information systems, and service quality. These findings indicate a gap between organisational readiness and service implementation. High psychological readiness among Posyandu cadres’ was evident in behaviour-based dimensions but was not yet apparent in resource- and organisational-structure-dependent dimensions. Strengthening governance, accessible infrastructure, information systems, and service quality that is inclusive of people with disabilities needs to be prioritised at the Community Health Centre (Puskesmas) and Health Office levels to support the already high level of commitment among Posyandu cadres’.  Keywords: organizational readiness for change; inclusive service quality; disability; life-cycle Posyandu; health equity

Read More
T-7553
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedk Indo. (MKI), Vol.44, No.5, Mei. 1994, hal. 275-277
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutisna / Pembimbing: I Made Djaja
S-697
Depok : FKM UI, 1993
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive