Ditemukan 33845 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ashari Sapta Adhi; Pem. Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Darwin P. Gurning
S-4991
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hesti Utami Dewi; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-4685
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fisya Estyani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Muhammad Ali
S-5768
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rina Febriana; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Hana Rimadini
S-9543
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Iwan Iskandar; Pemb. Laila Fitria, Dewi Susanna; Peng. Artha Prabawa, Warmo Sudrajat, Widyawati
T-2675
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Asep Ridwan; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Hendra, Indri Hapsari
S-5077
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fajaria Nurcandra; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Didik Supriyono
Abstrak:
Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup seriusdi Kabupaten Karawang. Angka kejadian diare di wilayah ini termasuk tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2012, kasus diare di Kabupaten Karawang pada tahun 2012 sebanyak 75.892 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko diare di DesaSedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Disain penelitian adalah kasuskontrol. Kasus merupakan ibu dari anak usia di bawah 12 tahun yang menderitadiare selama sebulan terakhir dan kontrol merupakan ibu dari anak usia di bawah12 tahun di Desa Sedari yang tidak menderita diare selama sebulan terakhir.Jumlah sampel kasus yaitu 29 responden dan kontrol 116 responden. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari kegiatan assessment Program DesaBinaan CSR Pertamina dan FKM UI. Variabel pada penelitian ini ialah jumlah anggota keluarga, umur ibu, pendidikan ibu, sarana air bersih, jamban, dan pengelolaan sampah keluarga. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kejadian diare (nilai p<0,1) danOdds Ratio1,435 (CI 95% 0,248-2,980) untuk kategori tidak sekolah / tidak lulusSD serta Odds Ratio 0,552 (CI 95% 0,102-2,980) untuk kategori lulus SD / lulus SMP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor risiko yang paling dominan adalah pendidikan ibu.
Kata kunci : diare, kasus kontrol, anak-anak, faktor risiko
Diarrhea is still a public health problem that is serious enough inKarawang district. The incidence of diarrhea in this region is high in recent years.In 2012 , cases of diarrhea in Karawangdistrict in 2012 as many as 75 892 cases.This study aims to analyze the risk factors for diarrhea in Sedari Village ,District Cibuaya , Karawangdistrict . The design was a case-control study . Thecase is a mother of a child under 12 years of age suffering from diarrhea for thepast month and control the mother of children aged under 12 years in the villageof Sedari that does not suffer from diarrhea during the past month . The number ofsample cases are 29 respondents and controls are 116 respondents . The data usedare secondary data from assessment activities CSR Pertamina Village ProgramPatronage and FKM UI . Variable in this study is the number of family members ,maternal age , maternal education , clean water , latrines , and waste managementfamily. The results of the bivariate analysis showed a significant associationbetween maternal education with incidence of diarrhea ( p < 0.1 ) and Odds Ratio1.435 ( 95% CI 0.248 to 2.980 ) for the category of no school / no pass elementaryand Odds Ratio 0.552 ( 95 % CI 0.102 to 2.980 ) for the category of graduatingelementary / junior high school graduation. The conclusion of this study is themost dominant risk factor is maternal education.
Keywords : diarrhea, case-control, children, risk factors
Read More
Kata kunci : diare, kasus kontrol, anak-anak, faktor risiko
Diarrhea is still a public health problem that is serious enough inKarawang district. The incidence of diarrhea in this region is high in recent years.In 2012 , cases of diarrhea in Karawangdistrict in 2012 as many as 75 892 cases.This study aims to analyze the risk factors for diarrhea in Sedari Village ,District Cibuaya , Karawangdistrict . The design was a case-control study . Thecase is a mother of a child under 12 years of age suffering from diarrhea for thepast month and control the mother of children aged under 12 years in the villageof Sedari that does not suffer from diarrhea during the past month . The number ofsample cases are 29 respondents and controls are 116 respondents . The data usedare secondary data from assessment activities CSR Pertamina Village ProgramPatronage and FKM UI . Variable in this study is the number of family members ,maternal age , maternal education , clean water , latrines , and waste managementfamily. The results of the bivariate analysis showed a significant associationbetween maternal education with incidence of diarrhea ( p < 0.1 ) and Odds Ratio1.435 ( 95% CI 0.248 to 2.980 ) for the category of no school / no pass elementaryand Odds Ratio 0.552 ( 95 % CI 0.102 to 2.980 ) for the category of graduatingelementary / junior high school graduation. The conclusion of this study is themost dominant risk factor is maternal education.
Keywords : diarrhea, case-control, children, risk factors
S-8106
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Noviaji Joko Priono; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Erdy Techrisna, Marina Kartikawati
Abstrak:
Musculoskeletal Symptoms (MSS) merupakan salah satu gangguan yang sangat umum terjadi dan menjadi masalah kesehatan para pekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko individu, organisasi, lingkungan, fisik dan psikososial dengan MSS pada pekerja pabrik di Karawang, Indonesia. Metode: Desain study yang digunakan adalah cross sectional. Data dikumpulkan dari Januari- Juni 2019 melalui survey online pada 288 pekerja secara acak. Data dianalisis dengan menggunakan regresi logistik. Hasil: Prevalensi MSS pada leher, bahu, punggung atas dan punggung bawah lebih dari 60%. Jumlah rata-rata keluhan pada periode 7 hari terakhir adalah 4,3 keluhan dan periode 12 bulan terakhir adalah 4,8 keluhan dari total 9 bagian tubuh. Pekerja yang mengalami stress dapat meningkatkan risiko MSS pada leher 4,25 kali. Berat beban angkat >10kg meningkatkan risiko terjadinya MSS pada bahu sebesar 2,33 kali, punggung atas 3,25 kali, dan punggung bawah 3,52 kali. Kesimpulan: Kami menyimpulkan bahwa perlu ada perhatian khusus pada pekerja yang mengangkat beban berat dan juga manajemen stress karena kedua hal tersebut adalah faktor dominan yang dapat meningkatkan MSS
Read More
T-5715
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Risa Rosmalin; Pembimbing; Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Mayarni
T-3529
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Taqwa Khalifah Islam; Pembimbing:R. Abdul Kadir; Penguji: R. Hendriyanto Dwi Prabowo, Fatma Lestari
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai implementasi prosedur bekerja pada pekerjaan di ketinggian di sektor konstruksi tahun 2025 sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di PT. X. Dengan tujuan untuk menjelaskan gambaran implementasi engineering control; administrative controls dan PPE. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan metode pendekatan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh total persentase tingkat implementasi sistem perlindungan pada pekerja yang bekerja di ketinggian di PT. X yaitu terpenuhi sebesar 91,92%; terpenuhi sebagian sebesar 7,18% dan tidak terpenuhi sebesar 1,3%. Dari hasil yang didapatkan untuk implementasi terpenuhi sebagian yaitu karena guardrail tidak menggunakan toe boards tetapi menggunakan blue net; scaffold belum dilengkapi dengan tujuan penggunaan, beban kerja yang aman dan tanggal inspeksi. Sedangkan untuk implementasi tidak terpenuhi yaitu guardrail yang digunakan ditemukan tidak memiliki bagian yang lengkap setelah pemasangan eskalator. Selain itu, scaffold yang digunakan juga tidak memiliki bagian lengkap karena pekerja merupakan pekerja baru dan belum memiliki pengalaman bekerja di proyek, serta pekerja turun dari scaffold tidak menggunakan tangga yang sudah tersedia. Dengan begitu, tingkat implementasi dari ketiga aspek yaitu engineering controls; administrative controls dan PPE yang ada hingga saat ini dianggap sudah terimplementasi dengan baik. Sehingga diharapkan untuk mampu mencegah kecelakaan kerja bagi pekerja yang bekerja di ketinggian.
Read More
This study discusses the implementation of work procedures at heights in the construction sector in 2024 as an effort to prevent work accidents at PT. X. With the aim of explaining the picture of the implementation of engineering control; administrative controls and PPE. This study uses a descriptive research design with quantitative and qualitative approach methods. Based on the results of the study, the total percentage of the level of implementation of the protection system for workers working at heights at PT. X is fulfilled by 91.92%; partially fulfilled by 7.18% and not fulfilled by 1.3%. From the results obtained for the implementation of partially fulfilled, namely because the guardrail does not use toe boards but uses blue net; the scaffold has not been equipped with the purpose of use, safe workload and inspection date. While for the implementation not fulfilled, the guardrail used was found to have incomplete parts after the installation of the escalator. In addition, the scaffold used also did not have complete parts because the workers were new workers and had no experience working on the project, and workers went down from the scaffold did not use the available stairs. Thus, the level of implementation of the three aspects, namely engineering controls; administrative controls and PPE that exist to date are considered to have been implemented well. So it is hoped that it will be able to prevent work accidents for workers who work at heights.
S-12027
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
