Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26364 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Adhitya Ryan Saputra; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak:
Pada masa sekarang kendaraan merupakan sarana yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Hal ini disebabkan adanya kebutuhan manusia untuk berpindah tempat amaun memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat yang Iain dengan Iebih efektif dan efisien. Teknologi yang terus berkembang telah mendorong terciptanya kendaraan yang bertenaga besar dan berkecepatan tinggi jauh dari kemampuan manusia. Kecepatan yang tinggi serta tenaga yang besar inilah yang menjadi bahaya utama dan menjadikan berkendaraan merupakan kegiatan yang mengandung resiko kecelakaan yang cukup besar. Penelitian dilakukan di PT Pertamina EP area Jambi yang melibatkan kendaraan operasional yang digunakan. Operasi kendaraan ini menjadi perhatian karena adanya peningkatan angka kecelakaan yang terjadi. Berangkat dari permasalahan diatas dilakukan penelitian dengan tujuan mendapatkan gambaran besar peranan faktor yang berhubungan dengan kecelakaan bermotor di area operasional PT Pertamina EP Jambi antara Iain faktor Unsafe Action, Unsafe Conditon serta Law lnforecement. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan disain cross sectional, yakni mengambil data pada sesuatu waktu (one point in time), dimana pengumpulan data dan observasi dilakukan dalam waktu bersamaan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya faktor-faktor yang cukup menonjol peranannya dalam kecelakaan bermotor di area operasional PT Pertamina EP Jambi dan tinjauan lebih Ianjut terhadap faktor2 yang menonjol tersebut mengarah kepada 2 hal pokok yang perlu ditingkatkan yaitu perilaku pengemudi dan kondisi tidak aman.

Currently the use of vehicles is becoming integrated with daily life activities of people.this situation is related to the need of people to have reliable of transportation which ins more effective and efficient for moving and objects or goods or other else from one place to another technology development has invited vehicles, which having great power and capable to move faster. Consequently,these great power speed are major hazard lead to accident during its operation. Research has conducted at PT Pertamina EP area of Jambi entangling vehicle of used operational. this Vehicle operation become attention caused by improvement of accident number that happened. Starting from the above problem,this research is carried out to achive the objective to have a view regarding the contribution of each factor to the accident of motor vehicle at Operation area PT PERtamina EP Jambi e.g Unsafe Action,Unsafe Condition, and Law lnforcement. This research use quantitative approach and qualitative designed by sectional cross, namely take data at something time ( time in point one), where data collecting and observation conducted during at the same time. The conclusion of this research shown that the prominent factors are strongly contributed in motor vehicle in Operation area PT PERtamina EP Jambi. Further classification concluded that 2 major factors, driving behavior and unsafe condition should be improved.
Read More
T-2547
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Uditomo; Pembimbing: Robiana Modjo
T-1645
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Budiarto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Wawan Irawan
Abstrak:
PT PERTAMINA EP juga telah mengembangkan Sistem Manajemen K3 yang terintegrasi dalam Pendirian Sistem Manajemen Health, Safety dan Environment (SMHSE) yang terdiri dari l3 (tiga belas) elemen. Salah Satu Area Operasi PT PERTAMINA EP Region Sumatera adalah Area Pendopo yang melaksanakan kegiatan eksplorasi dan produksi serta transmisi sumber daya migas. Kegiatan tersebut disadari memiliki potensi menimbulkan dampak terhadap aspek Kesehatan dan Keselamatan Kelja (K3). Salah satu dampak terhadap aspek K3 yang merugikan yang terjadi Area adalah teljadinya kebakaran/ledakan, kecelakaan, kerja. Dari beberapa kejadian kecelakaan kerja, kebakaran/ledakan yang teljadi di Area Pendopo, jika dilihat dari konsep Kesehatan dan Keselamatan Kelja (K3) pada era modem yang dikemukakan oleh Frank Bird (1967) dan Loftus (1970), Dan Petersen bahwa kejadian yang terjadi 1ebih disebahkan oleh ketimpangan manajemen (lack of management control). Oleh karena itu pedu dilakukan evaluasi penerapan Sistem Manajemen HSE PT PERTAMINA EP Region Sumatera Area Pendopo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Data kualitatif Elemen Sistem Manajemen HSE yang telah dikembangkan oleh PT PERTAMINA EP dalam bentuk tabel dan narasi dianalisis dengan membandingkan dengan Sistem Manajemen K3 yang telah dikembangkan oleh BP M!GAS yang mengaeu pada persyaratan OHSAS 18001 : 1999, OHSMS Australian/New Zealand Standard 4801 : 2001 dan OHSMS ILO : 2001. Data kualitatif kondisi eksisting penerapan Sistem Manajemen HSE diperoleh dari basil wawancara, observasi dokumen dan tinjauan. Kesimpulan dari penelitian mengenai perbarulingan Sistem Manajemen HSE yang dikembangkan oleh PT PERTAMINA EP dengan Sistem Manajemen K3 BP MIGAS secara substansi sarna. Untuk evaluasi penerapan Sistem Manajemen HSE PT PERTAMINA EP Area Pendopo diketahui bahwa tingkat pencapaian penerapannya adalah 59,98%. Saran dari peoelitian mengenai perbandingan Sistem Manajemen HSE yang dikembangkan oleh PT PERTAMINA EP dengan Sistem Manajemen K3 BP MIGAS adalah PT PERTAMINA EP perlu mengembangkan 2 (dua) elemen dalam Sistem Manajemen HSE yaitu ; elemen Manajemen Risiko dan Tinjauan Ulang Manajemen. Untuk Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen HSE PT PERTAMINA EP Area Pendopo adalah Kebijakan HSE perlu dijabarkan lebih spesifik sesuai deogan kondisi setempat, sebaikaya program HSE tersusun lengkap dengan jangka waktu, pencapaian sasaran dan tujuan bidang HSE dan dirumuskan dalam bentuk sasaran pokok dan target-target kuantitatif, perlu dilakukan pelatiben aspek HSE bagi pekelja yang pekeljasnnya berisiko bahaya tinggi, dilakukan identiflkasi behaya pada tahap disain konseptuadibuat dan dikembangkan prosedur keselamatan kelja operasi, inspeksi peralatan agar dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, dalarn setiap kemasan bahan dan produk perlu dilengkapi lembar data keselarnatan bahan, perlu ditinjau dan dianalisis aspek HSE terhadap setiap perubehan, dibuat dan dikembangkan prosedur komunikasi internal dan ekstemal, dibuat dan dikembangkan prosedur penanggulangan keadaan darurat, dilakukan panyelidikan setiap kejadian near miss, dokumen parlu dikelompokkan sesuai.

In the globalization era Indonesia is in its reforming phase anticipating the free trade in 2020 along with all consequences to our Jives. To strengthen our competitiveness in the globalization era, preferred standardization is required; qua1ity management, environmental management and occupational safety and health management. PT PERTAMINA EP has also developed its HSE Management System integrated with Health, Safety and Environment Management System Guideline (SMHSE) comprising 13 (thirteen) elements. One of the operating areas ofPT PERTAMINA EP, Sumatera Region is Pendopo Area engaged in explorations and productions as well as oil and gas transmission. It is known that these operations would bear potential impacts on Occupational Health and Safety. Some of the adverse impacts on HSE in this area include fire/explosion and occupational accident. By occupational accidents and fire/explosion occurred in Pendopo Area, in the context of Occupational Health and Safety in modem area stated by Frank Bird (1967) and Loftus (1970) and Peterseen, such events are mostly attributable to Lack of Management Control. For that reason, evaluation on HSE Management of PT PERTAMINA EP Sumatera Region, Pendopo Area must be performed. The method applied in the research is descriptive analytical. Qualitative data of HSE Management System developed by PT PERTAMINA EP in tables and narrations are analyzed by comparing the internal HSE system ofBP M!GAS by OHSAS 18001: 1999, OHSMS, Australian/New Zealand Standard 4801; 2001 and OHSMS ILO: 2001. Qualitative data of the existing condition of HSE Management System is generated through interview, observation and site review, later analyzed by comparing HSE Management System ofPT PERTAMINA EP. substantially equal. Based on evaluation on HSE Management System of PT PERTAMINA EP, Pendopo Area, the achievement level is 59,98%. Recommendations generated from the research on comparative analysis on HSE Management System developed by PT PERTAMINA EP and BP Migas; PE PERTAMINA EP needs to develop 2 (two) elements in its internal HSE Management System; Risk Management and Management Review. Based on evaluation on HSE Management System ofPT PERTAMINA EP, Pendopo Area, HSE specific policy must be established and fu!ly elaborated by looking at local conditions, HSE PROGRAM shall be fully organized with specific perind, quantitative target achievement, specific HSE training must be delivered for workers highly exposed to occupatioual risk, hazard identification during conceptual design phase, occupational safety procedures shall be organized fur equipment operating and inspection as per fixed schedule, in each package of materials and products, material safety data sheet must be attached, review and analysis on HSE aspect on changes, internal and external communication procedures must be set up and developed, emergency response. near miss investigation, documents shall be grouped as per classification level.
Read More
T-2583
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizqy Chandra Eka Putra; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penfuji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7244
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Putra Hendrizal; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Analisis risiko pada pipa 6” crude oil SP PDT I - SP Tambun di PT Pertamina EP Region Jawa Field Tambun tahun 2013 ini dilakukan mengingat adanya potensi bahaya dan risiko yang mengancam keselamatan pekerja dan masyarakat di sekitar jalur pipa. Penelitian yang bersifat deskriptif analitik dan dilakukan dengan menggunakan metode analisis semi kuantitatif ini bertujuan untuk mendapatkan nilai dan level risiko yang ada.
 
Hasil penelitian yang menggunakan sistem skoring berdasarkan Model Studi Zulkifli Djunaidi ini menunjukkan bahwa nilai probabilitas dari pipa yang diteliti adalah 13,05 poin dengan nilai konsekuensi sebesar 5,11 poin. Berdasarkan perhitungan, nilai risiko relatif-nya adalah 2,55 sehingga termasuk level risiko High Risk berdasarkan Tabel ALARP Kriteria (EPA, 2004). Oleh sebab itu, perlu dilakukan tindakan perbaikan dan pengendalian yang tepat untuk risiko yang memberikan kontribusi besar terhadap kemungkinan terjadinya kebocoran, kebakaran, dan ledakan pada pipa.
 

Risk analysis for 6” crude oil pipeline system SP PDT I - SP Tambun at PT Pertamina EP Java Region Field Tambun 2013 has to be done because the presence of the hazards and risk potential that threats not only employee’s safety but also people’s safety around the pipeline Right of Way (ROW). This analytical descriptive research that uses semi-quantitative analytical method has a purpose to assess the existing risk score and risk level.
 
The result of this research that uses scoring system based on Zulkifli Djunaidi’s Study Model shows that the probability’s score is 13.05 points and the consequence’s score is 5.11 points. Based on calculation, the relative-risk score is 2.55 and belongs to High Risk Level based on ALARP Criteria Table (EPA, 2004). Therefore, an appropriate improvement and controlling system need to be performed for the pipeline major risks by PT Pertamina EP Java Region Field Tambun.
Read More
S-8031
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
E. Basarthus Purba; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Wawan Irawan
T-2667
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Nofrianto; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Irma Setiawaty Wulandari
S-7882
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pia Ananda; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Adrianus Pangaribuan
S-7591
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bukhori; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Farida Tusafariah
Abstrak:

ABSTRAK Aktivitas rig up lokasi well service PT. Pertamina EP Region Jawa Field Jatibarang dapat berpotensi terjadi kecelakaan berupa kerusakan peralatan rig, maupun fatality pada manusia yang dilakukan oleh operator rig. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui probabilitas terjadinya human error dan violation pada aktivitas rig up yang dilakukan oleh operator rig. Skill, rule dan knowledge base error merupakan klasifikasi yang dipengaruhi oleh jenis informasi yang terlibat dalam kegiatan industri yang dikembangkan oleh J Rasmussen. Menurut Reason, terjadinya tindakan violation adalah keputusan secara sadar, sedangkan error terjadi terlepas dari kehendak seseorang untuk menghindari. Probabilitas terjadinya potensi human error dan violation yaitu ketika operator rig melakukan tahapan task yang salah selain standard operating procedure. Sekitar 63,9% probabilitas rule based error dari 111 tahapan task rig up. Bagi perusahaan lakukan training, pengawasan, review standard operating procedure, dan inspeksi. Bagi operator rig meningkatkan komunikasi dua arah secara jelas antara operator rig dan sinyalman. Bagi peneliti lain sebagai referensi melakukan kajian error dan violation pada rig pemboran.


ABSTRACT Rig up Activity on well service locations PT. Pertamina EP Region Jawa Field Jatibarang could potentially accident rig equipment damage, or fatality in humans conducted by the rig operator. The purpose of this study is to investigate the probability the potential of human error and violation rig up on the activities carried out by the rig operator. Skill, rule and knowledge base classification error is influenced by the type of information involved in industrial activities developed by J. Rasmussen. According to Reason, the act of violation is a conscious decision, while the error occurs regardless of the will of a person to avoid. Probability the potential of human error and the potential violation is when the rig operators did the wrong stage of the task in addition to standard operating procedure. Approximately 63.9% chance of error of rule-based task rig up 111 steps. For companies doing training, supervision, review standard operating procedure, and inspection / standardization. For rig operators improve two-way communication between the operator clearly and signalman rig. As a reference for other researchers to study error and violation on the drilling rig.

Read More
T-3644
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Aisyah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati, Oktomi Wijaya, Annes Waren
Abstrak: Kecelakaan kendaraan bermotor adalah penyebab utama yang fatal di PT X. Jumlah kejadian kecelakaan kendaraan bermotor (motor vehicle crash/MVC) di PT X untuk wilayah operasi Sumatera, lebih banyak dibandingkan jumlah kejadian kecelakaan kerja lainnya. PT X telah menerapkan sebelas model kebijakan keselamatan berkendara (Motor Vehicle Safety/MVS) dari tahun 2012 hingga 2019. Dari laporan kinerja MVS di tahun 2019, diketahui bahwa tren kejadian MVC di PT X menujukkan penurunan setiap tahunnya yaitu 55 kejadian pada tahun 2012 menjadi 24 kejadian pada tahun 2019. Tujuan penelitian untuk mengetahui kebijakan yang berkontribusi menurunkan kejadian kecelakaan dalam kurun waktu itu, sebagai titik kritis yang menjadi perhatian untuk dikembangkan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data kecelakaan kendaraan bermotor dari tahun 2012 hingga 2019 dengan metode Change Point Analysis untuk mencari titik perubahan tingkat kejadian kecelakaan sepanjang periode 2012 hingga 2019. Selanjutnya diidentifikasi bagaimana penerapan atau perubahan kebijakan MVS yang telah dilakukan oleh PT X, baik sebelum atau sesudah periode perubahan tingkat kejadian MVC. Pada akhirnya dilakukan analisis konten untuk mengetahui hubungan faktor risiko dan kejadian MVC dalam kurun waktu sebelum atau sesudah periode perubahan dengan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan dari total 315 kejadian MVC dideteksi 1 titik perubahan dalam tingkat kejadian MVC yang ditemukan pada Januari 2017, dipengaruhi oleh sembilan rangkaian model yang selesai diselenggarakan pada Mei 2016. Tingkat kejadian MVC menunjukkan penurunan 32% (=0,68; 95%; 0,47- 1,01). Disimpulkan kebijakan Field Verification Competency yang selesai diselenggarakan pada Mei 2016 terbukti menurunkan tingkat kejadian MVC di PT X
Motor vehicle crash are the main cause of serious incident at PT X. The number of motor vehicle crash (MVC) at PT X in Sumatra operations are more than the number of other occupational incident. PT X has implemented eleven models of motor vehicle safety (MVS) policies in period 2012 to 2019. MVS performance report in 2019 shows that the trend of MVC incidents is decreasing for each year i.e., 55 incidents in 2012 to 24 incidents in 2019. The objective of the research is to determine the policies that contribute in reducing the incident during that period, as a critical point of concern to be developed. The research was conducted with a quantitative approach, using motor vehicle incident data from 2012 to 2019 with the Change Point Analysis method to find the point of change in the incident rate throughout the period 2012 to 2019. Furthermore, it is identified how to implement or change the MVS policy, whether before or after the MVC event rate change period. Finally, content analysis was carried out to determine the relationship between risk factors and MVC events in the period before or after the change period with bivariate analysis. The results showed that out of a total of 315 MVC events, one point change in the MVC incident rate was detected in January 2017, influenced by nine series of models that were completed in May 2016. The MVC rate showed a decrease of 32% (= 0.68; 95%; 0.47- 1.01). It was concluded that the Field Verification Competency policy, which was completed in May 2016, was proven to reduce the MVC incidence rate at PT X
Read More
T-6344
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive