Ditemukan 39434 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ahmad Mursidi; Pemb. Bambang Wispriyono; Peng. Haryoto Kusnoputranto, Ririn A. Wulandari, Ahmad Wikarya, Akhrul Aprianto
Abstrak:
Read More
Air merupakan sumber kehidupan bagi manusia. tidak ada satupun mahluk hidup termasuk manusia dapat bidup tanpa air, Air yang baik dan sehat adalah air yang teiah memenuhi persyaratan kesehatan baik fisikimia, biologi maupun radioaktivitas, sesuai dengan persyaratan kualitas air minum Kepmenkes nomor 907/MENKES/SK/VII/2002, Kualitas air minum parameter kimla kromium heksavalen dan arsen di kelurahan Karanganyar telah melebihi persyaratan kualits air minum Kepmenkes tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perkiraan risiko kesehatan akibat pajanan logam kromiun heksavalen dan arsen dalam air minum. Penelitian ini dilakukan terhadap penduduk Karanganyar yang menggunakan sarana air bersih sumur gali sebagai sumber air minum sebanyak 200 orang, dan pemeriksaan sampel air minum sebanyak 32 sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwa persentase responden yang mempunyai risiko penyakit non kanker akibat pajanan kromium heksavalen (RQ !) sedangkan persentase responden yang telah me!ampaui batas risiko penyakit non kanker akibat pajanan arsen (RQ> I) sebesar 59%.Besar risiko kanker akibat pajanan arsen rata rata pada responden sehesar 1,5 per !0.000 penduduk. Konsentrasi krornium heksava!en terbukti mempunyai huhungan dengan risiko kesehatan (p < 0,05) dengan nilai r = 0,927 dan hubungannya sangat kuat Konsentrasi arsen juga mempunyai hubungan dengan risiko kesehatan (p < 0,05) dengan nilai r = 0,936 dan hubungannya sangat kuat. Kandungan kromium heksavalen dan arsen merupakan risk agent yang mempunyai hubungan sangat kuat dengan risiko kesehatan. maka perlu kirnnya dilakukan pemantauan dan pengendaiian terhadap risk agent tersebut dengan melakukan perbaikan dan penyedirum air minum yang haik dan sebat. Pemerintah daerah sudah seharusnya melalui dinas terkait untuk melakukan perencanaan program penyediaan dan perbalkan kualitas air, agar masyarakat terhindar dari risiko kesehatan akibat air minum yang tidak sehat.
Water is 1ife source for human, no creature including human could Jife without water. Good and healthy water is fulfilling health prerequirement whether physical, chemical. biology or radioactivity, according to water quality prerequirement of Kepmenkes number 9071MENKES/SKN1Ii2002. Chemical parameter of water quality of chromium heksavalen and arsenic at Kalanganyar chief of village has surpassing surpassing water quality prerequirement of Kepmenkes. Research objective is to identity consequance of health risk measurement from chronium heksavalen metal exposure and arsenic in drinking water. This research performed to Kalanganyar residence that using hygiene well medium as drinking water source of 200 people, and drinking water sample examination of 32 samples. Research result ob!ained that respondent percen!age, which has non-cancer disease risk because of chromium heksavalen exposure (RQ>l) as much as 16%, while Ii respondent percentage that has surpassing limitation of non cancer of arsenic exposure (RQ>I) as much as 59%. Cancer risk mte because of arsenic exposure averagely in respondent is 1.5 per 10,000 residences. Concentration of chromium heksava!en sho\ved has a relation with health risk (p < 0.05) with r-value = 0.927 and the relation is very strong. Concentration of arsenic also showed has a relation with health risk (p < 0.05) with r-value = 0.936 and the relation is very strong. Substances of chromium heksavalen and arsenic is risk agent that has strong relation with health risk, therefore require to performed monitoring and controlling toward risk agent by performing maintenance and providing good and healthy drinking water. Regency government through related department of providing and maintaining water quality. so that public avoided from health risk of unhealthy drinking water.
T-2616
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kirana Mahadewi Heryadi; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Achmad Samudera
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Kampus Universitas Indonesia memiliki fasilitas pelayanan alat penyedia air siap minum yang dapat mengubah air tanah menjadi air siap minum. Penggunaan air tanah masih dominan di Kampus Universitas Indonesia Kota Depok. Kota Depok memiliki karakteristik jenis tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan sedimen sehingga air tanah Kota Depok berpeluang mengandung logam berat berupa mangan dan kromium heksavalen. Tujuan: Mengestimasi besaran risiko kesehatan akibat pajanan mangan dan kromium heksavalen melalui asupan air siap minum yang dikonsumsi mahasiswa Universitas Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian dilakukan pada tahun 2023 di Kampus Utama Universitas Indonesia yang terletak di Kota Depok, Jawa Barat. Total responden yang diwawancarai sebanyak 60 mahasiswa dan sampel air siap minum berjumlah 9 sampel yang dikumpulkan dari 8 fakultas yang berbeda. Hasil: Terdapat 1 sampel air siap minum yang kadar konsentrasi mangannnya melebihi standar baku mutu dan kadar konsentrasi kromium heksavalen pada seluruh sampel air siap minum sudah memenuhi standar baku mutu berdasarkan Permenkes No 2 Tahun 2023. Jumlah estimasi rata-rata intake pajanan mangan dan kromium heksavalen masing-masing sebesar 1.21×10-5 mg/kg/hari dan 7.12×10-7 mg/kg/hari (realtime) serta 8.75×10-5 mg/kg/hari dan 5.15×10-6 mg/kg/hari (lifespan). Tingkat risiko pajanan mangan dan kromium heksavalen masing-masing sebesar 8.64×10-5 dan 2.37×10-4 (realtime) serta 6.25×10-4 dan 1.72×10-3 (lifespan). Hasil ini menunjukkan bahwa air siap minum tidak berisiko menimbulkan gangguan kesehatan (RQ ≤ 1) sehingga air siap minum aman untuk dikonsumsi.
Background: The University of Indonesia campus has a ready-to-drink water service facility that can convert groundwater into ready-to-drink water. The use of groundwater is dominant on the University of Indonesia campus in Depok City. Depok City has the characteristic of a soil type that is formed from the weathering of sedimentary rocks, so that Depok City's groundwater has the possibility of containing heavy metals, such as manganese and hexavalent chromium. Objective: To estimate the magnitude of health risk due to exposure to manganese and hexavalent chromium through the intake of ready-to-drink water consumed by University of Indonesia students. Methods: This research uses the Environmental Health Risk Analysis (ERHA) study approach. The research was conducted in 2023 at University of Indonesia campus in Depok City. The total number of respondents interviewed was 60 students, and 9 samples of ready-to-drink water were collected from 8 faculties. Results: There is 1 ready-to-drink water sample where the manganese concentration exceeds the quality standard, and the hexavalent chromium concentration level in all samples meets the quality standards based on Permenkes No. 2 of 2023. The estimated average intake of manganese and hexavalent chromium exposure respectively is 1.21×10-5 mg/kg/day and 7.12×10-7 mg/kg/day (realtime) and 8.75×10-5 mg/kg/day and 5.15×10-6 mg/kg/day (lifespan). The risk levels of exposure to manganese and hexavalent chromium respectively were 8.64×10-5 and 2.37×10-4 (realtime) and 6.25×10-4 and 1.72×10-3 (lifespan). These results indicate that ready-to-drink water has no risk of causing health problems (RQ ≤ 1), so can be classified as safe to drink water.
S-11253
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fata Islamy; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Abdul Rahman
Abstrak:
Depok dengan karakteristik tanah yang berasal dari pelapukan bahan organik dan mineralmenyebabkan sumber air tanah yang dijadikan bahan baku air minum penduduk KotaDepok dapat tercemar oleh logam berat seperti mangan dan kromium heksavalen.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghitung besar risiko kesehatan akibat pajananmangan dan kromium heksavalen melalui air minum. Terdapat 75 responden individudewasa yang berasal dari kecamatan Bojongsari, Cipayung, dan Sawangan diambildatanya untuk mengetahui antropometri dan pola asupan air minum sebagai faktorpajanan. Konsentrasi mangan dan kromium heksavalen diambil dari sampel air tanahyang diuji pada Survei Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Kota Depok tahun 2019.Setelah dilakukan perhitungan analisis risiko, tingkat risiko mangan pada konsentrasirata-rata untuk pajanan realtime (RQ= 0,27) dan lifespan (RQ= 0,35) serta kromiumheksavalen pada semua kategori dan skema (RQ = 0,36; 0,62; 0,47; 0,81) dinyatakanaman atau tidak berisiko (RQ ≤ 1). Sedangkan tingkat risiko pajanan pajanan mangandengan skema konsentrasi maksimal pada pajanan realtime (RQ= 1,3) dan lifespan (RQ=1,7) dinyatakan tidak aman atau berisiko (RQ > 1) untuk penduduk dewasa Kota Depok.Kata kunci: mangan, kromium heksavalen, analisis risiko, air minum, air tanah.
Read More
S-10239
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Sudarman; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Abdur Rahman, Laila Fitria, Ali Isha Whardana, Carolina Rusdy Akib
T-4527
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Sudarman; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Abdul Rahman, Laila Fitria, Ali Isha Whardana, Carolina Rusdy Akib
T-4529
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rizky Indriyani; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkota, Endah Kusumawardhani
Abstrak:
Kasus diare di Kabupaten Pandeglang masih cukup tinggi terutama diwilayah kerja Puskesmas Cibaliung, Labuan, dan Pagelaran dimana setengahnyaterjadi pada balita. Kasus diare pada tahun 2012 di Puskesmas Cibaliung, Labuan,dan Pagelaran masing-masing yaitu 244, 1.440, dan 686. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontaminasi Escherichia coli dalam air minum dan faktor sanitasi lingkungan dengan kejadiandiare akut pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cibaliung, Labuan, dan Pagelaran Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Tahun 2013. Disain penelitian yang digunakan adalah case control. Pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara langsung mengenai faktor risiko lingkungan dengan menggunakan kuesioner serta pengambilan sampel air minum dan usap alat minum balita.Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara kontaminasi Escherichia coli dalam air minum dan faktor sanitasi lingkungan dengan kejadian diare akut pada balita. Variabel yang memiliki hubungan dengandiare akut pada balita adalah status gizi, pengetahuan ibu/pengasuh, serta hygienesanitasi makanan dan minuman. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian diare akut pada balita adalah pengetahuan ibu/pengasuh sertahygiene sanitasi makanan dan minuman. Kata kunci: Escherichia coli, faktor sanitasi lingkungan, diare akut, balita
Cases of diarrhea in Pandeglang district is still high especially in Regionof Puskesmas Cibaliung, Labuan, and Pagelaran which is half of the caseshappened to underfive years children. Cases of diarrhea (2012) in PuskesmasCibaliung, Labuan, and Pagelaran are 244, 1.440, and 686.This study aims to analyze association between contamination ofEscherichia coli in drinking water and factor of environmental sanitation withunderfive years children acute diarrhea in region of Puskesmas Cibaliung,Labuan, and Pagelaran, Regency of Pandeglang Province of Banten in 2013. Thisstudy used case control design. The information collected by interview aboutenvironmental risk factor and laboratorium analyze of drinking water sample andtumbler swab.Conclusion of this study is contamination of Escherichia coli in drinkingwater and factor of environmental sanitation have not association with underfiveyears children acute diarrhea. Whereas nutrition, knowledge of mother, andhygiene sanitation of food and water have association with underfive yearschildren acute diarrhea. Main risk factor which causes underfive years childrenacute diarrhea are knowledge of mother and hygiene sanitation of food and water.Keyword: Escherichia coli, factor of environmental sanitation, acute diarrhea,underfive years children
Read More
Cases of diarrhea in Pandeglang district is still high especially in Regionof Puskesmas Cibaliung, Labuan, and Pagelaran which is half of the caseshappened to underfive years children. Cases of diarrhea (2012) in PuskesmasCibaliung, Labuan, and Pagelaran are 244, 1.440, and 686.This study aims to analyze association between contamination ofEscherichia coli in drinking water and factor of environmental sanitation withunderfive years children acute diarrhea in region of Puskesmas Cibaliung,Labuan, and Pagelaran, Regency of Pandeglang Province of Banten in 2013. Thisstudy used case control design. The information collected by interview aboutenvironmental risk factor and laboratorium analyze of drinking water sample andtumbler swab.Conclusion of this study is contamination of Escherichia coli in drinkingwater and factor of environmental sanitation have not association with underfiveyears children acute diarrhea. Whereas nutrition, knowledge of mother, andhygiene sanitation of food and water have association with underfive yearschildren acute diarrhea. Main risk factor which causes underfive years childrenacute diarrhea are knowledge of mother and hygiene sanitation of food and water.Keyword: Escherichia coli, factor of environmental sanitation, acute diarrhea,underfive years children
S-8069
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Hikmah Oktavianti; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Nanik Sri Rokhmani
Abstrak:
Pada pertambangan emas rakyat, akan terjadi pencemaran air raksa akibat proses pengolahan emas secara amalgamasi yang akan mempengaruhi kesehatan, disamping kerusakan alam lain seperti kerusakan bentang alam, erosi dan pendangkalan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran risiko kesehatan akibat pajanan merkuri pada air yang dikonsumsi oleh penduduk di wilayah pertambangan emas skala kecil, Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebakgedong , Kabupaten Lebak. Untuk menghitung besarnya risiko dilakukan sampling sebanyak 7 titik yang tersebar di 3 dusun dan dilakukan survey antropometri serta wawancara terhadap 72 penduduk yang tinggal di lokasi penelitian. Dari hasil pengukuran didapatkan nilai konsentrasi yang sama pada setiap sampel yaitu 0,0004 mg/L. Nilai RQ tertinggi jatuh pada responden dengan nilai 5.6522 dan nilai RQ terendah ada pada responden di Lebakpari dengan nilai RQ 0.2483.
Kata kunci: Analisis Risiko, Merkuri, Pertambangan Emas Skala Kecil
In gold mining, mercury pollution will occur due to the processing of gold amalgamation that will affect the health, in addition to other environmental damage such as damage to the landscape, erosion and silting of the river. This study aims to determine the amount of the health risks from exposure to mercury in water consumed by residents in the area of small-scale gold mining, the village Lebaksitu, Lebakgedong subdistrict, Lebak. To calculate the amount of risk sampling as much as 7 point spread in 3 hamlets and performed anthropometric survey and interviews with 72 people living at the sites. From the measurement results obtained concentration values were the same in each sample was 0.0004 mg / L. The highest RQ score is 5.6522 and the lowest RQ values exist among respondents in Lebakpari with RQ value 0.2483.
Keyword: Risk Assessment, Mercury, Artisanal Small Scale Gold Mining
Read More
Kata kunci: Analisis Risiko, Merkuri, Pertambangan Emas Skala Kecil
In gold mining, mercury pollution will occur due to the processing of gold amalgamation that will affect the health, in addition to other environmental damage such as damage to the landscape, erosion and silting of the river. This study aims to determine the amount of the health risks from exposure to mercury in water consumed by residents in the area of small-scale gold mining, the village Lebaksitu, Lebakgedong subdistrict, Lebak. To calculate the amount of risk sampling as much as 7 point spread in 3 hamlets and performed anthropometric survey and interviews with 72 people living at the sites. From the measurement results obtained concentration values were the same in each sample was 0.0004 mg / L. The highest RQ score is 5.6522 and the lowest RQ values exist among respondents in Lebakpari with RQ value 0.2483.
Keyword: Risk Assessment, Mercury, Artisanal Small Scale Gold Mining
S-9246
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Delyana Agustia Ning Tias; Pembimbing: Agustin Kesumayati; Penguji: Hartono, Budi ; Akib, Carolina Rusydi
Abstrak:
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang menggunakan teknik open dumping dalam pengelolaan sampahnya dinilai sangat berisiko terhadap lingkungan di sekitarnya karena adanya proses perlindian yang dapat mencemari tanah. Masyarakat yang menggunakan air tanah sebagai sumber air minumnya berisiko untuk terkena dampak kesehatan dari kandungan logam berat yang berasal dari cemaran air lindi. Kadmium dan timbal merupakan logam yang dapat bersifat toksik apabila dikonsumsi secara berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko kesehatan lingkungan untuk mengestimasi risiko kesehatan akibat pajanan logam kadmium dan timbal yang terdapat pada air minum masyarakat di sekitar TPA sampah Namo Bintang. Terdapat 96 sampel individu dewasa yang diperoleh melalui data sekunder dalam penelitian ini yang berasal dari dusun IV dan V Desa Namo Bintang. Sampel lingkungan adalah sampel air sumur masyarakat yang telah diambil pada penelitian sebelumnya oleh Ashar (2013) untuk kandungan timbal dan Ashar (2013) untuk kandungan kadmium. Dari hasil perhitungan analisis risiko menunjukkan bahwa tingkat risiko pajanan kadmium dan timbal melalui air minum pada masyarakat dengan skenario intake minimal dan rata-rata tidak berisiko atau aman untuk pajanan realtime maupun lifespan (RQ < 1) sedangkan untuk skenario maksimal, pajanan kadmium dan timbal untuk pajanan realtime dan pajanan lifespan dinyatakan berisiko (RQ > 1) sehingga diperlukan manajemen risiko yaitu dengan mengurangi konsentrasi asupan dan laju asupan. Selain itu, masyarakat juga harus menjaga TPA dengan tidak membuang sampah kembali disana dikarenakan TPA tersebut sudah ditutup, dan pemerintah juga dapat membantu dengan menyuplai air, baik itu air minum maupun air bersih dari sumber lain yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kata kunci: kadmium, timbal, analisis risiko, TPA, air minum, air sumur Landfill using open dumping method has potential risk to contaminate groundwater of the surrounding environment because of leaching process. Population that use groundwater as their drinking water source has health risk from heavy metal exposure. Cadmium and lead are toxic if they consumed in exessive ammount. This study use health environment risk analysis to estimate health risk from cadmium and lead exposure through drinking water at population around landfill Namo Bintang. There are 96 samples of secondary data from Dusun IV and V Namo Bintang village. Environment samples is well water from population households from Ashar (2013) for lead and Ashar (2016) for cadmium contains. From the calculation of risk analysis showed that risk level of cadmium and lead exposure through drinking water with minimum and mean scenario are not risky or safe for realtime and lifespan exposure (RQ < 1). For maximum intake scenario, cadmium and lead exposure are risky (RQ > 1) and need risk management with reduce consuming rate and agent concentration. Since the landfill was closed, the population also have to keep the landfill clean and do not throwing the waste into the landfill. The governance also can helping the population to fulfill their need of water with supplying water from safe and clean source. Keywords: cadmium, lead, risk analysis, landfill, well water, drinking water
Read More
S-9459
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eliza Eka Nurmala; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Didik Supriyono
S-7042
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zani Suhananto; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Suyud Warno Utomo, Budi Hartono, Carolina Rusdy Akib, Setyadi
T-4296
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
