Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30224 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Budi Lestyani; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Warmo Sudrajat
S-5142
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusmulyadi; Pembimbing : Ede Surya Darmawan; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Supryantoro, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak: Kebijakan pemerintah Republik Indonesia mengenai Keselamatan Pasien dituangkan dalamIUndang-UndangInomor 44Itahun 2009Itentang RumahISakit, khususnyaIpasal 43. Kemudianudijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 11 tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Kebijakan ini menjadi dasar kewajiban pelaksanaan Keselamatan Pasien bagi rumah sakit. Rumah sakit jiwa mempunyai keunikannya sendiri dibandingkan dengan rumah sakit umum, termasuk dalam ranah Keselamatan Pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berperan dalam kurang standarnya Keselamatan Pasien ditinjau dari perspektif implementasi kebijakan. Penelitianiini adalahipenelitian kualitatifidengan desainideskriptif yangidilaksanakan di RSJDeSungai BangkongeProvinsi KalimantaneBarat. 9 orangeinforman terlibatedalam penelitianfini. Pengumpulanfdata dilakukanfdenganfobservasi, telaahfdokumen, diikuti wawancaraimendalam danikemudian dilakukanianalisis dataikualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan 3 kelompok besar dalam kinerja penyelenggaraan keselamatan pasien belum terlaksana optimal. Telah ada produk kebijakan keselamatan pasien berupa keputusan direktur untuk pembentukan Sub Komite Keselamatan Pasien sebagai bagian dari Komite PMKP, namun hanya 1 dari 7 tugas Sub Komite Keselamatan Pasien yang telah dilaksanakan. Untuk ketersediaan sumber daya, terdapat kekurangan SDM keperawatan dan keamanan, serta belum adanya SOP dan panduan lainnya yang mengatur penyelenggaraan keselamatan pasien. Telah ada struktur organisasi yang relatif baik dalam bentuk Sub Komite Keselamatan Pasien. Kekurangan yang ditemukan dalam komponen kewenangan adalah belum adanya petugas Penggerak Keselamatan Pasien, serta adanya sikap menyalahkan individu dalam penerapan pelaporan IKP. Pada komponen fasilitas masih terdapat banyak kekurangan pada sumber daya penunjang, antara lain belum lengkapnya fasilitas fisik penunjang keselamatan dasar, tidak terdapat ruangan khusus dan fasilitas pendukung untuk administrasi, kurangnya pemanfaatan kemajuan teknologi, khususnya pada alat physical restraint dan sistem informasi untuk pendataan IKP yang baik. Dari komponen komunikasi terdapat kekurangan terutama pada jalur transmisi yang digunakan, yaitu kurangnya koordinasi dan sosialisasi yang terencana kepada para pelaksana pelayanan. Pada komponen pelatihan ditemukan standar pendidikan belum dipenuhi oleh RSJDSB untuk seluruh petugasnya. Tidak ada kebijakan insentif untuk petugas pelaksana dalam Penyelenggaraan Keselamatan Pasien. Secara keseluruhan implementasi kebijakan keselamatan pasien di RSJDSB tahun 2019 disimpulkan belum optimal sehingga diperlukan upaya perbaikan dan peningkatan pada ketersediaan sumber daya dan pelaksanaan program penyelenggaraan keselamatan pasien.
Read More
B-2091
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Kurniasih; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Iwan Ariawan, Tri Yunis Miko Wahyono, Amnur R Kayo, Gunawan Wahyu Nugroho
T-4754
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiyono; Pembimbing: Suyud Warno Utomo, Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Margareta Maria Sintorini, Enny Wahyu Lestari
Abstrak: Filariasis atau kaki gajah ialah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria dan ditularkan melalui gigitan berbagai jenis nyamuk. Penularan filariasis terjadi bila terdapat sumber penular yaitu manusia dan hewan (hospes), parasit (cacing filaria), vektor yaitu nyamuk yang infektif, manusia yang rentan, serta kondisi lingkungan yang sangat potensial untuk perkembang-biakan vektor, perilaku masyarakat yang berisiko lebih sering kontak dengan nyamuk. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor risiko lingkungan dan dinamika penularan dengan kejadian filariasis. Metode penelitian ini adalah penelitian Analitik observasional dengan desain case-control menggunakan pendekatan study retrospektif yaitu untuk menganalisis efek penyakit atau status kesehatan pada saat ini dan mengukur besar faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian filariasis pada masa yang lalu. Jumlah sampel sebanyak 126 responden, dengan perbandingan kasus : kontrol (1:2), dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan Keberadaan rawa (P:0,000;OR:5,200), Keberadaan sawah (P:0,041;OR:8,200), Keberadaan hutan semak (P:0,001;OR:6,460), Jenis Pekerjaan (P:0,000;OR:9,500), Tingkat Pengetahuan (P:0,000; OR:5,399), Kebiasaan keluar rumah malam hari (P:0,000;OR:7,300), Kebiasaan memakai obat anti nyamuk (P:0,004;OR:3,300), Kebiasaan menggunakan kelambu (P:0,000;OR:7,045), Keberadaan vektor (P:0,000;OR:7,263), dengan kejadian Filariasis, dan pada uji regresi logistic menunjukan faktor risiko paling signifikan Keberadaan hutan semak (P:0,002;OR:48,700), Jenis Pekerjaan (P:0,004;OR:39,919), Tingkat Pengetahuan (P:0,013;OR:11,206), Kebiasaan Keluar rumah malam hari (P:0,040;OR: 5,833), Kebiasaan memakai obat anti nyamuk (P:0,005;OR:10,680), dan Keberadaan vektor (P:0,005;OR:12,036) dengan kejadian Filariasis. Kesimpulan ada hubungan faktor risiko lingkungan dan dinamika penularan dengan kejadian Filariasis, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan mengurangi faktor risiko dan edukasi kepada masyarakat tentang upaya promosi dan pencegahan penularan filariasis. Kata kunci: Filariasis, faktor risiko lingkungan, sosial, budaya, dinamika penularan, Kabupaten Kubu Raya. Filariasis or elephantiasis is a chronic infectious disease caused by filarial worm infection and is transmitted through the bite of various types of mosquitoes. Transmission of filariasis occurs when there is a transmitting source of humans and animals (the host), parasites (filari worms), vectors of infective mosquitoes, vulnerable humans, and potential environmental conditions for vector breeding, risky behavior of peoples more frequent contacts With mosquitoes. The purpose of the study was to analyze the environmental risk factors and the dynamics of transmission with filariasis incidence. This research method is observational analytic research with case-control design using retrospective study approach that is to analyze the effect of disease or health status at this time and measure big risk factor which have influence to filariasis incident in the past. The sample counted 126 respondents, with case comparison: control (1: 2), conducted by interview and observation. Chi-square test (P: 0,041, OR: 5,200), Presence of paddy field (P: 0,041, OR: 8,200), Presence of paddy field (P: 0,001, OR: 6,460), Type of Work (P: 0.000; OR: 9,500), Knowledge Level (P: 0,000; OR: 5,399), Nighttime out habits (P: 0,000; OR: 7,300), Habits of using anti-mosquito (P: 0,004; OR: 3,300), Habit (P: 0,000; OR: 7,045), presence of vector (P: 0,000; OR: 7,263), with occurrence of filariasis, and on logistic regression test showed the most significant risk factor Presence of bush forest (P: 0,002; OR: 48,700) (P: 0,004; OR: 39,919), Knowledge Level (P: 0,013; OR: 11,206), Night Out Habits (P: 0,040; OR: 5,833), Habits of using mosquito repellent (P: 0,005; OR: 10,680), and the presence of a vector (P: 0.005; OR: 12,036) with filariasis occurrence. Conclusion there is a relationship of environmental risk factors and the dynamics of transmission with filariasis occurrence, so it is necessary to do prevention efforts by reducing risk factors and education to the public about the promotion and prevention of filariasis transmission. Keywords: filariasis, environmental risk factors, social, culture, dynamics of transmission,Kubu Raya West Kalimantan.
Read More
T-4891
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristie Hapsari Primaharini; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih, Made Dewa Angga
S-6637
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Lisdeni; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum, Darwel
Abstrak:
Salah satu fokus program pembangunan kesehatan di Indonesia saat sekarang merupakan stunting. Stunting adalah kegagalan pertumbuhan dan perkembangan karena multifaktor diantaranya sanitasi lingkungan yang buruk, asupan gizi kurang, penyakit infeksi, dll yang ditandai dengan tinggi atau panjang badan tidak sesuai dengan umurnya (TB/U20%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita yang dikaitkan dengan sanitasi lingkungan dan asupan gizi pada Balita 6-59 bulan di Wilayah Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat pada Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 189 sampel. Analisis data dilakukan dengan SPSS yaitu analisis univariat Distribusi Frekuensi, Analisis bivariate (Chi-square) dan analisis multivariat (regresi logistik). Terdapat hubungan yang bermakna antara variabel-variabel sanitasi lingkungan dan asupan gizi dengan kejadian stunting pada balita yaitu variabel perilaku BABS, variabel perilaku CTPS, variabel Pengolahan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-RT), variabel sarana dan kepemilikan jamban dan variabel asupan zat gizi. Semua variabel sanitasi lingkungan dan asupan gizi yang diteliti merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita karena memiliki OR>1 Sedangkan variabel yang paling besar pengaruhnya yaitu variabel CTPS. Terdapat faktor risiko sanitasi lingkungan dan asupan gizi terhadap kejadian stunting pada balita. Dan disarankan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemberantasan stunting dengan pemicuan STBM dan peningkatan asupan memberikan edukasi kepada ibu balita serta ibu hamil untuk memakan makanan beragam, bergizi dan seimbang serta meningkatkan pemberian PMT pada balita terutama PMT lokal bernilai gizi yang banyak di wilayah tersebut seperti Ikan. Perlu peningkatan kerjasama lintas sektor untuk memberantas faktor risiko sanitasi lingkungan yang buruk dan asupan gizi yang kurang pemicu stunting. Kata kunci: Stunting, balita 6-59 bulan, sanitasi lingkungan, asupan gizi, Batangkapas .

One of the current focuses of health development programs in Indonesia is stunting. Stunting is failure of growth and development due to multiple factors including the poor environmental sanitation, the inadequate nutritional intake, the infectious diseases, etc. which is characterized by height or body length that is not appropriate for age (TB/U 20%). The goal of the research is ttg=termine the risk factors for stunting in toddlers which are associated with environmental sanitation and nutritional intake in toddlers 6-59 months . The design of this research is cross sectional with a total sample of 189 samples. Data analysis was carried out using SPSS, namely Frequency Distribution univariate analysis, bivariate analysis (Chi-square) and multivariate analysis (logistic regression). There is a significant relationship between environmental sanitation variables and nutritional intake and the incidence of stunting in toddlers, namely the behavioral variable of ODF, the behavioral variable of CTPS, home food and drink processing (PAM-RT) variable, latrine ownership variable and nutrient intake variable. All environmental sanitation and nutritional intake variables studied are risk factors for stunting in toddlers because they have OR> 1. Meanwhile, the variable with the greatest influence is the CTPS variable. There are risk factors for environmental sanitation and nutritional intake in the incidence of stunting among toddlers. And it is recommended that the Community Health Center and Health Service eradicate stunting by triggering STBM and increasing intake. education for mothers of toddlers and pregnant mothers to eat diverse, nutritious and balanced food and increase the provision of PMT to toddlers, especially local PMT with nutritional value which is abundant in the region, such as fish. There is a need to increase cross-sector collaboration to eradicate the risk factors of poor environmental sanitation and inadequate nutritional intake that trigger stunting.
Read More
T-6884
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuyun Yulianti; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Suprijanto Rijadi, Mieke Savitri, Encep Supriantdi, Riza Putra
Abstrak:
ABSTRAK Tingginya angka penolakan pasien di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat yang mencapai 300-400 pasien per tahun tidak sejalan dengan angka kinerja rumah sakit pada tahun 2013. Penelitian bertujuan menggambarkan cetak biru pelayanan pasien dalam mendapatkan pelayanan rawat inap dan menemukan titik potensi perbaikan dengan pengamatan pada lima unit pelayanan yang terlibat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik penelitian operasional. Hasil penelitian yaitu diperolehnya desain cetak biru pelayanan pasien untuk pasien rawat jalan atau instalasi gawat darurat yang memerlukan rawat inap, dan penolakan pasien dapat dikurangi dengan menetapkan penggunaan instrumen PANSS-EC untuk menilai status pasien.

ABSTRACT The in-patient refusal number in West Java Province Psychiatric Hospital reach 300-400 patient per year, doesn’t go along with the hospital achievement number in 2013. This research is aim at describing a Service-Blueprints for patient to receive hospitalization services and investigate potential points for improvement with various observations on five service units that are involve. This research is a qualitative research with operational research technique. The results are a set of service-blueprints design for outpatients or emergency patients, who needed hospitalization, and establishing the use of PANSS-EC instrument as a tool for determining the patient status can significantly lower patient refusal.
Read More
B-1648
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mugi Wahidin; Pembimbing: Ratna Djuwita, Asri C. Adisasmita; Penguji: Sonar S Panigoro, Basalama Fatum
Abstrak: Abstrak
Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat baik di dunia maupun di Indonesia. Kanker payudara merupakan kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia dengan kecenderungan terus meningkat. Jumlah kasus kanker payudara di 5 provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, relatif lebih tinggi dibanding provinsi lain. Kanker payudara dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk penggunaan kontrasepsi oral yang merupakan metode kontrasepsi kedua terbesar setelah suntik. Dengan tingginya kanker payudara dan tingginya penggunaan kontrasepsi oral di 5 provinsi perlu diteliti pengaruh penggunaan kontrasepsi oral dengan kanker payudara pada 6 rumah sakit rujukan kanker di 5 provinsi tersebut. 
Penelitian dilakukan dengan desain kasus-kontrol berbasis rumah sakit. Populasi sumber adalah pasien perempuan berusia 15 tahun atau lebih di 6 RS rujukan kanker di 5 provinsi yaitu RS Kanker Dharmais (DKI Jakarta), RS Cipto Mangunkusumo (DKI Jakarta), RS Hasan Sadikin (Bandung, Jawa Barat), RS Kariadi (Semarang, Jawa Tengah), RS Sardjito (DI Yogyakarta), dan RS dr. Soetomo (Surabaya, Jawa Timur). Populasi penelitian adalah pasien perempuan berusia 15 tahun atau lebih di bagian bedah pada 6 RS rujukan kanker tersebut. 
Sampel penelitian yaitu kasus adalah pasien yang didiagnosa kanker payudara dengan konfirmasi histopatologi pada bagian rawat inap bedah dan kontrol adalah pasien pada bagian rawat jalan bedah yang tidak didiagnosa kanker payudara berdasarkan wawancara. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien perempuan berusia 15 tahun atau lebih, sedangkan kriteria eksklusi adalah menggunakan kontrasepsi hormonal selain pil (suntik dan susuk) dan menggunakan terapi sulih hormon. Jumlah sampel eligible setelah dilakukan eksklusi dan matching rumah sakit asal dengan perbandingan 1:1 adalah 762 responden (381 kasus dan 381 kontrol). 
Hasil analisa menunjukkan karakteristik responden dalam penggunaan kontrasepsi oral adalah yang menggunakan kontrasepsi oral < 6 tahun pada kasus 20,2% dan pada kontrol 13,9%, menggunakan kontrasepsi oral ≥ 6 tahun pada kasus 15,2% dan pada kontrol 6,3%. Penggunaan kontrasepsi oral terbukti meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Setelah dikontrol variabel umur, status menyusui, diet tidak sehat, dan riwayat tumor jinak payudara, nilai Odds Ratio (OR) penggunaan kontrasespsi oral < 6 tahun sebesar 1,93 (95% CI 1,23 ? 3,03) dan OR menggunakan kontrasepsi oral ≥ 6 tahun sebesar 2,90 (95% CI 1,65 ? 5,09) dibanding tidak menggunakan kontrasepsi oral. Hasil-hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi perempuan pengguna kontrasepsi oral, BKKBN, Kemeterian Kesehatan, dan penelliti lain. 
Cancer is one public health program in the world and in Indonesia as well. Breast cancer is the most common cancer among women in Indonesia and is increasing. Breast cancer cases in 5 provinsces of Indonesia: Jakarta, West Java, Central Java, Jogjakarta, and East Java is relatively higher than other provinces. Breast cancer is influenced by many risk factors including oral contraceptives which is 2nd biggest contraceptive method in Indonesia. Because of high of breast cancer cases and high of oral contraceptive use in 5 provinces, it is needed to conduct research of influence of oral contraceptive to breast cancer in 5 provinces at 6 cancer-referral hospitals. 
The design of this research is hospital based case-control.Base population of this study is women patients aged 15 years and above in 6 cancer-referral hospitals in 5 provinces: Dharmais hospital (Jakarta), Ciptomangunkusumo hospital (Jakarta), Hasan Sadikin hospital (Bandung, West Java), Kariadi hospital (Semarang, Central Java), Sardjito hospital (Jogjakarta), and Soetomo hospital (Surabaya, East Java). Study population is women patients aged 15 years and above in surgery ward of these hospitals. 
Sample of this research is women patients diagnosed breast cancer cofirmed with histopathologic examination in inpatient surgery ward, and control is women patients whom are not diagnosed breast cancer based on interview in outpatient surgery ward. Inclusion criteria of the sample is women patients aged 15 years and above, mean while exclusion criteria is using hormonal contraceptive other than pill (injection and inplan) and using hormone replacement therapy. The number of eligible sample after exclution and matching to hospital is 762 (381 cases and 381 controls). 
Result of the analyse shows that characteristic of respondent: using oral contraceptive < 6 years is 20.2% of cases and 13.9% of control, using oral contraceptive ≥ 6 years is 15.2% of cases and 6.3% of control. Using oral contraceptive is proven increase risk of breast cancer. Controlled by age, breast feeding status, unhealthy diet, and history of benign breast tumor, Odds Ratio (OR) of using contraceptive < 6 years is 1.93 (95% CI 1.23 ? 3.03) and OR using contraceptive ≥ 6 years is 2.90 (95% CI 1.65? 5.09) compare with never users. These results can be input for oral contraceptives users, BKKBN, Ministry of Health, and other researchers.
Read More
T-3793
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Mardiah; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Sandi Iljanto, Dumilah Ayuningtyas, P.A. Kodrat Parmudho
T-3231
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Zakiah; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Sandi Iljanto, Enny Ekasari
Abstrak:

ABSTRAK

Tesis ini membahas kesiapan puskesmas di Kabupaten Ketapang dalam menyongsongImplementasi Jaminan Kesehatan Nasional 2014 nanti. Penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilengkapi dengan wawancara.Dari hasil analisis variabel penelitian didapatkan bahwa tidak ada puskesmas yangsiap dilihat dari dimensi utilisasi dan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitimenyarankan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang menambah sumber dayapuskesmas seperti tenaga kesehatan inti yaitu dokter, dokter gigi, perawat, dan bidan;juga peralatan dan obat pelayanan kesehatan dasar; dengan melakukan advokasi kepemerintah daerah untuk menambah anggaran kesehatan.


 

ABSTRACT

Readiness in order to facing the implementation of the National Health Insurance2014. This study was a quantitative research with cross sectional design featuresinterview with key informants. From the analysis of the study variables mentionedthat no primary health care is ready viewed from the dimensions of utilization andquality of health services. Researchers suggested that the health departement inKetapang Regency to adds resources center specially for the core professional suchas doctors, dentists, nurses, and midwives; other things is also for equipment andprimary health care medicines; by advocating to local governments for increase thehealth budget.

Read More
T-3931
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive