Ditemukan 24647 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian di dunia yang akan terus meningkat dan menjadi pandemi tanpa memandang batas negara. Setiap tahun di dunia sebanyak 3.8 juta laki-laki dan 3.4 jiwa wanita meninggal karena penyakit jantung koroner. Perubahan daya hidup, peningkatan usia harapan hidup dan urbanisasi mendorong timbulnya abnormalitas metabolisme seperti obesitas, dislipidemia, resistensi insulin dan hipertensi. Kumpulan abnormalitas metablik ini disebut dengan sindroma metabolik pada akhirnya akan meningkatkan kemungkinan menderita penyakit jantung koroner tiga kali lipat Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuinya hubungan sindroma metabolik dengan penyakit jantung koroner di RS. DR. M. Djamil Padang Tahun 2008 setelah dikontrol dengan variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, kebiasaan merokok, kebiasaan minum alkohol dan aktivitas fisik. Desain penelitian ini adalah kasus kontrol. Kasus adalah penderita baru penyakit jantung koroner berdasarkan pemeriksaan EKG oleh dokter, penyakit tersebut baru terdiagnosis pada Bulan Januari sampai Mei 2008. Kontrol adalah semua pengunjung ang dinyatakan sebagai bukan penderita penyakit jantung koroner, pada Bulan Januari sampai Mei 2008 berdasarkan pemeriksaan EKG oleh dokter. Sindroma Metabolik menurut AHA/NHLBI 2005 ditegakkan diagnosis bila terdapat empat kriteria dibawah ini: tekanan darah > 130/85 mmHg, kadar trigliserida darah >150mg/dl, kolesterol HDL pada laki-laki < 40 mg/dl dan wanita < 50 mg/dl dan kadar gula darah puasa > 100mg/dl Telah dilakukan panelitian terhadap 300 orang responden terdiri dari 150 pada kelompok kasus dan 150 pada kelompok kontrol. Hasil analisis multivariat didapatkan kejadian penyakit jantung koroner (PJK) berisiko 4,67 kali lebih besar pada orang yang mengalami sindroma metabolik dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami sindroma metabolik setelah dikontrol dengan variabel jenis kelamin (95% CI:1,20-18,06). Pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara sindroma metabolik dengan kejadian penyakit jantung koroner di RS. DR. M. Djamil Padang tahun 2008.
Coronary Heart Disease (CHD) is one of the leading causes of death globally with a mortality rate of nearly 17.5 million annually. Smoking accounts for 33% and hypertension accounts for 31% of all deaths from cardiovascular disease. Smoking and hypertension are major risk factors for CHD, which are a serious problem that needs to be addressed in Indonesia and the world. The purpose of this study was to determine the greater risk of smoking and hypertension with the incidence of coronary heart disease in Indonesia. The study used a retrospective cohort design. The data used are secondary data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS-4 and IFLS-5 data for 2007-2014) with a total sample of 19,486 population respondents aged ≥18 years. Data analysis with cox regression and the amount of risk is expressed in risk ratio (RR) with a confidence interval (CI) of 95%. Data analysis using data processing software. The results of multivariate analysis after being controlled by sex and DM history showed that smoking individually was not related to CHD in Indonesia in 2007-2014 with a value (RR 1.08; 95% CI = 0.70- 1.67). Hypertension individually increases CHD risk (RR 1.19; 95% CI = 0.92-1.53). Smoking and hypertension together increase the risk of CHD compared to people who don't smoke and don't have hypertension in Indonesia in 2007-2014 (RR 1.66; 95% CI = 1.11-2.48) meaning that respondents who smoke and hypertension are at risk of experiencing CHD 1.66 times (95% CI; 1.11-2.48) compared to nonsmokers and those without hypertension.
