Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36260 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irawadi Prihaswan; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Mohammad Faisal
T-2729
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raih Zenita Imami; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Mayarni
S-8349
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soedarmadji; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Sjahrul M. Nasri, Ridwan Z. Sjaaf, Mayarni, Susanto Kusnadi
T-3419
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Januardi Putra; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Dicky W. Rahmawan
S-8432
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendrawan; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Sukirno
S-4344
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aji Utomo Putro; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Nendra Gunawan
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang analisis faktor-faktor yang berhubungandengan perilaku tidak selamat pada Pekerja Proyek Ulubelu Unit 3 dan 4,Gheothermal Power Project di PT. X. Kecelakaan kerja secara umum disebabkanoleh dua hal yaitu perilaku kerja tidak aman (unsafe act) dan kondisi kerja yangtidak aman (unsafe condition). Heinrich (1980), memperkirakan 85% kecelakaanadalah hasil kontribusi perilaku kerja yang tidak aman (unsafe act). Berdasarkanhal tersebut, dapat dikatakan bahwa perilaku manusia merupakan unsur yangmemegang peranan penting dalam mengakibatkan suatu kecelakaan.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kuantitatifmenggunakan desain penelitian cross sectional, Variabel independen ini meliputifactor personal (Psycological distress, Laziness, Mudah marah, Terburu-buru,pamer, dan Ketidaknyamanan), Faktor Pekerjaan (Jumlah pekerjaan, Timepressure), Faktor Manajemen (Pengawasan, Komitmen manajemen, dan Rewarddan Penalty) dan Faktor Kelompok (Tekanan kelompok). Variabel dependen yangditeliti adalah Perilaku Tidak Selamat. Sampel pada penelitian ini berjumlah 158responden. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi Square. Berdasarkan hasilpenelitian, diketahui sebanyak 75 orang (47%) memiliki perilaku tidak selamat danselamat 83 orang (53%) yang memiliki perilaku selamat. Faktor-faktor yangterbukti berhubungan dengan perilaku tidak selamat adalah Psycological distress,Laziness, Mudah marah, Terburu-buru, Pamer, Ketidaknyamanan, Jumlahpekerjaan, Time pressure. Sedangkan, daktor-faktor yang terbukti mempengaruhiperilaku tidak selamat adalah Komitmen manajemen, Reward dan Penalty danTekanan Kelompok.Kata kunci: perilaku tidak selamat, proyek konstruksi, gheothermal power project.
This research is about the analysis of related factors to safety behaviour onUlubelu Project Worker Units 3 and 4, Gheothermal Power Project di PT. X.Accidents are generally caused by two things, unsafe work behaviour (unsafe act)and unsafe working conditions (unsafe condition). Heinrich (1980), estimates that85% of accidents are the contribution of unsafe work behaviour (unsafe act). Basedon this research, it can be said that human behaviour is an important element thatrole in causing an accindent.This is the observational-quantitative reasearch with cross sectional designstudies. Independent variables which include on this reaseaarch are personal factors(Psycological distress, Laziness, being angry, in a rush, show off, and beinguncomfortable), Job Factors (Numbers of Jobs and Time Pressure), ManagementFactors (Supervision, Management Commitment, Reward and Penalty), andWorkgroup factors (Group Pressure). Dependen variables which include on thisresearch is Unsafety Behaviour. With 158 respondents of Ulubelu Project Workers,researcher used chi-square for bivariate analysis. The result, 75 workers (47%) haveunsafety behaviour and the other 83 workers (53%) have safety behavior in doingan Geothermal Power Project for Ulubelu. Factors which shown to be related withunsafety behaviour are Psycological distress, Laziness, being angry, in hurry, showoff, being unconfortable, numbers of jobs, Time pressure. And for Managementcommitment, Reward and Penalty, and Group preassure are shown not to be relatedto unsafe behaviour in this research.Keywords: Unsafe Act, Construction Project, Gheothermal Power Project.
Read More
S-9262
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dassapttami Tribhuwanottunggadewi; Pembimbing: Tejamaya, Mila
M-1701
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syafrijal Fajri; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Abdul Kadir, Ahmad Wildan, Jonter Sitohang
Abstrak:
Mengemudi bus merupakan salah satu jenis pekerjaan yang mempunyai risiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas. Seorang pengemudi harus selalu mengharapkan  sesuatu  yang        tidak diharapkan, sehingga akan selalu waspada dan sadar serta berhati-hati dalam bertingkah laku saat mengemudikan kendaraan. Safety driving merupakan dasar perilaku mengemudi yang lebih memperhatikan keselamatan khususnya bagi pengemudi itu sendiri dan orang disekitarnya. Safety driving didesain untuk meningkatkan kesadaran pengemudi terhadap segala kemungkinan yang tejadi selama mengemudi. Pentingnya safety driving pada saat berkendara merupakan salah satu pilar dalam mewujudkan keamaan dan keselamatan berlalu lintas dan sangat berpeluang untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi. Desain penelitian pada penelitian ini adalah cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku berkendara selamat dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 308 pengemudi bus di PT XYZ. Adapun metode pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner kepada responden. Selanjutnya data yang didapatkan diolah secara deskriptif dan inferensial menggunakan software statistik untuk melihat gambaran dan hubungan dari setiap variabel. Variabel independen pada penelitian ini adalah usia, masa kerja, status kebugaran, komunikasi dengan atasan, komunikasi dengan rekan kerja, kondisi jalan, kondisi kendaraan, waktu kerja pengemudi, jarak tempuh, SOP, kebijakan, pengawasan, kompensasi, status kepegawaian, training improvement, dan pemberian reward & punishment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status kebugaran (POR=6.203 (3.649 – 10.547)), komunikasi dengan atasan (POR=4.025 (2.500–6.478)), kondisi kendaraan (POR=2.602 (1.622-4.173)), waktu kerja pengemudi (POR=2.287 (1.447-3.614)), jarak tempuh (POR=1.904 (1.209-2.998)), SOP (POR=1.850 (1.175-2.913)), kebijakan (POR=1.860 (1.182-2.925)), pengawasan (POR=1.904 (1.209-2.998)), kompensasi (POR=2.570 (1.622-4.072)), training improvement (POR=8.069 (4.790-13.593)), dan pemberian reward & punishment  (POR=2.199 (1.384-3.493)) dengan perilaku berkendara selamat. Sedangkan variabel usia, masa kerja, komunikasi dengan rekan kerja, kondisi jalan, dan status kepegawaian tidak menunjukan adanya hubungan dengan perilaku berkendara selamat. Status kebugaran menjadi faktor dominan yang mempengaruhi perilaku berkendara selamat pada pengemudi bus di PT. XYZ. 

Driving a bus is one of the types of jobs that carries a high risk of traffic accidents. A driver must always expect the unexpected, so they remain vigilant, aware, and cautious in their behavior while driving. Safety driving is a driving behavior foundation that focuses on safety, especially for the driver themselves and those around them. Safety driving is designed to raise driver awareness of all potential events that may occur during driving. The importance of safety driving while driving is one of the pillars in achieving road safety and can significantly reduce the occurrence of accidents. The design of this research is cross-sectional. The aim of this study is to analyze factors associated with safe driving behavior using a quantitative approach. The sample in this study consisted of 308 bus drivers at PT XYZ. Data collection was done by administering questionnaires to the respondents. The data obtained were processed descriptively and inferentially using statistical software to examine the relationships and patterns of each variable. The independent variables in this study include age, years of service, health status, communication with superiors, communication with coworkers, road conditions, vehicle conditions, driving duration, travel distance, SOP, policies, supervision, compensation, employment status, training improvement, and reward & punishment. The results showed a significant relationship between health status (POR = 6.203 (3.649 – 10.547)), communication with superiors (POR = 4.025 (2.500 – 6.478)), vehicle conditions (POR = 2.602 (1.622 – 4.173)), driving duration (POR = 2.287 (1.447 – 3.614)), travel distance (POR = 1.904 (1.209 – 2.998)), SOP (POR = 1.850 (1.175 – 2.913)), policies (POR = 1.860 (1.182 – 2.925)), supervision (POR = 1.904 (1.209 – 2.998)), compensation (POR = 2.570 (1.622 – 4.072)), training improvement (POR = 8.069 (4.790 – 13.593)), and reward & punishment (POR = 2.199 (1.384 – 3.493)) with safe driving behavior. On the other hand, the variables of age, years of service, communication with coworkers, road conditions, and employment status did not show any relationship with safe driving behavior. Health status is a dominant factor that influences safe driving behavior of bus drivers at PT. XYZ.
Read More
T-7225
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Ardama Ferhi; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, Hendra, Heny D. Mayawati, Abdul Hadi Aviciene
T-3414
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Oktaviana; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Bayu Suryo
Abstrak: Masih minimnya penelitian tentang kelelahan akut dan kronis, terutama di industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan terhadap fatigue akut dan kronis pada pekerja bagian produksi dan packaging PT X. Variabel yang diteliti yaitu faktor individu (umur, waktu tidur, commuting time), dan faktor pekerjaan yaitu (durasi kerja, shift kerja, lokasi kerja, dan waktu lembur). Skala Occupational Fatigue Exhaustion an Recovery digunakan untuk mengukur keluhan fatigue akut dan kronispada pekerja. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tidur dan commuting time memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fatigue akut pada pekerja, sedangkan waktu tidur dan durasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fatigue kronis pada pekerja.
Kata Kunci : Fatigue, Fatigue akut, Fatigue kronis, Manufaktur

There is still a lack of studies on acute and chronic fatigue, especially in the manufacturing industry.This research aims to study the factors related to acute and chronic fatigue in production and packaging workers of PT X. The studied variables in this research is comprised into individual factors such as age, time to sleep, commuting time, and job factors such as duration, shift work, location of work, and overtime. The Occupational Fatigue Exhaustion Recovery scale is used to measure acute and chronic fatigue among workers. This research is a descriptive analytic study using cross sectional study design. The results showed that the sleep time and commuting time has a significant effect on acute fatigue in workers, while the sleep time and duration of the work has a significant impact on chronic fatigue in workers.
Keywords: Fatigue, Acute Fatigue, Chronic Fatigue, Manufacture
Read More
S-8569
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive