Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 1329 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Buku II, Republika. hal : 145
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuslihur Rahmi, Prijono Satyabakti
JBE Vol.1, No.1
Surabaya : FKM Unair, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Kadarusman; Pembimbing: Budi Haryanto, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Sumengen Sutomo, Heri Iskandar, Lila Amalia
T-2681
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alek; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Helda; Inggar Wati
Abstrak: Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu komorbid dari COVID-19 yang diduga dapat menyebabkan meningkatkan keparahan dan kematian pasien COVID-19. penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hipertensi terhadap tingkat keparahan Covid-19 pada pasien di RS Darurat Wisma Atlit Kemayoran.
Metode: Penelitian menggunakan desain studi Kohort Retrospektif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien tekonfirmasi positif COVID-19 dengan Gejala di RS Darurat Wisma Atlit Kemayoran pada bulan Juli - Desember 2021.
Hasil: Pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSDC Wisma Atlit Kemayoran dari bulan Juli sampai dengan 31 Desember 2021 jumlah pasien yang terkonfirmasi COVID-19 berjumlah sebanyak 20.006 pasien Setelah dilakukan eksklusi terhadap pasien dengan usia 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara hipertensi terhadap tingkat keparahan Covid-19. Resiko pasien mengalami Covid-19 dengan kategori berat tidak berhubungan dengan adanya hipertensi (RR=1). Setelah dikontrol dengan jenis kelamin dan peran hipertensi terhadap keparahan Covid-19 masih sulit ditentukan karena convidence interval yang tidak presisi atau melewati null value yaitu RR=1,038

Background: Hypertension is one of the comorbidities of COVID-19 which is thought to increase the severity and death of COVID-19 patients. This study was to determine the relationship of hypertension to the severity of Covid-19 in patients at the Wisma Atlit Kemayoran Emergency Hospital.
Method: The study used a retrospective cohort study design, the population in this study were patients who were confirmed positive for COVID-19 with symptoms at the Wisma Atlit Kemayoran Emergency Hospital in July - December 2021.
Results: Patients with confirmed COVID-19 at the Wisma Atlit Kemayoran Hospital from July to December 31, 2021, the number of confirmed COVID-19 patients was 20,006 patients. After exclusion of patients 0.05) means that there is no significant relationship between hypertension and the severity of Covid-19. The risk of patients experiencing Covid-19 in the severe category was not related to the presence of hypertension (RR = 1). After controlling for gender and the role of hypertension on the severity of Covid-19, it is still difficult to determine because the confidence interval is not precise or passes the null value, namely RR = 1.038
Read More
T-6497
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Safhira; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Deva Ayudha Zally
Abstrak: Kesalahpahaman terkait konsep dari postur janggal terlebih diikuti dengan fakta bahwa konsep penilaian metode observasi yang sering digunakan untuk menilai postur janggal (REBA, RULA, dan OWAS) kurang sesuai dengan teori yang seharusnya, dapat menurunkan keefektifan pengendalian gangguan sistem muskuloskeletal. Untuk mengatasi hal itu, maka diperlukan kajian literatur yang menjelaskan apa saja variabel yang dapat mempengaruhi tingkat keparahan postur janggal dan bagaimana hubungannya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka naratif dengan tujuan untuk menggambarkan bagaimana hubungan antara durasi, frekuensi, dan sudut kemiringan postur dengan tingkat keparahan postur janggal. Hasil: Didapatkan 15 literatur yang berasal dari pangkalan data online Science Direct, ProQuest, dan Google Cendekia, dengan rincian 9 literatur menggunakan metode semi-eksperimental, 5 literatur menggunakan metode cross sectional, dan 1 literatur menggunakan metode studi pustaka sistematik.
Read More
S-10752
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Winasis; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji:Tri Yunis Miko Wahyono, Suhara Manullang, Nikson Sitorus
Abstrak:
Latar belakang: Penyakit corona virus disease-19 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan pasien yang mempunyai komorbid berisiko mengalami keparahan berat. Tujuan: Mengetahui hubungan hipertensi dengan tingkat keparahan pada pasien COVID-19 yang dirawat di RSU Kota Tangerang Selatan. Metode: Data diperoleh dari data sekunder berupa rekam medis pasien COVID-19 yang dirawat di RSU Kota Tangerang Selatan tahun 2021. Desain studi menggunakan cross sectional. Sampel sebanyak 146 pasien diperoleh secara random dan dianalisis menggunakan logistic regression. Hasil: Hipertensi pada pasien COVID-19 sebesar 47,3% (69 pasien). Diperoleh OR 1,6 (95% CI: 0,57 – 4,88) yang menunjukkan pasien dengan hipertensi mempunyai risiko terjadinya keparahan 1,6 kali dibandingkan dengan yang tidak hipertensi setelah dikontrol oleh variabel diabetes melitus dan penyakit ginjal. Kesimpulan: Pasien COVID-19 yang menderita hipertensi berisiko 1,6 kali lebih tinggi untuk mengalami keparahan dibandingkan pasien COVID-19 yang tidak hipertensi. Studi ini membuktikan risiko hipertensi pada keparahan pada pasien COVID-19.

Background: Corona virus disease-19 (COVID-19) is caused by the severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) virus and patients who have comorbidities are at risk of experiencing severe severity. Objective: To determine the relationship between hypertension and severity in COVID-19 patients treated at RSU Kota Tangerang Selatan . Methods: Data were obtained from secondary data in the form of medical records of COVID-19 patients who were treated at RSU Kota Tangerang Selatan in 2021. The study design used a cross sectional. A sample of 146 patients was obtained randomly and analyzed using logistic regression. Results: Hypertension in COVID-19 patients was 47.3% (69 patients). Obtained OR 1.6 (95% CI: 0.57 - 4.88) which shows patients with hypertension have a 1.6 times the risk of developing severity compared to those without hypertension after controlling for diabetes mellitus and kidney disease. Conclusion: COVID-19 patients who suffer from hypertension are at risk of 1.6 times higher for experiencing severity than COVID-19 patients who are not hypertensive. This study proves the risk of hypertension on severity in COVID-19 patients.
Read More
T-6829
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Omry Pakpahan; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Mondasrti Korib Sudaryo, Yovsyah, Inneke, Novianto
Abstrak:

Penyakit gigi berlubang (caries) merupakan penyakit gigi yang masih banyak ditemukan di masyarakat. Terjadinya penyakit ini disebabkan banyak faktor dimana waktu sikat gigi yang tidak sesuai merupakan faktar resiko untuk terjadinya karies gigi.

WHO menetapkan indeks DMF-T sebagai indeks yang mengukur tingkat keparahan karies dimana kriteria pengukuran dilakukan pada kelompok anak berumur 12 tahun. Adapun target berdasarkan (Dit.Kes.Gi.'2000) bahwa indeks DMF-T sampai tahun 2010 secara Nasional kurang dari 2 dan WHO kurang dari 1

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode desain potong lintang (crass sectional) di mana tujuannya untuk mengetahui hubungan waktu sikat gigi dengan tingkat keparahan karies. Populasi penelitian adalah seluruh murid sekolah dasar kelas 4 dan 5 di kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat dan sampel yang diambil sebanyak 259 orang dengan menggunakan sampling secara sistematik random.

Berdasarkan hasil statistik diperoleh tidak ada hubungan bermakna ( nilai p > 0,05) dan OR sebesar 270 ( 95% CI = 0,9 - 4,3 ). Dianggap perlu untuk melakukan penelitian dengan menggunakan metode kohort.

Daftar bacaan : 55 (1978 - 2002)

Read More
T-1396
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widhati Kurniasari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Laksita Ri Hastiti, Alfajri Ismail, Devie Fitri Octaviani
Abstrak:
Kecelakaan kerja di sektor industri manufaktur masih menjadi tantangan termasuk di PT X yang mencatat insiden dengan berbagai tingkat keparahan pada periode tahun 2023-2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keparahan kecelakaan kerja pada pekerja di PT X. Menggunakan desain studi cross-sectional, sampel penelitian berjumlah 257 kasus kecelakaan diambil dengan teknik total sampling dari master data perusahaan. Variabel yang diteliti meliputi jenis kelamin, usia, masa kerja, karakteristik pekerjaan, shift kerja departemen, dan penyebab langsung. Analisis data dilakukan secara deskriptif, inferensial (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas kecelakaan berada pada tingkat luka ringan dengan total 197 kasus (76,7%), sementara luka berat sejumlah 60 kasus (23,3%). Analisis inferensial membuktikan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,001) dengan laki-laki berisiko 2,87 kali mengalami luka berat dibanding perempuan. Ada hubungan karakteristik pekerjaan (p-value=0,000) dengan pekerjaan risiko tinggi berisiko mengalami luka berat 3,26 kali dibanding pekerjaan risiko rendah. Ada hubungan shift kerja (p-value=0,045) dengan shift siang berisiko 3,36 kali mengalami luka berat dibanding shift pagi. Ada hubungan departemen (p-value=0,002) dengan departemen support lebih berisiko 4,5 kali daripada produksi untuk mengalami luka berat. Hasil uji multivariat didapatkan jenis kelamin (p-value=0,006; OR=2,50) dan karakteristik pekerjaan (p-value=0,000; OR=2,97) merupakan faktor paling signifikan. Pekerja laki-laki berisiko 2,5 kali daripada pekerja perempuan dan pekerjaan berisiko tinggi berisiko 2,9 kali dibanding pekerjaan berisiko rendah untuk mengalami luka berat. Hal ini merupakan representasi dari segregasi penempatan kerja (job assignment), di mana pekerja laki-laki lebih banyak ditempatkan pada area berisiko tinggi yang mengoperasikan mesin bertenaga mekanis dan kinetik masif. Penelitian ini mempertegas bahwa eskalasi keparahan cedera di PT X bersifat teknis-mekanis. Manajemen perusahaan disarankan untuk berfokus pada penguatan mitigative barriers guna menahan transmisi energi saat terjadi malfungsi, seperti memprioritaskan pemasangan interlocking guard pada area high-risk, memastikan kecepatan respons darurat medis, serta menegakkan budaya Stop Work Authority (SWA) sebagai penahan energi terakhir bagi para pekerja.

Occupational accidents in the manufacturing sector remain a challenge, including at PT X, which recorded incidents of varying severity during the 2023-2025 period. This study aims to analyze the factors associated with the severity of occupational accidents at PT X. Using a cross-sectional study design, a sample of 257 accident case was selected using total sampling from the company’s master data. The variables studied included gender, age, work tenure, job characteristics, work shift, department, and immediate causes. Data analysis was performed using descriptive, inferential (chi-square), and multivariate (logistic regression) statistics. The results showed that the majority of accidents resulted in minor injuries, totaling 197 cases (76.7%), while major injuries amounted to 60 cases (23.3%). Inferential analysis demonstrated a significant association between gender (p-value = 0.001), where male workers were 2.87 times more at risk of experiencing major injuries compared to females. There was also a significant association with job characteristics (p-value = 0.000), where high-risk jobs were 3.26 times more likely to result in major injuries compared to low-risk jobs. Furthermore, work shift (p-value = 0.045) showed that the afternoon shift had a 3.36 times higher risk of major injuries compared to the morning shift. The department (p-value = 0.002) was also significantly associated, with the support department being 4.5 times more at risk of major injuries than the production department. The multivariate analysis revealed that gender (p-value = 0.006; OR = 2.50) and job characteristics (p-value = 0.000; OR = 2.97) were the most significant factors. Male workers were 2.5 times more at risk, and high-risk jobs were 2.9 times more at risk of experiencing major injuries compared to their counterparts. This represents job assignment segregation, where male workers are more frequently placed in high-risk areas operating machines with massive mechanical and kinetic energy. This study reinforces that the escalation of injury severity at PT X is technical-mechanical in nature. Company management is advised to focus on strengthening mitigative barriers to contain energy transmission during malfunctions, such as prioritizing the installation of interlocking guards in high-risk areas, ensuring rapid emergency medical response, and enforcing a Stop Work Authority (SWA) culture as the ultimate energy barrier for workers.
Read More
T-7606
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
media indonesia; 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran sindo
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive