Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39177 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Budi Kurniawan; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Chandra Prijanahadi
S-5340
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriah Susanti; Pembimbing: Baiduri
M-1805
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hidayati Nur Kumalasari; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Robiana Modjo, Wahyu Wafiq Suharyanto
Abstrak:
Di beberapa negara, pekerjaan di bidang pertambangan dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang paling berisiko sehingga dapat membuat pekerja rentan mengalami burnout. Laporan Future Forum Pulse Report Winter 2022 – 2023 menyatakan 42% pekerja mengalami burnout. Berdasarkan data statistik kecelakaan tambang 2019, terdapat 116 kecelakaan dengan 18 diantaranya menyebabkan kematian. Sebagian besar (70%) angka kecelakaan di Indonesia disebabkan oleh kurang diterapkannya perilaku keselamatan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan burnout dan pengetahuan keselamatan dengan perilaku keselamatan tambang PT. ABC project Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling yang diikuti sebanyak 211 responden dengan mengisi kuisioner tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara burnout dengan perilaku keselamatan (p-value 0,016). Adanya hubungan yang lemah antara client related burnout dengan perilaku keselamatan (r=-0,137).  Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan keselamatan dengan perilaku keselamatan (p-value 0,251). Variabel pengetahuan keselamatan bukan merupakan confounding terhadap hubungan burnout dengan perilaku keselamatan (perubahan OR <10%), namun terdapat efek interaksi antara burnout dengan pengetahuan keselamatan terhadap perilaku keselamatan (p-value test of homogeneity = 0,017). Pekerja dengan tingkat burnout yang tinggi dan memiliki pengetahuan kurang baik berisiko 15,2 kali untuk memiliki perilaku keselamatan negatif.  Berdasarkan hasil penelitian, maka Perusahaan perlu melakukan monitoring burnout secara berkala, menambahkan jenis pelatihan terkait manajemen stres, problem solving dan lain sebagainya, memaksimalkan berbagai media kampanye K3 sebagai media promosi nomor telepon keadaan darurat lingkungan, mengadakan latihan tanggap darurat lingkungan, menyusun evaluasi pelatihan untuk mengukur keefektifan pelatihan dan kemampuan pekerja sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan.

In some countries, mining activity is considered as one of the riskiest jobs that put workers getting vulnerable to be burnout. The Future Forum Pulse Report Winter 2022 - 2023 stated that 42% of workers experience burnout. Based on statistical data on mining accidents in 2019, there were 116 accidents with 18 of them causing death. Most (70%) of the accident rate in Indonesia is caused by the lack of safety behavior implementation. Therefore, this study was conducted to determine the relationship between burnout and safety knowledge with mining safety behavior at PT. ABC project Sumbawa, West Nusa Tenggara. This study uses a quantitative method with a cross-sectional study. Sampling was carried out using the total sampling technique which was followed by 211 respondents by filling out a written questionnaire. The results of the study showed that there was a relationship between burnout and safety behavior (p-value 0,016). There is a weak relationship between client related burnout and safety behavior (r=-0.137). There was no relationship between safety knowledge and safety behavior (p-value 0,251). The safety knowledge variable did not confound the relationship between burnout and safety behavior (change in OR <10%). However, there was an interaction effect between burnout and safety knowledge on safety behavior (p-value test of homogeneity = 0,017). Workers with high levels of burnout and poor knowledge are 15,2 times more likely to have negative safety behavior. Based on the research results, the Company needs to conduct regular burnout monitoring, adds various trainings related to stress management, problem solving and so on, maximizes various Health and Safety Campaigns as media to promote environmental emergency telephone numbers, conducts environmental emergency response drill, prepares training evaluations to measure the effectiveness of training and workers' abilities before and after receiving training.
Read More
S-11838
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardianty Nababan; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Tata Soemitra, Achmad Farid Baidjuri
Abstrak: Industri MIGAS memiliki resiko yang sangat tinggi dalam kegiatan operasionalnya, termasuk diantaranya kegiatan pemboran yang merupakan kegiatan yang dilakukan baik pada tahap eksplorasi maupun pada tahap eksploitasi. Sebelum melaksanakan kegiatan pemboran kontraktor minyak harus terlebih dahulu melakukan identifikasi bahaya dan analisis resiko untuk mengetahui bahaya-bahaya apa saja yang dapat dan analisis resiko yang dilakukan sesual dengan kajian dan tahapan yang ada pacta standard OSHA.
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi bahaya apa saja yang dapat timbul dari kegiatan pemboran khususnya sumur S-10 yang terletak di lapangan A milik PT X serta tingkat resiko dan setiap potensi bahaya yang mungkin timbul dan kegiatan tersebut Dari studi ini selanjutnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi langkah-langkah kontrol yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya.
Oil and gas industry is the high risk operation. Because of safety reason, oil and gas company should have a good system to Identify and analyze all potential hazards and risks before execute their activities especially in drilling activities.
The objective of this research are to examine the validity of all supporting data such as well interpretation data, drilling equipment performance and well location condition. The approach of this study is to evaluate all potential hazards and calculate the level of its risk which is exist on drilling activities especially at S-10 Well, Filed-A that can practically use to determine the control action to avoid incidents and/or accidents in a workplace.
Read More
T-2632
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenny Ipmawan; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Nugroho Wahyuarto, Yuni Kusminanti
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang penilaian risiko yang dilakukan di Stasiun Pengumpul Gas Y PT X.  Metode penilaiaan risikonya menggunakan penggabungan 2 (dua) analisis yaitu analisis risiko proses melalui metode Hazops dan analisis risiko peralatan melalui metode risk based inspection (RBI). Penelitian ini adalah penelitian observational dengan pendekatan analisis risiko semikuantitatif. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tingkat risiko proses dan peralatan di Stasiun Pengumpul Gas Y, dimana tingkat risiko tertinggi ada pada proses dan peralatan tanki penampung kondensat. Tingkat risiko tersebut diperoleh dari kombinasi kemungkinan kejadian (likelihood) dan konsekuensi/keparahan dampak (severity). Selain itu dihasilkan butir-butir rekomendasi untuk mengendalikan risiko sampai pada risiko yang dapat diterima. Kata kunci : Risiko, likelihood, severity/konsekuensi.


 

The focus of this research is risk assessment carried out at Gas Gathering Station Y in PT X. Risk assessment method applied are combination between process hazard analysis by using Hazops method and equipment risk analysis by using risk based inspection (RBI) method. The research is observational by semiquantitative analysis approach. The research gives description regarding process and equipment risk level at Gas Gathering Station Y, which is the highest risk level is on the process and equipment named condensate storage tank. Risk level is calculated by combining likelihood and severity/consequence value. The research also recommend several risks control to reduce risk to be acceptable risk. Key words : Risk, likelihood, severity/consequence.

Read More
T-3443
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rhandi Mulia; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari, Yuni Kusminanti, Syahrul Effendi
Abstrak: Berdasarkan hasil kajian literatur, aktivitas hauling, loading, dan dumping merupakan aktivitas berisiko tinggi di pertambangan (Kecojevic dan Radomsky, 2004; MSHA, 2018). Pada tahun 2015 sampai 2018, di PT. XYZ telah terjadi beberapa kecelakaan pada aktivitas tersebut, sehingga menyebabkan fataliti. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian risiko mendalam terkait tiga kegiatan tersebut di PT. XYZ. Kajian risiko dilakukan dengan metode failure modes and effects analysis (FMEA). Ditemukan 71 mode kegagalan potensial di PT. XYZ, terdiri dari 7 temuan tahap persiapan, 18 temuan proses pemuatan, 35 temuan proses pengangkutan, dan 11 temuan proses pembongkaran. Dari 71 mode kegagalan, 25% mode kegagalannya memiliki tingkat risiko sangat tinggi, seperti kerusakan ban dumptruck akibat batu tajam, kegagalan fungsi rem, ban bocor saat berjalan, unit loader menabrak batu besar ketika manuver, unit loader terkena pentalan batu dan mengenai kabin ketika pengisian, ban unit loader mengalami sayatan besar akibat ceceran batu tajam, unit dumptruck terperosok di permukaan labil, kendaraan ringan terjatuh saat berjalan di tebing. Oleh karena itu, perlu dilakuan peningkatan perawatan pada unit alat berat, lingkungan kerja aman, dan peningkatan kompetensi operator.
Kata kunci: Failure modes and effects analysis (FMEA), Risiko keselamatan, Tingkat risiko, Loading, Hauling, Dumping.

Loading, hauling, and dumping activities are high risk acitivities in mining, based on the literatur review (Kecojevic dan Radomsky, 2004; MSHA, 2018). During the period of 2015 to 2018, there were several accidents related to loading, hauling, and dumping activities that causing fatalities at PT. XYZ. Therefore, detail risk assessment need to be performed of these three activities at PT. XYZ. The failure modes and effects analysis (FMEA) method was used in this study. 71 potential failure modes were identified , consist of 7 failure modes at preparation step, 18 failure modes at loading process, 35 failure modes at the hauling process, and 11 failure modes at the dumping process. About 25% of the 71 potential failure modes were very high risk level. They were dumptruck tire failure due to scattered sharp stones, brake failure while operating dumptruck, tire damage while operating, loader unit crahsed with big stones while maneuvering, loader cabin hit by hanging stones while loading, scratched tire of the loader unit due to scattered sharp stones, the dumptruck caught in the labile surface, and light vehicle fell down from benches. As recommendation, it is important to strengthen maintenance of heavy equipment, improve safe environment, and increase operator competence.
Key words: Failure modes and effects analysis (FMEA), Safety risks, Risk level, Loading, Hauling, Dumping.
Read More
T-5491
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andry Kurniawan; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Robiana Modjo, Wargo Hendro Prasetyo
S-6443
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alberty Eliza R. Bakara; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-4512
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maura Octavia; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Sugiatmi
Abstrak:
Obesitas merupakan keadaan yang terjadi akibat akumulasi lemak yang berlebihan dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga berat badan. Salah satu kelompok masyarakat yang berisiko terhadap obesitas adalah pekerja terutama pekerja kantoran. Para pekerja cenderung tidak memperhatikan pola makan serta melakukan aktvitas fisik yang rendah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbedaan proporsi faktor internal (riwayat keluarga, usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik), faktor eksternal (tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, status perkawinan, dan jenis pekerjaan), dan faktor konsumsi (persen asupan energi, persen asupan protein, dan konsumsi gorengan) terhadap kejadian obesitas pada pekerja di PT Juara Abadi Bersama Tahun 2023. Penelitian dilakukan secara luring selama bulan November – Desember 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan menggunakan metode random sampling untuk mendapatkan 117 responden. Hasil analisis menyatakan bahwa adanya perbedaan proporsi antara riwayat keluarga (p value = 0,001), aktivitas fisik (p value = 0,013), jenis pekerjaan (p value = 0,024), asupan energi (p value = 0,001), dan konsumsi gorengan (p value = 0,021) dengan kejadian obesitas. Saran yang diberikan kepada pihak perusahaan serta sivitasnya yaitu untuk lebih aktif dalam mencari informasi terkait gizi dan kesehatan, serta dilakukannya pencegahan terkait obesitas dengan memperhatikan asupan makan yang tepat, melakukan pemantauan terkait status gizi, dan melakukan upaya pencegahan bersama seperti olahraga bersama.

Obesity is a condition that occurs due to excessive accumulation of fats and lasts for a long time hence the increasing of body weight. Workers are one of the group of people who are at risk of obesity, especially office workers. Workers tend not to pay attention to their diet and carry out low levels of physical activity. This study aims to find the proporstion differences between internal factors (family history, age, gender, and, physical activity) external factors (level of education, level of knowledge, marital status, and work section) and consumption factors (percentage of energy intake, percentage of protein intake, and comsumption of fried foods) towards obesity among workers in PT Juara Abadi Bersama in 2023. This study was conducted offline during November – December 2023. This study uses cross sectional design and random sampling methode to get 117 respondents. The results of the analysis stated that there’s a proportion differences between family history (p value = 0,000), activity factor (p value = 0,013), work section (p value = 0,024), energy intake (p value = 0,000), and fried food consumption (p value = 0,021) towards obesity. Advice given to the company and its community members is to be more active in seeking information related to nutrition and health, as well as to prevent obesity by paying attention to appropriate food intake, monitoring nutritional status, and carrying out joint prevention efforts such as exercising together.
Read More
S-11545
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lita Renata Sianipar; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono
T-933
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive