Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39883 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putri Sortaria Permata Tarigan; Pemb. Bambang Wispriyono; Penguji: Rachmadhi Purwana, Arifin Muh. Hadi
S-5351
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alifa Ayuni Prasetyo; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Muhammad Riedha
Abstrak:
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dapat menghambat kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan higiene dan sanitasi terhadap stunting dengan mempertimbangkan faktor individu balita dan faktor keluarga pada anak berusia bawah lima tahun (0-60 bulan) atau balita di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur tahun 2024. Penelitian ini menggunkan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 126 responden. Penelitian ini menggunakan data primer melalui observasi dan wawancara. Hasil analisis bivariat menunjukkan stunting berhubungan signifikan dengan higiene dan sanitasi (mencuci tangan dengan sabun (p-value = 0,01 & OR = 9,828); kepemilikan jamban pribadi (p-value = <0,001 & OR = 9,750); dan kualitas fisik air (p-value = <0,001 & OR = 4,713)); faktor individu balita (usia balita 49-60 bulan (p-value = <0,001 & OR = 0,350) dan riwayat penyakit atau infeksi (p-value = <0,001 & OR = 4,631)); serta faktor keluarga (sosial ekonomi keluarga (p-value = 0,003 & OR = 6,00) dan perilaku merokok keluarga (p-value = 0,004 & OR = 4,245)). Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan analisis multivariat (uji Multiple Logistic Regression), terdapat hubungan signifikan antara variabel kepemilikan jamban (p-value = 0,004 & OR = 5,068) dan usia balita rentang 49–60 bulan (p-value = 0,011 & OR = 1,528) dengan stunting. Dua variabel tersebut menyumbangkan 33,2% kasus kejadian stunting pada balita di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur tahun 2024.

Stunting is a condition of impaired growth in toddlers due to chronic malnutrition, particularly during the first 1000 days of life, which can decrease the quality of human resources in Indonesia. The main objective of this study was to determine the relationship between hygiene and sanitation towards stunting, considering individual and family factors in children under five years old (0-60 months) in Bidara Cina Village, East Jakarta, in 2024. This study used a cross-sectional design with 126 respondents. This study collected primary data through observation and interviews. The bivariate analysis results showed that stunting was significantly associated with hygiene and sanitation practices (handwashing with soap (p-value = 0,01 & OR = 9,828); ownership of personal toilet facilities (p-value = < 0,001 & OR = 9,750); and physical quality of water (p-value = < 0,001 & OR = 4,713)); individual factors of toddlers (age 49-60 months (p-value = < 0,001 & OR = 0,350) and history of illness or infection (p-value = < 0,001 & OR = 4,631)); and family factors (family socioeconomic status (p-value = 0,003 & OR = 6,00) and family smoking behavior (p-value = 0,004 & OR = 4,245)). The conclusion of this study is based on multivariate analysis (Multiple Logistic Regression test) that there was a significant relationship between the variables of toilet ownership (p-value = 0,004 & OR = 5,068) and the age range of 49-60 months (p-value = 0,011 & OR = 1,528) with stunting. Those two variables contributed to 33,2% of stunting cases among toddlers in Bidara Cina Subdistrict, East Jakarta, in 2024.
Read More
S-11759
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Nurul Azni; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Endang L. Achadi, Sutawijaya
S-5741
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Melianriza; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Yoerdi Agusmal Saputra, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Kehadiran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di suatu wilayah dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi penduduk sekitar. Manajemen yang tidak baik dapat mengakibatkan pencemaran air, udara, dan tanah oleh tumpukan sampah. Pencemaran ini berpotensi menyebabkan penyakit berbasis lingkungan seperti ISPA, Diare, DBD, dan masalah kulit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kondisi lingkungan permukiman, personal hygiene, dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan di sekitar TPA Sungai Andok Padang Panjang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan data primer dari wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan yaitu bivariat dengan Chi Square dan analisis multivariat dengan Binary Regresi logistic model prediksi. Sampel sebanyak 103 responden dipilih melalui metode convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa variabel lingkungan permukiman seperti luas ventilasi, penerangan alami, kelembaban rumah, dan kebersihan rumah berhubungan signifikan dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan (p<0,05). Variabel personal hygiene seperti kebersihan kulit dan kebersihan tangan juga memiliki hubungan signifikan dengan penyakit tersebut (p<0,05). Umur, lama bermukim, kelembaban rumah, dan kebersihan kulit diidentifikasi sebagai variabel yang paling dominan berhubungan kejadian penyakit berbasis lingkungan di masyarakat sekitar TPA Sungai Andok. Kesimpulan Penelitian ini menemukan hubungan signifikan faktor lingkungan permukiman dan personal hygiene dengan penyakit berbasis lingkungan di sekitar TPA Sungai Andok. Umur, lama bermukim, kelembaban rumah, dan kebersihan kulit menjadi variabel paling dominan. Temuan ini dapat membantu pengembangan kebijakan kesehatan masyarakat dan program intervensi untuk mengurangi prevalensi penyakit berbasis lingkungan.

The presence of a landfill (Tempat Pembuangan Akhir or TPA) in a certain area can pose health risks tothe surrounding population. Poor management can result in water, air, and soil pollution from waste piles. This pollution has the potential to cause Environmentally Based Diseases such as Acute Respiratory Infections (ISPA), Diarrhea, Dengue Fever (DBD), and skin problems. This research aims to analyze the relationship between settlement environmental conditions, personal hygiene, and the occurrence of Environmentally Based Diseases around TPA Sungai Andok in Padang Panjang. The research methodology uses a cross-sectional approach with primary data obtained from interviews and observations. The analysis includes bivariate Chi Square and multivariate analysis using Binary Logistic Regression model prediction. A sample of 103 respondents was selected through Convenience sampling. The research results indicate that several settlement environmental variables such as ventilation area, natural lighting, house humidity, and house cleanliness are significantly associated with the occurrence of Environmentally Based Diseases (p<0.05). Personal hygiene variables such as skin cleanliness and hand hygiene also show a significant association with these diseases (p<0.05). Age, length of residence, house humidity, and skin cleanliness are identified as the most dominant variables associated with the occurrence of Environmentally Based Diseases in the community around TPA Sungai Andok. The conclusion of this research identifies a significant relationship between environmental factors in settlements and personal hygiene with environmentally based diseases around the TPA Sungai Andok area. Age, length of residence, humidity in the house, and skin hygiene emerge as the most dominant variables. These findings can contribute to the development of public health policies and intervention programs to reduce the prevalence of environmentally based diseases.
Read More
T-6871
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zihan Kamila Maharani; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Indry Octavia
Abstrak:
Penyakit berbasis lingkungan seperti ISPA, diare, dan infeksi kulit masih banyak ditemukan di lingkungan dengan sanitasi buruk dan kebersihan diri yang rendah, termasuk di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene, kondisi sanitasi lingkungan, dan kepadatan hunian dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan pada warga binaan LPKA Kelas II Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 31 orang dan diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, serta dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara lama masa tinggal dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan, diare, dan ISPA (p≤0,05). Disarankan adanya peningkatan edukasi terkait kebersihan diri dan perbaikan sanitasi lingkungan di LPKA guna menurunkan risiko penyakit.

Environmental-based diseases are often found in environments with poor sanitation and low personal hygiene, including in Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). This study aims to examine the relationship between personal hygiene, environmental sanitation conditions, and housing density with the incidence of environmentally based diseases among the residents of LPKA Kelas II Jakarta. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 31 participants selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and observation, and analyzed using the chi-square test. The results showed a significant relationship between length of stay and the incidence of environmentally based diseases, including diarrhea and acute respiratory infections (p≤0.05). It is recommended to enhance education on personal hygiene and improve environmental sanitation in LPKA to reduce disease risk.
Read More
S-11916
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sandra Yossi Siregar; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Yasep Setiakarnawijaya
S-6470
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ani Sumarni; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Zakianis, Agus Handito
S-5588
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meidina Ajeng Rachmawati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Lucky Tjahjono
S-4924
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Dewi Shafira; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Suyud; Siti Nursanti Permata
Abstrak:
ISPA masih menjadi tantangan besar di Indonesia karena menjadi salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang serta menjadi penyakit dengan kunjungan puskesmas sekitar 40%-60% di seluruh kalangan umur. Kasus ISPA juga selalu masuk kedalam 10 jenis penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan fisik rumah dan Paparan asap rokok dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Srengseng Sawah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi potong lintang dengan jumlah responden 115 rumah tangga. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu uji kai kuadrat dan uji regresi logistik ganda. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat tiga variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian ISPA diantaranya yaitu luas ventilasi (p-value = 0.001), kepadatan hunian (p-value = 0.037) dan jumlah anggota keluarga yang merokok ( p-value = 0.044). Analisis multivariat menunjukkan luas ventilasi merupakan faktor risiko dominan yang mempengaruhi kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Srengseng Sawah (p-value = 0.000; OR =5.465). Peningkatan terhadap kesadaran masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan kualitas lingkungan perlu dilakukan.

ARI is still a big challenge in Indonesia. It is one of the main causes of death in developing countries and a disease with around 40%-60% of health center visits in all ages. Cases of ARI are also always included in the 10 most common types of diseases in the working area of the Puskesmas Srengseng Sawah Village, Jagakarsa District. The purpose of this study was to determine the relationship between the physical environment of the house and exposure to cigarette smoke with the incidence of ARI in the working area of the Srengseng Sawah Health Center. This research was conducted using a quantitative method with a cross-sectional study design with a total of 115 households as respondents. Data collection was carried out using observation techniques and questionnaire interviews. The statistical test used is the chi-square test and the multiple logistic regression test. The results of statistical tests show that there are two variables that have a significant relationship with the incidence of ARI including ventilation area (p-value = 0.001), occupancy density (p-value = 0.037), and number of family members who smoke (p-value = 0.044). Multivariate analysis showed that ventilation area was the dominant risk factor influencing the incidence of ARI in the working area of the Puskesmas Srengseng Sawah (p-value = 0.000; OR =5.465). It is necessary to increase public awareness regarding clean and healthy living behavior and environmental quality.
Read More
S-11176
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruth Luciana; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Didik Supriyono
S-6540
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive