Ditemukan 13305 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Pada saat sekarang ini baik organisasi swasta maupun milik pemerintah menghadapi sebuah situasi atau lingkungan yang tidak menentu, rnembingungkan dan penuh ancaman. Perubahan yang signifikan dapat berasal dari beberapa sumber, termasuk adanya pembahan kebijakan kesehatan tekanan ekonomi maupun tekanan pasar dalam Penelitian ini meneliti tentang aplikasi sebuah aiat fonnulasi rencana strategi yaitu Product Life Cycle. Konsep PLC adalah menunjukkan karakteristik atas variabel-variahei yang diteliti dan memberi alternative strategi utama pada setiap fasenya. Variabel tersebut adalah sales (pendapatan), profit, competitors, dan capital access dari RSDS. Penelitian ini merupakan suatu penelitian operasional dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa RSDS berada pada fase Growth pada kursus PLC. Dan strategi alternatif utama adaJah market development, product development, dan market penetration, yang dikembangkan menjadi beberapa altematif strategi. Sebagai kesimpulan atas penelitian ini ada1ah dipero1ehnya strategi terpilih yaitu pengadaan paket medical check up bagi perusahaan. Keputusan tersebut dihasilkan dalam sebuah diskusi Concessus Decision Making Group (CDMG).
At no previous time have both public and private health care institutions face a more turbulent,- confusing, and threatening environment. SJgnificant change wiH come from many sources, including health care reform policy intemalional as weli as domestic economic and market forces. demographic shifts lind lifestyle changes. and technological advanced within the health care industry. A health care organizations is influenced both by This research is an operational research by using qualitative and quantitative approach. The data comes from primer and secunder data. As the result, Duren Saw1t Hospital is at the Growth Stage at the PLC curve. And the major alternative strategies are market development, product development, and market penetration. They are devetoped to be some alternative strategies and the conclusion of this research is that the main strategy for Duren Sawit Hospital is making the medical check up package for companies. The decision is achieved by Concessus Decision Making Group (CDMG).
Perencanaan merupakan dasar dari strategi yang efektif, perencanaan ini juga menjadi salah satu indikator yang baik dalam siklus manajemen. Rumah Bersalin St.Josef didirikan pada tahun 1975 yang merupakan satelit RS St. Carolus yaitu kepanjangan sarana pelayanan sosial dari Rumah Sakit St. Carolus untuk melayani masyarakat yang kurang mampu di wilayah Jakarta Utara. Pelayanan yang diberikan meliputi pelayanan persalinan, klinik dokter spesialis obstetri dan ginekologi, balai kesehatan ibu dan anak, balai pengobatan umum dan balai pengobatan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis setiap produk pelayanan Rumah Bersalin melalui variabel-variabel Produk Life Cycle yaitu: sales, revenue, cost, profit, cash flow, capital access, competitor, market growth dan market share, untuk mengetahui posisi setiap produk menurut siklus hidupnya yang akan menjadi dasar untuk menentukan formulasi rencana strategis pengembangan Rumah Bersalin St. Josef tahun 2009-2013. Penelitian ini merupakan penelitian operasional, analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kelima produk yaitu Persalinan, SPOG, KIA, BP Umum dan BP Gigi, semuanya berada dalam fase PLC maturity. Dengan melakukan matching strategi yang diusulkan para ahli maka didapatkan formulasi strateginya adalah strategi kombinasi, dimana dua tahun pertama menggunakan strategi retrenchment, tiga tahun selanjutnya menggunakan strategi diversification. Dengan mengimplementasikan strategi terpilih diharapkan Rumah Bersalin St.Josef dapat lebih berkembang dimasa mendatang.
Planning is foundation of the effective strategy, planning is also one of the good indicator in management cycle. St.Josef Maternal Hospital was established in 1975 as a satellite clinic of St.Carolus Hospital, i.e. social service of St.Carolus Hospital for North Jakarta poor citizen. The services given are birth delivery services, obstetric and gynecology specialist, mother and children health services, general medical services and dental services. This research aim to analyze every product services through Product Life Cycle variables i.e. sales, revenue, cost, profit, cash flow, capital access, competitor, market growth and market share in order to define each position according to its life cycle as the basis in formulation of the development strategic planning of St.Josef Maternal Hospital year 2009-2013. This is an operational research with qualitative and quantitative approach. The result shows that all products are in the maturity phase of product life cycle. By matching strategy that were proposed by the expert it was concluded that the strategy was a combination strategy, where in the first two years using retrenchment strategy and in the next three years using diversification strategy. By implementing the chosen strategy, it was hoped that the St.Josef Maternal Hospital become widely developed.
Perencanaan merupakan dasar dari strategi yang efektif, perencanaan juga menjadi salah satu indikator yang baik dalam siklus manajemen. Rumah sakit jantung dan pembuluh darah harapan kita berdiri sejak 9 November 1985 merupakan RS BLU yang menjadi RS pusat rujukan nasional yang memberi pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah. Poli eksekutif merupakan salah satu unit pelayanan yang menjadi “private wing” RSJPDHK berdiri sejak november 2008. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis setiap produk poli eksekutif RSJPDHK melalui variabel-variabel Product Life Cycle yaitu Sales, Revenue, Cost, Provit,Cash flow, Competitor, Capital access, Market growth, Market share, Technology, Investment in R&D, Training untuk mengetahui posisi setiap produk menurut siklus hidupnya yang akan menjadi dasar untuk menentukan formulasi rencana strategis poli eksekutif RSJPDHK tahun 2011-2015. Penelitian ini merupakan penelitian operasional (operasional research), analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan ketiga produk poli eksekutif,yaitu konsultasi jantung&ekg, treadmill, echocardiography semuanya berada dalam fase PLC introduction. Alternatif strategi yang dapat dilakukan adalah dengan market development dan product development. Strategi terpilih untuk poli eksekutif adalah mengadakan kerjasama dengan perusahaan dalam pelayanan medical check up, prioritas berikutnya adalah mengadakan pembenahan poli eksekutif dan mengadakan paket medical check up yang disertai pemberian service konsultasi dengan ahli gizi. Dengan mengimplementasikan strategi terpilih diharapkan poli eksekutif RSJPDHK dapat berkembang dimasa mendatang. Kata Kunci : Product Life Cycle, Sales, Revenue, Cost, Provit,Cash flow, Competitor, Capital access, Market growth, Market share, Technology, Investment in R&D, Training Daftar bacaan : 30 buku ( 1983-2009)
Planning is the foundation of an effective strategy, planning is also one good indicator of the management cycle. Harapan Kita Cardiovascular Hospital established since 9 November 1985 is a government hospital become a national referral center that provides services for heart disease and blood vessels. Polyclinic executive is one of service units to be "private wing" RSJPDHK established since November 2008. This study aims to analyze each product polyclinic executive RSJPDHK through the variables of Product Life Cycle of Sales, Revenue, Cost, provit, cash flow, Competitor, Capital Access, Market Growth, Market share, Technology, Investment in R & D, Training for the position of each product according to its life cycle which will be the basis for determining the formulation of a strategic plan executive polyclinic RSJPDHK years 2011-2015. This study is an operational research, analysis was done with quantitative and qualitative approaches. The results showed three executives polyclinic products, consultation cardiac & ECG, treadmill, echocardiography are all in the introduction phase of the PLC. Alternative strategies that can be done is to market development and product development. The strategy chosen for polyclinic executives are entered into a collaboration with companies in the service of medical check-ups, the next priority is to improvement polyclinic executive and held a medical check-up package with consultation with a nutritionist. By implementing the chosen strategy is expected polyclinic executive RSJPDHK can develop in the future. Keywords: Product Life Cycle, Sales, Revenue, Cost, provit, cash flow, Competitor, Capital Access, Market Growth, Market share, Technology, Investment in R & D, Training Reading list: 30 books (1983-2009)
Observing The Role of Quality Management System ISO 9001:2000 Implementation Towards The Performance of Duren Sawit Hospital (A Preliminary Study Analysis Readiness of Strategic Management Balanced Scorecard Implementation) Identifying to sistematically and comprehensively of the activities process and continuous improvement in health services through implementing of Quality Management System ISO 9001:2000 should be give effectively and efficiently performance which could be measured by Balanced Scorecard strategic frame. This study is intended to observe the role of the implementation of Quality Management System ISO 9001:2000 over the performences of Duren Sawit Hospital which are measured through the Balance Scorecard strategic frame approaches which are expected to contribute the benefit as a mainstream study to analyze the readiness of the management strategy in implementing Balance Scorecard. The result from this study described that through the understanding of and consistence over the implementation of QMS ISO 9001:2000, the hospital would result in systematic and comphrehensive organizational process and realized an effectively and efficiently performance and succeeded in analyzing the readiness on the hospital to implement the strategic management of Balance Scrorecard by the gap identification gained during the collection of the primary data needed to measure the result indicators as the signs of the success of organizational strategic target achievements. Keyword : QMS ISO 9001:2000 and Balance Scorecard strategic frame
Salah Satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) adalah kelengkapan pengisian rekam medis 1x24 jam setelah selesai pelayanan sebesar 100%. Indikator mutu kelengkapan Rekam Medis Elektronik (RME) di RSKD Duren Sawit pada tahun 2022 belum mencapai 100%. Penilaian kelengkapan RME secara kuantitatif pada RME rawat jalan masih belum terlaksana. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor determinan kelengkapan pengisian RME di Poliklinik Non Jiwa RSKD Duren Sawit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, untuk menggali fenomena kelengkapan pengisian RME di Poliklinik Non Jiwa RSKD Duren Sawit. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan pengisian RME di Poliklinik Non Jiwa RSKD Duren Sawit sebesar 70% dan belum memenuhi SPM kelengkapan RME. Faktor yang berkontribusi berhubungan dengan Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana serta internalisasi Standar Prosedur Operasional (SPO) terkait RME. Usulan tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah meliputi struktur dan proses yang berkontribusi antara lain pembuatan dan sosialiasi SPO kelengkapan isi RME, melibatkan kelengkapan pengisian rekam medis dalam penilaian kerja SDM kesehatan dan perbaikan media RME.
Sebagai institusi kesehatan pemerintah yang cukup terdepan dalam hal manajemen mutu, Rumah Sakit Duren Sawit (RSDS) telah mengimplementasikan berbagai sistem manajemen mutu, diantaranya Malcolm Baldrige National Quality Program dengan Health Care Criteria for Performance Excellence, Quality Management System (QMS) ISO 9001:2000, Occupational Health and Safety Asessment System (OHSAS 18001), Competency Based Human Resources Management, serta sistem-sistem lainnya sebagai instrumen pemberdayaan pegawai yang merupakan sumber daya utama dalam pencapaian tujuan strategis RSDS. Masing-masing sistem manajemen mutu tersebut memiliki variabelvariabel yang sifatnya spesifik dan terus menerus berubah dari waktu ke waktu. Saat ini penyajian datanya masih tersebar dari berbagai pintu dan sumber sesuai penanggungjawabnya sehingga pengambilan informasi memakan waktu yang lebih lama serta pemantauannya belum dapat menggambarkan tren, analisis multidimensi serta profil kompetitor. Penelitian ini mencari dengan terapan-terapan Baldrige Health Care Criteria for Performance Excellence yang berjalan di RSDS, namun tidak melakukan scoring terhadap variabel-variabel MBNQA. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi mengenai penyiapan implementasi Business Intelligence dengan basis Malcolm Baldrige di RS Duren Sawit pada tahun 2007. Peneliti melakukan investigasi sistem untuk mengetahui kelayakannya, kemudian dilakukan analisis sistem untuk mengetahui kebutuhan informasi yang diperlukan. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif. Informan kunci pada penelitian ini adalah Direktur RSDS, Manager Representatif, Kabag. Tata Usaha RSDS serta Koordinator EDP. Keempat informan kunci tersebut merupakan pihak yang akan banyak menggunakan informasi yang disajikan oleh business intelligence RSDS. Hasil penelitian ini adalah implementasi business intelligence telah layak untuk dilakukan. Didapatkan sebanyak 147 variabel level informasi, dengan dominasi banyaknya informasi pada kategori Process Management pada Proses Kunci Layanan RSDS. Mayoritas ketersediaan data sudah dalam bentuk non laporan manual (81%). Dari keseluruhan proses, effort implementasi business intelligence saat ini berkisar antara 15-35%. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pihak manajemen untuk melanjutkan sosialisasi, pelatihan sistem informasi, menegaskan kebijakan sistem informasi yang berlaku. Data dalam bentuk laporan manual perlu dilakukan standarisasi informasi sehingga bisa dikonversi menjadi bentuk database, sedangkan data dalam bentuk file non database diperlukan penyepakatan konsistensi data untuk percepatan implementasi business intelligence.
As a leader in quality management system, Duren Sawit Hospital has implement plenty of Quality Management System, such as Malcolm Baldrige National Quality Program, Quality Management System (QMS) ISO 9001:2000, Occupational Health and Safety Asessment System (OHSAS 18001), Competency Based Human Resources Management and other quality management system toward strategic goals of the organization. Each quality management system has many specific and changing variables. The report of each system is still disseminated according to its own departement. This condition leads to longer infotmation gathering time and incompatibility of showing trendline, multidimensional analysis and also profile of hospital?s competitor. This study looks for the implementation of Malcolm Baldrige Health Care Criteria in this hospital and gathered information on preparation of Duren Sawit Hospital on implementing business intelligence based on Malcolm Baldrige. It doesn?t conduct scoring of MBNQA variables. System investigation conducted to get the feasibility of business intelligence. System analysis conducted later to get the information needed. The study use qualitative approach with indepth interview and direct observation for primary data and hospitals archive for secondary one. The study showed that business intelligence is feasible to be developed. System analysis gathered 147 information variables and process management has the most of it. Most of data availibilty is on electronic form (database, non database). Estimation of existing implementation effort is 15-35%. Suggested effort including staff trainning, management consistency of single information system, continuing of breaking down the information variables and standarizing manual information into database and agreement on data consistency for acceleration of business intelligence implementation.
