Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21595 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dicky Dewanto Tjatur Rahardjo; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Jaslis Ilyas, Hafizurrahman, Supriyantoro
Abstrak:

Perubahan lingkungan suatu organisasi, baik lingkungan ekstemal maupun internal akan memberikan pengaruh pada kinerja organisasi itu sendixi. Demikian pula halnya dengan RS. Mata AINI yang telah berdiri sejak awal 1ahun 1980, juga tidak lepas dari pengaruh pcrubahan lingkungan yang tezjadi. Dimana pada awalnya RS. Mata AINI dikenal sebagai salah satu tujuan utama para pasien yang menderita pcnyakil mata di wilayah DKI Jakarta dan sekitamya, maka saat ini dengan semakin banyaknya pilihan penyedia jasa pelayanan kesehatan mam yang memiliki fasllitas pengobatan mata yang modem dan canggih, RS. Mata AINI tidak lagi meljadi tujuan utama para pasien mata yang tinggal di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Tujuan penelitian untuk menyusun sebuah perencanaan bisnis bagi scbuah produk unggulan yang belum dimiliki oleh RS. Mata AINI, yang didasari oleh sebuah analisa siluasi yang menghasilkan posisi siratejik RS. Mata AINI untuk menghadapi kondisi persaingan yang ada melalui penggunaan matrik TOWS dan matriks IE. Dari matching dua mauik ini dihasilkan sebuah strategi Pengembangan Produk yang kemudian dilakukan penentuan kelayakan bagi produk yang telah ada dengan menggunakan matrik BCG sebagai dasar penentuan produk unggulan terpilih. Setelah dapat menentukan produk unggulan yang layak melalui anaiisa pangsa pasar tertinggi yang berbanding dengan pertumbuhan pendapatan kotor yang tertinggi pula (kuadran bintang matrik BCG), maka tindakan operasi Katarak terpilih sebagai dasar pengembangan sehuah produk unggulan yang dikombinasikan dengan Glaukoma sebagai produk pendampingnya. Yang kesemuanya itu akan dikemas dalam sebuah perencanaan bisnis produk unggulan yang berupa sebuah layanan terpadu yang diberi nama “Pusat Emas Katnrak dan Glaukoma RS. Mata AINI. Perencanaan bisnis produk unggulan ini, akan memaparkan empat elemen yaitu Rencana Organisasi dan Sumber Daya, Rencana Pemasamn, Rencana Keuangan dan Sistem Inforrnasi. Dimana Rencana Organisasi dan Sumber Daya menentukan posisi tim khusus pmduk lmggulan dalam stmktur organisasi RS. beserta alokasi sumber daya, khususnya SDM dengan kompetensi tertentu bagi pelayanan produk unggulan ini sepeni: dokter spesialis mata, medical account executive dan customer assist. Sedangkan Rencana Pemasaran lebih kearah menentukan target pasar yang dituju, beserta samna dan strategi pemasaran yang akan digunakan. Pada tahap Rencana Keuangan, ditentnkan langkah-langkah penentuan surnber dana dan investasi, proyeksi penerimaan dan biaya, dan aliran dana tunai yang akan menggambarkan tingkat keuntungan atau kerugian beserta tingkat pengembalian investasi. Sedangkan tahap Sistem Informasi akan menggambarkan Iangkah-langkah yang diperlukan bagi pengembangan sistem informasi yang terintegrasi beserta sumber daya yang diperiukan. Penelitian ini menyarankan manzqemen RS. Mata AINI untuk dapat mengaplikasikan perencanaan bisnis produk unggulan pelayanan tcrpadu Katarak dan Glaukcma ini karena paling sesw kondisi ekstemal dan intemai ofganisasi. Terutama karena tidak memerlukan biaya yang terlalu besar dan hanya memerlukan komiunen yang tinggi dad segenap jaiaran tenaga medis, non-medis dan manajemen RS. Mata AINI.


Organization environment change, whether for extemal or internal will atfect the organizatiorfs performance. Similiary with AINI Eye Hospital who has been established since 1980, also aH`ectedly by ever changing business competitive condition. In the old days, AINI Eye Hospital was consider as one of main destination for Eyc's Health Service patient in DKI Jakarta area. Consequently with rapid growth of a new and modern private Eye Clinic in DKI Jakarta area, made AIN I Eye Hospital no longer the main destination holder. The goal of this study is to compose a business plan for the eminent product which AINI Eye Hospital did not have one, that based on ctureni hospital strategic positioned by analyzing the situational condition using TOWS matrix and IE matrix. From matching these two matrixes will lead to Product Development strategy, that followed by determine the current product feasibility for getting eminent product criteria using BCG matrix. After getting the BCG matrix result which described the highest market share and the highest gross revenue growth, the Cataract operation procedure was determine as a Product Development fotmdation and will combined with Glaukoma as a supporting product. And every aspect will wrap in one eminent product called "Cataract and Glaucoma Gold Center" AINI Eye Hospital. The business plan of this eminent product will consist several elements such as: Organizational and Resource Plan, Marketing Plan, Financial Plan and System Information. Organizational and Resource Plan will describe the special team which consist with several member who will have direct responsible to AIN! Eye Hospital President Director. Also allocating the supporting resources, especially high and certain competency based Human Resources such as: Eye Specialist Doctors, Medical Account Executives and Customer Assists. While Marketing Plan will describe certain steps such as: determine the target market, the marketing tools and facilities, and market strategy that will be use. In Financial Plan, will be determine the investment resource, cost and revenue projection, and cash flow which will describe profit or loss level and as well as return on investment rate. While ini System Information will describe the steps that need to bc taken for developing the integrated informational system, along with the resources which needed. This study gives recommendation to AIN! Eye Hospital management, to implement the Business Plan of "Cataract and Glaucoma Gold Center", as this eminent product is considered as the most compatible with external and intemal organization condition. Primarily because this product will not have to draw huge invest:-nent and just only need the upmost commitment from the management and all AINI Eye Hospita1's medical and non medical staff.

Read More
B-1113
Jakarta : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Litacha Tamlicha; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Musaida, Erwin
B-1213
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gini Permana Sulastini; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Indra Maryunif
B-1443
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Johan Salim; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamianti, Herwin Meifendy, Agus Ariyanto Haryoso
Abstrak:
Sebagai rumah sakit yang yang berbentuk BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), RSUD Kepulauan Seribu perlu menyusun rencana strategi bisnis yang harus diperbaharui setiap lima tahun. Rencana strategis dan bisnis periode sebelumnya 2018-2022 sudah habis , namun RSB periode selanjutnya 2023-2026 belum selesai disusun, sedangkan sudah terdapat beberapa isu penting terkait operasional , pengembangan layanan unggulan yang perlu diakomodir pada RSB periode selanjutnya. Penelitian ini berfokus pada penyusunan RSB RSUD Kepulauan Seribu yang diharapakan dapat dijadikan referensi dalam menyusun rencana strategis dan bisnis RSUD Kepuauan Seribu tahun 2023-2026 dengan fokus pengembangan layanan unggulan. Penelitian ini menggunakan metode operasional (operastional research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dengan wawancara mendalam, data sekunder didapatkan dari laporan-laporan rumah sakit dan stakeholder tekait. Pada tahapan input stage, matching stage, decision stage, dan implementasi ditentukan dengan Teknik pengambilan keputusan CDMG (consensus Decision Making Group) dengan pendekatan Balance Scored Card. Berdasarkan matriks internal eksternal positioning RSUD Kepulauan Seribu berada pada pertumbuhan/ekspansi. Dengan prioritas alternative startegi berdasarkan pengolahan QSPM (quantitave strategic planning matriks) adalah pengembangan layanan unggulan PONEK 24 jam dan wisata medis, pengembangan kompetensi pegawai, Budaya tata kelola dan peningkatan inovasi, revialisasi Gedung sarana dan prasarana, pengembangan target pasar yang menyasar wisatawan, dan penetrasi pasar dengan meningkatkan kerja sama dengan stakeholder. Dalam tahapan implementasi perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah terwujudnya saran dan prasaran yang sesuai dengan standar serta terwujudnya budaya kinaerja yang berinovasi dan team work yang kuat dan efektif. Untuk perspective bisnis internal adalah terwujudnya RSUD Kepulauan Seribu mampu tatalaksana PONEK 24 jam dan rumah sakit yang mampu menunjang kegiatan wisata, serta terwujudnya pelayanan primer untuk seluruh jenis pelayanan. Berdasarkan perspective pelanggan targetnya adalah terwujudnya RSUD Kepulauan Seribu sebagai rumah sakit tujuan utama masyarakat kepulauan seribu serta terwujudnya peningkatan kepuasan pasien. Untuk perspective finansial target Peningkatan pendapatan operasional rumah sakit dan Peningkatan CRR (Cost Revenue Rate).

As a distric Hospital which organize in BLUD regulation. RSUD Kepulauan Seribu must to compile strategic and bussines planing document which must to be updated every five years . Strategic bussines planning document period before 2018-2022 has finished, however the next period 2023-2026 hasn’t finished compiled yet. Whereas there so many problem related with operational, develompment of priority health service, which should solved in next period of strategic bussines planning of RSUD Kepulauan Seribu. This Study foccus in discuss of compiling the strategic bussines planning RSUD Kepulauan Seribu which expected could be made the reference ini compile RSUD Kepulauan Seribu strategic and bussines document 2023-2026 period which foccus in discuss the development of prority health services and refferal health service. This study used the operational research method with qualitative approach. Primary data were obtained by comprehensive interview, the secondary data were obtained by the hospital annual reported or the goverment service annual report. In input stage, matching stage, decision stage, and implementaion data was determined by decision making technic CDMG (Consensus Decision Making Group) with Balanced Scored Card Approaching. Based on result of analysis internal eksternal matrix RSUD Kepulauan was at development/expansion posisition With priority alternative strategy based on QSPM (qualitative strategic planning matriks) analysis are development priority health service 24 hours maternal and perinatal emergency services and medical tourism, development of employe competence, governace worked culture dan enhancement innovation, revitalisation of hospital infrastructure, market development which tourist target, and market penetration which improve stakeholder cooperation. In learning dan growing perspective of implementation stage the target are the realization of good standard hospital infrastructure, the formation worked culture which innovative, dan strong effective team work. In intenternal bussines perspective the target are the realization of 24 hour maternal and perinatal emergency services(PONEK 24 jam), medical tourism services, and fullfill the primary standar of refferal health services. In costumer perspective the target are the realization RSUD Kepulauan Seribu as the main refferal hospital for kepulauan seribu district citizen dan increasing of costumer/patient satisfaction. In financial perspective the target are the increasing of hospital income, and increasing of hospital cost revenue rate (CRR)
Read More
B-2468
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renyta Amelia; Pembimbuiing: Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amila Megraini, Yuli Prapanca Satar
Abstrak: Peralatan medis merupakan syarat utama yang harus dipenuhi rumah sakit untukoperasional. Namun seringkali pengadaan peralatan medis menjadi berlebihan ataubahkan sebaliknya peralatan medis tidak sesuai dengan fungsi pelayanan. Di Indonesia yang merupakan salah satu negara berkembang memiliki banyak kendala bagi pemilik atau investor dalam membeli peralatan medis. Kurangnya informasi mengenai spesifikasi, kelebihan, kekurangan dan harga peralatan medis. Tidak adanya standar harga yang jelas, dan sangat bergantung kepada distributor. Penelitian ini bertujuan menyusun kebutuhan peralatan medis RS Dr Hafiz di Cianjur tahun 2014 dengan mengambil model perencanaan peralatan kesehatan berdasarkan analisis komparasi antara RS Anna Medika dengan pedoman peralatan kesehatan rumah sakit kelas C yang dikeluarkan oleh Kemenkes. Hasil komparasi jumlah peralatan medis RS Anna Medika sudah memenuhi standar minimal pelayanan rumah sakit kelas C meski belum sesuai dengan Pedoman Peralatan Kesehatan Rumah Sakit Kelas C, sehingga Rumah Sakit Dr Hafiz dapat mengacu pada perencanaan pengadaan peralatan medis RS Anna Medika. Kata kunci : Peralatan medis, perencanaan, pengadaan, komparasi
Medical equipment is a major requirement that must be met for hospital operations.But often the procurement of medical equipment to be excessive or even medicalequipment is inappropriate with the service function. In Indonesia, which is one of thedeveloping countries have a lot of obstacles for owners or investors in the purchase ofmedical equipment. Lack of information about the specifications, advantages,disadvantages and prices of medical equipment. The absence of a clear standard price,and very dependent on the distributor. This study aims to develop a need for medicalequipment Hospital Dr Hafiz in Cianjur 2014 by taking medical equipment planningmodels based on comparative analysis between Anna Medika Hospital with medicalequipment guidelines hospital grade C issued by the Ministry of Health. The results ofthe comparative amount of medical equipment Anna Medika Hospital has met theminimum standard C-class hospital services, although not in accordance with theGuidelines for Hospital Medical Equipment Class C, so that the Dr hafiz Hospital canrefer to medical equipment procurement planning Anna Medika Hospital.Keywords:Medical equipment, planning, procurement, comparative
Read More
B-1669
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Monica Tri Ariantik; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Tatiek, Prima Kartika Esti
Abstrak: Penelitian ini dilakukan di RS. X Tangerang bertujuan untuk menganalisa situasiinternal dan eksternal, mengetahui strategi yang diperoleh berdasar pendekatanBSC dan mengetahui program kerja yang dapat dikembangkan sesuai denganstartegi terpilih tersebut. Jenis penelitian ini merupakan Action Research dengananalisa data kualitatif, melalui telaah dokumen, wawancara mendalam danConcensus Decision Making Group (CDMG) terhadap manajemen RS. XTangerang. Hasil positioning RS. X Tangerang berada di Kuadran II yaituInternal Fix-It Quadran dan Sel V Hold and Maintain. Strategi alternatif yangmenjadi prioritas yaitu pengembangan Product Development dengan contohprogram Pengembangan Instalasi Rawat Khusus (UGD, VK, ICU, HCU,PERISTI-Perinatal Resiko Tinggi dan Kamar Operasi) dengan melakukankerjasama dengan Rumah Sakit lain sebagai mitra rujukan.Kata Kunci : Rencana Strategis, Balanced Scorecard, Organisasi KesehatanRumah Sakit
This study was conducted at Hospital X Tangerang aims to analyze the internaland external situation, knowing the strategy obtained based on the BSC approachand know the work program that can be developed in accordance with the chosenstrategy. This type of research is Action Research with qualitative data analysis,through document analysis, in-depth interviews and Consensus Decision MakingGroup (CDMG) to the management of the Hospital X Tangerang. Resultspositioning X Tangerang Hospital is in Quadrant II, namely the Internal Fix-ItQuadran and Cells V Hold and Maintain. The alternative strategy is a priority isthe development of Product Development with examples of programsDevelopment Special Care Installation (ER, VK, ICU, HCU, PERISTI-High RiskPerinatal and Operating Rooms) through cooperation with other hospitals asreferral partners.Keywords: Strategic Plan, Balanced Scorecard, Hospital Health Organisation.
Read More
B-1753
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deni Setiawati; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Sandi Iljanto, Wahyu Sulistiadi, Ridwan Purwanto
B-1249
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Laras Suminar; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Ede Surya Darmawan, Vetty Yulianty Permanasari, Franz Sinatra Yoga, Purwa Kurnia Sucahya
Abstrak:

Tantangan yang dihadapi RSU GMC dalam mengelola biaya pelayanan kesehatan, khususnya pada tindakan operasi pterygium yang memiliki variasi rawat inap dan rawat jalan pada pelayanannya, di tengah sistem pembayaran berbasis INA-CBGs BPJS Kesehatan yang seringkali tidak mencerminkan biaya riil pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya satuan dan tingkat pemulihan biaya (Cost Recovery Rate/CRR) pada layanan operasi pterygium di RSU GMC, Pesawaran Lampung tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis biaya menggunakan metode Double Distribution dan Relative Value Unit (RVU), serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci di rumah sakit. Data yang dikumpulkan meliputi biaya investasi, operasional, dan pemeliharaan untuk seluruh unit terkait selama tahun 2024, baik biaya langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan RSU GMC untuk seluruh pelayanan rumah sakit pada tahun 2024 mencapai Rp18,4 miliar, dengan proporsi terbesar dialokasikan untuk biaya operasional (74%), diikuti investasi (25%) dan pemeliharaan (1%). Biaya satuan tindakan operasi pterygium rawat inap bervariasi menurut kelas, mulai dari Rp8.393.130 (VVIP) hingga Rp5.758.508 (kelas 3), sedangkan estimasi jika dilakukan rawat jalan sebesar Rp3.222.238 untuk metode konjungtival graft dan Rp2.680.442 untuk metode bare sclera. Terdapat selisih negatif yang signifikan antara unit cost aktual dan tarif INA CBGs, dengan tingkat pemulihan biaya (CRR) pada rawat inap hanya 80-87% dan rawat jalan 49-58%. Rekomendasi penelitian yaitu evaluasi ulang terhadap perjanjian KSO alat operasi, pengkajian ulang jasa medis, serta optimalisasi utilitas SDM dan ruang operasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tarif INA CBGs belum mampu menutupi biaya riil pelayanan operasi pterygium di RSU GMC, baik pada layanan rawat inap maupun rawat jalan, sehingga diperlukan evaluasi biaya rumah sakit dan efisiensi internal agar keberlanjutan dan mutu pelayanan tetap terjaga. 


 

The main challenge faced by RSU GMC in managing healthcare service costs is related to providing pterygium surgery, which includes both inpatient and outpatient care, within the limitations of the INA-CBGs payment system under BPJS Kesehatan that often does not reflect the actual service costs. This study aims to analyze the unit cost and cost recovery rate (CRR) of pterygium surgery services at RSU Gladish Medical Center (GMC) Pesawaran, Lampung, in 2024. The research applies a case study method with a quantitative approach using cost analysis based on the Double Distribution and Relative Value Unit (RVU) methods, supported by a qualitative approach through in-depth interviews with key hospital informants. The data collected include investment, operational, and maintenance costs for all related units in 2024, covering both direct and indirect costs. The results show that the total hospital expenditure in 2024 reached IDR 18.4 billion, with the majority allocated to operational costs (74%), followed by investment (25%) and maintenance (1%). The unit cost of inpatient pterygium surgery varied by class, from IDR 8,393,130 for VVIP to IDR 5,758,508 for Class 3. For outpatient procedures, the estimated cost was IDR 3,222,238 for the conjunctival graft method and IDR 2,680,442 for the bare sclera method. There is a significant negative gap between the actual unit cost and the INA-CBGs tariff. The CRR for inpatient care ranges from 80% to 87%, while for outpatient care it is lower, between 49% and 58%. Based on these findings, it is recommended that the hospital conduct a comprehensive review of the surgical equipment partnership agreement, reassess medical service fees, and optimize the use of human resources and operating room capacity. This study concludes that the INA-CBGs tariff does not sufficiently cover the actual costs of pterygium surgery at RSU GMC, for both inpatient and outpatient services. Therefore, regular cost evaluation and internal efficiency improvements are crucial to maintain the sustainability and quality of healthcare services.

Read More
B-2544
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patricia Samma; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mamahit, Mieke Savitri
Abstrak:

Suatu rumah sakit yang berlaku sebagai sistem akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, baik hukum dan perundangan, politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Dengan demikian rumah sakit dapat menjadi unit pelaksana pcmerintah dalam memberikan pclayanan publik ataupun sebagai institusi pelayanan swasta. Olch karena itu diperlukan analisa lebih mendalam untuk menilai pclayanan mana yang akan diprioritaskan sehingga diketahui unit bisnis yang paling baik untuk berkcmbang (unit bisnis strategi) yang ada di RSUD Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi Rcncana Strategi RSUD Tangerang yang tepat dan dapat dilaksanakan. Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan analisis data kualitatifdan data kuantitatifl Hasil penelitian mengungkapkan bahwa unsur peluang meliputi kebijakan pemerintah, sosial ekonomi, pendidikan, demografi, geograii, pesaing, pelanggan dan pemasok. Sedangkan unsur ancaman adalah teknologi. Unsur kekuatan mcliputi manajemen dan organisasi, SDM, keuangan dan produk Iayanan. Sedangkan unsur Icelemahan adalah visi dan misi, pemasaran, Sistcm Informasi Manajemen, fasilitas Esik dan litbang. Kcsimpulan pada penelitian ini adalah posisi RSUD Tangerang berada pada kuadran Internal Fix-it (Matriks TOWS), sel V I Hold and Maintain (Matriks IE) Pada tahap pencocokkan dihasilkan strategi product development dengan Unit Penyakt Dalam sebagai unit bisnis unggulan menumt Matriks BCG. Pada penentuan prioritas kegiatan berdasarkan analisis QSPM adaiah Pengembangan Pelayanan Pemeriksaan Penunjang, Penambahan Rawat Inap Kelas III untuk Unit Penyakit Daiam, Pcnambahan Layanan Poliklinik Penyakit Dalam Sore Semiswasta dan Pengembangan Pusat Penyakit Degeneratif.


Hospital system is affected by its extemal factors such as laws and regulations, economics and social culture. Therefore hospitais are government’s means to deliver public services or private health provider, hence in-depth analysis are needed to iind the priorities of their business units in order to develop themselves, in this case for Tangemng State Hospital. The objective of this research is to get the formulation for Tangexang State Hospita|’s Strategic Planning that are precise and applicable. The research’s method is operational with qualitative and quantitative analysis. From the research it is shown that the opportunity factors include govemment’s regulations, social economics, education, demographics, geographic, competitors, consumers and suppliers. The threat factor is technology. Strength factors include management and organization, human resources, finance and products. The weakness factors are the vision and mission, marketing, management information system, infrastructure and research and development. The conclusion of this research is that Tangerang State Hospital is positioned in the lntemal Fix~lt within the TOWS Matrix quadrant, and in the V/Hold and Maintain within the IE Matrix. When matched, it is then shown that the product development strategy is the lntemist Unit as the lead product, according to BCG Matrix. ln determining its priorities’ activities using QSPM, it is then concluded that developing Supporting Services, the 3" Class inward wing for lnternist Unit, adding semi private lntemist Unit and establishing the Central for Degenerative Disease are the best strategies for this hospital.

Read More
B-1154
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Yudhistira; Pembim;g: Sandi Iljanto; Penguji: Mieke Savitri, Yuli Prapanca Satar
Abstrak:

Untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat terbadap kesehatan, banyak hal yang harus dilakukan, salah satunya adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Secara umum dapat dibedakan sembilan syarat penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang balk, yakni tersedia, menyeluruh, berkesinmnbungan, terpadu, wajar, dapat diterima, bermutu, tercapai serta terjangkau. Penelitian ini merupakan survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk melihat gambaran segmen, pembidikan pasar, dan posisi pasar RSU Meuraxa. Pendekatan ini untuk pengembangan bisnis kedepan. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk karakteristik responden berdasarkan variabel geografi, demografi, psikografis dan variabel perilaku dengan alat ukur kuesioner. Sedang pendekatan kualitatif dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam dari pam stake holder di RSU Meuraxa tentang gambaran segmentasi, pembidikan pasar dan posisi pasar RSU Meuraxa, pendekatan ini dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan informan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Sebagai penetapan posisi Rumah Sakit Umum Meuraxa adalah : "Dengan Pelayanan yang Prima, Berdasarkan Standar Profesional, Cepat, Tepat dan Terjangkau akan selalu melayani dengan sepenuh hati serta bemuansa Islami.


In order to meet the need and to satisfy the community demand on health, there are a lot of things to do, and one of those is the implementation of health services, In general) there are nine condition for a goad implementation on health services, namely : available, entirely, continous, integrated, appropriate, acceptable, qualified, accessible and affordable. The research is a survey with a quantitative and qualitative approaches, and has a purpose on exploring the segment, market targeting and positioning of MROH for the next future business development. The quantitative approach has and aim to see the respondent characteristics based one variable of geography, demography, psycography, and behavior which collected by a questionnaire, meanwhile, the qualitative approach is uses for gathering deeper information from stakeholders of MRGH, using a direct in-depth interview toward informants, as well as exploration towards some documents. File Digital: 1

Read More
B-1068
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive