Ditemukan 21747 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Penelitian ini bertujuan untuk mengemhui pengaruh fokus karyawan (keterlibatan karyawan dan lingkungan kclja katyawan) terhadap kinelja karyawan RSU Meuraxa xahun 2008. Secara teoritis penelitian ini diambil dari salah sam kritez-ia konsep yang dikemukakan oleh Hertz tahun 2008 tentang Malcolm lldrige. Penelitian ini mempakan penelitian survei d gan pendekatan kuantitatif; dimana menggunakan data primer dengan memakai alat bantu kuesioner. Mctode penelitian menggunakan metode analisis jalur atau disebut juga dcngan Path Analysis (PA) dengan mcnggunakan program SPSS. Sampel penelitian adalah karyawan RSU Meuraxa dengan menggunakan stratyied random sampling berdasarkan kelompok strata pendidikannya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lingkungan kelja karyawan di RSU Mcuraxa mempcngaruhi tinggi rendahnya kinerja karyawan RSU Meuraxa, sementara keterlibatan karyawannya tidak mempengaruhi secara langsung kinelja mereka. Berdasarkan fenomena tersebut pcneliti menyarankan kepada pihak manajemen RS Meuraxa untuk tetap mempertahankan llnglcungan kerja yang kondusif dan mendukung bagi karyawarmya, serta mcningkatkan keterlibatan karyawannya agar kinelja mereka semakin meningkat yang akan berimbas pada peningkatan kinelja RS tertenmnya.
This study aimed at finding influence of employee focus (employee involvement and working place) to employee perfonnance at Meuraxa general hospital in 2008. Theoretically this study was taken from one of concept criteria mentioned by Hertz about Malcolm Baldrige in 2008. It is research survey using quantitative approach, primary data which used by means of questionnaire support. Study method using Path Analysis (PA) by operating SPSS program. Study samples are employees of Meuraxa genera! hospital by using stratified random sampling based on their strata education group. Study result stated that working place of employee in Meuraxa General Hospital had influenced the quality of employee performance of Meuraxa General Hospital, while employee involvement did not affect their performance directly. Based on these phenomenon the researcher suggested hospital management side to crcatc a conducive and support working place for employee, and simultaneously increase involvement of their employee in order to improve their performance which will affect overall hospital perfomtance.
Untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat terbadap kesehatan, banyak hal yang harus dilakukan, salah satunya adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Secara umum dapat dibedakan sembilan syarat penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang balk, yakni tersedia, menyeluruh, berkesinmnbungan, terpadu, wajar, dapat diterima, bermutu, tercapai serta terjangkau. Penelitian ini merupakan survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk melihat gambaran segmen, pembidikan pasar, dan posisi pasar RSU Meuraxa. Pendekatan ini untuk pengembangan bisnis kedepan. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk karakteristik responden berdasarkan variabel geografi, demografi, psikografis dan variabel perilaku dengan alat ukur kuesioner. Sedang pendekatan kualitatif dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam dari pam stake holder di RSU Meuraxa tentang gambaran segmentasi, pembidikan pasar dan posisi pasar RSU Meuraxa, pendekatan ini dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan informan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Sebagai penetapan posisi Rumah Sakit Umum Meuraxa adalah : "Dengan Pelayanan yang Prima, Berdasarkan Standar Profesional, Cepat, Tepat dan Terjangkau akan selalu melayani dengan sepenuh hati serta bemuansa Islami.
In order to meet the need and to satisfy the community demand on health, there are a lot of things to do, and one of those is the implementation of health services, In general) there are nine condition for a goad implementation on health services, namely : available, entirely, continous, integrated, appropriate, acceptable, qualified, accessible and affordable. The research is a survey with a quantitative and qualitative approaches, and has a purpose on exploring the segment, market targeting and positioning of MROH for the next future business development. The quantitative approach has and aim to see the respondent characteristics based one variable of geography, demography, psycography, and behavior which collected by a questionnaire, meanwhile, the qualitative approach is uses for gathering deeper information from stakeholders of MRGH, using a direct in-depth interview toward informants, as well as exploration towards some documents. File Digital: 1
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (sistem informasi, keselarasan, motivasi kerja, pemberdayaan karyawan tingkat pelatihan ulang karyawan, kepuasan karyawan, retensi karyawan dan produktivitas karyawan) terhadap kinerja RSUD Sawahlunto tahun 2008. Secara teoritis penelitian ini diambil dari konsep yang dikemukan oleh Kaplan dan Norton tahun 2000 tentang Balanced Score Card. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif, dimana data yang digunukan adalah data primer dengan memakai alat bantu kuesioner. Metode penelitian menggunakan metode analisis jalur atau disebut juga dengan Path Analysis (PA) dengan menggunukan program LISREL. Sampel penelitian diambil dari karyawan RSUD Sawahlunto tahun 2008 dengan menggunakan stratified random sampling berdasarkan kelompok strata pendidikannya. Hasil penelitian ditemukan bahwa system informasi, keselarasan, pemberdayaan karyawan, kepuasan karyawan, retensikaryawan dan produktivitas karyawan mempengaruhi kinerja RSUD Sawahlunto tahun 2008 sebesar 73,79% dan 26,21% dipengaruhi oleh variabel lain. Variabel yang paling besar mempengaruhi kinerja RSUD Sawahlunto adalah kepuasan karyawan karena variabel ini berpengaruh secra langsung dan secara tidak langsung terhadap kinerja RSUD Sawahlunto yaitu sebesar 27,04% sedangkan pemberdayaan karyawan sangat berpengaruh terhadap kepuasan karyawan sebesar 17.64% Motivasi kerja dan tingkat pelatihan ulang karyawan tidak menunjukkan adanya pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap tinggi rendahnya kinetja RSUD Sawahlunto. Ketidak sesuaian antara teori dan hasil penelitian ini mungkin disebabkan oleh keterbatasan dalam penelitian. Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk lebih memperhatikan tingkat kepuasan karyawan hal ini dapat dilakukan dengan cara : (1) memberikan pujian atas prestasi kerja yang dicapai karyawan; (2) memberikan balas jasa sesuai dengan basil ketja: (3) Memberikan balas jasa sesuai dengan hasil kerja; (4) menempatkan karyawan sesuai dengan pendidikan, keahlian dan keterampilannya; (5) memberikan perlakuan yang adil dan layak kepada karyawan; (6) memberikan kesempatan promosi jabatan yang adil dan terbuka; (7) memberikan kesempatan yang sama bagi tiap karyawan untuk mendapatkan pelatihan; (8) menyediakan sarana dan prasarana kerja yang memadai dan (9) menciptakan suasana dan lingkungan kerja yang baik, antara lain hubungan yang harmonis antara pimpinan dengan bawahan dan antar rekan kerja.
This study has an objective to know the influence of growth-and-learning perspective (i.e information system, harmony, working motivation,. empowerment of the employee, refreshment training for the employee, employee's satisfaction, employee's retention and employee's productivity) to RSUD Sawahlunto's performance in 2008. Theoretically, this concept is taken from Kaplan-and-Norton's concept in 2000 about Balanced Score Card. The design in this study is a survey design with quantitative approaches. The method being used in this study is a path-analysis-method with LISREL program. The data are primer taken by the questionnaires. Samples are taken among employees at RSUD Sawahlunto in 2008 by stratified-random-sampling-method based on educational background level. The result shows that infonnation system, harmony, empowerment of the Employee, employe?s satisfaction, employeeretention and employee?s productivity has influenced RSUD Sawahlunto?s performance in 2008 as much as 73,79%, and the rest is influenced by other factor which is not included in this study. The biggest influence to RSUD Sawahlunto?s performance was caused by employee?s satisfaction variable, directly and indirectly, as much as 27,04%. Meanwhile, the employee?s satisfaction was influenced mostly by the empowerment of the employee variable. Working motivation and refreshment training for the employee do not show any influence directly, -neither directly- to the RSUD Sawahlunto's performance. This result do not appropriate with the theory, which is may caused by the limitation of this study. According to the result of this study, it is recommended to give more attention to employee's satisfaction variable. The director of RSUD Sawahlunto can do these actions : (I) to give appraisal to good performance produced by the employee, (2) to give reward to the employee as much value as the result of the job, (3) to place the employee based on his educational background, skill and competence, (4) to give equal and deserved treatment to employees, (5) to give promotion to the employee with an equal and opened chance, (6) to give equal chance to employees to follow a training, (7) to give good facility to work and (8) to create a good working- atmosphere, including good relationship between supervisor and subordinate, and among co-workers.
Di masa lalu, perusahaan dapat memusatkan diri pada kapabilitas internal , dengan mengandalkan kinerja produk dan inovasi teknologi. Tetapi perusahaan yang tidak memahami kebutuhan pelanggan akan memudahkan para pesaing untuk menyerang melalui penawaran produk dan jasa yang lebih baik yang sesuai dengan preferensi pelanggan. Oleh karena itu, banyak perusahaan saat ini berpindah fokus secara eksternal, kepada pelanggan. Jika ingin mencapai kinerja finansial jangka panjang yang hebat, setiap unit bisnis harus menciptakan dan memberikan produk dan jasa yang bernilai bagi pelanggan. Pertumbuhan kunjungan pasien yang cenderung menurun dari tahun 2004 = 2007. Rendahnya peningkatan prosentase kunjungan pasien umum tunai tahun 2004 — 2006, yang kemudian angka kunjungan tersebut menurun pada tahun 2007. Hal-hal tersebut, dapat menjadi indikasi adanya ketidak optimalan dalam hal pengelolaan .pasien. Kurangnya pemahaman tentang karakteristik pasien yang berkunjung , menjadikan ketidakoptimalan dalam mengelola mereka. Perspektif pelanggan dalam hal ini pasien merupakan variabel yang digunakan dalam melakukan analisa pelanggan yang berpengaruh terhadap kinerja rumah sakit yang berorientasi pelanggan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perspektif pelanggan terhadap kinerja Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey hubungan kausal dengan teknik analisis jalur/ Path Analysis menggunakan program LISREL, 104 sampel yang diambil secara random di rawat jalan RSPJ. Dari perhitungan analisa data statistik, variabel retensi pelanggan dan profitabilitas pelanggan mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap kinerja Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta; kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta dan pangsa pasar memberikan pengaruh langsung terbesar terhadap kinerja Rumah Sakit pelabuhan
ABSTRAK Nama : Roswin Rosnim Djaafar Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Pengaruh Fokus Pasar Dan Pelanggan Serta Pengelolaan Proses Layanan Terhadap Kinerja Rumah Sakit Omni Pulomas Tahun 2016 Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui besarnya pengaruh fokus pasar dan pelanggan (pengetahuan pasar, pengetahuan pelanggan, hubungan pelanggan, kepuasan pelanggan) dan pengelolaan proses layanan terhadap kinerja operasional RS Omni Pulomas tahun 2016. Secara teoritis penelitian ini mengacu kepada konsep dari Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence 2015. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif, dimana data yang digunakan adalah data primer dengan memakai alat bantu kuesioner. Metode penelitian menggunakan metode analisis jalur atau disebut juga Path Analysis. Sampel penelitian diambil dari karyawan RS Omni Pulomas tahun 2016 dengan menggunakan stratified random sampling berdasarkan kelompok unit kerjanya. Hasil penelitian di temukan bahwa pengelolaan proses layanan di pengaruhi oleh pengaruh pengetahuan pelanggan, hubungan pelanggan dan kepuasan pelanggan. Pengetahuan pasar pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap pengelolaan proses layanan. Pengaruh langsung yang paling kuat korelasinya adalah kepuasan pelanggan dengan nilai koefisien korelasi 0,321 dan nilai p-value 0,000. Untuk pengaruh pengetahuan pelanggan, hubungan pelanggan, kepuasan pelanggan dan terhadap kinerja operasional RS Omni Pulomas ditemukan bahwa yang mempunyai pengaruh langsung paling kuat adalah pengelolaan proses layanan dengan nilai koefisien korelasi 0,397 dan nilai p-value 0,000. Berdasarkan penelitian ini disarankan pada manajemen untuk melibatkan karyawan lebih banyak untuk pengenalan dan pemahaman karakteristik dari pasar dan pelanggan. Pihak manajemen perlu melakukan upaya terus menerus untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pada proses kerja. Sistem informasi yang terintegrasi sebaiknya segera di implementasikan. Daftar Kepustakaan : 30 ( 2005-2015 )
ABSTRACT Name : Roswin Rosnim Djaafar Study Program: Kajian Administrasi Rumah Sakit Title : The Analysis of Market Focus Influences and Customer Focus and also Service Management Process To Operational Work In Omni Hospital Pulomas in 2016 This study has a purpose to know how much the influence of market focus and customer focus (market knowledge, customer knowledge, customer relationship, customer satisfaction) and also service management process to operational performance in Omni Hospital Pulomas in 2016. In Theory, this study is based on Malcolm Baldrige Croteria for Performance Excellence (MBCfPE), in Health Care Criteria for Performance Excellence 2015. This study is a survey study with quantitative approach, where the data that is used is a primary data by means of a questionaire help device. The methods that had been used by this study is Path Analysis. The Sample was taken from Omni Hospital Pulomas employee in 2016 using Stratified Random Sampling according to its work unit. The results show that service management process is affected by customer knowledege , customer relation and customer satisfaction. In this study it was found that market knowledge does not have an influence on the service management process. The biggest influence comes from customer satisfaction with a correlation coefficient value at 0,321 and p-value at 0,000. For the effect of customer knowledge, customer relation, customer satisfaction and service management process to Omni Pulomas Hospital operational performance, from this study it was found that the most influencing factor came from the service management process with a correlation value at 0,397 and p-value 0,000. In regards to this study it reccomends that the management in the hospital to involve more employee interaction with the market knowledge and customer related interaction to recognize more of market and customer characteristics. Management need to evaluate and make continous improvement for the service process and an integrated hospital information system needs to be implemented as soon as possible. Reference : 30 (2005-2015)
Latar Belakang. Rumah Sakit merupakan salah satu pelayanan jasa yang dalam melakukan aktivitasnya, tidak boleh lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tingkat persaingan yang semakin ketat dikalangan usaha Rumah Sakit mempersyaratkan adanya daya saing bagi Rumah Sakit agar dapat memenangkan persaingan yang ada. Salah satu bentuk daya saing yang harus diciptakan oleh usaha Rumah Sakit adalah kualitas layanan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan Rumah Sakit perlu terus menerus dilakukan. Kepemimpinan sebagai salah satu indikator kualitas sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi termasuk rumah sakit. Dengan kepemimpinan yang baik, maka diharapkan dapat mempengaruhi komitmen, loyalitas dan kinerja karyawan yang dampak akhirnya adalah peningkatan mutu pelayanan. Penelititan ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional (potong lintang). Analisis digunakan adalah analisis korelasi dengan menganalisis hubungan antara variable dependen dengan variable independen. Data diperoleh dari kuesioner yang dibagikan dan responden dipilih secara acak. Hasilnya adalah gaya kepemimpinan yang paling dominan adalah gaya kepemimpinan Demokratik/Partisipatif dimana tingkat komitmen, loyalitas dan kinerja karyawan serta ,mutu pelayanan sudah sukup baik hanya belum mencapai harapan. Variable yang paling mempengaruhi mutu pelayanan diketahui dari penelitian adalah variable loyalitas.
Background. The hospital is one of the services that in conducting its activities should not be separated from the development of science and technology. The level of competition among enterprises increasingly requires Hospital to compete in order to win the competition. One form of competitiveness must be created by the efforts of the hospital’s quality of service. Therefore, the improvement of the quality of hospital service needs to be continuously carried out. Leadership as one of the indicators of the quality of human resources are the factor that determine the success of an organization including hospital. With good leadership, it is expected to affect the commitment, loyalty and work performance and ultimately impact the quality of service. This study is an analytical descriptive study with a quantitative approach. The research design used was cross sectional. Analysis of the correlation was used to analyze the relationship between the dependent variable and the independent variable. Data obtained from questionnaires distributed and respondents chosen randomly. The result is the dominant leadership style is the Democratic style, while the level of commitment, loyalty and work performance of the employee as well as the service quality is good but below the expectations. The variable that affects the service quality the most is the loyalty variable.
Balanced Scorecard merupakan alat komunikasi karyawan dengan manejemen yang mempunyai 4 perspektif. Salah Satu perspektif adalah perspektif keuangan dengan 3 tema strategis yaitu pertumbuhan pendapatan berkurangnya biaya, pemanfaatan aktiva.Dengan terus meningkatnya jumlah kunjungan, bertambahnya pendapatan setiap tahun akan mempcngaruhi kinerja RS Port Medical Center Tahun 2008. Belum adanya penelitian mengenai pengaruh perspektif keuangan terhadap kinerja RS Port Medical Center Tahun 2008. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perspektif keuangan (persepsi pendapatan,persepsi pembiayaan,persepsi pemanfaatan aktiva) terhadap kinerja Rumah Sakit Port Medical Center tahun 2008. Secara teoritis penelitian ini diambil dari konsep yang dikemukakan oleh Kaplan dan Norton tahun 2000 tentang Balanced Score Card. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif, dimanadata yang digunakan adalah data primer dengan memakai alat bantu kuesioner. Metode penelitian menggunakan metode analisis jalur atau disebut juga dengan Path Anslysis dengan menggunakan program LISREL. Sampel penelitian diambil dari karyawan Rumah Sskit Port Medical Center tahun 2008 dengan jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pendapatan tidak mempunyai pengaruh secara langsung terhaap kinerja RS Port Medical Center tahun 2008. Persepsi pembiayaan terhadap kinerja Rumah Sakit Port Medical Center mempunyai pengaruh 84,64%, Sedangkan persepsi pembiayaan mempunyai pengaruh sebesar 42,25% terhadap kinerja Rumah Sakit Port Medical Center Tahun 2008. Variabel yang paling besar mempengaruhi kinerja Rumah Sakit Port Medical Center adalah persepsi pemanfaatan aktiva 1. RS Port Medical Center perlunya meningkatkan sosialisasi kesadaran karyawan mengenai efisiensi dan efektifitas persepsi pembiayaan dimana karyawan harus bekerja sesuai dengan prosedur yang ada sehingga alat kesehatan dapat bertahan lebih larna. 2. RS Port Medical Center meningkatkan persepsi pemanfaatan aktiva dengan pengelolaan prosedur kelengkapan berkas kerjasama dengan memperhatikan waktu setiap tahap proses. 3. Dilakukannya penelitian lebih lanjut mengenai perspektif keuangan sehingga dapat diketahui lebih banyak lagi variabel lain yang mempengaruhi kinerja RS Port Medical Center tahun 2008.
Balanced scorecard is a communication device between employee and management team consisted of four perspective. Financial persepective as one of the perspective, as one of the perspective, has three strategic theme revenue growth, cost deficit, and usefulness of active. In corcordance with the increasing number of visit the increase in annual income influence the performance of PMC hospital year 2008. There were no research conducted to see the influence of financial perspective towards hospital performances in PMC hospital. The aim of this research study is to identify the influence of financial perspective (revenue perception, cost perception and perception of the use of activa) towards the performance of Port Medical Center (PMC) Hospital in the year 2008. Theoretically, this research was taken from the concept of Kaplan and Norton (2000) about Balanced Score Card. This research is a survey based research using quantitative method, in which it uses a primary data with questioner as the tool. The method of this research is Path Analysis by LISREL Program. The study sample was taken from Port Medical Center (PMC) Hospital employee of the year 2008. The sample size of this research was equal with the size of the population. The result of this study found that the revenue perpection, cost perpection and perpection of the use of active 99% influence the performance of Port Medical Center (PMC) Hospital in the year 2008 and 1% influence by other variable. The biggest variable influence hospital performance is the perpection of the use of active because it has a direct influence towards Port Medical Center Hospital performance that is 84.64%. whereas, cost perpection is contribute only 42.25% . Revenue perception does not shown to have a direct influence to the performance. The incoherent between the theory and the result of the study is due to the limitation of this study. Based on the result of this research study, the hospital perfonnance can be improved by: 1). Periodically maintenance Port Medical Center Hospital facility 2). Monitoring the effectiveness of drugs uses and sterile materials to give adequate service for customer 3). Increase employee awareness to participate in lowering the hospital cost 4). improvement of medical equipment 5). improvement of hospital building 6). Enhancement in the process of partnership (administration and medical filling) with the other facilities to lower account receivebles of Port Medical Center Hospital.
