Ditemukan 36033 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Purnama Mardayanti; Pemb. Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Triyanti, Ida Ruslita
Abstrak:
Keberhasilan pembangunan nasional suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan manusia (SDM) yang berkualitas, yaitu SDM yang memiliki fisik yang tangguh, mental yang kuat dan kesehatan yang prima disamping penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesalahan gizi dapat merusak bangsa, baik pada gizi kurang maupun gizi lebih. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah status gizidan kesehatan anak didik. Tujuan dari ananlisis adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor risiko (jenis kelamin, jumlah anggota keluaraga, pengetahuan gizi, uang saku, kebiasaan makan, aktifitas fisik disekolah, kegiatan diluar sekolah dan kegiatan diwaktu luang) dengan status gizi pada siswa kelas 8 di SLTPN 7 Bogor tahun 2008. Penelitian yang dilakukan pada tanggal 6 dan 10-12 November 2008 di SLTPN 7 Bogor ini menggunakan disain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 8 SLTPN 7 Bogor. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) menggunakan alat timbangan seca dan microtoice, mewawancarai kebiasaan makan dengan menggunakan Frequency Food Quetionary dan menyebarkan kuesioner ke 204 responden yang dipilih secara acak. Variabel bebas dari penelitian ini adalah faktor biologis (jenis kelamin), faktor lingkungan (jumlah anggota keluarga), faktor sosial ekonomi (pengetahuan gizi, uang saku ), dan gaya hidup (kebiasaan makan utama, kebiasaan makan pagi, kebiasaan makan jajanan, aktivitas diluar sekolah, kegiatan waktu luang) dan sebagai variabel terikatnya adalah status gizi pada siswa kelas 8 SLTPN 7 Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 faktor yang diteliti, hanya 1 faktor yang berhubungan secara statistik dengan status gizi, yaitu faktor jenis kelamin. Dari 98 responden laki-laki, sebesar 27,6 % mengalami gizi salah, sebaliknya dari 105 responden perempuan hanya 12,4 % yang mengalami gizi salah. Sedangkan faktor-faktor risiko lainnya tidak menunjukkan adanya hubungan secara statistik dengan status gizi. Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan adanya peningkatan fungsi dan peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS), tambahan mengenai pendidikan gizi dan pengawasan peredaran makanan jajanan serta perlu adanya kunjungan rutin untuk mengontrol keadaan status gizi dan pemeriksaan kesehatan siswa oleh pihak Dinkes bekerja sama dengan pihak sekolah serta orang tua agar pengetahuan gizi anak lebih luas dan dapat memilih makanan jajanan yang lebih aman, sehat dan bergizi serta dapat mengatasi keadaan gizi yang salah pada anak.
Read More
S-5501
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diqi Chaerulsidqy; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Sukati
S-6397
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agustina Kurniasih; Pembimbing: Sudarti Kresno; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Marlina Ginting
S-5279
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ema Florenta Sinuhaji; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Eman Sumarna
S-7342
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cicilya Candi; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dian Ayubi, Mieke Savitri, Lukas C. Hermawan, Dhian Probhoyekti
T-4547
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wilda Welis; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Sandra Fikawati
Abstrak:
Read More
Gizi lebih adalah suatu keadaan kelebihan berat badan bila dibandingkan dengan standar sesuai umur dan jenis kelamin. Gizi lebih pada dasarnya disebabkan ketidakseimbangan energi. Di satu sisi konsumsi energi yang berlebihan karena mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak tapi rendah serat seperti konsumsi fastfood dan makanan jajanan. Dari sisi lain rendahnya penggunaan energi karena gaya hidup sedentaris seperti banyaknya aktifitas menonton televisi dan sedikit berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gizi lebih pada siswa SLTP Kesatuan dan SLTP Bina Insani Kota Bogor. Desain penelitian ini adalah crossectional dan cara pengambilan sampel dengan cara acak sederhana. Sampel adalah siswa kelas 1, 2 dan 3 SLTP Kesatuan dan SLTP Bina Insani yang berjumlah 200 orang. Analisis data dilakukan dengan uji khai kuadrat dan regresi logistik ganda. Variabel independen adalah umur, jenis kelamin, pengetahuan gizi, persepsi terhadap tubuh, jumlah uang saku, frekuensi makan, kebiasaan jajan, kebiasaan mengkonsumsi .fastfood, konsumsi energi, protein, karbohidrat, lemak, lama menonton televisi, lama tidur, kebiasaan olah raga, pendapatan keluarga, pendidikan ayah, pendidikan ibu dan status gizi orang tua. Hasil penelitian ini mendapatkan persentase siswa dengan gizi lebih sebesar (44,9%). Ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin laki-laki, kebiasaan selalu jajan, kebiasaan olah raga yang rendah, pendidikan ayah yang rendah, pendapatan keluarga rendah dan orangtua yang gizi lebih dengan kejadian gizi lebih pada siswa. Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda didapatkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan gizi lebih adalah kebiasaan jajan ( OR= 5,311 ; 95% CI: 2,457 - 11,482 ). Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada Departemen Kesehatan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional agar menggiatkan kembali program UKS dan promosi gizi siswa sekolah lanjutan tingkat pertama serta peningkatan sosialisasi PUGS untuk remaja. Bahan Bacaan : 134 (1980-2003)
Analysis Factors Related to Overweight at Student of SLTP Kesatuan and SLTP Bina Insani in Bogor 2003Overweight is an increase of body weight above a standard for age and sex. Overweight is a problem of nutrient imbalance as more foodstuff are stored as fat than are used for energy and metabolism. This study aim to examine factors that related to overweight at student of SLTP Kesatuan and SLTP Bina Lnsani in Bogor. This research using crossectional design and simple random sampling. The samples were student grade 1-3, total sample are 200 students. Data analysis by chi square and multiple logistic regression. Variables age, sex, knowledge nutrition, body perception, pocket money, food frequency, habit to buy snack, habit to eat fastfood, food consume, duration of viewing TV, sleep duration, exercise, family income, father and mother' education and nutritional status of parent are as independent variables. The result of this study found that subject with overweight was 44,9%. Based on bivariate analysis, male, high habit to buy snack, low habit of exercise, low father's education, Iow family income and parental overweight showed significant correlation with overweight in adolescent. The most dominant variable to overweight was habit to buy snack. We recommended to Ministry of Health and Department of Education to reactive School Health Program (UKS), Nutrition Education and Marketing Indonesian Nutrition Guideline (PUGS) for adolescent. References : 134 (1980-2003)
T-1685
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ati Hayati; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Ida Ruslita
S-6460
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Abi Agistiawin; Pembimbing: Kusharisupeni Djojosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Syamsuddin
S-8362
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Aryati; Pemb. Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Toha Muhaimin, Nina Manarosana, Ahmad Yamin
T-2648
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tinneke Primasari; Pemb; Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Agus Triwinarto
S-5516
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
