Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35104 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Budi Prayitno; Budi Haryanto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yasep Setiakarnawijaya
S-5511
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iwan Setiawan; Pemimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ili Rianti
S-7336
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulastri; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Vera Sitompul
S-5579
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alifa Ayuni Prasetyo; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Muhammad Riedha
Abstrak:
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dapat menghambat kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan higiene dan sanitasi terhadap stunting dengan mempertimbangkan faktor individu balita dan faktor keluarga pada anak berusia bawah lima tahun (0-60 bulan) atau balita di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur tahun 2024. Penelitian ini menggunkan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 126 responden. Penelitian ini menggunakan data primer melalui observasi dan wawancara. Hasil analisis bivariat menunjukkan stunting berhubungan signifikan dengan higiene dan sanitasi (mencuci tangan dengan sabun (p-value = 0,01 & OR = 9,828); kepemilikan jamban pribadi (p-value = <0,001 & OR = 9,750); dan kualitas fisik air (p-value = <0,001 & OR = 4,713)); faktor individu balita (usia balita 49-60 bulan (p-value = <0,001 & OR = 0,350) dan riwayat penyakit atau infeksi (p-value = <0,001 & OR = 4,631)); serta faktor keluarga (sosial ekonomi keluarga (p-value = 0,003 & OR = 6,00) dan perilaku merokok keluarga (p-value = 0,004 & OR = 4,245)). Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan analisis multivariat (uji Multiple Logistic Regression), terdapat hubungan signifikan antara variabel kepemilikan jamban (p-value = 0,004 & OR = 5,068) dan usia balita rentang 49–60 bulan (p-value = 0,011 & OR = 1,528) dengan stunting. Dua variabel tersebut menyumbangkan 33,2% kasus kejadian stunting pada balita di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur tahun 2024.

Stunting is a condition of impaired growth in toddlers due to chronic malnutrition, particularly during the first 1000 days of life, which can decrease the quality of human resources in Indonesia. The main objective of this study was to determine the relationship between hygiene and sanitation towards stunting, considering individual and family factors in children under five years old (0-60 months) in Bidara Cina Village, East Jakarta, in 2024. This study used a cross-sectional design with 126 respondents. This study collected primary data through observation and interviews. The bivariate analysis results showed that stunting was significantly associated with hygiene and sanitation practices (handwashing with soap (p-value = 0,01 & OR = 9,828); ownership of personal toilet facilities (p-value = < 0,001 & OR = 9,750); and physical quality of water (p-value = < 0,001 & OR = 4,713)); individual factors of toddlers (age 49-60 months (p-value = < 0,001 & OR = 0,350) and history of illness or infection (p-value = < 0,001 & OR = 4,631)); and family factors (family socioeconomic status (p-value = 0,003 & OR = 6,00) and family smoking behavior (p-value = 0,004 & OR = 4,245)). The conclusion of this study is based on multivariate analysis (Multiple Logistic Regression test) that there was a significant relationship between the variables of toilet ownership (p-value = 0,004 & OR = 5,068) and the age range of 49-60 months (p-value = 0,011 & OR = 1,528) with stunting. Those two variables contributed to 33,2% of stunting cases among toddlers in Bidara Cina Subdistrict, East Jakarta, in 2024.
Read More
S-11759
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martina Hanifah Maulida; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Zakianis, Yustinus Maladan
S-12126
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elnesa Fitma S; Pembimbing: A Rahman; Penguji: Budi Hartono, Muslina Handayani
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang rancangan perlengkapan rekam medis berdasarkan value analysis di RSIA SamMarie Basra. Berdasarkan hasil observasi didapatkan ukuran rekam medis rawat jalan yang terlalu kecil dan terpisahnya rekam medis pasien rawat jalan dan rawat inap yang berdampak pada dokter yang sulit untuk menetapkan/merencakan pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien. Oleh karena itu diperlukan suatu rancangan perlengkapan penyimpanan dokumen rekam medis berdasarkan value analysis di RSIA SamMarie Basra. Perancangan ini bertujuan untuk mendapatkan suatu rancangan perlengkapan yang sesuai dengan fungsinya dalam menampung serta menjaga isi/formulir rekam medis di RSIA SamMarie Basra, sehingga tercipta suatu penyimpanan rekam medis yang memudahkan untuk pengelolaan rekam medis. Perancangan ini juga bertujuan agar rekam medis di RSIA SamMarie Basra terintegrasi menjadi satu dokumen yang berisikan catatan medis pasien baik di rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, dan pelayanan lainnya. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah operational research (riset operasi) dengan objek pada penelitian adalah perlengkapan penyimpanan rekam medis terutama map/file folder. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kajian literatur, observasi, telaah dokumen, penyebaran form isian dan wawancara mendalam, dengan analisis data yang menggunakan enam fase/tahapan dalam Value Analysis. Hasil akhir dari penelitian ini, bahwa rancangan perlengkapan penyimpanan dokumen rekam medis (map/file folder) belum dapat meningkatkan daya tampung ruang penyimpanan rekam medis, akan tetapi rancangan perlengkapan ini telah memenuhi fungsi ideal yang harus dimiliki oleh sebuah rancangan map/file folder dalam menampung serta menjaga isi/formulir rekam medis. Kata kunci: Rekam Medis, Peralatan Penyimpanan, Perlengkapan Penyimpanan, Map/File Folder, Value Analysis.
Read More
S-9015
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghina Labibah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Dewi Susanna, Hidayani Fazriah
Abstrak: Latar Belakang : Skabies merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varietas homonis. Penularan skabies dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Penyakit skabies sering terjadi pada lingkungan yang berpenghuni padat salah satunya adalah pondok pesantren yang memiliki asrama untuk tempat tinggal santrinya. Kejadian skabies selain mengganggu kesehatan santri namun akan berdampak kepada performa santri untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santri di pesantren. Tujuan : Mengetahui hubungan faktor lingkungan dan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santri di pesantren X di Kota Bogor pada Tahun 2022. Metode : Studi cross sectional yang dilakukan pada 1 pesantren di Kota Bogor. 84 orang santri dipilih dengan random sampling untuk menjadi responden penelitian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengambilan data lingkungan secara langsung. Dara yang telah diperoleh akan dilakukan uji statistik univariat dan bivariat. Hasil : Sebanyak 65 orang (77,4%) mengalami skabies, dan 19 orang (22,6%) tidak mengalami skabies. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan yaitu suhu dan kelembaban dengan kejadian. Sedangkan faktor personal hygiene seperti kebersihan tangan, kebersihan kuku, kebersihan kulit, kebersihan handuk dan kebersihan pakaian memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian skabies. Kata Kunci : Skabies, Sarcoptes scabiei varietas homonis, Pesantren, Lingkungan, Personal Hygiene
Background : Scabies is an infectious disease caused by the mite Sarcoptes scabiei homonis variety. Transmission of scabies can occur directly or indirectly. Scabies disease often occurs in densely inhabited environments, one of which is Islamic boarding schools which have dormitories for students to live in. The incidence of scabies in addition to disturbing the health of students but will have an impact on the performance of students to carry out daily activities. Based on this, it is necessary to conduct research to analyze the relationship between environmental factors and personal hygiene with the incidence of scabies in students in Islamic boarding schools. Objective: To determine the relationship between environmental factors and personal hygiene with the incidence of scabies in students at Islamic boarding school X in Bogor City in 2022. Methods: Cross sectional study conducted at 1 Islamic boarding school in Bogor City. 84 students were selected by random sampling to become research respondents. The research was conducted using a questionnaire and direct environmental data collection. The data that has been obtained will be subjected to univariate and bivariate statistical tests. Results: As many as 65 people (77.4%) had scabies, and 19 people (22.6%) did not have scabies. There is no significant relationship between environmental factors, namely temperature and humidity with the incidence. Meanwhile, personal hygiene factors such as hand hygiene, nail hygiene, skin hygiene, towel cleanliness and clothing hygiene have a significant relationship with the incidence of scabies. Keywords : Scabies, Sarcoptes scabiei homonis variety, Islamic boarding school, Environment, Personal Hygiene
Read More
S-10967
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aditiyana Eka Saputra; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Suyud, Laila Fitria, Miko Hananto, Heri Nugroho
Abstrak: Tesis ini membahas hubungan antara carboxyhemoglobin (COHb) dengan kelelahan kerja serta faktor lain yang mendukungnya seperti usia, berat badan, waktu pajanan, frekuensi pajanan, durasi pajanan dan beban kerja kepada sopir angkot di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melakukan analisis data primer dan sekunder, data primer merupakan hasil dari wawancara dan pengukuran kelelahan kerja, usia, berat badan, waktu pajanan, frekuensi pajanan dan beban kerja, sedangkan data sekunder merupakan hasil dari Proyek Penelitian Hibah Pitta 2019 milik Prof. Umar Fahmi Achmadi, MPH., Ph.D. Hasil penelitian yakni tidak ada hubungan antara COHb dengan kelelahan kerja dengan nilai p=1,000, tetapi memiliki nilai OR=1,111 (0,390- 3,165) yang mempunyai arti sopir angkot yang memiliki COHb yang berisiko mempunyai peluang atau kesempatan untuk mengalami kelelahan kerja 1,1 kali lebih besar dibandingkan dengan sopir angkot yang memiliki COHb yang tidak berisiko. Variabel konfonding dalam penelitian ini adalah usia, frekuensi pajanan dan beban kerja. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada sopir angkot untuk memeriksakan kesehatannya ke puskesmas, klinik atau rumah sakit secara rutin dan selalu menjaga keselamatan penumpangnya. Bagi pihak Dishub dapat memberikan pemeriksaan secara rutin serta memberikan penyuluhan terkait safety driving kepada sopir angkot di Kota Depok
Read More
T-5792
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Anindia Pratiwi; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Anggi Sulistiawati
Abstrak:
Latar Belakang: Laju kuantitas sampah semakin meningkat. Dengan meningkatnya volume sampah tersebut, keberagaman sampah menjadi semakin banyak. Laju timbulan sampah tersebut dapat dipengaruhi dari banyak faktor termasuk kepedulian akan lingkungan dan kemauan untuk mengolah sampah Tujuan: Menganalisis hubungan antara karakteristik individu dengan perilaku pengelolaan sampah sisa makanan di Puskesmas Pondok Aren Tahun 2024. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional di Kelurahan Pondok Aren sebanyak 100 responden. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah sisa makanan (p=0,000), selain itu tidak ada hubungan signifikan antara umur dengan perilaku pengelolaan sampah sisa makanan pada masyarakat (p= 0,249), jenis kelamin dengan perilaku pengelolaan sampah sisa makanan pada masyarakat (p=0,532) dan pendidikan dengan perilaku pengelolaan sampah sisa makanan pada masyarakat (p=1,000).

Background: The rate of waste quantity is increasing. As the volume of waste increases, the diversity of waste becomes increasingly greater. The rate of waste generation can be influenced by many factors including concern for the environment and the willingness to process waste Objectives: To analyze the relationship between individual characteristics and food waste management behavior at Pondok Aren Health Center in 2024. Method: Quantitative research with a cross-sectional study design in Pondok Aren Village with 100 respondents. Result: There is a significant relationship between community knowledge and food waste management behavior (p=0.000). Apart from that there was no significant relationship between age and food waste management behavior in the community (p= 0.249), gender with food waste in the community (p=0.532) and education with food waste management behavior in the community (p=1.000).
Read More
S-12273
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Fachri; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
Abstrak: Pendahuluan: Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan penyakit yangmuncul sejak perkembangan teknologi diabad ke-21 dengan tingkat prevalensikejadian secara global sebesar 60 juta dan kerugian Rp192 trilliun setiap tahunnya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individu,lingkungan dan komputer serta faktor risiko dominan dengan kejadian CVS padastaf POLRES Metro Jakarta Pusat tahun 2020. Metode: Penelitian inimenggunakan pendekatan studi potong lintang dengan jumlah sampel 92 stafkepolisian yang bertugas di markas besar POLRES Metro Jakarta Pusat dan waktupenelitian pada bulan Juni 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumenkuesioner dan pengukuran lingkungan langsung menggunakan lux meter dan RHindex. Analisis deskriptif dengan melihat frekuensi serta proporsi, uji kai kuadratmemunculkan nilai odd ratio dan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil penelitianmenunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan pada semua variabel dari faktorindividu, lingkungan dan komputer dengan kejadian CVS. Walaupun begitu,terdapat empat variabel yang menjadi faktor risiko dengan kejadian CVSdiantaranya kelainan refraksi (OR=1,65), perilaku merokok (OR=1,89),kelembaban (OR=2,5) dan jenis monitor (OR=1,11). Analisis multivariatmenunjukkan kelembaban ruang kerja memiliki hubungan yang signifikan dengankejadian CVS (p=0,04) dan merupakan faktor risiko dominan (OR=2,5).Kesimpulan: Terdapat empat faktor risiko yang dapat menyebabkan kejadian CVSpada staf POLRES Metro Jakarta Pusat. Saran: Pengendalian faktor risiko kejadianCVS perlu dilakukan oleh pihak POLRES Metro Jakarta Pusat melalui berbagaiprogram promosi kesehatan dan kebijakan terkait kesehatan dan keselamatan kerja.Kata kunci: Computer Vision Syndrome, Kesehatan Lingkungan Perkantoran, Komputer
Introduction: Computer Vision Syndrome (CVS) is one of the emerging diseasesin the 21st century because of advanced technology with the global prevalencearound 60 million from various population characteristics and could cause aneconomic burden equivalent to 192 trillion rupiah. Objective: This study aims todetermine the relationship of individual, environmental, and computer factors aswell as the dominant risk factor with the occurrence of CVS in the Central JakartaMetropolitan Police Officers in 2020. Method: This study uses a cross-sectionalstudy approach with a sample of 92 police officers who are serving at theheadquarters with the research time along June 2020. Data were collected throughquestionnaire and direct environmental measurements using lux meter and RHIndex. Descriptive statistics (chi square) and binary logistic regression were carriedout to compute frequencies, proportion, relevant associations and dominant riskfactors. Results: The results showed there was no significant relationship on allvariables from individual, environment, and computer factors with the occurrenceof CVS. Nevertheless, there are four variables that are risk factors for CVS such asrefractive errors (OR=1.65), smoking behavior (OR=1.89), humidity (OR=2.50),and computer monitor type (OR=1.11). Multivariate analysis showed that humidityhad a significant relationship with CVS (p=0,04) and a dominant risk factor(OR=2.5). Conclusion: There are four risk factors that can cause CVS occurrencein the police officers at the Central Jakarta Metropolitan Police Headquarters.Suggestion: Risk factors for CVS at the Central Jakarta Metropolitan PoliceHeadquarters need to be done through various health promotion programs andpolicies related to occupational health, environmental, and safety.Key words:Computer Vision Syndrome, Environmental Health Office, Computer.
Read More
S-10276
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive