Ditemukan 22565 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ika Yulianti Adam; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Mardiati Nadjib, Achmadi
S-5580
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lingga Mahawan Putri; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Mochammad Afton Hiadayat
S-6002
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nie Ajeng Ayu Wandira; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Popy Yuniar, Moh. Ihsan Ramdani
S-8939
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Niza AYunda; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Syaifuddin Zuhri
S-6104
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vindhya Primaswari; Pembimbing: Ilyas, Yaslis; Tamara, Hera Ganefi
L-251
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
S1 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fransisren; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Adang Bachtiar, Ede Surya Darmawan, Andreasta Meliala, Andi Sakurawati
Abstrak:
RSUD Weda mengalami masalah rendahnya pemanfaatan tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) yang berdampak rendahnya cost recovery rate sebesar 48,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang memengaruhi rendahnya BOR di RSUD Weda. Penelitian non eksperimental dengan data kualitatif. Penelitian dilakukan di RSUD Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Waktu pelaksanaan pengumpulan data yaitu pada bulan Juni 2022. Data dikumpulkan secara wawancara mendalam, telaah dokumen, serta observasi. Faktor yang berperan terhadap rendahnya tingkat hunian di RSUD Weda yaitu faktor mutu pelayanan meliputi masalah diskontinuitas dokter spesialis, ketersediaan obat yang tidak sesuai kebutuhan, dan kebersihan rumah sakit yang kurang; faktor eksternal meliputi faktor kendala geografis, moda transportasi, dan jarak menuju RSUD Weda yang mempengaruhi tingginya biaya operasional, faktor karakteristik masyarakat meliputi rendahnya tingkat pendidikan dan pekerjaan. Masih banyak ditemukan masyarakat di Kabupaten Halmahera Tengah yang memiliki tingkat pendidikan terakhir dibawah SMA, dan hal ini menunjukkan kualitas pengetahuan, dan pemahaman terhadap pentingnya kesehatan juga rendah. Pekerjaan berkaitan dengan pendapatan. Pendapatan berhubungan dengan cara pembayaran biaya operasional rujukan, dan cara membiayai hidup mereka di tempat rujukan. Dapat disimpulkan bahwa faktor rendahnya mutu pelayanan rumah sakit, karakteristik masyarakat, dan faktor eksternal dapat memengaruhi rendahnya tingkat hunian di RSUD Weda
Read More
B-2288
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Theresia Sally Sibuea; Pembimbing: Rivany, Ronnie; Solichatin
L-247
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
S1 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurul Hikmah; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Ninin Setianingsih, Anhari Anchadi
Abstrak:
ABSTRAK Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/Menkes/PER/III/2008 Bab III tentang tata cara penyelenggaraan rekam medis pada pasal 5 ayat 1 menyatakan ? Setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktek kedokteran wajib membuat rekam medis?. Askes terhadap rekam medis, termasuk ringkasan pelayanan (resume) pada setiap pelayanan pasien, meningkatkan peluang untuk terjadinya kesinambungan pelayanan kesehatan yang diperlukan (WHO, 2008: Word Health Report 2008). Rekam medis yang bermutu harus memenuhi indikator kelengkapan isi, keakuratan, ketepatan waktu dan pemenuhan aspek hukum (Huffman, 1994). Mutu resume medis adalah cermin mutu rekam medis serta layanan yang diberikan oleh Rumah Sakit (Depkes,1991). Menurut statement salah satu staf rekam medis di RS Kanker "Dharmais", pengisian resume medis masih terdapat keterlambatan dan ketidaklengkapan oleh dokter. Berdasarkan hasil observasi penulis pada bulan september tahun 2010, dari 144 resume medis kelengkapan pengisian resume medis mencapai 84,7% dan keterlambatan pengisian resume medis mencapai 81,25 %. Keterlambatan pengisian resume medis terjadi dikarenakan padatnya aktifitas dokter dan tidak setiap hari dokter berada di RSKD dan ketidaklengkapan pengisian resume dikarenakan dokter sering lupa mengisi diantaranya adalah hasil pemeriksaan penunjang dan tanggal pembuatan resume. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu resume medis berdasarkan kelengkapan, keakuratan, dan ketepatan waktu pengisian resume medis. Serta mengetahui hubungan antara mutu resume medis dengan aspek hukum penulisan resume medis. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, dengan data sekunder pasien jamkesmas dan pasien umum melalui penarikan sampel yang berjumlah 110 resume medis. hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara mutu resume medis dengan dengan aspek hukum penulisan resume medis (nilai p-value = 1,0 ). Disarankan kepada pihak rumah sakit perlu adanya monitor secara berkala dalam pengisian resume medis, sosialisasi resume medis ke dokter (baik baru maupun lama) tentang pentingnya mutu resume medis, terutama ketepatan waktu pengisian resume medis mengingat ketapatan waktu pengisian resume masih rendah dan pengisian resume medis sebaiknya dalam bentuk komputerisasi yang ditandatangani oleh dokter penanggung jawab pasien.
Abstract Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 269/Menkes/PER/III/2008 Chapter III of the procedures of the medical records in Article 5, paragraph 1 states "Any physician or dentist practicing medicine in the medical record shall be made". Health insurance to the medical record, including a summary of services (resume) in each patient care, increase the chances for the continuation of necessary medical care (WHO, 2008: Word Health Report 2008). Medical record must meet the quality indicators of the completeness of the content, accuracy, timeliness and compliance with the legal aspects (Huffman, 1994). Quality medical resume is a mirror of the quality of medical records and services provided by the Hospital (MOH, 1991). According to the statement of one of the medical records staff at the Cancer Hospital "Dharmais", charging medical resume there are still delays and omissions by the physician. Based on the observation of the writer in September of 2010, from 144 medical resumes medical resumes charging completeness reached 84.7% and the delay in charging medical resume reaches 81.25%. Delays occurred due to the filling of medical resume activity density of doctors and not every day a doctor was in RSKD and incompleteness due to resume charging doctors often forget to fill them are the results of investigation and creation date resume. This study aims to determine the quality of medical resume based on the completeness, accuracy, and timeliness of medical resume charging. And determine the relationship between the quality of the legal aspects of medical resume writing medical resumes. This study uses cross sectional approach, Jamkesmas patients with secondary data and public patients through the withdrawal sample of 110 medical resume. results showed that there was no significant relationship between the quality of medical resume with the legal aspects of medical resume writing (p-value = 1,0). Suggested to the hospital is necessary to periodically monitor the charging medical resume, medical resumes socialization to the doctor (both new and old) about the importance of quality medical resume, especially the timeliness of medical resume charging ketapatan considering charging time is still low, and charging resumes medical resumes should in computerized form, signed by the physician in charge of the patient
Read More
S-7423
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ricka; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Yanti Muliawati
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komponen quality of work life dengan kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Ichsan Medical Centre Tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptik analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study dengan jumlah sampel 36 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan komputerisasi dan untuk melihat hubungan dilakukan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan p 0,05. Hasil menunjukkan bahwa komponen kompensasi yang diterima, fasilitas yang didapat, partisipasi karyawan, pengembangan karir, penyelesaian masalah dan komunikasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja perawat pelaksana. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan untuk pemberian kompensasi dan insentif yang sesuai dengan posisi dan jabatan, penyediaan program pensiun bagi perawat, penyediaan program konseling, peninjauan sarana kesehatan dan keselamatan kerja, melibatkan perawat dalam pembuatan keputusan penting, memberikan promosi jabatan, penyediaan waktu dan tempat untuk berdiskusi, menerapkan komunikasi terbuka dan efektif, dan membangun citra / memperkuat identitas rumah sakit.
The purpose of this thesis is to investigate the relationship between quality of work life component with nurses performance component in Ichsan Medical Center Hospital in Year 2012. This thesis is analytic descriptive investigation with Cross Sectional Study approach with 36 sample o f nurses. Data collection is done by using questioner. Data analysis is done by using univariat and bivariat with computerization. Chi-square statistic test is used to investigate the relationship, with level of significance p 0,05. The result shows that compensation, facility, employee participation, career development, problem solving and communication component has significant relationship with nurses performance. Based on this result than it is suggested to adjust incentives and compensation based on position and authority, provide pension and counseling programs to nurses, healthy and safety work facility observation, build nurse involvement in decision making, create job promotion, give time and place for discussion, implement open and effective communication, and build image or strength the hospital identity.
Read More
The purpose of this thesis is to investigate the relationship between quality of work life component with nurses performance component in Ichsan Medical Center Hospital in Year 2012. This thesis is analytic descriptive investigation with Cross Sectional Study approach with 36 sample o f nurses. Data collection is done by using questioner. Data analysis is done by using univariat and bivariat with computerization. Chi-square statistic test is used to investigate the relationship, with level of significance p 0,05.
S-7631
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Imas Solihat; Pembimbing: Taurany, Hendrik M.; Susilawati
L-243
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
S1 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
