Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32049 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tuti Hasanah; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Anwar Hassan, Adi Wahyono
S-5585
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kania Nurfatihah; Pembimbing: Tiara Amelia; Pneguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Imran Fanani
Abstrak:
Latar Belakang: Partisipasi penggunaan alat kontrasepsi di Kelurahan Cisalak masih rendah dibandingkan wilayah lain di Kota Depok. Tujuan: Menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur berdasarkan Theory of Planned Behavior. Metode: Pendekatan kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure, data diperoleh melalui wawancara mendalam, FGD, dan observasi. Hasil: Menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan informan cukup baik, sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku lebih menentukan niat. Kesimpulan: Dukungan sosial dari teman/tetangga, serta rasa aman dan nyaman, menjadi kunci dalam pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi.

Introduction: The contraceptive use rate in Cisalak Subdistrict remains low compared to other areas in Depok. Aims: to describe the factors influencing family planning decisions among couples of reproductive age using the Theory of Planned Behavior. Method: A qualitative approach with a Rapid Assessment Procedure design was employed through in-depth interviews, focus group discussions, and observations. Findings: Although knowledge was adequate, attitude, subjective norms, and perceived behavioral control were more influential in shaping intention Conclusion: Social support from friends or neighbors, along with a sense of safety and comfort, played a crucial role in contraceptive decision-making
Read More
S-12046
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Robby Djauhari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Zulazmi Mamdy, Robert Saragih, Pudjo Hartono
Abstrak:

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang yang prevalensinya akan meningkat sebagai akibat dari transisi epidemiologi yang sedang berlangsung. Transisi epidemiologi berpenganth terhadap pola penyebab kematian. Permasalahan kesehatan akan bergeser dari masalah-masalah organobiologis menjadi masalah yang berbasis perilaku. Melihat adanya kecenderungan prevalensi DM di berbagai daerah, terutama di kota-kota besar akibat peningkatan kemakmuran, perubahan gaya hidup dan bertambahnya usia harapan hidup maka, dapat dipahami bila dimasa yang akan datang akan berkembang menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Merujuk pada hasil survei atau penelitian di bidang penyakit tidak menular angka prevalensi diabetes melitus mengalami peningkatan yang cukup bemakna, hasil SICRT tahtm 2003 menunjukkan angka sebesar 14,7 % di perkotaan dan 7,2 % pedesaaan, yang berarti DM merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di masa rnendatang. Diabetesi yang memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang memadai tentang standar diet yang tepat sena mengaplikasikannya dalam diet sehari-hari maka berat badan dan kadar glukosa darahnya dapat dikendalikan dengan baik sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi yang mendalam tentang pengetahuan, persepsi, sikap, miotivasi diabetesi tipe 2 dalarn melaksanakan terapi dietnya dan peranan, dukungan dari keluarga serta tenaga kesehatan di RSUD Sekanvangi tahun 2007. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik FGD dan wawancara mendalam. Informan seluruhnya berjumlah 61 orang, terdiri dari 53 informan diabetesi , 4 orang informan keluarga diabetesi dan 4 orang informan petugas kesehatan. Hasil penelitian rnenunjukkan, pengetahuan informan tentang penyebab DM, gejala DM., pen.gobatan DM, tujuan diet DM, pengertian gula darah, nilai normal gula darah, dan cara mengendalikan gula darah sudah cukup baik. Hal ini disebabkan intbrman penderita sudah cukup mendapatkan intbrmasi dari berbagai surnber baik raisalnya tenaga kesehatan, majalah kesehatan, tv dan teman yang sudah mempunyai pengalaman. Informan dengan kadar glukosa darah tidak terkendali tidak merasakan ancaman apapun apabila mereka tidak melaksanakan diet. Informan dengan kadar glukosa darah terkendali merasakan akan ada ancaman apabila mereka tidak melaksanakan diet, hal ini dikarenakan komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut tidak cepat dirasakan oleh penderita. Beberapa hal yang dapat disarankan untuk penanganan diabetes tipe 2 di RSUD Sekarwangi diantaranya, pernbentukan tim edukator 1DM, tim asuhan gizi, penyuluhan terpadu, klinik diabetes terpadu, kerjasama dengan dinas kesehatan dalarn hal ini puskesmas dan melakukan kunjungan rumah.


Diabetes mellitus is chronic disease that prevalence always increases as consequence from epidemiology transition and health transition in progress. Epidemiology transition will affect death came pattern. Health issues will shift from oranobiology issues into behavior basis problems. Perceive DM prevalence trend in various country, especially in big cities as consequence of prosperity improvement, lifestyle change and increasing lifespan, so that perceivable if in future period will developed as one of the main disease cause and death in Indonesia. SKRT in 2003 has found rural 14,7 % and urban 7,2 % that means DM is seriously problem. DM patient that has knowledge, attitude and adequate ability toward exact diet standard and implementing it everyday subsequently weight and blood glucose level could controlled properly so that could prevent further complication. Research objective is recognize significant information toward knowledge, perception, attitude and motivation of DM type 2 patient in performing diet therapy and role, support from family and health force at RSUD Sekarwangi year 2007. This research using qualitative method with Discussion Group focuses technique and significant interview. Total informants are 61 people; consist of 53 patient informants, 4 patient family informants and 4 health officer informants. Research result shows that knowledge of patient informant toward DM causes, DM symptoms, DM medications, DM diet purposes, blood sugar interpretation, blood sugar normal value and controlling blood sugar is quite good. It because of patient informant has obtained enough information from various sources such as health officer, health magazine, TV and experienced friends. Informant with uncontrolled blood sugar level does not feel any threat if they are implementing the diet. Informant with controlled blood sugar level does feel threat if they are not implementing the diet. It caused by complication that appear from the disease not felt by patients. Several things that suggested for DM type 2 patient treatments at RSUD Sekarwangi concerning education team, nutritional team, DM clinics, give first-rate service besides in hospital and conduct house visit.

Read More
T-2589
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Puspita Sari; Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Helda, Dian Kristiani Irawaty, Erli Rahmadini
Abstrak:
Partisipasi pria di Indonesia dalam pemilihan KB berjenis MOP masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran partisipasi suami dalam KB MOP di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada 10 orang informan utama yaitu suami yang memilih MOP dan suami yang memilih kontrasepsi lain. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada bulan Juni-Juli 2023 dan dilakukan analisis isi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa partisipasi suami dalam MOP disebabkan karena istri tidak bisa ber-KB lagi, ada efek samping dan kegagalan dari kontrasepsi sebelumnya. Suami yang memilih MOP memiliki pengetahuan dan keyakinan yang baik serta mendapatkan dukungan dari istri dan petugas kesehatan. Sementara suami yang memilih kontrasepsi lain memiliki pengetahuan yang kurang dan tidak memiliki keyakinan untuk melakukan MOP serta kurang mendapatkan dukungan dari keluarga, tokoh masyarakat maupun petugas kesehatan. MOP masih dianggap tabu dan ada anggapan tentang efek samping MOP yang dapat menganggu fungsi seksual pria. Fasilitas MOP sangat terjangkau dan prosedur MOP dilakukan secara gratis. Keberadaan sarana informasi tentang MOP di lingkungan tempat tinggal kurang memadai namun informan dapat mengakses informasi secara pribadi melalui media cetak maupun digital seperti internet. Diperlukan strategi peningkatan penyuluhan, pembentukan kelompok KB pria dan peningkatan pengetahuan tentang MOP bagi kader dan tokoh masyarakat.

The participation of men in Indonesia in choosing the MOP type of family planning is still very low. This study aims to look at the picture of the husband in KB MOP in Selebar District, Bengkulu City. This research is a qualitative research with a case study approach on 10 main informants from husbands who choose MOP and husbands who choose other contraception. Data collection was carried out using in-depth interviews in June-July 2023 and content analysis was carried out. The results of the study revealed that the husband's participation in MOP was due to the fact that the wife could not take family planning anymore, there were side effects and failure of previous contraception. Husbands who choose MOP have good knowledge and confidence and get support from their wives and health workers. Meanwhile, husbands who chose other contraception had less knowledge and did not have the confidence to do MOP and received less support from their families, community leaders and health workers. MOP is still considered taboo and there are assumptions about the side effects of MOP that can interfere with male sexual function. The MOP facility is very affordable and the MOP procedure is performed free of charge. The existence of information facilities about MOP in the neighborhood is quite adequate, but informants can access information personally through print and digital media such as the internet. A strategy is needed to increase counseling, form family planning groups for men and increase knowledge about MOP for cadres and community leaders.
Read More
T-6809
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Nindy Sabara; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Junaidah
Abstrak:
Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak. Kabupaten Bogor, sebagai salah satu wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi di Jawa Barat, telah mengimplementasikan program Orang Tua Asuh Anak Stunting sebagai bentuk intervensi gizi sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program tersebut oleh Jimmy Hantu Foundation melalui pendekatan teori sistem model Input-Process-Output (IPO). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek input, program didukung oleh keterlibatan sumber daya manusia yang cukup, pendanaan dari donatur, dan sarana prasarana yang memadai. Pada aspek process, kegiatan dirancang melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang cukup terstruktur meskipun masih ditemukan tantangan koordinasi lintas sektor. Sementara dari aspek output, program memberikan dampak positif terhadap perubahan status gizi anak dan peningkatan kesadaran orang tua, meskipun cakupan penanganan masih dapat ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi antar stakeholder serta peningkatan monitoring dan evaluasi program secara berkelanjutan guna menekan prevalensi stunting di Kabupaten Bogor.

Stunting is a chronic nutritional issue that has serious consequences for a child's growth and development. Bogor Regency, one of the regions with a high stunting prevalence in West Java, has implemented the Foster Parent Program for Stunting Children as a form of nutrition sensitive intervention. This study aims to describe the implementation of the program by Jimmy Hantu Foundation using the Input-Process-Output (IPO) systems theory approach. A qualitative case study method was used, with data collected through in-depth interviews with key informants. The findings indicate that in terms of input, the program is supported by sufficient human resources, funding from donors, and adequate facilities and infrastructure. In the process aspect, activities are structured through planning, organizing, implementation, and supervision stages, although some cross sector coordination challenges remain. In the output aspect, the program has had a positive impact on improving children's nutritional status and increasing parental awareness, although coverage can still be improved. This study recommends strengthening coordination among stakeholders as well as enhancing continuous monitoring and evaluation to reduce stunting prevalence in Bogor Regency.
Read More
S-11897
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Salamiah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Tri Yunis Miko Wahyono; Flourisa Julian; Yunita Wahyuningrum
Abstrak: Pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi tidak saja terjadi pada tahap awal penggunaan, tapi juga pada tahap penggantian. Penggantian alat kontrasepsi dengan menggunakan metode yang efektif dan efisien (MKJP) dapat mencegah terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan. Akan tetapi, penggantian metode kontrasepsi masih didominasi dari non MKJP ke non MKJP. Belum optimalnya komunikasi, informasi, edukasi (KIE) MKJP oleh provider menjadi salah satu faktor rendahnya penggunaan MKJP. Studi ini bertujuan mengidentifikasi penggantian metode kontrasepsi dari non MKJP ke MKJP serta membuktikan hubungan sumber informasi KB, informed choice, tempat layanan KB dan kunjungan petugas kesehatan/KB dengan penggantian metode kontrasepsi pada WUS di Jawa Timur. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Subyek penelitian adalah WUS yang sebelumnya memiliki riwayat menggunakan non MKJP. Pengambilan sampel menggunakan multi stage cluster PPS sample design dan didapatkan sampel sebanyak 3312 orang. Data dianalisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Dari total 3312 responden, sebanyak 594 orang (17,9%) yang beralih menggunakan MKJP. Penggantian masih didominasi dari non MKJP ke non MKJP (82,1%). Sumber informasi KB, informed choice dan tempat layanan KB terbukti berhubungan signifikan dengan penggantian metode kontrasepsi setelah dikontrol dengan variabel confounding. WUS yang mendapatkan informasi KB dari dua orang tenaga kesehatan terbukti mendorong untuk beralih menggunakan MKJP. Adanya informed choice juga dapat mendorong WUS beralih menggunakan MKJP serta WUS yang mendapatkan layanan KB dari fasyankes pemerintah lebih mendorong untuk beralih menggunakan MKJP. Untuk membantu meningkatkan peralihan metode kontrasepsi ke MKJP, tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan KB wajib konseling dan memberikan informed choice serta lebih memperkenalkan alat kontrasepsi MKJP sehingga dapat mengambil keputusan penggunaan kontrasepsi sesuai dengan kebutuhan.
Kata Kunci: Penggantian Metode Kontrasepsi, MKJP, Informed Choice, Provider

Decision making to choose contraception methods occurs not only in the early stages, but also in the switching stage. Switching contraception to Long Acting and Permanent Method (LAPM) that proven effective and efficient method prevent unplanned pregnancy. However, the switching of contraceptive methods was still dominated from non LAPM to non LAPM. Lack of communication, information, education of LAPM by provider might couse the low use of LAPM. This study aims to identify the role of informed choice and family planning services to promote contraception switch from non LAPM to LAPM.. This study uses a quantitative approach with cross sectional design. The sample of this study are women of childbearing age who had been used non LAPM and selected with multistage cluster with total of 3312 participants. Descriptive analyses were conducted to see the proportions of variables, while chi-square tests and logistic regression with a 95% confidence interval were conducted to see the relationship between independent and dependent variable. Out of 3312 respondents, 594 women (17.9%) are switching their contraception method from non LAPM to LAPMs. Most of contraception switch were from non LAPMs to non LAPMs. Sources of family planning information, informed choice and type of health services were significantly related to the replacement of contraceptive methods after controlled with confounding variables. Women whose obtain family planning information from two provider, receive informed choice, and gain family planning service from government health care have higher odds to switch contraception method to LAPMs. To improve the switching of contraceptive methods to LAPMs, provider who perform family planning services are obliged to perform counseling and provide informed choice and introduce more LAPMs, so the client can decide the contraception method as needed.
Key words: Switching Contraceptive Methods, LAPM, Informod Choice, Provider
Read More
T-5464
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Surotul Ilmiyah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Ede Surya Darmawan, Iwan Ariawan, Priyono, Dini Haryati
Abstrak: ABSTRAK Indonesia pernah berhasil mengendalikan laju pertumbuhan penduduk melalui program KB, namun angka Total Fertility Rate (TFR) masih stagnan, bahkan tinggi dibanding negara ASEAN. Metode Kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah metode efektif yang disarankan pemerintah untuk menunda, memberi jarak kehamilan. Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi dengan angka TFR cukup tinggi, Contraceptive Prevalence Rate (CPR) rendah dan penggunaan KB MKJP rendah. Desentralisasi seharusnya memperkuat dukungan kelembagaan untuk KB di tingkat desa. John Hopskin University melalui Pusat Penelitian Kesehatan UI dan Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) telah melakukan inisiasi advokasi UU Desa Nomor 6/2014 untuk kepentingan program KB. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pemanfaatan alokasi dana desa untuk promosi MKJP dengan penggunaan MKJP di Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional menggunakan analisis bivariat chi square dan alanisis multivariat menggunakan analisis multilevel dengan level 1 individu dan level dua desa dengan data sekunder endline survey Improving Contraceptive Method Mix Project (ICMM) yang diadakan John Hopskin University bekerjasama dengan Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) dan Pusat Penelitian Kesehatan UI tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh alokasi dana desa untuk meningkatkan penggunaan MKJP dengan nilai P sebesar 0,041, dan MOR sebesar MOR 1,162 artinya desa yang memiliki alokasi dana desa untuk promosi MKJP 1,162 kali lebih besar kecenderungan dalam meningkatkan jumlah akseptor pengguna MKJP di desa tersebut dibandingkan dengan desa yang tidak memiliki alokasi dana desa untuk promosi MKJP. Selain itu variabel lain yang berengaruh signifikan yaitu kebijakan KB di desa, kelembagaan KB desa, pengetahuan setelah dikontrol variabel pendidikan, usia,statsu ekonomi, biaya pelayanan KB, biaya transportasi. Rekomendasi penelitian ini, perlu ada intervensi advokasi kesehatan level desa di berbagai daerah dengan mengalokasikan dana desa diatas Rp.7.500.000,- untuk penguatan program keluarga berencana mendukung pemakaian MKJP. Hambatan akses dalam penggunaan KB MKJP ini dapat diatasi dengan penggunaan dana selain untuk kegiatan penggerakan penyuluhan, konseling, juga dapat digunakan untuk transport akseptor, dan transport kader yang mengantar akseptor ke fasilitas kesehatan. Kata kunci: pembangunan desa, dana desa, advokasi, MKJP, KB ABSTRACT Name : Surotul Ilmiyah Department : Public Health, Health Promotion Title : "Utilization of village funds allocation for family planning promotion with uptake Long Acting and Permanent Method (LAPM) in West Nusa Tenggara Province , Indonesia Advisor : Dr. Dra. Rita Damayanti, M.SPH Indonesia has managed to control the rate of population growth through family planning programs, but the Total Fertility Rate (TFR) is still stagnant, even higher than ASEAN countries. LAPM is an effective method and be a government recommendation for spacing and limitting, distinguish pregnancy. West Nusa Tenggara is high TFR province, low Contraceptive Prevalence Rate (CPR) and low LAPM. Decentralization should strengthen institutional support for family planning at the village level. John Hopskin University through the Center for Health Research Universitas Indonesia and Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) has initiated advocacy of Village Law No. 6/2014 for the interest of family planning (FP) programs. This study aims to examine the relationship between utilization of village fund allocation for LAPM promotion with uptake of LAPM in West Nusa Tenggara. This research was conducted by cross sectional design using bivariate analysis (chi square) and multivariate analysis using multilevel regresi logistic with level 1 (individual) and level two (village) with secondary data endline survey Improving Contraceptive Method Mix Project (ICMM) held by John Hopskin University in collaboration with Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) and Center for Health Research UI in 2016. The results show that there is influence of village fund allocation to increase the use of MKJP with P value of 0.041, and OR of OR 1,162 means that village that has a village funds allocation for promotion of LAPM, 1.162 times greater increased uptake LAPM acceptors in villages compared to villages with no allocation. In addition, variables that significantly influence LAPM uptake were village fund allocation for promoting LAPM, family planning policy in the village, FP village team, knowledge after adjusted by education, age, economic statistics, cost of family planning services, transportation costs. Recommendation of this research, there should be village-level health advocacy intervention in various regions by allocating village fund above Rp.7.500.000, and creating district working group (DWG) family planning for strengthening of family planning program to support uptake LAPM. Keywords: village development, village fund, advocacy, LAPM, Family Planning
Read More
T-5101
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ely Aeliyah; Pembimbing: Zulazmi Mamdy
M-1564
Depok : FKM UI, 2003
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Farida; Pembimbing: Tri Krianti; Penguji: Milla Herdayati, Evi Martha, Rina Herartri, Dedy Fatieli Zebua
Abstrak: Pernikahan dini merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi karena semakin muda umur menikah, akan semakin panjang rentang waktu untuk bereproduksi. Iklan keluarga berencana di televisi telah ditayangkan sejak tahun 1980 yang bertujuan mensosialisasikan program keluarga berencana, salah satunya adalah pesan tidak melakukan pernikahan dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penilaian dan persepsi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam dua iklan keluarga berencana tentang pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan desain mix-methode. Penelitian kuantitatif menggunakan cross sectional dengan 250 responden, sedangkan penelitian kualitatif menggunakan wawancara mendalam kepada 8 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebgaian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap pernikahan dini dan terdapat hubungan yang signifikan antara iklan keluarga berencana dengan persepsi pernikahan dini. Iklan KB versi B memiliki hubungan korelasi yang kuat (r = 0,610), sedangkan iklan KB versi A memiliki hubungan korelasi yang sedang (r = 0,320). Adapun variabel yang menjadi konfonding dalam penelitian ini yaitu umur dan pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada pihak BKKBN agar dapat terus mengembangkan ide kreatif dalam proses pembuatan iklan keluarga berencana di televisi. Kemudian bagi pihak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat membuat kebijakan pembentukan badan konseling kesehatan reproduksi mahasiswa. Kata Kunci : Pernikahan dini, Iklan keluarga berencana, PersepsI
Early marriage is one of reproductive health problems because of the young age of marriage, will become longer span of time to reproduce. Family planning advertisement in a television has aired since 1980 which aims to disseminate family planning programs, one of which is the message did early marriage. The purpose of this study to determine the assessment and student perceptions of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta in two family planning advertisements about early marriage. This study used a mixed-method design. Quantitative research using cross sectional with 250 respondents, whereas qualitative research using in-depth interviews to 8 informants. The results showed that skillful students have positive perceptions of early marriage and there is a significant relationship between advertising family planning with the perception of early marriage. Advertising KB version B possess strong correlation (r = 0.610), while the advertisement KB version A moderate correlation relationship (r = 0.320). The variables into counfonding in this study were age and knowledge. Based on the results of this study suggested to the BKKBN to continue to develop creative ideas in the process of making family planning in television advertising. Then for the UIN Syarif Hidayatullah Jakarta can make policy formation reproductive health counseling student body. Keywords: Early marriage, family planning advertisement, perception
Read More
T-4274
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antonia Viena Hemo; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Gabriel Amir
Abstrak:
Pemasungan kerap dijadikan keluarga sebagai upaya terakhir untuk mengendalikan kondisi pasien dengan gangguan jiwa berat. Akan tetapi, alih-alih mengurangi beban, praktik pemasungan justru menjadi stressor baru bagi keluarga. Stressor ini muncul dalam bentuk beban perawatan yang meningkat karena pasien harus dirawat di rumah dan membutuhkan perhatian serta pengawasan secara terus-menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui beban perawatan, serta dinamika koping caregiver dan noncaregier yang melakukan perawatan pada pasien gangguan jiwa berat selama masa pemasungan di wilayah urban dan rural yang berada di Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi-terstruktur pada informan utama, informan kunci, dan informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban yang dirasakan oleh caregiver dan noncaregiver sangat bervariasi, baik dari aspek objektif dan subjektif. Variasi ini turut memengaruhi strategi koping yang digunakan, dimana setiap individu menyesuaikan cara mengatasi beban berdasarkan jenis beban yang dialami. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dalam merancang program yang bertujuan untuk mengurangi beban perawatan serta mendukung penguatan strategi koping yang lebih adaptif, baik caregiver maupun noncaregiver. 

Restraint is often used by families as a last resort to manage the condition of relatives with severe mental illness. However, instead of decreasing the burden, this practice often becomes a new stressor for the family. This stressor emerges in the form of an increased caregiving burden, as the patient must be cared for at home and requires constant attention and supervision. The aim of this study is to explore the caregiving burden and the coping dynamics of both caregivers and noncaregivers who are involved in the care of patients with severe mental illness during the period of restraint in both urban and rural areas of Manggarai Regency. This research employed a qualitative method, with data collected through semi-structured in-depth interviews with primary informants, key informants, and additional informants. The findings reveals that the burden experienced by caregivers and noncaregiers varies significantly, both in objective and subjective dimension. These variation also influence the coping strategies employed, as each individuals adapts their coping mechanisms according to the type and intensity of the burden they face. Therefore, collaboration between the Manggarai Regency Government and the Manggarai Regency Health Office is essential in designing programs aimed at reducing the caregiving burden and strengthening more adaptive coping strategies for both caregivers and noncaregivers.
Read More
S-11918
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive