Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18700 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Buku III, Tempo. hal : 72
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku II, Media Indonesia. hal : 180
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Rahadian; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Rita Damayanti, Mia Damiyati, Budiharto, Widiastuti Soerojo
Abstrak: Tesis ini membahas tentang bagaimana hubungan pengetahuan dan sikap dengan niat melaksanakan konseling berhenti merokok di antara mahasiswa profesi dan spesialis kedokteran gigi di RSKGM FKG UI. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang. Sikap merupakan variabel yang paling besar mempengaruhi niat melakukan konseling berhenti merokok, setelah dikontrol oleh variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, status merokok, dan pengetahuan. Nilai OR (OR adjusted) = 59,795 (95% CI 14,777-241,957). Hasil penelitian ini menyarankan agar ada upaya pembentukan sikap terhadap perilaku konseling berhenti merokok melalui pendidikan yang terencana, terarah, dan berkesinambungan. Kata kunci : konseling berhenti merokok ̧ pengetahuan, sikap, niat
Read More
T-4232
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Manuella Pramunditya Widyandari; Pembimbing: Wahyu Septiono; Penguji: Dien Anshari, Suci Puspita Ratih
Abstrak:
Latar Belakang: Perilaku merokok memicu beban kesehatan global masif dan kerugian ekonomi makro akibat penyakit katastropik. Setiap negara memiliki kebijakan pengendalian rokok dengan performa berbeda, termasuk Indonesia dan Filipina. Penelitian ini membandingkan hubungan paparan kebijakan pengendalian rokok pada perokok dewasa usia ≥25 tahun dengan upaya berhenti merokok di kedua negara menggunakan data sebanding. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan data sekunder Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia dan Filipina 2021. Sampel akhir mencakup 2.451 responden (Indonesia) dan 2.989 responden (Filipina) berusia ≥25 tahun. Variabel dependen adalah upaya berhenti merokok, sedangkan variabel independen utama adalah paparan tobacco advertising, promotion, and sponsorship (TAPS) dan kawasan tanpa rokok (KTR) yang diukur dengan Tobacco Control Scale (TCS). Analisis menggunakan regresi logistik biner 4 model. Hasil: Pada model akhir, paparan TAPS tinggi di Indonesia berhubungan signifikan dengan upaya berhenti merokok (AOR=1,27; 95% CI: 1,02-1,58) sedangkan paparan KTR tidak berhubungan signifikan (AOR=0,93; 95% CI: 0,78-1,12). Sementara di Filipina, paparan TAPS dan KTR tidak berhubungan signifikan dengan upaya berhenti merokok (AOR=1,17; 95% CI: 0,99-1,40 dan AOR=1,11; 95% CI: 0,93-1,32). Di kedua negara, anjuran tenaga kesehatan dan aturan larangan merokok di rumah signifikan meningkatkan peluang upaya berhenti merokok. Di Indonesia, jenis kelamin perempuan, pengetahuan bahaya merokok yang baik, dan daerah tempat tinggal di perkotaan juga menjadi prediktor signifikan. Kesimpulan: Paparan TAPS berhubungan dengan upaya berhenti merokok di Indonesia, sedangkan paparan KTR di Indonesia serta paparan TAPS dan KTR di Filipina tidak berhubungan signifikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengendalian rokok di Indonesia belum optimal dibandingkan Filipina. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan pengendalian tembakau dengan memperketat pelarangan total TAPS, memperkuat penegakan hukum KTR, mengoptimalkan peran tenaga kesehatan dan keluarga, serta meningkatkan promosi kesehatan untuk mendukung upaya berhenti merokok.

Background: Smoking behavior triggers a massive global health burden and macroeconomic losses due to catastrophic diseases. Every country has tobacco control policies with varying performances, including Indonesia and Philippines. This study compares the relationship between tobacco control policy exposure among adult smokers aged ≥25 years and smoking cessation attempts in both countries using comparable data. Methods: This quantitative study used secondary data from the 2021 Global Adult Tobacco Survey (GATS) of Indonesia and Philippines. The final sample included 2,451 respondents from Indonesia and 2,989 respondents from Philippines aged ≥25 years. The dependent variable was smoking cessation attempts, while the independent variables were exposure to tobacco advertising, promotion, and sponsorship (TAPS) and smoke-free areas (SFA), measured using the Tobacco Control Scale (TCS). Data were analyzed using a 4-model binary logistic regression. Results: In the final model, high TAPS exposure in Indonesia was significantly associated with smoking cessation attempts (AOR=1.27; 95% CI: 1.02-1.58), whereas SFL exposure showed no significant association (AOR=0.93; 95% CI: 0.78-1.12). Meanwhile, in the Philippines, neither TAPS nor SFL exposure was significantly associated with smoking cessation attempts (AOR=1.17; 95% CI: 0.99-1.40 and AOR=1.11; 95% CI: 0.93-1.32). In both countries, advice from healthcare professionals and smoke-free home rules significantly increased the odds of smoking cessation attempts. In Indonesia, female gender, good knowledge of smoking hazards, and urban residence were also significant predictors. Conclusion: TAPS exposure is associated with smoking cessation attempts in Indonesia, whereas SFA exposure in Indonesia as well as both TAPS and SFL exposures in the Philippines show no significant association. The findings also indicate that the implementation of tobacco control policies in Indonesia remains suboptimal compared to the Philippines. The Indonesian government is advised to strict total bans on TAPS, enforce SFA laws, optimize the roles of healthcare professionals and families, and enhance health promotion.
Read More
S-12385
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kliping koran Media indonesia 2010: hal 21
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amin S Muh; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Pujiyanto, Andi Sari Bunga Untung, Fitriana Yuliawati Lakolla
Abstrak: Rokok merupakan faktor resiko utama dari penyakit jantung, kanker, penyakit parukronis, kanker mulut dan tenggorokan. Perilaku merokok bahkan dapat kita jumpaipada kelompok umur yang lebih muda, yakni pelajar sekolah. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis pengaruh peringatan kesehatan bergambar padakemasan rokok terhadap intensi berhenti merokok Siswa SMA laki-laki denganmenggunakan studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan pada siswaSMA di Makassar yang dihitung berdasarkan rumus uji hipotesis beda proporsiyaitu 96 responden dari SMU, 64 responden dari SMK, 11 responden dari MA.Tingkat efektivitas pengaruh kesehatan bergambar pada kemasan rokok terhadapintensi berhenti merokok Siswa SMA laki-laki diukur dengan menggunakankuesioner. Seluruh gambar memiliki hubungan yang signifikan dengan intensiberhenti merokok responden, yaitu gambar 1 dengan nilai p = 0,001, gambar 2dengan nilai p = 0,001, gambar 3 dengan nilai p = 0,002, gambar 4 dengan nilai p= 0,001 dan gambar 5 dengan nilai p = 0,004. Dari keseluruhan variabel independenyang diduga paling kuat mempengaruhi intensi berhenti merokok pada respondenadalah Gambar 4 dengan p value < 0,05. Dengan nilai OR sebesar 2,7 yang artinyaGambar 4 memberikan peluang 2,7 kali menyebabkan tingginya intensi berhentimerokok siswa.Kata kunci : analisis, peringatan kesehatan bergambar, intensi berhenti merokok,siswa SMA.
Read More
T-4720
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
kompas
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miranty Andina Kusuma Wardhani; Pembimbing; Rita Damayanti; Penguji: Zulazmi Mamdy, Widyastuti Soerojo
S-6450
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raysa Arma Mutiarani; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Popy Yuniar, Rio Jayusman
Abstrak:

Latar Belakang: Penggunaan rokok elektrik meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir dan sering diklaim sebagai alternatif lebih aman dari rokok konvensional, bahkan sebagai alat bantu berhenti merokok. Namun, klaim ini belum terbukti secara konsisten, terutama pada kelompok perokok konvensional harian usia produktif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara penggunaan rokok elektrik dengan keberhasilan berhenti merokok pada perokok konvensional harian usia 20–44 tahun di Indonesia.
Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia 2021. Analisis dilakukan pada responden berusia 20–44 tahun yang merupakan perokok konvensional harian dan pernah mencoba berhenti merokok. Variabel dependen adalah keberhasilan berhenti merokok, sedangkan variabel independen adalah penggunaan rokok elektrik. Analisis multivariabel dilakukan dengan regresi logistik berganda.
Hasil: Setelah dikontrol oleh variabel confounder (jenis kelamin, status ekonomi, status merokok keluarga dan teman, serta larangan merokok di rumah), penggunaan rokok elektrik harian berhubungan positif dan signifikan dengan keberhasilan berhenti merokok (AOR = 10,37; 95% CI = 2,14-50,33; p < 0,004), sedangkan penggunaan kadang-kadang tidak signifikan, meskipun arah hubungannya positif (AOR = 1,71; 95% CI = 0,45–6,46; p = 0,427).
Kesimpulan: Penggunaan rokok elektrik secara harian dapat menjadi alat bantu yang mendukung keberhasilan berhenti merokok jika digunakan secara konsisten. Namun, peran lingkungan dan sosial juga tetap menjadi faktor penting yang mendorong keberhasilan berhenti merokok. Penemuan ini dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan pengendalian tembakau dan strategi berhenti merokok berbasis bukti di Indonesia.


Background: The use of electronic cigarettes has increased significantly over the past decade and is often perceived as a safer alternative to conventional cigarettes, even as a smoking cessation aid. However, its effectiveness in Indonesia remains inconsistent, particularly among daily conventional smokers in the productive age group. This study aims to identify the association between e-cigarette use and successful smoking cessation among daily conventional smokers aged 20–44 years in Indonesia. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2021 Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia. The analysis focused on respondents aged 20–44 years who were daily conventional smokers and had attempted to quit smoking. The dependent variable was successful smoking cessation, while the independent variable was e-cigarette use. Multivariable analysis was conducted using multiple logistic regression. Results: After controlling for confounding variables (gender, economic status, household and peer smoking status, and household smoking restrictions), daily e-cigarette use was positively and significantly associated with successful smoking cessation (AOR = 10.37; 95% CI = 2.14–50.33; p < 0.004), whereas occasional use was not statistically significant, although the direction of the association was positive (AOR = 1.71; 95% CI = 0.45–6.46; p = 0.427). Conclusion: Daily e-cigarette use may serve as a supportive tool for successful smoking cessation if used consistently. However, environmental and social factors also remain critical contributors to cessation success. These findings can serve as a foundation for developing evidence-based tobacco control policies and smoking cessation strategies in Indonesia.

Read More
S-11973
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathurrahman; Pembimbing: Rita Damayanti, Besral; Penguji: Widyastuti Soerojo
S-4540
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive