Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34376 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Arie Yanty Maica; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djuanaidi, Yuni Kusminanti
S-5682
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hemalia Sari; Pembibing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti
S-5936
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Dwiantoro; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Ahmad Yani
S-5442
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Pujiriani; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Sumadi
S-5405
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahadian Muhammad Shadik; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Syahrul Efendi Panjaitan
Abstrak: Computer Vision Syndrome (CVS) menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami oleh pengguna komputer, termasuk mahasiswa. Akibat adanya pandemi Covid-19, banyak kegiatan yang tadi nya dilakukan secara offline/luring, berubah menjadi daring, termasuk dalam sektor pendidikan. Hal ini mengakibatkan durasi penggunaan alat elektronik dengan layar digital/VDT meningkat, khususnya di kalangan mahasiswa. Durasi penggunaan layar digital/VDT ini merupakan salah satu faktor risiko dari Computer Vision Syndrome. Selain dari durasi, diduga ada beberapa faktor risiko lain yang juga berhubungan dengan Computer Vision Syndrome. Sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kejadian Computer Vision Syndrome dan faktor risikonya, serta menganalisis hubungan antara kejadian Computer Vision Syndrome dan faktor risikonya pada mahasiswa (S1 Reguler dan pascasarjana S2) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di masa pandemi Covid-19 tahun 2022. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022 dengan menggunakan kuesioner CVS-Q dan beberapa pertanyaan singkat terkait faktor risiko yang disebar secara online. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional dan melibatkan 250 responden yang berasal dari mahasiswa S1 reguler dan pascasarjana S2 FKM UI. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 6 variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan, yaitu usia (P value = 0,000), durasi penggunaan layar digital/VDT(P value = 0,006), pola istirahat (P value = 0,007), kelainan refraksi mata(P value = 0,014), penggunaan antiglare (P value = 0,011), dan screen brightness (P value = 0,030 ). Oleh karena itu, dibutuhkan pengendalian dan intervensi lebih lanjut agar masalah tersebut dapat diatasi.
Computer Vision Syndrome (CVS) is one of the most common health problems experienced by computer users, including students. Due to the Covid-19 pandemic, many activities that were previously carried out offline have turned into online, including the education sector. This condition increased the use duration of electronic devices with digital screens/VDT, especially among students, it is one of the risk factors for Computer Vision Syndrome. Apart from duration, several risk factors are also associated with Computer Vision Syndrome. The aims of this study are to see an overview of Computer Vision Syndrome incidence and analyze the relationship between Computer Vision Syndrome incidence and its risk factors in regular (S1) and postgraduate (S2) students, Faculty of Public Health, University of Indonesia (FKM UI) during the Covid-19 pandemic. This research was conducted in March-June 2022 using the CVS-Q questionnaire and several short questions related to risk factors distributed online. The study design used in this study was cross-sectional and involved 250 respondents from regular undergraduate and postgraduate students of FKM UI. The results of this study indicate that there are 6 variables that have a significant relationship, namely age (P value = 0.000), duration of use of digital screens/VDT (P value = 0.006), rest pattern (P value = 0.007), eye refraction abnormalities (P value = 0.014), use of antiglare (P value = 0.011), and Screen brightness (P value = 0.030 ). Therefore, further controls and interventions are needed so that these problems can be overcome.
Read More
S-11064
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Rachmat Satria; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran postur yang berisiko penggunaan smartphone pada mahasiswa sarjana reguler di FKM UI tahun 2019. Selain itu, penelitian ini juga melihat gambaran faktor individu dan faktor pemakaian terhadap keluhan subjektif gejala gangguan otot rangka dan gejala gangguan mata kering pada mahasiswa pengguna smartphone.

Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penilaian postur berisiko dilakukan melalui observasi pada mahasiswa pengguna smartphone (n = 30) yang diukur dengan metode REBA dan dibandingkan dengan literatur yang ada. Gambaran faktor individu, faktor pemakaian, keluhan subjektif gejala gangguan otot rangka, dan gejala gangguan mata kering didapatkan dari pengisian kuesioner oleh mahasiswa pengguna smartphone (n = 204).

Hasil penelitian menunjukkan postur yang paling berisiko saat menggunakan smartphone antara lain postur leher (71,4%) dan lengan bawah (59,5%). Kebanyakan responden (82,4%) selalu menghabiskan > 7 kali dalam sehari per kesempatan untuk menggunakan smartphone dan 89,2% responden menggunakan smartphone secara berlebihan selama > 2 jam/hari. Lebih dari sebagian mahasiswa (64,7%) memiliki keluhan subjektif ringan sampai parah pada mata dalam 7 hari terakhir. Keluhan subjektif gejala gangguan otot rangka yang dirasakan mahasiswa dalam 7 hari terakhir pada tiga bagian tubuh terbanyak adalah leher (59,3%), bahu/lengan atas (50,0%) dan punggung atas (44,6%).
Read More
S-9996
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wafi Syukri Baraja; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Broer Rizal, Muhammad Rinaldo
Abstrak:

Distres kerja pada masinis Kereta Rel Listrik (KRL) merupakan isu penting dalam sistem transportasi massal perkotaan karena berpotensi menurunkan keselamatan operasional, performa kerja, dan kesejahteraan psikologis pekerja. Peningkatan jumlah pengguna KRL Jabodetabek disertai tingginya tuntutan operasional, sistem kerja shift, tekanan ketepatan waktu, serta kompleksitas kerja berbasis teknologi diduga meningkatkan paparan bahaya psikososial pada masinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko personal dan faktor risiko pekerjaan dengan distres kerja pada masinis KRL PT Kereta Commuter Indonesia wilayah operasi Jabodetabek tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 440 masinis dengan sampel sebanyak 231 responden yang dipilih menggunakan teknik quota accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, meliputi NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (NIOSH GJSQ), ICAWS, NASA-TLX, JCQ, Job Insecurity Questionnaire, dan IFRC. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan regresi Poisson sederhana untuk memperoleh Prevalence Ratio (PR), serta multivariat menggunakan modified Poisson regression dengan robust variance pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 47,2% masinis mengalami distres kerja. Faktor personal seperti usia, status perkawinan, tingkat pendidikan, masa kerja, dan status kesehatan tidak berhubungan signifikan dengan distres kerja, sedangkan kelelahan kerja hanya signifikan pada analisis bivariat. Pada faktor pekerjaan, perselisihan di tempat kerja, beban kerja berlebih, beban kerja rendah, kontrol terhadap pekerjaan, dan keamanan pekerjaan berhubungan signifikan secara bivariat dengan distres kerja. Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya perselisihan di tempat kerja (p=0,012: Adjusted PR=0,896: 95% CI=0,822–0,976) dan keamanan pekerjaan (p<0,001: Adjusted PR=0,803: 95% CI=0,744–0,866) yang menjadi faktor dominan terhadap distres kerja pada masinis KRL Jabodetabek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hampir separuh masinis mengalami distres kerja dan faktor pekerjaan merupakan determinan utama, sehingga diperlukan intervensi berbasis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk mengendalikan bahaya psikososial, memperkuat keamanan pekerjaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang suportif guna meningkatkan keselamatan operasional dan kesejahteraan psikologis masinis. Kata kunci: distres kerja, masinis KRL, bahaya psikososial


 

Work distress among Electric Rail Train (KRL) drivers is an important issue in urban mass transportation systems because it has the potential to reduce operational safety, work performance, and workers’ psychological well-being. The increasing number of KRL passengers in the Greater Jakarta area, accompanied by high operational demands, shift work systems, punctuality pressure, and technology-based work complexity, is suspected to increase psychosocial hazard exposure among train drivers. This study aimed to analyze the relationship between personal risk factors and occupational risk factors with work distress among KRL drivers of PT Kereta Commuter Indonesia in the Greater Jakarta operational area in 2026. This study employed a quantitative design with a descriptive-analytic and cross-sectional approach. The study population consisted of 440 train drivers, with a sample of 231 respondents selected using a quota accidental sampling technique. Data were collected using structured questionnaires, including the NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (NIOSH GJSQ), ICAWS, NASA-TLX, JCQ, Job Insecurity Questionnaire, and IFRC. Data analysis was conducted using univariate analysis, bivariate analysis with simple Poisson regression to obtain the Prevalence Ratio (PR), and multivariate analysis using modified Poisson regression with robust variance at a 95% confidence level. The results showed that 47.2% of train drivers experienced work distress. Personal factors such as age, marital status, educational level, years of service, and health status were not significantly associated with work distress, while work fatigue was only significant in the bivariate analysis. Occupational factors including workplace conflict, excessive workload, low workload, job control, and job security were significantly associated with work distress in the bivariate analysis. However, multivariate analysis revealed that only workplace conflict (p=0.012: Adjusted PR=0.896: 95% CI=0.822–0.976) and job security (p<0.001: Adjusted PR=0.803: 95% CI=0.744–0.866) were dominant factors associated with work distress among KRL drivers in the Greater Jakarta area. This study concludes that nearly half of KRL drivers experienced work distress and that occupational factors were the primary determinants. Therefore, Occupational Health and Safety based interventions are needed to control psychosocial hazards, strengthen job security, and create a supportive work environment in order to improve operational safety and the psychological well-being of train drivers. Keywords: work distress, KRL drivers, psychosocial hazards

 

Read More
T-7512
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sabam Frando Sinaga; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yuni Kusminanti
S-6298
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oka Adhitya Kusumawardhana; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Chandra Satrya, Syahrul E. Panjaitan
T-2924
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadiyan; pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Penelitian ini mengenai persepsi, pengetahuan, dan sikap pimpinan FKM UI terhadap K3 di Lingkungan Kampus FKM UI tahun 2014. Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja telah diterapkan di Lingkungan Kampus UI. Akan tetapi, tercatat dua kali kejadian yang mengancam keselamatan di lingkungan kampus FKM UI pada periode januari-april 2014. Penelitian ini dilakukan kepada Pimpinan FKM UI periode 2014-2019 dan membahas mengenai persepsi para pimpinan terhadap K3 menurut karakteristik individu serta pengetahuan dan sikap pimpinan. Penelitian dilaksanakan di Lingkungan Kampus FKM UI, berlangsung selama bulan Mei-Juni 2014. Subjek Penelitian adalah Pimpinan FKM UI dari tingkat Dekan, Manajer, Kepala Unit/Bagian, Kepala Program Studi, Kepala Departemen/ Kelompok Studi, dan Kepala Pusat Penelitian dan Kajian serta Kepala Satuan Pengaman.
 
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian semi kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Data yang digunakan dalam penelitian bersumber dari data primer dan data sekunder. Setelah dilakukan penelitian, maka dapat diambil simpulan bahwasanya persepsi, pengetahuan, dan sikap Pimpinan FKM UI terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Kampus FKM UI masih dikategorikan kurang baik. Adapun karakteristik individu Pimpinan FKM UI sebagian besar adalah perempuan, berumur kurang dari 46 Tahun, berpendidikan S3, masa kerja kurang dari 20 Tahun, dan tidak pernah mengikuti pelatihan K3.
 

 
ABSTRACT
 
 
This study regarding perception, knowledge, and attitude Public Health Faculty Leaders against OHS in Environmental Campus FKM UI 2014. OHS policy has been implemented in the Environment Campus UI. However, there were two events that threaten the safety of the campus Faculty of Public Health in the period January-April 2014. Research was conducted for the period 2014-2019 Faculty of Public Health Leadership and discussed about the perceptions of the leaders of the OHS according to individual characteristics as well as the knowledge and attitude of the leadership. This study was conducted at the Environmental Campus Faculty of Public Health, takes place during the months of May-June 2014.
 
Design of this study is semi quantitative descriptive analytic cross-sectional. Data used in the study come from the primary data and secondary data. The result showed that the perception, knowledge, and attitudes towards leadership against OHS is still considered poor. The individual characteristics of the leaders FKM UI mainly women, less than 46 year old, educated S3, working period is less than 20 years, and never got OHS training.
Read More
S-8268
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive