Ditemukan 40830 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Yulianti Kurnianingsih; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Endang L. Achadi, Ida Ruslita
S-5714
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Melia Indriyani; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Yunita
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang perilaku diet penurunan berat badan yangdilakukan terhadap remaja putri di SMAN 34 Jakarta tahun 2014. Penelitianyang ada, masih menunjukkan tingginya perilaku diet, khususnya pada remajaputri. Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui perbedaanproporsi antara faktor individu (status gizi, citra tubuh, penghargaan diri, danpengetahuan gizi) dan faktor lingkungan (pengaruh keluarga, pengaruh temansebaya, dan pengaruh media massa) terhadap perilaku diet penurunan beratbadan. Metode yang dilakukan adalah kuantitatif dengan alat ukur kuesionerdan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah187 responden remaja putri di SMAN 34 Jakarta. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebanyak 44,4% responden melakukan diet dengantujuan paling banyak adalah untuk menurunkan berat badan, yaitu sebanyak68,7%. Cara diet yang paling banyak dilakukan adalah diet sehat, yaitu57,83% responden. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor status gizi, citratubuh, pengaruh keluarga, pengaruh teman sebaya, dan pengaruh media massaadanya hubungan bermakna dengan diet penurunan berat badan. Saran dari peneliti, pemberian edukasi mengenai gizi seimbang dan pengetahuan tentangdiet penurunan berat badan yang melibatkan dinas kesehatan dan pendidikan serta menjalin kerja sama dengan media massa.Kata kunci : citra tubuh, perilaku diet penurunan berat badan, remaja putri,status gizi.
Read More
S-8471
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Meka Nurul Pratiwi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ahmad Syafiq, Ida Ruslita
S-6433
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fithri Nur Shobah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Ida Ruslita
S-5971
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Khoirunisa; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Ida Ruslita
S-6284
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dianita Ratnasari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ahmad Syafiq, Judhiastuty Februhartanty
S-7148
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Fitri Nurisfanti; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Fajrinayanti
Abstrak:
Read More
Anemia defisiensi zat besi merupakan kondisi anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi, yang mengakibatkan kurangnya pasokan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah (eritropoiesis). Anemia defisiensi besi memiliki dampak jangka pendek dan panjang, di antaranya menurunkan imunitas tubuh, mengganggu konsentrasi dan fokus, memperbesar risiko kematian saat melahirkan, memperbesar risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, hingga menyebabkan kematian. Dinas Kesehatan Kota Depok 2023 menyatakan bahwa prevalensi anemia remaja putri di Kota Depok adalah sebesar 36,34%, yang tergolong sebagai moderate public health problem menurut WHO. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara faktor-faktor risiko anemia terhadap status anemia remaja putri pada SMA negeri di wilayah Kota Depok tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode pengambilan sampelnya dengan metode quota sampling. Total responden penelitian adalah sebanyak 165 orang remaja putri dari kelas 10 dan 11. Data-data pada penelitian ini diambil dengan beberapa cara, di antaranya dengan antropometri, pengukuran kadar hemoglobin dengan Hemocue Hb 201+ System, food recall 2x24 jam, serta pengisian kuesioner. Data kemudian dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, hingga multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Prevalensi anemia pada penelitian ini didapatkan sebesar 53,3% serta analisis bivariatnya menunjukkan terdapat hubungan antara asupan energi, asupan protein, asupan zat besi, asupan seng, asupan kalsium, konsumsi teh/kopi, siklus menstruasi, lama menstruasi, konsumsi TTD, status gizi, pengetahuan gizi, dan pendapatan orang tua remaja putri terhadap status anemia remaja putri di Kota Depok tahun 2024 (p-value < 0,005). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap status anemia adalah asupan protein (OR = 6,18).
Iron deficiency anemia is a condition caused by a lack of iron, resulting in an insufficient supply of iron necessary for the formation of red blood cells (erythropoiesis). Iron deficiency anemia has both short-term and long-term impacts, including reduced immunity, impaired concentration and focus, increased risk of death during childbirth, higher risk of delivering low birth weight babies, and can even cause death. Depok’s Health Service in 2023 reported that the prevalence of anemia among female adolescents in Depok was 36,34%, categorized as a moderate public health problem according to WHO. The aim of this study was to determine the relationship between risk factors for anemia and anemia status among female adolescents at public high schools in Depok 2024. This study used a cross-sectional design with quota sampling for sample collection. The total number of respondents was 165 female adolescents from grades 10 and 11. Data in this study were collected through various methods, including anthropometry, hemoglobin level measurement with the Hemocue Hb 201+ System, 2x24 hour food recall, and questionnaires. The data were then analyzed using univariate, bivariate analysis with chi-square test, and multivariate analysis with multiple logistic regression test. The prevalence of anemia found in this study was 53.3%, and bivariate analysis showed a relationship between energy intake, protein intake, iron intake, zinc intake, calcium intake, tea/coffee consumption, menstrual cycle, duration of menstruation, iron supplement consumption, nutritional status, nutritional knowledge, and parents’ income with anemia status among female adolescents in Depok 2024 (p-value < 0.005). Multivariate analysis indicated that the most dominant factor affecting anemia status was protein intake (OR = 6.18).
S-11661
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fitriyana Wahyu Sejati; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Besral, Zoya Dianaesthika A
S-5303
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Enrika Rahayu Setyani; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Triyanti; Iskamndar Z
Abstrak:
Skripsi ini bertujuan untuk membandingkan tinggi badan, aktivitas fisik, dan asupan gizi antara remaja putri perenang dan remaja putri bukan perenang. Penelitian ini menggunakan desain studi ecological study. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret – April 2013 di SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran, Kolam Renang GOR Senayan, Kolam Renang Simprug Pertamina, dan Kolam Renang Cikini dengan sampel sebanyak 26 orang remaja perenang dan 26 orang remaja bukan perenang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara tinggi badan (p=0,041) pada kelompok perenang dan kelompok bukan perenang. Aktivitas fisik pada kedua kelompok tersebut juga terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,001). Nilai rata-rata asupan kelompok perenang lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan kelompok bukan perenang untuk asupan protein (p=0,018), vitamin A (p=0,006), kalsium (p=0,001), zat besi (p=0,001), dan zink (p=0,000). SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran disarankan untuk memasukan olahraga renang sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Untuk klub renang disarankan untuk menjalin kerja sama kepada pihak sekolah dalam memfasilitasi siswa untuk dapat melakukan olahraga renang.
The purpose of this research was to compare height, physical activity, and nutritional intakes (energy, protein, carbohydrate, fat, vitamin A, vitamin D, vitamin C, calcium, iron, and zinc) between adolescent female swimmers and non-swimmers. This research was an ecological study. Data were collected from March to April 2013 in SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran, GOR Senayan Swimming Pool, Simprug Pertamina Swimming Pool, and Cikini Swimming Pool with samples 26 adolescent swimmers and 26 adolescent non-swimmers. This study showed that height in adolescent female swimmers and non-swimmers were significantly different (p=0,041). Physical Activity was significantly different (p=0, 001) from adolescent swimmers and non swimmers. Mean of nutritional intakes in swimmers were significantly higher than non-swimmers for protein (p=0, 018), vitamin A (p=0, 006), calcium (p=0, 001), iron (p=0, 001), and zinc (p=0, 000). It is recommended for SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran to include swimming as a part of the school’s curriculumm. Swim clubs and schools are suggested to cooperate to facilitate students with swimming lessons.
Read More
The purpose of this research was to compare height, physical activity, and nutritional intakes (energy, protein, carbohydrate, fat, vitamin A, vitamin D, vitamin C, calcium, iron, and zinc) between adolescent female swimmers and non-swimmers. This research was an ecological study. Data were collected from March to April 2013 in SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran, GOR Senayan Swimming Pool, Simprug Pertamina Swimming Pool, and Cikini Swimming Pool with samples 26 adolescent swimmers and 26 adolescent non-swimmers. This study showed that height in adolescent female swimmers and non-swimmers were significantly different (p=0,041). Physical Activity was significantly different (p=0, 001) from adolescent swimmers and non swimmers. Mean of nutritional intakes in swimmers were significantly higher than non-swimmers for protein (p=0, 018), vitamin A (p=0, 006), calcium (p=0, 001), iron (p=0, 001), and zinc (p=0, 000). It is recommended for SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran to include swimming as a part of the school’s curriculumm. Swim clubs and schools are suggested to cooperate to facilitate students with swimming lessons.
S-7849
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Erika; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Zakiah
Abstrak:
Read More
Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri. Data Riskesdas menunjukkan peningkatan kasus anemia pada remaja putri dari 26,40% pada 2013, menjadi 32% pada tahun 2018. Meskipun Kementerian Kesehatan telah mengupayakan penurunan angka anemia pada remaja putri dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), tetapi Riskesdas 2018 menunjukkan hanya 2,13% remaja putri yang rutin konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mendalam mengenai persepsi remaja putri di SMA X dan SMA Y terhadap perilaku konsumsi TTD melalui pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan pada siswi kelas 10, kepala sekolah, kesiswaan, orang tua siswi, serta penanggung jawab program pemberian TTD di Puskesmas Sukmajaya. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan siswi di SMA X dan SMA Y dalam konsumsi TTD masih rendah. Sebagian besar siswi di SMA X memiliki persepsi kerentanan rendah dan persepsi keseriusan tinggi, sementara di SMA Y sebaliknya. Seluruh siswi merasa TTD bermanfaat untuk menambah zat besi pada tubuh, namun sebagian besar belum pernah merasakan manfaatnya secara langsung. Persepsi hambatan yang dialami siswi cukup bervariasi, tetapi tidak semuanya menghalangi intensi konsumsi TTD. Ditemukan cues to action eksternal seperti dukungan orang tua, guru, dan teman, serta cues to action yang banyak akan cenderung lebih mempengaruhi perilaku konsumsi TTD. Direkomendasikan bagi pihak sekolah untuk mengimplementasikan atau memperkuat kegiatan konsumsi TTD bersama, serta meningkatkan edukasi internal terkait anemia. Puskesmas juga diharapkan dapat mendorong sekolah untuk mengadakan atau memperkuat kegiatan konsumsi TTD serta rutin memantau pelaksanaannya.
Anemia is a common health issue among adolescent girls. Data from Riskesdas shows an increase in anemia cases among adolescent girls from 26.40% in 2013 to 32% in 2018. Despite efforts by the Ministry of Health to reduce anemia rates among adolescent girls through the provision of iron supplement tablets, Riskesdas 2018 indicates that only 2.13% of adolescent girls consistently consume iron supplement tablets. This study aims to provide an in-depth understanding of the perceptions of adolescent girls at SMA X dan SMA Y regarding iron supplement tablets consumption through a qualitative approach. Data collection was conducted with 10th-grade students, school principals, student affairs staff, parents, and the person in charge of the iron supplement tablets program at the Sukmajaya Health Center. The results show that adherence to iron supplement tablets consumption among students at SMA X and SMA Y is still low. Most students at SMA X have a low perceived susceptibility and a high perceived seriousness, while at SMA Y, it is the opposite. All students understand the benefits of iron supplement tablets for increasing iron levels in the body, but most have not experienced these benefits directly. The perceived barriers to iron supplement tablets consumption vary, but not all of them hinder the intention to consume iron supplement tablets . External cues to action, such as support from parents, teachers, and friends, as well as a higher number of cues, tend to have a greater influence on iron supplement tablets consumption. It is recommended that schools implement or strengthen collective iron supplement tablets consumption activities and improve internal education on anemia. Sukmajaya Health Centers are also expected to encourage schools to conduct or reinforce collective iron supplement tablets consumption programs and regularly monitor their implementation.
S-11584
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
