Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32835 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhamad Fajar; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Endang L. Achadi, Erna Luciasari
S-5748
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bonnita Nur Kamila; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Trini Sudiarti
Abstrak:
Status gizi ibu menyusui berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) penting untuk diperhatikan karena hal ini berimplikasi pada kesehatan ibu dan anak. Status gizi ibu menyusui merupakan faktor risiko penting pada produksi Air Susu Ibu (ASI) yang penting terhadap pemenuhan gizi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proporsi status gizi ibu menyusui serta karakteristik dan asupan ibu menyusui dan analisis hubungannya di kelurahan terpilih Kecamatan Sawangan, Kota Depok tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang menggunakan data sekunder. Pengambilan data primer dilakukan pada bulan Juli 2022 hingga Februari 2023. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar ibu menyusui berada dalam kategori status gizi gemuk (52,9%) dan disusul ibu dengan status gizi tidak gemuk (47,1%). Tidak ada hubungan signifikan antara status gizi ibu menyusui dengan usia ibu, tingkat pendidikan, status bekerja, kecukupan asupan energi, kecukupan asupan protein, kecukupan asupan lemak, kecukupan asupan karbohidrat, riwayat penyakit selama kehamilan, paritas, pendapatan rumah tangga, dan pengetahuan ibu. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi ibu menyusui dan dukungan suami terhadap konsumsi ibu (p-value = 0,049). Hal ini menunjukkan diperlukan penguatan edukasi gizi berbasis keluarga serta peningkatan keterlibatan suami dalam mendukung pola makan dan kesehatan ibu menyusui guna mencegah risiko status gizi gemuk dan dampaknya terhadap kesehatan ibu dan bayi.

The nutritional status of breastfeeding mothers based on Body Mass Index (BMI) is important to note as it has implications for the health of the mother and child. The nutritional status of breastfeeding mothers is an important risk factor for the production of breast milk which is important for fulfilling infant nutrition. This study aims to describe the proportion of nutritional status among breastfeeding mothers, as well as their characteristics and dietary intake, and to analyze the associated factors in several selected sub-districts in Sawangan District, Depok City in 2023. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design using secondary data. The data was collected from July 2022 to February 2023. Data analysis showed that most breastfeeding mothers were in the category of overweight nutritional status (52,9%) dan followed by mothers with non-overweight nutritional status (47,1%). There was no significant relationship between the nutritional status of breastfeeding mothers and the mother's age, education level, employment status, adequacy of energy intake, protein intake, fat intake, & carbohydrate intake, history of illness during pregnancy, parity, household income, and mother’s knowledge. There was significant relationship between husband's support for maternal consumption and the nutritional status of breastfeeding mothers (p-value = 0,049). These findings indicate the need to strengthen family-based nutrition education and increase husbands’ involvement in supporting the dietary practices and health of breastfeeding mothers to prevent the risk of overweight nutritional status and its impact on maternal and infant health.
Read More
S-12187
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tb Budi Kusuma Wijaya; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setarini, Rahmawati
S-6049
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nida Nur Maulida Salsabila; Pembimbimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Kencana Sari
Abstrak:
Wasting merupakan kondisi malnutrisi akut yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik anak dan keluarga dengan kejadian wasting pada anak usia 6-24 bulan di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kejadian wasting. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi karakteristik anak, karakteristik keluarga, pola asuh, konsumsi protein, dan riwayat diare. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 6,8% anak usia 6-24 bulan mengalami wasting. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi telur dengan kejadian wasting pada anak usia 6-24 bulan [p-value = 0,022; OR = 5,903, 95%CI = (1,315 – 26,490)].

Wasting is an acute malnutrition condition that can lead to morbidity and mortality in children. The aim of this study was to determine the relationship between children and family characteristics with the incidence of wasting in children aged 6-24 months in Pasir Putih Village, Sawangan District, Depok City in 2020. This study used secondary data with a cross-sectional study design. The dependent variable in this study was the incidence of wasting. The independent variables in this study included children characteristics, family characteristics, feeding practices, protein consumption, and history of diarrhea. The data were then analyzed using univariate and bivariate analysis. The results of the study showed that 6,8% of children aged 6-24 months experienced wasting. The bivariate analysis results indicated a significant relationship between egg consumption and the occurrence of wasting in children aged 6-24 months [p-value = 0,022; OR = 5,903, 95%CI = (1,315 – 26,490)].
Read More
S-11426
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Adhi Nugroho; Pembimbing: Diah M. Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Aisyah Rosalinda
S-6721
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emy Rianti; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Helda; Tri Astuti, Eman Sumarna
Abstrak:

Pneumonia adalah infeksi akut jaringan paru-paru yang terjadi akibat menurunnya sistem imunitas tubuh dan biasanya didahului oleh infeksi saluran nafas atas akut selama beberapa hari sampai dengan 14 hari. Sampai saat ini pneumonia masih merupakan penyakit utama penyebab kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Dari data kunjungan rawat inap rumah sakit di kota Depok, kasus pneumonia menempati urutan ketiga pada balita yaitu sebesar 11,45% dan mempunyai kontribusi sebesar 7,78% penyebab kematian (urutan kelima). Sedangkan dari data kunjungan rawat jalan di Puskesmas Sawangan, prevalen pneumonia pada balita adalah sebesar 9,45%, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian pneumonia. Penilaian status gizi diukur berdasarkan indeks Tinggi Badan menurut umur dengan standar baku nasional di Indonesia (Keputusan Menkes RI No: 920/Menkes/SK/ VIII/2002). Variabel kovariat adalah jenis kelamin balita, umur balita, pemberian ASI eksklusif, status imunisasi, pemberian vitamin A dosis tinggi dan pendidikan ibu. Desain penelitian menggunakan studi kasus kontrol. Kasus adalah balita umur 6 - 59 bulan yang datang berobat ke puskesmas dan dinyatakan menderita pneumonia oleh dokter dan atau petugas puskesmas terlatih, melalui peniiaian dan klasifikasi MTBS sejak Februari sampai dengan Juni 2006. Kontrol adalah semua balita yang dinyatakan tidak menderita pneumonia dan tidak menderita ISPA oleh petugas yang sama kemudian dilakukan SRS. Dengan menggunakan beberapa variabel penelitian terkait, dari hasil perhitungan rumus diperoleh besar sampel 120 dengan perbandingan kasus dan kontrol = 1 : 1, sehingga total sampei adalah 240. Data dipcroleh dari hasil wawancara, observasi dan pengukuran. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita setelah dikontrol oleh pemberian ASI secara eksklusif dan dapat disimpulkan bahwa balita dengan status gizi baik dan mendapat ASI secara eksklusif akan terlindungi sebesar 68% dari penyakit pneumonia dibandingkan dengan balita yang status gizi kurang dan tidak mendapat ASI eksklusif. Disarankan bahwa upaya untuk menurunkan angka kematian pada balita karena penyakit pneumonia adalah dimulai dengan menurunkan angka kesakitan pneumonia, salah satu cara menurunkan angka kesakitan adalah dengan menurunkan prevalensi gizi kurang dan meningkatkan cakupan pemberian ASI secara eksklusif.

Read More
T-2369
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kholifah Uswatun Khasanah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Eti Rohati, Ahmad Syafiq
Abstrak: Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas anak serta sering menimbulkan terjadinya KLB di beberapa provinsi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada baduta di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Variabel kejadian diare pada baduta digunakan sebagai variabel dependen, sementara variabel independen menggunakan data karakteristik lingkungan, perilaku, gizi, dan sosiodemografi. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11,3% baduta mengalami diare dalam 1 bulan terakhir. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jarak SGL/SPT dengan TPA/TPS, kebiasaaan memotong kuku baduta, riwayat ASI Eksklusif dan penghasilan kepala rumah tangga dengan kejadian diare pada baduta usia 6-24 bulan.
Diarrhea is an infectious disease that causes child morbidity and mortality and often causes outbreaks in several provinces in Indonesia. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of diarrhea in children under two in the Pasir Putih Village, Sawangan District, Depok City in 2020. This study used secondary data with a cross-sectional study design. Incidence of diarrhea in children under two was used as the dependent variable, while the independent variable used was environmental, behavioral, nutritional, and sociodemographic characteristics. The data were then analyzed by univariate and bivariate analysis. The results showed that as many as 11.3% of children under two experienced diarrhea in the last 1 month. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the distance of well from nearest landfill/laystall, the habit of cutting children's nails, the history of exclusive breastfeeding and the income of the head of the household with the incidence of diarrhea in children aged 6-24 months.
Read More
S-11102
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syukriah Usman; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Sandra Fikawati, Tri Handari
S-7843
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggi Morika Septie; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ahmad Syafiq, Aisyah Rosalinda
S-6726
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Rio; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Devi Mayori
S-4167
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive