Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37439 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhamad Amin; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Yovsyah, Hartati
T-3111
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reni Setiawaty; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Yovsyah, Susi Badrayanti, Siti Nurul Qomariah
T-3179
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trisari Anggondowati; Pembimbing: Yovsyah, Asri C.; Penguji: Endang L. Achadi, Sri Lestari, M. Baharuddin
Abstrak:

Dua dekade telah berlalu sejak kematian maternal diangkat sebagai isu global, namun hingga kini secara umum, angka kernatian ibu (AKI) di berbagai belahan dunia masih tetap tinggi. Di Indonesia, estimasi AK1 pada tahun 2002/2003 sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup, jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga seperti Srilanka (58), Thailand (110), dan Malaysia (62). Tingginya AKI hanya menggambarkan sebagian dari masalah kesehatan ibu, Diperkirakan, di luar 529.000 kernatian ibu di dunia, sekitar 9,5 juta perempuan mengalami kesakitan yang berhubungan dengan kehamilan dan 1,4 juta mengalami near-miss/nyaris meninggal. Kesakitan dan kematian ibu menggambarkan masih rendahnya kualitas pelayanan kcsehatan ibu. Berbagai pendekatan dilakukan untuk menilai kualitas pelayanan, salah satunya dengan menghubungkan waktu-waktu tertentu yang berpotensi tenjadi penurunan kualitas pelayanan dengan outcome negatifpasien. Dengan metode kohort retrospektif peneliti menilai pengaruh waktu masuk atau menerima tindakan tcrhadap kejadian komplikasi ohstctrik yang mengancam jiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil/bersalin/nifas yang masuk atau menerima tindakan di RS pada waktu seputar pergantian shift berisiko 1,75 kali Iebih tinggi mengalami komplikasi obstetrik yang mengancarn jiwa dibandingkan jika masuk atau menerima tindakan pada waktu lainnya (RR 1,75; 95%CI=l,02 - 3,0). Hasil tersebut mengimplikasikan penlingnya evaluasi terhadap pmktck pelayanan kesehatan di RS. Selain itu, selarna periode Desember 2005 - Mei 2006, diketahui rasio kematian ibu terhadap kasus near-miss di RSU Serang dan Pandeglang sebesar 1:11, yang menunjukkan bahwa upaya pencegahan komplikasi obstetrik yang mengancam jiwa dapat menyelamatkan lebih banyak jiwa, dibandingkan jika hanya berfokus pada pencegahan kematian ibu.


Two decades has passed by since maternal mortality being raised as a global issue. But until now, matemal mortality ratio (MMR) in most part of the worlds remains high. In Indonesia, the estimate MMR for 2002/2003 is 307 per 100,000 livebirth, considerably higher that other countries such as Srilanka (58), Thailand (110), and Malaysia (62). The high MMR only reflects a part of matemal health problem. It is estimated that beside 529,000 matemal deaths, there are approximately 9.5 miilon women suffer from pregnancy-related morbidity, and 1,4 million of them survive fiom near-miss. Matemal morbidity and mortality related with the low quality of matemal health care. Various approaches can be used to assess quality of care, one is by relating certain potentially dangerous time, which have the potential of low quality of care, with the negative outcomes of patients. Using retrospective cohort, the effect of time of admission or time receiving definite intervention to the incidence of obstetric life-threatening complication was investigated. The result shows that pregnant/delivery/post partum women who admitted or received definite intervention around the time for handover had 1,75 higher risk to develop obstetric life-threatening complication, compared to admission or receiving intervention at different times (RR 1,75; 95%CI=l,02 - 3,0). The result implies the need for evaluation of the practice of health care delivery in the hospital. Between December 2005 - May 2006, the maternal death to near-miss ration in both hospitals was 1:11, implies the need for prevention of obstetric life-threatening complication which would save more lives, compared to focusing effort only on matemal death.

Read More
T-2969
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Nur Izati; Pembimbing: Asri Adisasmita, Endang L. Achadi; Penguji: Sri Lestari, M. Baharuddin
Abstrak:

Setiap tahunnya terdapat 1 juta bayi yang meninggal pada hari pertama dikarenakan asfiksia. Risiko kematian karena asfiksia adalah 8 kali lebih tinggi di negara dengan angka kematian neonatal tinggi (Lawn dkk, 2005). Di Indonesia, sekitar 27.0()0 bayi baru lahir meninggal pada hari pertama karena asfiksia (Save the Children, 2005). Selain itu, asfiksia menempati urutan kedua penyebab utama ematian neonatal di Indonesia, setelah berat bayi lahir re dah (29%) ya itu sebesar 27% (SKRT:, 2001). Kejadian astiksia pada bayi baru lahir di RS, menggambarkan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima oleh ibu dan bayi baik sebelum masuk RS maupun sesudah masuk RS. Kualitas pelaya nan yang diterima ibu dan bayi dapat dipengaruhi oleh beberapa aktor, diantaranya adalah akses terhadap pelayanan kesehatan. Akses terhadap pelayanan kesehatan yang bagus akan dapat mencegah keterlambatan dalam enerima pela):anan kesehatan yang berkwalitas dan mencegah terjadinya asfiksia. Sebaliknya akses yang tidak bagus terhadap pelayanan kesehatan akan menggamoarkan adanya permasalalian sebelum mencapai fasilitas kesehatan dan hal ini dapat terlihat dengan adan ya tanda dan gejala asfiksia pada bayi baru lahir. Faktor tempat tinggal ibu merupakan salah satu proksi yang dapat setelah mempertimbangkan faktor ibu dan anak dan pelayanan kesehatan. Pola kejadian asfiksia di RS berdasarkan wilayah tempat tinggal menunjukkan bahwa ibu­ ibu yang berasal dari wilayah rural memiliki risiko 1,57 kali untuk bayinya mengalami asfiksia jika dibandingkan dengan ibu yang berasal dari wilayah urban (OR I ,57 95% Cl I,17 - 2, I 0) setelah dikontrol dengan variabel terkait lainnya.


 

Every year I million babies died on the first day born due to asphyxia. The risk of asphyxia i8 times higher in the country with high neonatal Heath (Law n et al,:2005). In Indonesia, about 27.0. 0 newborn babies d ied in he fi rst day of their life d ue to asphyxia (Save the childre , 2005). Asphyxia is the second cause of death in neonatal periooe in Indonesia (27%), after lew birth weight in th first place (29%) (SKR1\ 2001). Asphyxia of newborn by, ill ustrate health service qualiry hat mother and baby accept before and afte care in tHe hospi tal The quality of services received by mother and Baby can be infl uence by sev ra J factors; one f those is access to the hea lth service. Good access to t h hea lth service can prevent delayed i n the acceptance for quality of hea lth service an prevent baby to get asphyxia. On the other side, poor access to the health service ean ill ustrate a prob le before reaching the healtH facilities and thi can be seen i n he sign and symptom of birth asphyxia of the newborn baby. Mother's residence is one of the p oxies that can illustrate access to the health facilities in one area. The proxy of health service facilities can used to evaluate improveme to prevent asphyx ia. Identify the delay before reaching hospital can also be illustrated poor access t0 the healt}l service. And t his can be used to identify poor access through mother-'s residence rela. ed to birth a hyxia.

Read More
T-2918
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elviza Rahmadona; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Musfardi Rustam, Puhilan
Abstrak: Salah satu komorbid yang paling banyak menyertai pasien Covid 19 di Indonesia adalah Hipertensi dengan proporsi kasus 52,1% dan proporsi kematian sebanyak 19,2% dan menjadi komorbid paling tinggi pada pasien Covid 19 di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan hipertensi dengan kematian pasien Covid 19 pada April 2020 hingga Juli 2021 berdasarkan data rekam medik pasien rawat inap di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Desain studi pada penelitian ini adalah studi kasus kontrol dimana kasus adalah pasien Covid-19 yang meninggal dan kontrol adalah pasien Covid 19 yang tidak meninggal berdasarkan data rekam medik melalui aplikasi SIMRS. Sampel pada penelitian ini adalah yang memenuhi kriteria inklusi yaitu 93 pasien pada kelompok kasus dan 200 pada kelompok kontrol yang telah dilakukan uji pemeriksaan PCR terlebih dahulu. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Dari hasil analisis diperoleh hubungan antara hipertensi dengan kematian Covid 19 namun memiliki risiko protektif setelah dikontrol variabel umur, jenis kelamin, diabetes, PPOK, CVD. Hasil penelitian ini masih memiliki kelemahan berupa misklasifikasi non diferensial dan keterbatasan data yang tersedia pada data rekam medik melalui aplikasi SIMRS
Read More
T-6188
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mukarramah; Pembimbing: Nasrin Kodim, Ratna Djuwita; Penguji: Edi Supriyatna, Puntodewo
Abstrak: Latar Belakang: Petani adalah kegiatan utama di daerah pedesaan. Hipertensi adalahgangguan kardiovaskular yang paling umum dan tantangan kesehatan masyarakat yangdiakibatkan dari transisi sosioekonomi, demografi, dan epidemiologis. Tujuan dari studi iniuntuk mengetahui hubungan dan kontribusi kolesterol LDL terhadap kejadian hipertensi.Metode: Desain dalam penelitian ini adalah studi cross sectional. Penelitian ini menggunakandata sekunder dari Siskohatkes (sistem komputerisasi haji terpadu kesehatan). Populasi sumberadalah seluruh jemaah haji yang bekerja sebagai petani di daerah pedesaan Provinsi SumateraSelatan. Sampel berjumlah 411 orang petani usia produktif (15-64 tahun). Variabel independenutama adalah kolesterol LDL dan dependen utama adalah hipertensi. Data dianalisismenggunakan univariat, bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda.Perhitungan dampak potensial menggunakan artibutable risk (AR%) sedangkan ukuran asosiasimenggunakan Odds ratio (OR)Hasil: Analisis multivariat model akhir dengan regresi logistik ganda, ada hubungan antarakolesterol LDL dengan hipertensi, P = .001, OR 2,284 dengan 95% CI (1,474-3,540) setelahdikontrol oleh usia dan IMT. Berdasarkan perhitungan dampak pottential menggunakan AR%didapatkan nilai sebesar 4,0 atau 40%. Artinya bahwa jika kadar kolesterol <160 mg / dl dapatmencegah hipertensi hingga 40% pada populasi.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kolesterol LDL dan hipertensi setelahdikontrol oleh umur dan IMT.Kata Kunci : Kolesterol LDL, Hipertensi, Petani, Rural.
Background: Farmers are the main activities in rural areas. Hypertension is the most commonand acquired cardiovascular disorder that can be acquired from socioeconomic, demographic,and epidemiological transitions. The purpose of this study was to determine asosiation andcontribution LDL cholesterol to hypertension.Method: The design in this study was a cross sectional study. This study used secondary datafrom Siskohatkes (computerized integrated haj computerized system). The population is allpilgrims who work as farmers in the rural areas of South Sumatra Province. Secret sample 411productive ages (15-64 years). The main independent variable is LDL and the major dependentis hypertension. Data were analyzed using univariate, bivariate and multivariate using multiplelogistic regression. Potential compensation uses a meaningless risk (AR%) while the measureuses the Odds ratio (OR)Result: Multivariate analysis of the final model with multiple regression, there was arelationship between LDL cholesterol with hypertension, P = 0.001, OR 2.284 with 95% CI(1,474-3,540) after intervention by time and BMI. Based on the trigger using AR%, get a valueof 4.0 or 40%. This means if the cholesterol level <160 mg / dl can prevent hypertension by40% in the population.Conclusion: There is a significant relationship between LDL cholesterol and hypertension afteradjusted age and BMI.Keywords: LDL cholesterol, Hypertension, Farmer, Rural.
Read More
T-5156
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nenden Hikmah Laila; Pembimnbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Krianto, Krisnawati Bantas, Lilin Darmiyanti, Armelia Rahmi Kartika Dini
Abstrak: Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang mempengaruhi lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia. Keluarga-keluarga di Indonesia melakukan tindakan sosial yang represif terhadap anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Proporsi rumah tangga yang pernah memasung anggota rumah tangga (ART) gangguan jiwa berat sebesar 14,3 persen dan terbanyak pada rumah tangga di perdesaan. Di Jawa Barat prevalensi gangguan jiwa berat sebesar 1,6 per mil. Di Kabupaten Bogor pada tahun 2012-2016 pemasungan terlapor sebanyak 4%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko perilaku memasung pada keluarga penderita skizofrenia di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan Mixed Method dengan desain studi unmatched case control dan pendekatan Exploratory. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bogor pada bulan Mei-Juni Tahun 2017. Definisi kasus pada penelitian ini adalah penderita Skizofrenia yang sedang/pernah pasung. Sedangkan kontrol yaitu penderita Skizofrenia yang tidak pernah pasung. Sampel kasus untuk penelitian kuantitatif adalah 114 orang, sedangkan kontrol yaitu 136. Metode pemilihan sampel menggunakan multistage sampling. Penelitian kualitatif melibatkan 12 key informant. Analisis data dilakukan dengan analisis bivariate dengan uji chisquare dan analisis multivariate dengan uji regresi logistic. Ada hubungan antara perilaku agresif destruktif penderita (OR 4,49; 95% CI 2,52 8,00), keluarga yang tidak bekerja (OR 2,74; 95% CI 1,09 - 6,90) dan keluarga yang bekerja di sektor informal (OR 2,54; 95% CI 1,10 5,84) dan sikap negatif keluarga (OR 2,52; 95% CI 1,43 4,43) dengan perilaku memasung. Persepsi pasung menurut keluarga dan masyarakat adalah sebagai jalan keluar terbaik dan merupakan alternative satu-satunya. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan terapi secara rutin, program pemberdayaan eks penderita dan mendorong keluarga untuk merawat penderita dengan penuh kasih sayang. Kata kunci: Skizofrenia, pasung, agresif destruktif, diskursus Schizophrenia is a severe mental disorder that affects more than 21 million people worldwide. Families in Indonesia take repressive social measures against the madness of their family members. The proportion of households who have had mental disorders was 14.3 percent and most were from rural households. In West Java, severe mental disorders prevalence is 1.6 per 1000 population. Pasung prevalence in Bogor District in 2012-2016 is 4 percentage. This study aims to determine risk factor of family members of schizophrenia patient for pasung in Bogor District West Java Province In 2017. This research used unmatched case control design and exploratory approach. The study was conducted in Bogor District from May to June 2017. Cases were Schizophrenia patients who are in pasung, controls were Schizophrenia patients without pasung. There were 114 cases and 136 controls for the unmatched case control study. Qualitative research involved 12 key informants. Data analysis was done by bivariate analysis using chi-square and multivariate analysis with logistic regression. Aggressive destructive behavior (OR 4.49, 95% CI 2.52 - 8.00), Family unemployment (OR 2.74, 95% CI 1.09 - 6.90) and family with informal employment (OR 2.54, 95% CI 1.10 - 5.84), and family attitude (OR 2.52, 95% CI 1.43 - 4.43) toward schizophrenia patient were associated with pasung. Pasung perception by family and society is the best way out and there is the only alternative. Prevention efforts can be done by getting medical treatment routinely, empowerment program for ex patient to return to work, and encourage families to caring patients with affection. Keywords: Schizophrenia, pasung, aggressive destructive, discourse
Read More
T-5079
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rubita Rahmarianti; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Martin Rumende
Abstrak: Salah satu komplikasi mikroangiopati dari penyakit DM dan merupakan penyebab kematian terpenting pada penderita DM adalah Nefropati Diabetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian Gangguan Ginjal pada penderita DM serta faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tersebut di RSCM tahun 2012. Penelitian ini dilakukan pada penderita DM yang berobat baik di rawat jalan (Poli DM) maupun rawat inap dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 255 pasien DM yang terpilih seara random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 34,9% sampel mengalami Gangguan Ginjal. Hasil dari analisis chi square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin dan lama menderita DM dengan kejadian Gangguan Ginjal.
 

One of the microangiopathic complications and the most important cause of death in people with diabetes is Diabetic Nephropathy. The purpose of this study was to describe the incidence of renal disorders in patients with diabetes and the factors that influence the event at the RSCM in 2012. The study was conducted in patients with DM were treated well in the outpatient (Poly DM) and hospitalizations using cross-sectional design. The research sample consisted of 255 patients who elected seara DM random sampling. The results showed that as many as 34.9% of the sample had Kidney Disorders. Results of chi-square analysis showed that there is a relationship between sex and the incidence of long- suffering DM Kidney Disorders.
Read More
S-7652
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evawangi; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dadan Erwandi, Renti Mahkota, Yuniar Pukuk Kesuma, Eulis Wulantari
Abstrak: Skizofrenia adalah gangguan mental kronis dan berat yang mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Di Indonesia, prevalensi skizofrenia adalah 1,7 per 1.000 populasi. Jumlah kunjungan gangguan jiwa di puskesmas Kabupaten Bogor telah meningkat secara signifikan dari 1.648 menjadi 13.390 pada tahun 2013-14. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan skizofrenia di Kabupaten Bogor tahun 2017. Studi kasus kontrol tidak berpasangan dilakukan di 63 puskesmas Kabupaten Bogor mulai Mei-Juni 2017. Kasus adalah penderita skizofrenia yang berusia 15-50 tahun yang didiagnosis oleh dokter / spesialis dan dicatat dalam register pasien puskesmas kabupaten Bogor pada tahun 2017. Kontrol Adalah orang sehat berusia 15-50 dan berdomisili di Kabupaten Bogor. Sebanyak 229 kasus dan 229 kontrol dipilih dengan teknik multistage sampling. Probability proportional to size digunakan untuk menentukan jumlah sampel dari masing-masing puskesmas. Kuesioner semi terstruktur yang telah diuji sebelumnya digunakan untuk mengumpulkan data yang relevan dari kontrol dan salah satu anggota keluarga kasus. Test Chi Square dan regresi logistik multivariat diterapkan untuk analisis data. Faktor-faktor yang berhubungan dengan skizofrenia: jenis kelamin laki-laki (AdjOR: 11.68; 95% CI: 4,96 -27.50), riwayat keluarga skizofrenia (AdjOR: 4.02; 95% CI: 1,90-8,48), pendidikan dasar AdjOR: 30,63; 95% CI: 4.21-222.81), pendidikan menengah (AdjOR: 25,35; 95% CI: 3,51-182.90), pengangguran (AdjOR: 5,6; 95% CI 2,52-12,45), tidak menikah (AdjOR: 8,20; 95% CI 2,52-12,45), masalah dalam keluarga (AdjOR: 4,93; 95% CI 2,43-9,99) dan masalah di tempat kerja / sekolah (AdjOR: 32.60; 95% CI 7.29 - 145.76 ). Dalam studi ini, faktor biologis (laki-laki dan riwayat keluarga skizofrenia), sosio-demografi (tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja dan tidak menikah) dan faktor lingkungan (masalah dalam keluarga dan tempat kerja/sekolah) berhubungan dengan skizofrenia. Studi analitis prospektif diperlukan untuk mengeksplorasi lebih jauh hubungan ini.

Kata kunci: Skizofrenia, kasus kontrol, Kabupaten Bogor

Schizophrenia is a a chronic and severe mental disorder that affects thinking, feeling, and behavior of a person. In Indonesia, the prevalence of schizophrenia is 1.7 per 1,000 populations. The number of visits of mental disorders in puskesmas of Bogor Regency has increased significantly from 1,648 to 13,390 in 2013-14. This study aimed to determine the factors associated with schizophrenia in Bogor Regency 2017. An unmatched case-control was conducted in 63 health centers of Bogor regency from May-June 2017. Cases were schizophrenic patient aged 15-50 years diagnosed by physicians/specialists and recorded in the register of Bogor district health centers in 2017. Controls were the healthy people aged 15-50 and domiciled in Bogor Regency. A total of 229 cases and 229 controls were selected by multistage sampling technique. Probability proportional to size was usedto determine the number of samples from each puskesmas. A pre-tested semi structured questionnaires was used to collect relevant data from controls and one of the family members of cases. Chi square test and multivariate logistic regression were applied for data analysis. Folowing factors were associated with schizophrenia: male gender (AdjOR: 11.68; 95% CI: 4.96 -27.50), family history of schizophrenia (AdjOR: 4.02; 95 %CI: 1,90-8,48), basic education (AdjOR: 30.63; 95%CI: 4.21-222.81), secondary education (AdjOR: 25.35; 95% CI: 3.51-182.90), unemployed (AdjOR: 5.6; 95 %CI 2,52-12,45), unmarried (AdjOR: 10,20; 95%CI 2,52-12,45), problems in the family (AdjOR: 4.93; 95%CI 2.43-9.99) and problems at work / school (AdjOR: 32.60; 95%CI 7.29 - 145.76). In the study setting, biological (male and family history of schizophrenia),sociodemographic (low level of education, unemployment and unmarried) and environmental factors (problems in family, workplaceor school) were associated with schizophrenia. Prospective analytical studies are needed to further explore these associations.

Keywords: Schizophrenia, case control, Bogor district
Read More
T-5080
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Robert Meison P. Saragih; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Lukman Hakim Tarigan, Haryoto Kusnoputranto, Harijatni Sri Oetami, C. Yekti Praptiningsih
T-1393
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive