Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40942 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sekar Tina Amiaty Naro Putri; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanty
S-5897
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Setyanti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ryan Hendra
Abstrak: Aktivitas administrasi di dalam ruang kantor seperti menulis, membaca, mengetik dan menggunakan komputer merupakan pekerjaan yang dilakukan terus menerus dan membutuhkan tingkat pencahayaan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencahayaan dan keluhan subjektif kelelahan mata pada pekerja di ruang kantor PT. XYZ tahun 2017. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat pencahayaan, usia, lama kerja, kelainan refraksi, perilaku berisiko terhadap kesehatan mata, durasi kerja, kekontrasan, dan tampilan layar monitor. Sedangkan variabel dependen adalah keluhan subjektif kelelahan mata. Penelitian ini dilakukan kepada 45 orang pekerja dengan desain studi cross sectional. Hasil pengukuran tingkat pencahayaan menggunakan lux meter diketahui bahwa 80% area kerja tidak memenuhi standar Permenkes No. 48 Tahun 2016, dimana terdapat 82,2% pekerja mengalami keluhan subjektif kelelahan mata. Hasil penelitian ini tidak menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara karakteristik individu (usia, lama kerja, kelainan refraksi, perilaku berisiko terhadap kesehatan mata), faktor pekerjaan (durasi kerja, kekontrasan,tampilan layar monitor), dan tingkat pencahayaan dengan keluhan subjektif kelelahan mata.
Kata kunci : tingkat pencahayaan, keluhan subjektif, kelelahan mata

Administrative activities in office such as writing, reading, typing and using computers are work that are done repetitively and require adequate lighting levels. This study aims to analyze the lighting level and subjective complaints of eye fatigue in workers in the office of PT. XYZ in 2017. The independent variables in this study are the lighting level, age, duration of employment, refractive abnormalities, risky behavior, duration of work, contrast, and monitor screen display. While the dependent variable is subjective complaints of eye fatigue. This research was conducted to 45 workers with cross sectional study design. From the measurement of ligthing level using lux meter, 80% work area is known to not meet the standard of Permenkes. 48 of 2016, where 82.2% of workers are experiencing eyestrain due to insufficient level of lighting. The results of this study did not show any significant relationship between individual characteristics (age, duration of work, refractive abnormalities, risky behavior to eye health), occupational factors (duration of work, contrast, monitor screen display) and lighting level with subjective complaints of eyestrain on workers.
Keywords: lighting level, subjective complaints, eyestrain
Read More
S-9598
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Sakdiah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Eva Maulidiyah
S-5564
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andri Fayrina Ramadhani; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Setyo Nugroho
S-7083
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Syafira; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yusuf
Abstrak: Kurangnya pencahayaan di tempat kerja berdampak pada kesehatan mata.Penelitian ini membahas tentang gambaran tingkat pencahayaan terhadap keluhansubjektif kelelahan mata pekerja di ruang security and safety PT. XYZ tahun 2016.Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan desain studi cross sectional. Datadidapat dari penyebaran kuesioner dan melakukan pengukuran tingkat pencahayaandi ruang kerja yang kemudian dibandingkan dengan tingkat pencahayaan yang adapada KepMenKes No.1405/MENKES/SK/XI/2002. Hasil penelitian menunjukkantingkat cahaya 81,3% tidak memenuhi NAB dan mengalami keluhan mata sebesar87,5%. Faktor tampilan layar monitor dan kelainan refraksi memiliki hubunganyang signifikan terhadap kelelahan mata.Kata kunci : keluhan subjektif, kelelahan mata, tingkat pencahayaan.
Read More
S-9214
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iwan Setiawan; Pemimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ili Rianti
S-7336
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dela Fariha Fuadi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Baiduri Widanarko, Yuni Kuaminanti, Devi Partina Wardani
Abstrak: Perpustakaan merupakan tempat dimana buku biasanya dilindungi dan disimpan, kondisi ruangan dapat berdebu, lembab, dan tidak memiliki cahaya yang memadai serta mengandung endapan berbagai serangga dan mikroorganisme. Aktivitas kerja yang dilakukan oleh pegawai perpustakaan diantaranya bekerja menggunakan komputer dalam waktu yang cukup lama, pelestarian buku yang sudah tua dan rusak, dan pekerjaan kantor lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko kesehatan kerja pada aktivitas pekerjaan pegawai perpustakaan Universitas Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian mixed methode (kualitatif-kuantitatif). Penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan Matriks Risiko yang telah dikembangkan oleh Universitas Indonesia. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasi terdapat 6 jenis bahaya kesehatan pada aktivitas kerja pegawai perpustakaan UI, diantaranya pencahayaan, temperatur, debu, jamur, ergonomi dan psikososial. Hasil analisis tingkat risiko menunjukan bahwa, pada seluruh aktivitas kerja pegawai perpustakaan UI memiliki risiko sangat tinggi untuk terkena gangguan muskuloskeletal, risiko tinggi terkena gangguan pernapasan karena debu dan iritasi tangan karena jamur pada aktivitas kerja preservasi, deseleksi dan layanan koleksi naskah. Pada aktivitas lainnya pajanan terhadap debu memiliki tingkat risiko menengah. Pajanan terhadap pencahayaan, ergonomi dan psikososial pada seluruh aktivitas memiliki tingkat risiko menengah. Tindakan pengendalian yang sudah ada mampu menurunkan tingkat risiko kesehatan kerja menjadi risiko menengah dan rendah
Read More
T-5606
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Octavia Maharani; Pembimbing: Zulkifli Djunaedi, Indri H. Susilowati; Penguji: Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Skripsi ini bertujuan menganalisa kesesuaian handphone, tingkat risiko ergonomi dan gambaran keluhan subjektif yang mengarah repetitive strain injury pada pengguna handphone X dan Y di Universitas Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik penelitian observasional. Hasil penelitian disesuaikan standar menunjukan terdapat ketidaksesuaian pada panjang dan lebar untuk 10 jenis handphone , panjang dan tepi untuk 1 jenis handphone. Hasil penelitian disesuaikan antropometri menunjukan ketidaksesuaian pada panjang dan lebar untuk 12 jenis handphone. Sementara penilaian tingkat risiko ergonomi menggunakan RULA menunjukan hasil dari risiko sedang hingga tinggi dengan kisaran nilai 4-6. Hasil observasi keluhan subjektif yang mengarah pada repetitive strain injury menunjukan 88 reponden (67,7%) merasakan adanya keluhan pegal/ nyeri/ kram/ kesemutan/ mati rasa/ kaku/ tidak nyaman. Keluhan terbesar dirasakan pada bagian leher atas (28,5%), pergelangan tangan kanan (27,7%), dan leher bawah (26,2%). Untuk itu diperlukan upaya pengendalian secara ergonomi berupa perbaikan desain handphone dan administrasi seperti pembatasan waktu penggunaan, pemberian informasi cara penggunaan dan setting handphone yang ergonomi, dan melakukan peregangan selama 10 menit setiap 2 jam penggunaan tanpa henti.

This study aims to analyze appropriatness of handphone, the risk level of ergonomics and subjective symptomps lead to repetitive strain injury from X and Y handphone users at University of Indonesia. Design study is cross sectional, with observational research techniques. The results of research showed there are mismatch just than standard at length and width for 10 types of cell phone , long and the edge for 1 type of cell phone. The results of research showed there are mismatch just than anthropometry at length and width for 12 types of cell phone. The level of ergonomic risk assessment using RULA showed results from medium to high level with range of values 4-6. The observation of subjective symptomps lead to repetitive strain injury showed 88 of respondents (67,7%) feel there are complaints of stiffness/ pain/ cramps/ numbness/ awkward/ discomfort. The biggest symptomps that occur in the upper neck (28,5%), right wrist (27,7%), and lower neck (26,2%). For it, need necessary control measures with improved ergonomic design and administrative work such as restrictions on hours of work, disseminate information of good ergonomic posture and applying setting handphone, and stretching for 10 minutes every 2 hour non stop using handphone. 
Read More
S-8695
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Wahid Nurudin; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Agus Uditomo
S-5999
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Kusumaningsih; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7280
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive