Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38551 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tin Afifah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Indang Trihandini, Ella N. Hadi, Sarimawar Djaja
T-3141
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Prastika; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Kemal N. Siregar, Rima Damayanti, Rahmadewi
Abstrak: Kematian neonatal merupakan indikator penting kesehatan anak dan dasar penilaian kesehatan negara. Kematian neonatal menyumbang 2/3 dari kematian bayi. Menurut WHO (2020), 75% kematian terjadi di minggu pertama kelahiran dan 1 juta bayi meninggal dalam 24 jam pertama kelahiran. Pencegahan kematian neonatal periode 6-48 jam kelahiran adalah dengan kunjungan neonatal pertama (KN 1). Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pelayanan KN 1 dengan kematian neonatal di Indonesia. Desain cross-sectional dengan SDKI 2017. Sampel penelitian WUS (15-49 tahun) yang melahirkan anak terakhir lahir hidup dan bukan kembar. Analisis complex sample dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan kematian neonatal 2,3%, cakupan KN 1 81,8% dan KN 1 lengkap 35,4%. Ada interaksi pelayanan KN 1 dengan sesar terhadap kematian neonatal sehingga kematian neonatal pada KN 1 tidak lengkap dengan sesar berisiko 1,4 kali dan kematian neonatal pada KN 1 tidak lengkap dengan bukan sesar berisiko 4,4 kali dibandingkan dengan kematian neonatal pada KN 1 lengkap dan bukan sesar. Oleh karena itu, peningkatan kelengkapan pelayanan KN 1 diperlukan dalam penurunan kematian neonatal, seperti penyediaan pedoman neonatal esensial, promosi kesehatan pentingnya perawatan neonatal. Selain itu penting mendorong ibu untuk melahirkan di fasilitas kesehatan agar bayi baru lahir dapat dipantau
Read More
T-6236
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Puspita Sari; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: R. Sutiawan, Emi Nurjasmi, Mukhtar Bakti
Abstrak: Tesis ini membahas mengenai ibu hamil yang mengalami komplikasi selamakehamilannya dengan kejadian kematian neonatal. Angka kematian neonatal disuatu daerah dapat dijadikan sebagai salah satu indikator dalam keberhasilanpelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan. Selain faktorpenyebab langsung, juga terdapat berbagai faktor pemicu terjadinya kematianneonatal. Faktor tersebut meliputi faktor sosial ekonomi, faktor ibu, faktorpelayanan kesehatan, faktor neonatal, faktor persalinan dan pelayanan postnatal.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan analisisregresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebabkematian neonatal adalah kelengkapan kunjungan ANC, kunjungan neonatal, usiaibu, penolong persalinan, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan tempat persalinan.Responden yang mengalami komplikasi kehamilan mulas sebelum 9 bulanmemiliki peluang sebesar 1,021 untuk mengalami kematian neonatal, respondenyang mengalami komplikasi kehamilan perdarahan berlebihan memiliki peluangsebesar 1,170 kali untuk mengalami kematian neonatal, responden yangmengalami kommplikasi kehamilan demam memiliki peluang sebesar 1,153 kaliuntuk mengalami kematian neonatal, , responden yang mengalami komplikasikehamilan kejang memiliki peluang sebesar 1,036 kali untuk mengalami kematianneonatal, responden yang mengalami komplikasi kehamilan dengan tanda bahayalebih dari satu jenistanda bahaya seperti hipertensi, kepala pusing, posisi janinsungsang, dan oedema memiliki peluang sebesar 1,276 kali untuk mengalamikematian neonatal. Dan yang berkaitan dengan komplikasi kehamilan, diharapkanpemerintah melakukan upaya deteksi dini terhadapa komplikasi pada kehamilandan perlu diikuti dengan pemantauan yang berkelanjutan pada kepatuhan ibuterhadap anjuran dari petugas kesehatan.
Kata kunci :Komplikasi kehamilan, ANC, neonatal, kematian neonatal
This thesis discusses the pregnant women who experience complications duringpregnancy with the incidence of neonatal mortality. Neonatal mortality rate in anarea can be used as an indicator of the success of health care and healthdevelopment programs. In addition to the direct causes, there are also manyfactors triggering the occurrence of neonatal mortality. These factors includesocioeconomic factors, maternal factors, health service factors, neonatal factors,factors childbirth and postnatal care. This study used cross sectional design byusing multiple logistic regression analysis. The results of this study indicate thatthe cause of neonatal mortality is completeness ANC, visit neonatal, maternalage, birth attendants, maternal education, maternal employment and the place ofdelivery. Respondents who experienced pregnancy complications heartburnbefore 9 months have a chance at 1,021 to experience neonatal death,respondents who experienced pregnancy complications excessive bleeding have achance at 1,170 times to experience neonatal death, respondents who experiencedkommplikasi pregnancy fever has the opportunity for 1,153 times to experienceneonatal deaths , respondents who experienced pregnancy complications seizureshave a chance at 1,036 times to experience neonatal death, respondents whoexperienced pregnancy complications with danger signs of more than onejenistanda hazards such as hypertension, headache, fetal position, breechpresentation, and edema have a chance at 1,276 times to experience neonataldeath. And associated with complications of pregnancy, it is expected thegovernment to make efforts terhadapa early detection of complications inpregnancy and should be followed by continuous monitoring on compliancemother against the advice of health officials.
Keywords :Complications of pregnancy, ANC, neonatal, neonatal death
Read More
T-4730
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Subiantoro; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Kusharisupeni, Soedibjo Sastroasmoro, Bambang Murdoto
T-4068
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isti Dariah; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Agustin Kusumayati, Hasnerita, Endah Pujiastuti
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Isti Dariah Program Studi  : Kesehatan Reproduksi Judul : Faktor yang Berhubungan dengan Kematian Neonatal di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Cimahi Tahun 2016 Latar  Belakang: Kondisi pembangunan kesehatan secara umum dapat dilihat dari status kesehatan dan gizi masyarakat, yaitu salah satunya Angka Kematian Bayi. Penyumbang Angka Kematian bayi di kota Cimahi adalah Angka Kematian neonatal dimana pada tahun 2013 sebesar 83% Kematian bayi terjadi pada periode neonatal dan pada tahun 2014 sebesar 76,9% .Pada Tahun 2016 terjadi kematian neonatal 50 orang dan kematian bayi 66 dan sebagaian besar terjadi pada periode neonatal. Dalam 7 tahun ke belakang ( Tahun 2009 – 2015) program penurunan kematian bayi  khususnya kematian neonatal di Kota Cimahi kurang signifikan bahkan cendrung naik pada Tahun 2016 dan belum adanya analisis mendalam terhadap penyebab kematian bayi. Metode: Penelitian bersifat observasional dengan desain kasus kontrol. Kasus adalah bayi  meninggal usia 0 sampai dengan 28 hari. Sedangkan kontrol adalah bayi lahir hidup. Sampel dalam penelitian sebanyak 86 yang terdiri dari 43 kasus dan 43 kontrol. Data penelitian data berupa data sekunder dari hasil laporan otopsi verbal kematian neonatal, buku KIA dan data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui wawancara tertulis dan formulir. Analisa data secara univariate dan bivariate dengan uji chi square. Hasil Penelitian: Analisi faktor risiko menunjukkan variable pendidikan (Nilai P=0,828), sosial ekonomi (Nilai P=0,008; OR=4,440), Umur Ibu (Nilai P=0,471; OR= 1,5930), paritas (Nilai P = 0,375; OR= 1,640 ), Jarak persalinan (nilai P= 0,009; OR= 7,935), Pekerjaan (Nilai P= 0,000; OR= 15,333), Status Gizi (nilai P = 0,016; OR=7.047), pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan (Nilai P=0,015; OR= 4,032), pengetahuan tentang tanda bahaya bayi baru lahir (Pvalue= 0,001; OR= 10,982), Jenis Kelamin (Nilai P= 0,512), Usia Getasi (Nilai P=0,000; OR= 25,895), Asfiksia (Nilai P=0,000; OR=2,870), BBLR (Nilai P=0,000; OR=12,316), Infeksi (Nilai P= 0,018; OR=2,344),faktor persalinan (Nilai P= 1,000), Komplikasi (P= 0,010; OR=3,496), post natal care (nilai P= 0,023; OR=5,161), Pemeriksaan ANC (nilai P= 0,001 ; OR=5,914), IMD (P= 0,001; OR=12,500). Kesimpulan : Faktor ekonomi keluarga, jarak kehamilan, pekerjaan, status gizi, pengetahuan tentang bahaya kehamilan, pengetahuan tentang bahaya BBL, usia getasi, asfiksia, BBLR, infeksi, komplikasi post natal care, pemeriksaan ANC dan intervensi (IMD) berhubungan dengan kematian neonatal. Kata kunci: Faktor Risiko;  Kematian Neonatal; Kasus Control


ABSTRACT Name : Isti Dariah Study Program : Reproductive Health Title : Factors Associated with Neonatal Mortality in the Work Territory of Health Region in Cimah City 2016 Background:Health development conditions in general can be seen from the health status and nutrition of the community, one of which is the Infant Mortality Rate (IMR). The contributor of the Infant Mortality Rate in Cimahi city is neonatal mortality rate. In 2013 the incidenceof infant mortality in neonatal period is 83%and 76.9% in 2014. In 2016, there are 50 of infant mortality and 60 of neonatal mortality. In the past 7 years (from 2009 to 2015)program to decreaseinfant mortality, especially neonatal mortality in Cimahi City is not significant,yet tend to increasein 2016 and there has not any deep analysis to what causes the infant mortality. Methods: The study was observational with case control design. Cases are infants dying from 0 to 28 days. While the controls arethe infants-bornalive. Samples in this study were 86 consisting of 43 cases and 43 controls. The data collected were secondary data from verbal autopsy report of neonatal death, KIA book and primary data obtained directly from respondents through written interview and forms. Data analysis used univariate and bivariate data with chi square test. Results: Risk factor analysis showed educational variables (P value = 0.828), socioeconomic (P value = 0.008 OR = 4.440), maternal age (P value = 0.471, OR = 1.5930), parity (P value = 0.375 ; OR = 1,640), Gestational Distance (P value = 0.009; OR = 7,935), Occupation (P = 0,000; OR = 15,333), Nutritional Status (P = 0.016; OR = 7.047), maternal knowledge about pregnancy alert (P = 0.015; OR = 4,032), knowledge of the newborn hazard (Pvalue = 0.001; OR = 10,982), Gender (P value = 0.512), Age Gestation (P = 0,000; OR = 25,895) Asphyxia (P = 0,000; OR = 2,870), BBLR (P = 0,000; OR = 12,316), Infection (P = 0.018; OR = 2,344), labor factor (P = 1,000), Complications (P = 0.010 ; OR = 3,496), post-natal care (P value = 0.023; OR = 5,161), ANC examination (P value = 0.001; OR = 5,914), IMD (P = 0.001; OR = 12,500). Conclusions: Family economic factors, gestational distance, occupation, nutritional status, knowledge of pregnancy hazards, knowledge of BBL dangers, age of gestation, asphyxia, LBW, infections, postnatal care complications, ANC and intervention (IMD) are associated with neonatal mortality. Keywords: Case control; Risk Factors; Neonatal Mortality.

Read More
T-5049
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Panca Wariaseno; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dadan Erwandi, Hasnerita, Astrid Saraswaty Dewi
T-4791
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Media Apriliana; pembimbing: Krisnawati Bantas; penguji: Sandra Fikawati, Agustin Kusumayati, M. Nasir, M. Taufik
T-3061
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Narila Mutia Nasir; Pemb. Kemal N. Siregar; Penguji: Agustin Kusumayati, Sabarinah B. Prasetyo, Lukman Hendro Laksmono, Hasnerita
Abstrak:

ABSTRAK Salah sam usaha untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah melalui pemberian pelayanaa yang bezlcualitas. Pelayanan berkualitas dapat divcmjudkan dengan adanya tenaga kesehatan yang kompeten, termasuk bidan. ' Penelitian ini dilakukan dengan disain cross sectional dengan pendekatan kuantatif untuk mengetahui Pengamh Kompetensi terhadap Kinerja Bidan dalarn Pelayanan Neonatal di Puskesmas Perawatan Kabupatcn Bekasi Tahun 2007. Analisis data dilakukan secara dcskriptif dan analitik. Populasi penelitian ini adalah bidan di Puskesmas Perawatan Kabupaten Bekasi yang berjumlah 41 orang. Sampel dalam penelitian ini sama dengan total populasi Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (61%) bidan tidak kompeten. Kompetensi merupakan faktor yang bermakna terhadap kinerja bidan dalam pelayanan neonatal dengan Odd Ratio (OR) 6,75. Faktor umur, pendidikan, lama kezja, pelatihan asfiksia, dan pclatihan Asuhan Pcrsalinan Nommal (APN) mcnunjukkan hubungan yang tidak bcrrnaknu. Kompelensi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kincrja bidan Puskesmas Perawatan di Kabupaien Bekasi Tahun 2007 berdasarkan uji regrcsi logislik dcngan OR = 9. Oleh karena im, kompetensi bidan perlu ditingkatkan salah salunya melalui pelatihan berbasis kompetensi.


ABSTRACT Descreasing Infant Mortality Rate (IMR) can be done by giving quality sen/ice. The quality service could be created if he health professionals, including midwife, are competence. The design of this research is cross sectional with quantitative approach. And using descriptive analysis. The Population of this research are 41 midwives in Public Health Center with Caring in Bekasi District. The sample size is the same as population. The result indicates more than half of midwives (61%) arc not competence. Competency is related factor to midwife performance with Odd Ratio (OR) 6,75. Besides, age, period of work, education, asphyxia training, and normal delivery training have no relationship with midwife performance. Competency has effect to midwife performance based on logistic regression with OR=9. So that, the improvement of midwife?s competency should be done by competency based training.

Read More
T-2770
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yetti Armagustini; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Toha Muhaimin, Muhamad Ilhamy, Ning Sulistyowati
T-3162
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutiara Putriani Laksana; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Lilysiana
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang determinan kematian bayi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan menggunakan uji korelasi. Variabel independen yang dibahas dalam penelitian ini bersumber dari data SDKI 2012 meliputi faktor demografi (daerah tempat tinggal), faktor ibu dan bayi (usia ibu, pendidikan, paritas dan berat bayi lahir), dan faktor pengendalian penyakit per orangan (frekuensi ANC, penolong persalinan, Inisiasi Menyusu Dini, dan waktu kunjungan neonatal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki korelasi dengan tingginya AKB di Indonesia adalah daerah pedesaan, pendidikan tidak tamat SD/sekolah, paritas >5 anak, berat bayi lahir 7hari. Kata kunci: Determinan kematian bayi; studi ekologi; kematian bayi; angka kematian bayi 7 hari. Kata kunci: Determinan kematian bayi; studi ekologi; kematian bayi; angka kematian bayi
Read More
S-8560
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive