Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33045 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ardianti Rismurada; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sandi Iljanto, Febrinda Eka Widisana
B-1240
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Dwiyani; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Ede Surya Darmawan, Helen Andriani, Dian Fitri, Cici Lia Nopita
Abstrak: Rumah Sakit Kambang Jambi merupakan rumah sakit swasta tipe C di kota Jambi yang telah berdiri sejak tahun 2010. Sebagai upaya mengefektifkan pelayanan di tengah tingginya persaingan, RS Kambang hendaknya memiliki suatu rencana strategis (renstra) yang tepat dan cermat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadi Critical Cuccess Factor (CSF), mengetahui posisi organisasi, dan merumuskan sasaran strategi disertai indikator kinerja terukur berdasarkan perspektif Balanced Scorecard. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain operational research di RS Kambang Jambi pada bulan September-Desember 2020. Data didapat dari indepth interview, Consensus Decision Making Group (CDMG), dan telaah data sekunder berupa dokumen tertulis. Data kemudian dianalisis kedalam 3 tahapan penyusunan resntra yaitu tahap input, matching, dan decision stage. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa faktor eksternal yang menjadi CSF adalah peluang dalam menarik pelanggan dari jejaring, sedangkan faktor internal yang menjadi CSF adalah aspek kekuatan berupa tersedianya pelayanan spesialis dan subspesialis dengan pilihan yang bervariasi. Jika dilihat dari posisinya RS Kambang berada pada posisi Hold and Maintain, sehingga berdasarkan hal tersebut akhirnya didapatkan 5 alternatif strategi, 12 sasaran strategis, dan 34 poin Key Permormance Indikator (KPI) yang berfokus di bidang pemasaran, SDM, keuangan, pelayanan pasien, serta sistem informasi rumah sakit.
Kambang Jambi Hospital is a privately owned hospital in the city of Jambi which has been established since 2010. As an effort to streamline services in the midst of competition, Kambang Hospital is managed with a strategic plan (renstra) that is precise and accurate. This study aims to identify internal and external factors that become the Critical Cuccess Factor (CSF), find out how to organize, and formulate strategies in measurable performance indicators based on the Balanced Scorecard perspective. The research used a qualitative approach with operational research design at Kambang Jambi Hospital in SeptemberDecember 2020. Data were obtained from in-depth interviews, Consensus Decision Making Group (CDMG), and secondary study data in the form of written documents. The data were then analyzed in 3 stages of formal preparation, namely the input, matching, and decision stage. Based on the results of the study, it was found that the external factor that became CSF was an opportunity to attract customers from the network, while the internal factor that became a CSF was the strength aspect in the form of the availability of specialist and subspecialist services with various choices. When viewed from its position, Kambang Hospital is in the Hold and Maintain position, so based on this we finally obtained 5 strategic alternatives, 12 strategic goals, and 34 Key Performance Indicators (KPI) points measured in the fields of marketing, human resources, finance, patient care, and hospital information system
Read More
B-2164
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ivana Desiyanti; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistiadi, Budi Hartono, Anwar
Abstrak:

Perencanaan merupakan dasar dari strategi yang efektif, perencanaan juga menjadi salah satu indikator yang baik dalam siklus manajemen. Rumah sakit jantung dan pembuluh darah harapan kita berdiri sejak 9 November 1985 merupakan RS BLU yang menjadi RS pusat rujukan nasional yang memberi pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah. Poli eksekutif  merupakan salah satu unit pelayanan yang menjadi “private wing” RSJPDHK berdiri sejak november 2008. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis setiap produk poli eksekutif RSJPDHK melalui variabel-variabel Product Life Cycle yaitu Sales, Revenue, Cost, Provit,Cash flow, Competitor, Capital access, Market growth, Market share, Technology, Investment in R&D, Training untuk mengetahui posisi setiap produk menurut siklus hidupnya yang akan menjadi dasar untuk menentukan formulasi rencana strategis poli eksekutif RSJPDHK tahun 2011-2015. Penelitian ini merupakan penelitian operasional (operasional research), analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan ketiga produk poli eksekutif,yaitu konsultasi jantung&ekg, treadmill, echocardiography semuanya berada dalam fase PLC introduction. Alternatif strategi yang dapat dilakukan adalah dengan market development dan product development. Strategi terpilih untuk poli eksekutif adalah mengadakan kerjasama dengan perusahaan dalam pelayanan medical check up, prioritas berikutnya adalah mengadakan pembenahan poli eksekutif dan mengadakan paket medical check up yang disertai pemberian service konsultasi dengan ahli gizi. Dengan mengimplementasikan strategi terpilih diharapkan poli eksekutif RSJPDHK dapat berkembang dimasa mendatang. Kata Kunci : Product Life Cycle, Sales, Revenue, Cost, Provit,Cash flow, Competitor, Capital access, Market growth, Market share, Technology, Investment in R&D, Training Daftar bacaan : 30 buku ( 1983-2009)


 

Planning is the foundation of an effective strategy, planning is also one good indicator of the management cycle. Harapan Kita Cardiovascular Hospital established since 9 November 1985 is a government hospital become a national referral center that provides services for heart disease and blood vessels. Polyclinic executive is one of service units to be "private wing" RSJPDHK established since November 2008. This study aims to analyze each product polyclinic executive RSJPDHK through the variables of Product Life Cycle of Sales, Revenue, Cost, provit, cash flow, Competitor, Capital Access, Market Growth, Market share, Technology, Investment in R & D, Training for the position of each product according to its life cycle which will be the basis for determining the formulation of a strategic plan executive polyclinic RSJPDHK years 2011-2015. This study is an operational research, analysis was done with quantitative and qualitative approaches. The results showed three executives polyclinic products, consultation cardiac & ECG, treadmill, echocardiography are all in the introduction phase of the PLC. Alternative strategies that can be done is to market development and product development. The strategy chosen for polyclinic executives are entered into a collaboration with companies in the service of medical check-ups, the next priority is to improvement polyclinic executive and held a medical check-up package with consultation with a nutritionist. By implementing the chosen strategy is expected polyclinic executive RSJPDHK can develop in the future. Keywords: Product Life Cycle, Sales, Revenue, Cost, provit, cash flow, Competitor, Capital Access, Market Growth, Market share, Technology, Investment in R & D, Training Reading list: 30 books (1983-2009)

Read More
B-1335
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jenny Darmawan; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Sandi Iljanto, Stefanus Eke
B-1315
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Reviyanti; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Mieke Savitri, Robi Hari Setiawan
S-6849
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rumatha Veralisa Sihaloho; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Wahyu Sulistiadi, Arfan Awaloeddin, Mutiara Arcan
Abstrak: Dalam hal ini, skor nilai kelemahan RS Awal Bros Panam masih lebih besar dibandingkan dengan skor nilai kekuatan. RS Awal Bros Panam perlu untuk memfokuskan perbaikan dari sisi kelemahan yang dimiliki. Hal ini dilakukan dengan memfokuskan pada penguatan mutu kelembagaan dan pengembangan pasar dengan penjabaran KPI (key performace vii indicator) yang terukur, pembuatan program yang sesuai dengan arah strategis yang ditekankan dalam mewujudkan visi misinya hingga tahun 2023.
Read More
B-2095
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmadi; Pemb. Adang Bachtiar Kantaatmadja; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, R. Suhasbagyo
B-1105
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Theodorus Adrianto Widaya; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Anastina Tahjoo, Amal Chalik Sjaaf
Abstrak:
Latar Belakang: Lingkungan bisnis yang ditandai oleh volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas (VUCA) menciptakan tekanan multidimensional terhadap rumah sakit for-profit di Indonesia. Kondisi ini diperparah oleh volatilitas tarif BPJS/JKN, ketergantungan besar pada impor alat medis dan bahan farmasi (90–95%), serta berbagai krisis global yang berdampak pada biaya operasional dan margin keuntungan rumah sakit. Dalam kondisi ini, perencanaan strategis yang adaptif dan berbasis bukti menjadi kebutuhan kritis untuk memastikan ketahanan dan keberlanjutan institusi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan membangun model perencanaan strategis untuk rumah sakit for-profit di Indonesia dalam menghadapi era VUCA, dengan mengidentifikasi variabel kapabilitas tim manajemen puncak (TMP) dan sumber daya perusahaan (SDP) yang paling berpengaruh terhadap pemilihan strategi, serta memvalidasi model tersebut melalui studi kasus di beberapa rumah sakit. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan dua tahap yang terintegrasi. Tahap pertama menerapkan Strategic Assumptions Surfacing and Testing (SAST) melalui focus group discussion (FGD) untuk mereduksi variabel, dilanjutkan dengan Analytic Network Process (ANP) melalui in-depth interview terhadap delapan narasumber eksekutif rumah sakit for-profit dari berbagai institusi di Indonesia untuk menghasilkan bobot prioritas variabel dan simulasi pilihan strategi. Analisis data menggunakan perangkat lunak SuperDecisions, uji reliabilitas Kendall's W, serta validitas matriks ANP berdasarkan Inconsistency Ratio (<10%). Tahap kedua menerapkan self-assessment kepada beberapa tim manajemen puncak rumah sakit untuk menentukan posisi strategis menggunakan Matriks Wira-Daya. Hasil Penelitian: Dari klaster kapabilitas TMP, kemampuan beradaptasi menjadi variabel paling dominan dengan bobot GeoMean tertinggi (0,301), diikuti kepemimpinan (0,255) dan komunikasi. Variabel jejaring sosial dan politik terbukti tidak berpengaruh signifikan dalam kondisi VUCA. Dari klaster sumber daya perusahaan, kapabilitas keuangan mendominasi secara mutlak dengan bobot (0,432), hampir 2,6 kali lebih tinggi dibandingkan variabel berikutnya (reputasi: 0,167), menegaskan perannya sebagai prasyarat fundamental keberhasilan strategi di era VUCA. Temuan emergen berupa variabel kelompok usaha muncul sebagai faktor tambahan yang memperkuat ketahanan strategis melalui mekanisme cross-subsidy dan mobilisasi sumber daya lintas unit. Validasi di Mandaya Royal Hospital Puri mengkonfirmasi bahwa instrumen Matriks Wira-Daya mampu membedakan posisi strategis antar kuadran dan menghasilkan rekomendasi strategi yang spesifik serta dapat dieksekusi dalam waktu singkat. Kesimpulan: Penelitian ini menghasilkan Matriks Wira-Daya sebagai model perencanaan strategis yang operasional dan kontekstual bagi rumah sakit for-profit Indonesia. Model ini mengintegrasikan kapabilitas TMP dan SDP sebagai dua sumbu penentu posisi strategis, menghasilkan empat kuadran dengan rekomendasi pilihan strategi yang berbeda: penyelamatan, bertahan, putar haluan, atau pertumbuhan. Paradigma perencanaan bergeser dari plan-action menjadi diagnose-choose, di mana kemampuan mendiagnosis kondisi internal secara akurat dan cepat lebih bernilai dibandingkan proyeksi lingkungan eksternal yang tidak pasti.

Background: The business environment characterized by Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA) creates multidimensional pressures on for-profit hospitals in Indonesia. This condition is exacerbated by the volatility of BPJS/JKN tariffs, heavy dependence on imported medical devices and pharmaceutical raw materials (90–95%), and various global crises that impact operational costs and hospital profit margins. Under these conditions, adaptive and evidence-based strategic planning becomes a critical necessity to ensure institutional resilience and sustainability.  Research Objectives: This study aims to develop a strategic planning model for for-profit hospitals in Indonesia in facing the VUCA era, by identifying the variables of top management team (TMT) capabilities and company resources (CR) that most significantly influence strategy selection, and validating the model through a case study at Mandaya Royal Hospital Puri.  Methods: The study employed an integrated two-phase mixed-method approach. The first phase applied Strategic Assumptions Surfacing and Testing (SAST) through a Focus Group Discussion (FGD) for variable reduction, followed by the Analytic Network Process (ANP) through in-depth interviews with eight executive informants from various for-profit hospitals across Indonesia to generate variable priority weights and strategy selection simulations. Data analysis utilized SuperDecisions software, Kendall's W reliability tests, and ANP matrix validity based on an Inconsistency Ratio (<10%). The second phase applied a self-assessment instrument to the some top management team of the hospital to determine strategic positioning using the Wira-Daya Matrix.  Results: From the TMT capability cluster, adaptability emerged as the most dominant variable with the highest GeoMean weight (0.301), followed by leadership (0.255) and communication. The social and political networking variable proved to have no significant influence under VUCA conditions. From the company resources cluster, financial capability dominated overwhelmingly with a weight of (0.432), nearly 2.6 times higher than the next variable (reputation: 0.167), affirming its role as a fundamental prerequisite for strategic success in the VUCA era. An emergent finding was the business group variable, which appeared as an additional factor reinforcing strategic resilience through cross-subsidy mechanisms and cross-unit resource mobilization. Validation at Mandaya Royal Hospital Puri confirmed that the Wira-Daya Matrix instrument is capable of differentiating strategic positions across quadrants and producing specific, rapidly executable strategic recommendations. Conclusion: This study produces the Wira-Daya Matrix as an operational and contextually relevant strategic planning model for Indonesian for-profit hospitals. The model integrates TMT capabilities and company resources as the two determinant axes of strategic positioning, yielding four quadrants with distinct strategy recommendations: rescue, hold-out, turnaround, or growth. The planning paradigm shifts from plan-action to diagnose-choose, where the ability to accurately and rapidly diagnose internal conditions holds greater value than projecting an uncertain external environment.
Read More
B-2593
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafni Pamela Sari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Puput Oktamiati, Wirda Saleh
Abstrak:
lnstalasi farmasi di Rumah sakit pcrlu mendapatkan pengelolaan yang baik, karena instalasi ini bcrperan penting dalam menenlukan baik tidaknya pclayanan Rumah Sakit dan juga pengeluaran Rumah Sakit unluk lnstalasi ini cukup besar. Di Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi pengeluaran unmk Instalasi Faxmasi Tahun 2008 sebesar 36,24 % dari total pengeluaran Rumah Sakil, dan dari jumlah tersebut 46,19 % adalah untuk obat, sedangkan jumlah item obat adalah 11733. Dcngan jumlah investasi yang sangat besar tersebut (Rp. 8.000.000.000,-) dengan jumlah item obat yang cukup banyak memerlukan suatu sistem perencanaan yang akurat. Pengawasan obat dengan jumlah item yang banyak akan lebih mudah dilakukan apabila dibuat pengelompokkan obat tcrsebut menurut tingkat pemakaian, tingkat invcstasi dan tingkat kckritisannya. Sedangkan perencanaan dapat dilakukan dengan melakukan forecasiing menggunakan data tahun yang lalu. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bckasi dan merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan operation research. Melalui pendekatan kualitatif diharapkan diperoleh informasi tentang Manajemen Farmasi, khususnya perencanaan. Sedangkan dengan operation research didapatkan bahwa dengan suatujumlah persedian yang optimal akan mengcluarkan biaya yang lebih rendah dan sekaligus dapat mengoptimalkan pelayanan. Objek yang akan cliteliti adalah obat golongan antibiotik, karena obat golongan ini banyak dipakai 30,55 % dari total pemakaian obat dan investasi umuk obat ini cukup besar yaitu 24,05 % dari total investasi obat selama tahun 2008. Dilakukan Analisis ABC indeks kritis untuk obat golongan ini dan dihitung prakiraanjumlah kebutuhan bulan januari, Februari dan Maret 2009 untuk antibiotik kelompok A dalam analisis ABC indeks kritis dengan metodc Sinynle Exponenfial Smoothing dengan dengan 0. = 0,3 dan patokan perhitungan adalah MAD. Selanjutnya dibandingkan dengan perencanaan yang dilakukan Rumah Sakit dengan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Untuk antibiotik kelompok Ajuga dilakukan perhitunganjumlah pemesanan optimal. Hasil yang dipcrolch dari pcnclitian ini dikctahui bahwa lnstalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi. Dalam melakukan perencanaan memakai metode Moving Average dan pemesanan dengan Order Cyrcle Sysrem namun tidak diperolch alasan yang jelas mcngcnai pcmilihan metode ini. Dari analisis ABC indeks kritis diperoleh I2 item antibiotik yang termasuk kelompok A, 50 kelompok B dan 222 kelompok C. Ke-I2 item antibiotik yang termasuk kelompok A tersebut merupakan 51,99 % dari total pemakaian dan 20,73 % dari total invcstasi. Hasil jzrecastmg terhadap kelompok A setelah dibandingkan dengan perencanaan yang dibuat Rumah Sakit ternyata tidak ada perbedaan yang bermakna. Mengacu pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan melakukan pengelompokan antibiotik menurut analisis ABC indeks kritis dapat mcmpcmwdah pcngawasan karena dapat ditentukannya prioritas pengawasan, untuk itu disarankan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi untuk membuat pengelompokkan semua obat menurut analisis ABC indeks kritis untuk mcmudahkan pcngawasan. Dari hasil _/brecasiing yang dilakukan dan setelah diuji ternyala tidak ada pcrbedaan yang bermakna dengan yang telah dilakukan Rumah Sakit, artinya metode perencanaan yang dilakukan Rumah Sakit telah cukup baik, disarankan untuk dipcrtahankan.

Pharmacy unit should have good management in relation to its role in detemmining the quality of service in the hospital and the cost of this unit is quite high indeed. In Bekasi Public Hospital City 2008, the cost of this unit is about 36,24 % of total cost ofthe hospital from such amount 46,19 % is paid for |.733 items of medicine. Referring a large amount of such invest beside a large number of medicine (Rp. 8.000.000.000,-), the accurate planning is required. Managing of large number of medicine could be simplified by grouping the medicine according to level of use, level of invest and level of critical point. Therefore, the planning could be done by forecasting using the last data. This reseach was conducted in pharmacy unit of Bekasi Public Hospital City by qualitative and quantitative approach with operation research. By quantitative approach, we expect the information about pharmaceutical management especially planning. More over, operation research could be define that optimal amount of stock would cost less even optimize the sen/ice. Object the research are antibiobics, because the using of this kind of medicine is 30.55 % of total number of all kind of medicine and the invest of antibiotics is quite large number, namely 24.05 % of total invest all kind of medicine a long 2008. Critical index ABC analysis is carried out. Requirement in January, February and March 2009 have been estimated for A group of antibiotics by this analysis using Simple Exponential Smoothing method with U. = 0.3 and calculation point is MAD. Futhennore, the value were compared with the data of planning which done by the hospital by wilcoxon signed ranks test. The result showed that phamiaceutical instalation in Bekasi Public Hospital City, planning was carried out by Moving Average Method, meanwhile ordering was carried out by Order Cycle System, unfortunately there are no definitive reason in choosing these methods. Critical index ABC analyses found that I2 items of antibiotics were belonging A groups, 50 were belonging B groups and 222 were belonging C groups. All of I2 items of antibiotics belonging A groups were 35.90 % of total using and 28.46 % of total invest. The result of forecasting to A groups compared with planning carried out by hospital showed no significant difference. The data showed that grouping the antibiotics according to critical index ABC analyses could simply the controlling because the priority of controlling could be determined. Therefore, it could be adviced to the Bekasi Public Hospital City to grouping all the medicine according to the critical index ABC analyses. The result of foreecasting and test showed no significant difference with those carried out by the hospital. It meaned that planning method carried out by hospital is good enough and could be continue. File Digital: 1
Read More
B-1163
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emirald Isfihan; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vrilia Adirasari, Youth Savitri
B-2062
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive