Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35867 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nirmawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; PengujI: L. Meily Kurniawidjaja, Affan Ahmad
Abstrak: Prevalensi hipertensi yang ditemukan pada Anak Buah Kapal (ABK) yang terpajan bising di Dit Pol Air Babinkam Polri cukup tinggi. Apabila dalam waktu jangka panjang kondisi ini tidak dikendalikan akan berakibat meningkatnya angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Desain penelitian adalah cross sectional. Subjek penelitian Anak Buah Kapal (ABK) yang terpajan bising sejumlah 119 Anak Buah Kapal. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor risiko hipertensi. Hasil analisis data ditemukan 37 (31,1%) cukup tinggi dibandingkan dengan pekerja di Indonesia 15,1% Faktor indeks masa tubuh merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian hipertensi dengan risiko 2,646 kali dibandingkan dengan indeks masa tubuh yang norm.
 

Prevalence hypertension found on ship crew who exposed noise, Directorate of Water Police, Centre for safety promotion was enough high. if in long term condition it causes improving morbidity and mortality rate. These case used cross sectional methods. Subjects ship crew who exposed noise that condused 119 ship crew The purpose of this research is to identify risk factors of hypertension. Based on survey as much as 37 or 31,3% .Body mass index factors is a dominant risk factors of hypertension.body mass index of the crew above normal Had a risk of 2,646 times campared with a normal body mass.
Read More
T-3148
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heru Waskito; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri, Jenny Bashirudin; Penguji: Tata Soemitra
T-2228
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Faudji; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Chandra Satrya, Puji Mulyanto
S-7449
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anny Oedjianti; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Robiana Modjo, Tata Soemitra
Abstrak:

Pekelja di kilang minyak tcrutama di lokasi bising mempunyai risiko tinggi menderita gangguan pcndcngaran sebagai penyakit akibat kelja. Pajanan kombinasi (bising, penyakit DM, hipcrtensi, DM dan hipertensi) dapat terjadi secara bersamaan pada seorang pekerja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungau dan kontribusi pajanan kombinasi terhadap teljadinya gangguan pendengaran. Dengan metode historikal kohor, data pekelja dari tahun 2002-2007, pcfnetapan kriteria gangguan pendengaran berdasarkan hasil audiogram pada frekuensi 4000 Hz > 25 dBA, status DM berdasarkan kriteria diagnostik PERKENI 2006 GDP 2126 mg/dL, status hipertensi herdasarkan JNC7 S 2140 mmHg dan D 290 mm!-Ig. Analisis statistik dengan univariat dan bivariat. Diperoleh hasil, insiden gangguan pendengaran berkisar antara 25.0% - 50.0% pada pekelja yang terpzgan bising, dengan distribusi responden menurut masing- masing pajanan kombinasi dan karakteristik responden (variabcl pcrancu: Lunur; rnasa kerja; merokok; dan pemakaian APT). Kesimpulan yang diperoleh dari uji statistik, baik variabel independen maupun vadabel perancu mempunyai p value > on, perbedaan tidak bermal-ma. Sehingga gambaran dan kontribusi faktor risiko penyakit DM dan hipcrtcnsi bclum dapat diketahui dengan jelas. Hal ini disebabkan beberapa keterbatasan penelitian diantaranya sampel yang mcmenuhi kriteria inklusi (140 responden) tidak memenuhi besar sampel minimal (287 responden}, informasi data yang diperoleh dari perusahaan tidak lengkap. Oleh karenanya saran bagi pemsahaan agar lebih memperhatikan sistem pencatatan, pelaporan, dan penyimpanan data., pemeriksaan audiometri, kesehatan berkala, pengukuran dosis pajanan, secara rutin dan berkcsinarnbungan sesuai kebutuhan, terulama bagi pekerja yang terpajan bising > 85 dBA, penertiban sertifikasi operator, kalibrasi alat oleh institusi yang bezwenang.


Workers of refinery in noisy area have high risk to get hearing loss as occupation disease. Combined exposure (noise, DM, hypertension) can happen simultaneously on a worker. The purpose of this study is to find the relation and contribution of combined exposure on hearing loss. The study was using historical cohort, worker’s data from 2002 to 2007, hearing loss criteria definition based on audiograrn result with frequency 4000 Hz >25 dBA; DM status based on PERKENPS diagnosis in 2006 GDP 2 126 mg/dL, hypertension status based on JNC7 S 2 |20 mml-lg and D 2 90 mml-Ig. Statistical analysis was using univariat and bivariat. The result is hearing loss incident on workers exposed by noise around 25.0% - 50.0%, with respondent’s distribution based on each combined exposure and respondent's characteristic (confounding variable : age, working period, smokind and the using of APT) We conclude by statiscal test, both independent variable and cofounding variable with P value > ot that there is insignificant dillerencetherefore, the illustration and contribution of DM and hypertension risk factor cannot be found clearly. It was caused by some limitations in the study such as inclusive criteria sample (140 respondents) didn't iillfil the quota of sample (287 respondents), incompleted company's clatas. Therefore, we suggest that the company should pay more attention to data entry, data report and data saving, audiometric check-up, periodic medical check-up, exposure dosage measurement, regularly and continually based on needs, especially for workers exposed by noise > 85 dBA, regulation of operator certification, calibrated equipment by authorized institution.

Read More
T-2806
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferdian Nurdiono; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, AKP Puji Mulyanto
S-7345
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulul Azmi; Pembimbing: Hendra; Penguji: Izhar Fihir, Yuni Kusminanti
S-7554
Depok : Universitas indonesia, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Krismadies; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasril Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Jamal Thaib, Tata Soemitra
Abstrak:

Gangguan pendengaran karena bising merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang sering ditemui pada perusahaan manufaktur. Hazard yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran meliputi bising, zat kimia dan getaran. Ruang lingkup penelitian tesis ini adalah melihat dampak pajanan bising terhadap fungsi pendengaran pekerja yang terpajan bising diatas 82 dBA. Jenis penelitian adalah cross sectional study yang meneliti hubungan faktor independen berupa dosisi pajanan dalam perhitungan leq, umur dan masa kerja serta faktor penggangu berupa pemakaian alat pelindung diri serta kebiasaan dengan fungsi pendengaran pekerja. Dari survei tingkat bising ditemukan departemen PVC, CDM, CDS dan CDB mempunyai tingkat kebisingan diatas nilai ambang batas yang diperbolehkan.

Hasil pemeriksaan audiometri ditemukan dua orang responden yang mengalami gangguan pendengaran. Responden yang mengalami gangguan pendengaran satu orang berumur diatas 40 tahun, bekerja pada ruangan PVC dimana merupakan tingkat pajanan bising tertinggi di pabrik ini dan sudah bekerja selama lebih dari 5 tahun. Responden yang mengalami gangguan pendengaran lainnya merupakan pekerja yang berumur dibawah 40 tahun dan sudah bekerja selama lebih dari 5 tahun. Dari hasil analisis statistik tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara Leq pajanan bising, faktor masa kerja, pemakaian alat pelindung diri dan kebiasaan merokok dengan gangguan pendengaran. Ditemukan hubungan yang signifikan antara umur dan gangguan pendengaran dengan OD ratio 7.99.


Noise induced hearing loss is one of the occupational diseases are often found in manufacturing companies. Hazard that can cause hearing loss include noise, chemicals and vibration. The scope of this thesis research on the impact of noise exposure on hearing function of workers exposed to noise above 82 dBA. This type of research is a cross-sectional study examining the relationship be an independent factor in the noise dose exposure (leq), age and working period and disturbance factors such as the use of personal protective equipment, smoking with hearing function. From the survey found noise levels PVC department, CDM, CDS and CDB have noise levels above the permitted threshold value.

Audiometric examination found two participant who suffered from hearing loss. Respondents who suffered from hearing loss a person aged over 40 years, working on PVC indoor noise exposure level which is the highest in the plant and it has been working for more than 5 years. Other participant who suffered from hearing loss is under the age of 40 years and has been working for more than 5 years. From the analysis found no statistically significant relationship between Leq noise exposure, working period, the use of personal protective equipment and smoking with hearing loss. Found a significant relationship between age and hearing loss with OD ratio 7.99.

Read More
T-3715
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dimas Brilliant Sunarno Sunarno; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri, Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Arief Zulkarnain, Aris Kristanto
Abstrak: Tingkat kebisingan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) cukup tinggi. Meningkatnya kebutuhan air bersih seiring dengan bertambahnya populasi penduduk, membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dituntut untuk meningkatkan kapasitas produksi. Terdapat alat-alat dan proses produksi yang memiliki karakteristik berbeda dibanding jenis industri lain. Terdapat 306 PDAM di seluruh Indonesia, potensi jumlah pekerja yang terpajan bising sangat besar, maka perlu diteliti lebih lanjut mengenai hubungan karakteristik bising serta faktor-faktor determinannya terhadap gangguan pendengaran pada pekerja di PDAM untuk memperoleh bentuk pengendalian yang paling tepat. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang. Tahapan penelitian ini yaitu mengukur tingkat kebisingan serta memberikan kuesioner sebagai data primer, menganalisis hasil audiometri pekerja sebagai data sekunder dan menggunakan uji statistika Chi Square dan analisis multi determinan untuk mengetahui hubungan di antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian diperoleh bahwa sumber bising di instalasi pengolahan air adalah pompa, exhaust fan, kompresor, blower, vacuum dan terjunan air. Sebanyak 84.4% pekerja di area produksi terpajan bising > 85 dBA. Sebanyak 15.6% pekerja mengalami gangguan pendengaran. Diperoleh kesimpulan bahwa pekerja yang terpajan bising di atas 85 dBA yang memiliki frekuensi bising dominan > 2000 Hz dapat menyebabkan terjadinya gangguan fungsi pendengaran dan diperparah apabila pekerja berusia > 40 tahun dan memiliki masa kerja > 14 tahun. Kata kunci: Kebisingan, PDAM, Gangguan pendengaran, Frekuensi bising

Noise level in Water Treatment Plant (WTP) is high enough. Increasing the need for clean water in line with the increasing population, making the Water Supply Company (PDAM) is required to increase production capacity. There are machines and production processes that have different characteristics than other types of industries. There are 306 PDAMs throughout Indonesia, the potential number of workers exposed to noise is very large, it is necessary to further investigate the relationship between noise characteristics and its determinants to hearing loss to PDAM workers to obtain the most appropriate form of control. This study used a cross sectional study design. The stages of this study are to measure the noise level and provide questionnaires as primary data, analyzing the worker audiometric results as secondary data and using Chi Square statistical test and multi determinant analysis to find out the relationship between independent and dependent variables. The results obtained that the source of noise in water treatment plants are pumps, exhaust fan, compressor, blower, vacuum and waterfall. About 84.4% of workers in the production area exposed to noise > 85 dBA. About 15.6% of workers have hearing loss. It is concluded that exposure workers over 85 dBA with dominant noise frequency > 2000 Hz can cause hearing impairment and aggravate if workers are > 40 years old and have a working life > 14 years. Key words: Noise, Water supply company, Hearing loss, Noise frequency
Read More
T-5214
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wisnu Nuraga; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Wiwiek Pujiastuti
Abstrak:

Dermatitis kontak akibat kerja merupakan salah satu penyakit kelainan kulit yang sering timbul pada industri dimana dapat menurunkan produktifitas pekerja. Dermatitis kontak akibat kerja terjadi oleh karena pekerja kontak dengan bahan kimia termasuk Iogam sehingga menimbulkan kelainan kulit yaitu dermatitis kontak akibat kerja. Tujuan utama penulisan ini adalah untuk diketahuinya factor-faktor yang mempengaruhi dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja yang terpajan bahan kimia di PT Moric Indonesia Cibitung Jawa Barat tahun 2006. Penelitian bersifat deskriptif. Subyek penelitian diambil secara acak dengan stratified random sampling yang berjumlah 54 responden. Hasil dari penelitian yang semuanya kontak dengan bahan kimia termasuk logam, 74,07% (40 pekerja) mengalami dermatitis kontak akibat kerja : akut 25,92% 14 pekerja, sub akut 38,9% (21 pekerja), dan kronik 9,25% (5 pekerja) adalah subyek penelitian yang mengalami dermatitis kontak. Berdasarkan analisis statistic multivariat terdapat 3 faktor yang sangat mempengaruhi kejadian dermatitis kontak ini yaitu: lama kontak, frekuensi kontak, dan yang paling dominan adalah penggunaan alat pelindung diri (APD). Kesimpulan dari penelitian ini adalah insidensi rate 64,81% per seratus pekerja, dan prevalensi rate 74,07% per seratus pekerja, Untuk meminimalisasi dermatitis kontak dengan meningkatkan kesadaran pekerja dengan penggunaan sarung tangan yang tepat, berdasar pengetahuan pekerja yang baik.

Read More
T-2466
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosaline Darwis; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Doni Hikmat Ramdhan, Irawan Mayarni, Agung Surya
Abstrak:

ABSTRAK

Awak kapal feri mempunyai karakteristik kerja yang unik, jadwal kerja 24 jamterus menerus di kapal dengan libur hanya 3 hari sebulan, terpajan risiko kondisilingkungan kerja yang dapat menjadi penyebab timbulnya stres kerja. Stres kerjaawak kapal jika tidak ditanggulangi akan berpengaruh terhadap kesehatannya sertakeselamatan kapal dan penumpang. Tujuan penelitian adalah untuk memperolehgambaran faktor pekerjaan (job content-job context), yang berhubungan denganstres kerja pada awak kapal feri non perwira di pelabuhan Telaga Punggur.Metode yang digunakan adalah Cross Sectional Descriptive Research, pengukurandata menggunakan kuesioner, analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.Dari hasil penelitian didapatkan 35 % responden mengalami stres kerja dan 65 %tidak mengalami stres kerja. Hasil uji statistik menunjukkan faktor yangmempunyai hubungan bermakna dengan stres kerja adalah kondisi lingkungankerja, dimana awak kapal yang mempunyai persepsi bahwa kondisi lingkungankerja di kapal berbahaya mempunyai peluang lebih besar mengalami stres kerjadibanding awak kapal yang menganggap lingkungan kerja di kapal tidakberbahaya.

ABSTRACT

The ferry's crew has a unique job characteristics, 24 hours work schedulecontinuously on the ship with only three days off a month, being exposed to the riskof working environment conditions that can cause an incidence of work stress.Work stress of the crew will have an effect on their health and also to the safety ofthe ship and its passengers. The purpose of the research was to gain an overview ofwork factors (job content-job context) related to work stress on the ferry crew inThe Telaga Punggur Port 2013. The method used is Cross Sectional DescriptiveResearch, measurement data using questionnaires, analysis of the data done byunivariate and bivariat. Research results obtained 35% of ferry crew experienced astressful job and 65% are not subjected to the stress of work. Results of statisticaltests indicate factor that have a meaningful relationship with work stress is acondition of the work environment, where the crew had the perception that theenvironmental conditions of work on board is harmfull has a chance of greaterstress than crew who consider the work environment on board is not harmfull.

Read More
T-4001
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive