Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32231 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Taufik Ikhsan Derana; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Fatma Lestari, Tata Soemitra, Febry Afrianto Setyawan
T-3240
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Rizka Komala Dewi; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Hendry Akmal
S-6345
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Margiastoeti; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Alfajri Ismail, C. Setyo Rohadi
Abstrak:
Angka keoclakan kerja saat ini masih sangat tinggi terutama pada perusahaan-perusahaan yang rentan dcngan kecelakaan dimana budaya kuselamatan dan kesehatan kelja belum terlaksana dengan baik. Contoh angka kecelakaan kerja di PT X masih tinggi, tercatat dari bulan januari sampai dengan Olaober 2008 sebesar 456 kejadian kecelakaan, dimana saat ini sering kali tidak diketahui secara tspat penyebab utama kecelakaan kelja tersebut terjadi. Apakah karena tindakan tidak aman (unsajé act), kondisi tidak aman, kurangnya pengawasan danlatau karena pengaruh organisasi? Dengan melihat latar belakang tersebut, pencliti ingin mengetahui mengapa dan bagaimana kecclakaan kcrja tersebut teljadi, tujuan penelitian ini adalah untuk mcnganalisa profil penyebab kecclakaan kelja pada PT. X yang ditinjau dcngan menggunakan The Human Factors Analysis' and Class{{ica!ion System (I-IFACS), sebagai unit analisis kasus kecelakaan kexja. Dari hasil penelilian menunjukan bahwa dari ke empat klasifikasi penyebab kecelakaan saling berkaitan, berdasarkan hasil analisis dcngan mengunakan sislem klasifikasi HFACS, didapatkan bahwa faktor dau perscntasc terbesar penyebab kecelakaan kcnja di PT, X, yaitu tindakan tidak aman 44,'75%, sedangkan kondisi sebelum mclakukan tindakan tidak aman 36,80%, pengawasan yang kurang 14,91% dan pcngaruh organisasi 3,54%. Penycbab tindakan tidak aman adalah kesalahan manusia 30,57 % dan pelanggaran I4,18%. Kesalahan manusia teljadi karena 3 hal, yaitu karena kesalahan sebab kemampuan 21,2l%, kcsalahan memutuskan 6,93%, dan kcsalahan persepsi 2,42%. Sedangkan pelanggaran terjadi karena pelanggaran rutin 8,86% dan pelanggaran perkocualian 5,32%. Kondisi scbclum melakukan tindakan tidak aman sebesar 36,80%, yang dipengaruhi oleh kondisi operator 22,05%, faktor lingkungan 9,67% dan faktor personil 5,08%. Sedangkan penyebab kccelakaan pengawasan yang kurang sebesar l4,9I%, dengan persentasc tcrbesar adalah gagal untuk mempcrbaiki problem yang sudah dikuasai sebesar 8,50%, kemudian disusul karcna pengawasan yang tidak memadai/cukup 4,25%, pelanggaran pengawasan sebesar 1,46% dan perencanaan operasi yang tidak tcpat 0,70%. Dan penyebab kecelakaan karena pengaruh organisasi sebcsar 3,54%, didapatkan penyebab terbesar karena iklim organisasi 2,22%, kemudian disusul karena manajeman 0,83%, dan proses organisasi 0,50%. Hal-hal yang pcrlu dilakukan untuk mengurangi faktor penyebab kecclakaan adalah membuat laporan hasil investigasi kecelakaan yang lcbih baik; melakukan training dan re-training untuk meningkatkan kemampuan (skill) dan pengetahuan operator, terutama mcngenai ketezampilan dan instruksi kezja untuk menambah pengalaman kerja; pembuatan peraturan atau SOP, manual, checklist yang jelas dan tegas serta men-sosialisasikannya _sccara berkala kepada pihak-pihak yang berkepentingan; mcmperkenalkan kcmbali tombol-tombol kontrol pada mesin yang dijalankan; mcmbuat display instmmen yang mudah dimcngerti, sistem peringatan yang baik; menciptakan suasana dan kexja sama team yang baik agar reduksi errors dapat ditingkankan; melakukan pengawasan terhadap perilaku pekcrja (behaviour observation); memberikan sanksi apabila terjadi pclanggaran sesuai ketentuan yang berlaku; melakukan seleksi perke1ja lebih baik; memberikan izin dan sertifikasi untuk pekedaan tertentu; mengatur jadwal kerja; memberikan pelatihan dan menata ulang tcmpat kmja bila memungkinkan, dan membentuk gtup diskusi setiap ada kecelakaan yang teljadi guna memecahkan permasalahan yang tirnbul agar tidak terulang kembali.

Recently, the numbers of work accident is still high specifically at the company where work safety and health have not been implemented well. For example, there have been 456 work accidents recorded from January to October 2008 at X Company. The causes ofthe accidents are unknown. Are they because of the unsafe act, the precondition of the unsafe act, the inappropriate supervision, and/or the organizational influence? Based on those backgrounds, the researcher wants to find out why and how the work accidents happen. The aim of this research is to analyze the profile of work accident cases at X Company observed using The Human Factors Anabwsir and Classification .System (I-IFACS) as the unit of work accident case analysis. The research result shows four classifications ofthe work accidents factors are related to each other. Based on the analysis using I-[FACS classification system, the biggest factors and percentage causing work accidents at X Company are : the unsafe act with 44,75%, the precondition of the unsafe act with 36,80%, the unsafe supervision with l4,9l%, and the organizational influence with 3,54%. The causes of the unsafe act are human error (30,57%) and violation (14,18%). Human error happens because of three things: skill-base errors (21,2l%), decision errors (6,93%), and perceptual errors (2,42%). Meanwhile, the violation happens due to routine violation (8,86%) and exceptional violation (S,32%). The precondition of the unsafe act sharing 36,80% is influenced by the conditions of operators (22,05%), the environmental factors (9,67%), and the personnel factors (5,08%). Moreover, the cause of the unsafe supervision sharing l4,91% happens duc to the failure to correct problem (8,50%), the inadequate supervison (4,25%), the supervisory violation (l,46%), and the planned inappropriate operations (0,70%). Last, the organisational influence sharing 3,54% is caused by the organizational climate (2, 22%), the resource management (0,83%), and the organizational process (0.50%) The necwsary things to do in order to minimize those work accident factors are making a better accident investigation report, doing training and retraining in order to increase the skill and the knowledge of the operator, specifically related to the work competence and instmction to increase work experience, the making of SOP, manual, clear and explicit checklist, and socializing it periodically to those who are concemed; reintroducing control buttons on the operating machine, making comprhensible instrument display and good warning system, creating good team work atmosphere in order to improve error reduction, doing behaviour supervision to the employees, giving sanctions to any violations based on the prevailed regulations, oing a better employees selection, giving license and certificate for certain jobs, arranging work schedule, doing training, re-designing the workplace if possible, and making a discussion group whenever an accident happens in order to solve appeared problem so it will not happen again in the future.
Read More
T-2985
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Kusmiyati; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra; Puti Aspita Yulianti
Abstrak: Indonesia merupakan salah satu dari sepuluh negara penghasil batubara terbesar di dunia. Karakteristik pertambangan yang padat teknologi membuat industri tambang tidak luput dari risiko kecelakaan kerja yang disebabkan oleh banyak faktor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran penyebab langsung dan penyebab dasar kecelakaan kerja pada kegiatan penambangan batubara terbuka di divisi Mining Operation PT X Tahun 2015. Penelitian ini mengacu pada teori Domino dan Loss Causation Model. Desain penelitian yang digunakan adalah mixed methods research. Data kuantitatif menggunakan data sekunder berupa laporan investigasi kecelakaan untuk melihat distribusi gambaran penyebab kecelakaan kerja yang kemudian dilanjutkan dengan studi kualitatif analisis penyebab kecelakaan kerja pada insiden property damage dan lost time injury. Adapun teknik penelitian yang digunakan adalah SCAT dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan penyebab langsung yang berkontribusi paling banyak adalah pengambilan keputusan yang tidak tepat dari operator, pelanggaran, dan kondisi lingkungan yang berbahaya. Sementara penyebab dasar mencakup: sikap agresif yang tidak tepat, kelelahan dan perilaku selamat yang penting tidak cukup diidentifikasi. Tindakan perbaikan saat ini telah dilakukan oleh operator dengan mengetahui dan mematuhi prosedur kerja. Supervisor akan meningkatkan pengawasan dan manajemen melakukan refreshment terhadap prosedur kerja untuk mencegah kecelakaan serupa tidak terulang kembali.
Kata kunci: kecelakaan kerja, tambang, penyebab langsung, penyebab dasar
Indonesia is one of the ten largest coal producing country in the world. Mining characteristics which complicated and surrounded with high technology make the risk of workplace accidents in mining industry unavoidable which occur due to many factors. The purpose of this study is to describe the immediate causes and basic causes of occupational accidents on surface coal mining activities in Mining Operation Division PT X in 2015. This study refers to Domino and Loss Causation Model theory. The design uses a mixed methods research. The quantitative data using secondary data from the accident investigation reports to get the accident causes distribution, then followed by a qualitative study which analyzing occupational accident causes of property damage and lost time injury incidents. The research tools use SCAT and in-depth interview. The results show that the most contributing factor as a direct cause are improper decision making, violation, and hazardous environmental conditions. While the basic causes include: inappropriate aggression, fatigue and inadequate identification of critical safe behaviors. Improvement behavior is now performed by operators by obey the work procedures. Supervisors will upgrade supervision intensively and management will do the refreshment of working procedures to prevent similar accidents happen again in the next day.
Keywords: Occupational Accidents, mining, direct cause, basic cause
Read More
S-9098
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Arifah Fitriani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Bambang S.P., Rulyenzi Rasyid
Abstrak: Kecelakaan kerja sektor konstruksi masih menjadi masalah keselamatan kerja baik di dunia maupun di Indonesia yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, sepanjang 2018 terdapat 157.313 kasus kecelakaan kerja di Indonesia. PT. XYZ bergerak di bidang jasa konstruksi dan memiliki bengkel dan fabrikasi di kantor pusat. Data statistik perusahaan menunjukkan dampak kecelakaan yang terbanyak dalam dua tahun ini adalah property damage. Penelitian ini menganalisis penyebab kecelakaan kerja yang terjadi di PT.X berdasarkan teori loss causation model. Desain penelitian ini adalah deskriptif observational yang menggambarkan analisis penyebab kecelakaan yang terjadi di PT.XYZ selama tahun 2017-2018. Data primer didapat dari wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berupa standar operasional prosedur Perusahaan, data statistik kecelakaan kerja, hasil audit SMK3, matriks pelatihan perusahaan, Job safety analysis (JSA), Hazard Identification and risk assessment determining control (HIRADC), dan laporan program Kesehatan dan keselamatan kerja Hasil triangulasi data mendapatkan penyebab kecelakaan di kantor pusat PT.XYZ yaitu: Aktivitas berisiko tinggi, struktur organisasi, pemenuhan kepatuhan, pelatihan kerja, pengawasan, prosedur, tidankan tidak aman, dan kondisi tidak aman.
Read More
T-5822
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Fadli Zuchri; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Willy Dasrul Ilham, Widihasmoro Haryoseno
Abstrak: Kinerja keselamatan kerja sebuah perusahaan menunjukkan seberapa baik perusahaan tersebut dalam melindungi keselamatan karyawan dan mengurangi kerugian akibat kecelakaan kerja (Sullivan, 2000). Kinerja keselamatan pada sebuah perusahaan atau organisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor manusia. Dalam loss causation model, (Bird & Germain, 1996) menjelaskan bahwa terdapat lima elemen sebagai faktor penyebab terjadinya kecelakaan, yaitu kurangnya kontrol akibat tidak memadainya program, standar program dan kepatuhan terhadap standar, penyebab dasar yang terdiri atas faktor personal dan faktor pekerjaan, penyebab langsung yang terdiri dari tindakan dan kondisi yang tidak standar, dan kerugian yang ditimbulkan terhadap manusia, properti dan proses. PT. X merupakan sebuah perusahaan jasa pertambangan yang bergerak di bidang peledakan. Dari data kecelakaan kerja yang terjadi di PT. X selama 10 tahun ke belakang, ditemukan bahwa 60 % dari penyebab utama kecelakaan tersebut adalah akibat faktor manusia. Penelitian pada tesis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor manusia dalam kinerja keselamatan PT.X dan menganalisis faktor manusia yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kinerja keselamatan PT. X yang diukur dari tingkat kecelakaan kerja. Berdasarkan loss causation model dan penyebab dasar kecelakaan kerja di PT. X periode 2009-2013, ada enam (6) faktor manusia yang diteliti, yaitu kompetensi, kebugaran, kepatuhan terhadap prosedur, komunikasi keselamatan kerja, kesadaran kesalamatan kerja, dan perilaku keselamatan kerja. Hasil penelitian adalah kompetensi dan komunikasi merupakan faktor manusia yang paling berpengaruh dalam meningkatkan keselamatan PT. X.
The safety performance of a company shows how well the company is in protecting employee safety and reducing losses due to work accidents (Sullivan, 2000). Safety performance in a company or organization is influenced by various factors, one of which is the human factor. In the loss causation model, (Bird & Germain, 1996) explains that there are five elements as factors that cause accidents, namely lack of control due to inadequate programs, program standards and compliance with standards, basic causes consisting of personal factors and work factors, causes direct actions consisting of non-standard acts and conditions, and the resulting harm to people, property and processes. PT. X is a Mining Service Company engaged in blasting. From the data of safety accidents that occurred at PT. X over the past 10 years, it was found that 60% of the main causes of these accidents were due to the human factor. The research in this thesis aims to determine the effect of human factors on the safety performance of PT.X and to analyze the most influential human factors in improving the safety performance of PT. X as measured by the level of work accidents. Based on the loss causation model and the basic causes of work accidents at PT. X period 2009-2013, there were six (6) human factors studied, namely competence, fitness to work, compliance with procedures, safety communication, safety awareness, and safety behavior. The result of the research is that competence and communication are the most influential human factors in improving the safety of PT. X.
Read More
T-6714
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Angga Putra Jaya; Pembimbing: Robiana Modjo, Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Farid Huzain, Affan Ahmad
T-3184
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Andini Aisyah Putri; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Imam Pratama Azi
Abstrak:
Kasus kecelakaan kerja di industri semen, khususnya area packer merupakan masalah serius yang dapat berdampak pada banyak hal termasuk produktivitas, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja. Data menunjukkan bahwa kecelakaan kerja di area Packer Industri Semen PT X Tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 dan menjadi lokasi dengan frekuensi kecelakaan tertinggi selama 2024. Investigasi kecelakaan kerja dan tindakan perbaikan telah dilakukan oleh PT X, tetapi kecelakaan terus berulang. Hal tersebut mungkin saja karena terlewatnya analisis faktor manusia dalam proses investigasi kecelakaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kontribusi faktor manusia berupa kondisi laten dan kegagalan aktif terhadap kecelakaan kerja yang terjadi di area packer PT X selama 2023-2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik menggunakan metode Human Factor Analysis Classification System (HFACS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi laten lebih banyak berkontribusi terhadap kecelakaan kerja di area packer PT X dibandingkan kegagalan aktif. Faktor kondisi laten yang paling berkontribusi terhadap kecelakaan kerja diantaranya organizational climate, organizational process, resource management, dan inadequate supervision. Sementara, faktor kegagalan aktif yang paling banyak berkontribusi adalah decision error. PT X perlu melakukan perbaikan kondisi laten dari level organisasi dan pengendalian kegagalan aktif atas faktor-faktor yang ditemukan berkontribusi terhadap kecelakaan kerja di area packer.


Occupational accident cases in the cement industry, especially the packer area, are a serious problem that can have an impact on many things including productivity, safety, and worker welfare. Data shows that occupational accidents in the Packer area of the PT X Cement Industry in 2024 have increased compared to 2023, making it the area with the highest accident frequency in 2024. Occupational accident investigations and corrective actions have been conducted, but accidents continue to recur. This may be due to the absence of human factor analysis during the investigation process. Therefore, this study was conducted to determine contribution of human factors specifically latent conditions and active failures to occupational accidents that occurred in the PT X packer area during 2023-2024. This study was conducted using a descriptive analytical method using the Human Factor Analysis Classification System (HFACS) method. The results of the study showed that latent conditions contributed more to occupational accidents than active failures. The latent condition factors that contributed the most to occupational accidents included organizational climate, organizational process, resource management, and inadequate supervision. Meanwhile, the active failure factor that contributed the most was decision error. PT X needs to improve latent conditions at the organizational level and implement control to mitigate active failures in the packer area.
Read More
S-12103
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Rizqi Avrila Putri; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Puspitasari
Abstrak: Salah satu tujuan utama dari investigasi kecelakaan adalah untuk memberikan rekomendasi perbaikan dan pencegahan agara dapat mencegah kecelakaan yang sama terulang di kemudian hari. Adanya kecelakaan berulang di PT.X mengindikasikan bahwa investigasi kecelakaan yang dilakukan belum efektif. Salah satu yang menjadi faktor penting dalam investigasi kecelakaan adalah kualitas investigator, karena investigator lah yang akan menjalankan seluruh rangkaian proses investigasi kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil wawancara awal, pihak investigator menjelaskan bahwa para investigator belum pernah mendapatkan pelatihan khusus mengenai investigasi kecelakaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas investigator kecelakaan kerja di PT.X . Kualitas investigator dilihat dari tiga variabel yaitu kompetensi, konsistensi, dan open minded. Metode yang digunakan adalah kualitatif bersifat deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. ku Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas investigator di PT.X masih kurang baik. Dimana, aspek kompetensi masih kurang baik, aspek konsitensi berada pada tingkatan yang baik dan open minded berada pada tingkatan cukup baik. Kata Kunci: Investigator, Kecelakaan Kerja, Kompetensi, Konsistensi, Open Minded
One of the main purpose of accident investigation is to create recommendations for corrective actions in order to prevent the recurrent accident in the future. Some reccurent accidents at PT.X indicating that the previous accident investigations have not done effectively. One of the main factors in accident investigation is the quality of investigators, because investigators conduct the whole steps of accident investigation. Based on an early interview with some of the investigators, they said that they‟ve never been trained about accident investigation. Thus, this qualitative study aims to assess the quality of accident investigators at PT.X. The aspects of quality that will be assessed in this study are competency, consistency, and the ability of investigators to be open minded. The method used in this study is descriptive qualitative with in-depth interviews, observations, and secondary data. The result showed that the overall quality of accident investigators at PT.X is categorized not good, in which the competency aspect is poor, consistency aspect is good, and the ability of investigators to be open minded aspect is good enough. Key Words: Investigator, Workplace Accident, Competency, Consistency, Open Minded
Read More
S-8915
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Cahyo Hindarto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Animan Inoe
Abstrak:

Karyawan musiman atau kontrak merupakan permasalahan dalam penerapan sistem manajemen di perusahaan. Sifatnya yang dipekerjakan dalam waktu tertentu dan merupakan pekerja kasual merupakan hambatan dalam penerapan SMK3, hal ini dibuktikan dengan kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan. Tesis ini mengembangkan penelitian terhadap investigasi kecelakaan untuk mencari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan pada karyawan musiman atau kontrak. Penelitian dilakukan untuk mencari kesalahan-kesalahan aktif maupun laten sehingga tindakan yang sistemik dapat ditentukan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan. Hasil penelitian ini menyarankan tindakan perbaikan pada elemen-elemen sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja untuk mengurangi atau menghilangkan kesalahan-kesalahan baik aktif maupun laten sehingga akan memperkuat ketahanan sistem terhadap terjadinya kecelakaan.


Temporary or contract worker has an issue on implementing safety management system in the company. The type of their employment with short term/temporary basis and as casual worker become a burdain on implementing safety management system, this shown on the safety accident that happened in the company. This Thesis developed a research on the incident investigation to find the factors of accident that caused an injury to the temporary or contract worker. The research is to identify active and latent failure, so the systemic improvement action plans could be developed. The research type is in depth analysis with descriptive qualitative as a result. The result of the research propose improvement on the safety management system elements to minimize or eliminate active or latent failure and so, develop strong defense to accident to.

Read More
T-3538
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive