Ditemukan 34124 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Inswiasri; Promotro: Kusnoputranto, Haryoto; Ko Promotor: Wispriyono, Bambang; Soemantri, Soeharsono; Penguji: Ronoatmodjo, Sudarto; Djaja, I Made; Kamso, Sudijanto; Soesilo, Tri Edhi Budhi
D-243
Depok : FKM-UI, 2010
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vitara Caprinita Dewil Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dyah Eka Prasadjati
Abstrak:
Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu dari jenis penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian utama di dunia. Diketahui bahwa dislipidemia berperan penting terhadap terjadinya serangan jantung. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dislipidemia pada pekerja tambang emas PT. X Tahun 2017. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan target penelitian sejumlah 306 responden yang berasal dari semua departemen di PT. X. Ditemukan dislipidemia pada pekerja PT. X dialami oleh 157 pekerja (51,3%) dan sebanyak 149 pekerja tidak mengalami dislipidemia (48,7%). Dari hasil uji statistik ditemukan lima variabel yang signifikan antara lain: variabel usia (p-value=0,000), variabel wilayah tempat kerja (p-value=0,000), variabel Indeks Massa Tubuh (p-value=0,001), variabel kebiasaan konsumsi minuman beralkohol (p-value=0,013) dan variabel aktivitas fisik (p-value=0,013). Kesimpulannya, kejadian dislipidemia dipengaruhi beberapa faktor yang dapat dicegah dengan intervensi terkait pola makan dan olahraga.
Read More
S-10109
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Robbiatul Afda`tiyah; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Luknis Sabri, Rahmadewi
S-8146
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Musafah; Promotor: Tris Eryando; Kopromotor: Martya Rahmaniati Makful, Meiwita Paulina Budiharsana; Penguji: Besral, Kemal Nazaruddin Siregar, Wendy Hartanto, Sudibyo Alimoeso
Abstrak:
Read More
Unmet need KB di Indonesia belum mencapai target khususnya di Pulau Kalimantan. Penurunan unmet need KB dapat mencegah kematian ibu. Adanya desentralisasi menuntut pemerintah daerah membuat kebijakan kesehatan seperti program KB. Analisis spatio-temporal dibutuhkan untuk menyelidiki unmet need KB yang berguna untuk memantau program KB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola spasial dan faktor-faktor yang mempengaruhi unmet need KB tahun 2018-2021 di tingkat Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan, Indonesia. Studi ekologi dilakukan pada 56 Kabupaten/kota di Pulau Kalimantan pada tahun 2018-2021. Data berbentuk agregat dan bersumber dari Laporan Pengendalian dan Pelayanan Kontrasepsi BKKBN, Buku Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Website Dewan Jaminan Sosial Sistem Informasi Terpadu. Analisis data dengan menggunakan Geographically Temporal Weighted Regression. Hasil penelitian menunjukkan Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, Kota Tarakan, Bontang, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur konsisten berada pada klaster I (High-high) pada tahun 2018-2021. Pemodelan unmet need KB yang didapatkan pada tingkat Kabupaten/kota di Pulau Kalimantan selama 2018-2021 adalah kemiskinan, pendapatan, non cakupan JKN, rasio praktik bidan mandiri, rasio faskes KB pemerintah, rasio faskes KB swasta, rasio penyuluh KB dengan nilai adjusted R square sebesar 46,06%. Kemiskinan berpengaruh dalam meningkatkan unmet need KB di 43 Kabupaten/Kota (76,8%) di Pulau Kalimantan, Indonesia selama 2018-2021. Non cakupan JKN berpengaruh dalam meningkatkan unmet need KB di 35 Kabupaten/kota (62,5%) di Pulau Kalimantan, Indonesia selama 2018-2021. Rasio praktik bidan mandiri, rasio faskes KB pemerintah dan rasio faskes KB swasta berpengaruh terhadap unmet need KB tetapi belum dapat menurunkan unmet need KB di Pulau Kalimantan, Indonesia selama 2018-2021. Rasio penyuluh KB berpengaruh dalam menurunkan unmet need KB di 22 Kabupaten/kota (39,3%) di Pulau Kalimantan, Indonesia selama 2018-2021. Berdasarkan hasil penelitian tersebut direkomendasikan kepada SKPD-KB di Kabupaten/kota untuk memprioritaskan program KB pada penduduk miskin dalam menurunkan unmet need KB dengan mendekatkan program KB seperti pelayanan KB dan penyuluhan KB khususnya pada Kabupaten/kota yang konsisten tergolong kemiskinan tertinggi selama 2018-2021, yaitu Kapuas Hulu, Melawi, Kayong Utara, Paser, Kutai Barat, Kutai Timur, Mahakam Ulu dan Bulungan.
Unmet need for family planning in Indonesia has not yet reached the target, especially on the island of Kalimantan. Reducing the unmet need for family planning can prevent maternal deaths. Decentralization requires local governments to create health policies such as family planning programs. Spatio-temporal analysis is needed to investigate unmet need for family planning which is useful for monitoring family planning programs. The aim of this research is to determine the spatial patterns and factors that influence the unmet need for family planning in 2018-2021 at the district/city level on the island of Kalimantan, Indonesia. Ecological studies were carried out in 56 districts/cities on Kalimantan Island in 2018-2021. Aggregate data is used and comes from the BKKBN Contraception Control and Services Report, the Central Statistics Agency (BPS) Publication Book and the Social Security Council's Integrated Information System Website. Data analysis using Geographically Temporal Weighted Regression. Poverty has an influence in increasing the unmet need for family planning in 43 districts/cities (76.8%) on Kalimantan Island, Indonesia during 2018-2021. Non-coverage of JKN has an influence in increasing the unmet need for family planning in 35 regencies/cities (62.5%) on Kalimantan Island, Indonesia during 2018-2021. The ratio of independent midwife practices, the ratio of government family planning health facilities and the ratio of private family planning health facilities have an influence on the unmet need for family planning but have not been able to reduce the unmet need for family planning on the island of Kalimantan, Indonesia during 2018-2021. The ratio of family planning instructors has an influence in reducing the unmet need for family planning in 22 districts/cities (39.3%) on Kalimantan Island, Indonesia during 2018-2021. Based on the results, it is recommended for SKPD-KB in districts/cities to prioritize family planning programs for the poor in reducing the unmet need for family planning by bringing family planning programs closer together such as family planning services and family planning counseling, especially in districts/cities which consistently have the highest poverty level during 2018-2021 namely Kapuas Hulu, Melawi, North Kayong, Paser, West Kutai, East Kutai, Mahakam Ulu and Bulungan.
D-510
Depok : FKM-UI, 2024
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sonny Priajaya Warouw; Promotor: Haryoto Kusnoputranto; Ko-promotor: I. Made Djaja, Bambang Wispriyono; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Sudijanto Kamso, Tri Edhi Budhi Soesilo, Tri Prasetyo Sasimartoyo
D-216
Depok : FKM-UI, 2007
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eva Azzara; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Hadi Pratomo, Flourisa Juliaan
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan penggunaan MKJP pada pasangan usia subur di Provinsi Bali tahun 2012. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan analisis data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012. Populasi pada penelitian ini ialah semua Wanita Usia Subur (WUS) (15-49 tahun), sementara sampel penelitian ini ialah wanita kawin usia 15-49 tahun dan memiliki data lengkap. Analisis statistik bivariat menggunakan uji chi-square.
Read More
S-8245
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Benhard Nataniel Tumanggor; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Rita
S-10192
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Djokomuljanto, Robertus Josef Sri; Pembimbing: Boedhi Darmojo
D-29
Jakarta : FKM-UI, 1974
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Laksita Ri Hastiti; Promotor: Doni Hikmat Ramdhan; Kopromotor: Laila Fitria, Mila Tejamaya; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, L. Meily Kurniawidjaja, Iting Shofwati, Sudi Astono, Heny D. Mayawati
Abstrak:
Read More
Gangguan fungsi ginjal akibat tekanan panas (heat stress) merupakan risiko signifikan bagi pekerja konstruksi yang terpajan panas ekstrem. Pilot studi kuasi eksperimental ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi hidrasi pada dampak tekanan panas dan risiko gangguan fungsi ginjal pada pekerja konstruksi. Pengambilan sampel purposive dilakukan untuk mengukur faktor risiko (lingkungan, pekerjaan, individu), dampak tekanan panas dan biomarker fungsi ginjal (SCr, LFG, BUN) pada tahap pra dan pascaintervensi. 46 responden terbagi dalam 4 kelompok, yaitu Kontrol, Intervensi 1 (intervensi rehidrasi), Intervensi 2 (intervensi prehidrasi dan rehidrasi), dan Intervensi 3 (intervensi rehidrasi dan elektrolit). Analisis data dilakukan dengan paired t-test, MANOVA, Difference in Differences, dan GLM Repeated Measure. Temuan utama menunjukkan intervensi hidrasi berdampak positif dan konsisten meningkatkan fungsi ginjal, ditunjukkan melalui penurunan kadar SCr dan BUN serta peningkatan LFG (Pillai’s Trace=0,528, F=2.98, p-value=0.003). Efek intervensi menunjukkan 31% perubahan kadar SCr dan LFG, serta 30% perubahan BUN dipengaruhi oleh perbedaan intervensi pada setiap kelompok. Terdapat perbedaan signifikan perubahan tekanan sistolik pagi – siang di antara kelompok intervensi pada kombinasi indikator tekanan panas (Pillai’s Trace=1.055, F=1.677, p-value = 0.026), 27% perubahannya dipengaruhi oleh perbedaan intervensi pada setiap kelompok. Dampak intervensi hidrasi pada perbaikan fungsi ginjal dan tekanan panas terlihat lebih kuat dan bermanfaat pada Kelompok Intervensi 2 dan 3. Selain itu, usia memiliki hubungan yang signifikan dengan fungsi ginjal (Pillai’s Trace=0,724; F=20,139; p-value<0,001), kebiasaan berolahraga berinteraksi dengan fungsi ginjal dari praintervensi dan pascaintervensi (Pillai’s Trace=0,458; F=2,376; p-value=0,043). Perlu mengembangkan regulasi dan pedoman teknis intervensi hidrasi pada sektor konstruksi, pemantauan rutin pajanan panas dan dampaknya, perlunya skrining fungsi ginjal pada pekerja lanjut usia, pentingnya aktivitas fisik dan kebiasaan hidup sehat di luar jam kerja sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan fungsi ginjal, serta perlu melakukan studi lanjutan dengan besar sampel yang lebih banyak.
Kidney dysfunction due to heat stress is a significant risk for construction workers exposed to extremely hot working environments. This quasi-experimental pilot study aimed to analyze the effect of hydration intervention on the impact of heat stress and the risk of kidney dysfunction in construction workers. Purposive sampling was conducted to measure risk factors (environmental, occupational, individual), the impact of heat stress, and biomarkers of kidney function (SCr, GFR, BUN) at the pre- and post-intervention stages. Forty-six respondents were divided into four groups: Control, Intervention 1 (rehydration intervention), Intervention 2 (prehydration and rehydration intervention), and Intervention 3 (rehydration and electrolyte intervention). Data analysis was performed using paired t-test, MANOVA, Difference in Differences, and GLM Repeated Measure. The main findings showed that the hydration intervention had a positive and consistent impact on improving kidney function, indicated by decreased SCr and BUN levels and increased GFR (Pillai's Trace=0.528, F=2.98, p-value=0.003). The intervention effect showed a 31% change in SCr and LFG levels, and a 30% change in BUN influenced by the difference in intervention in each group. There was a significant difference in changes in morning - afternoon systolic pressure between the intervention groups on the combination of heat stress indicators (Pillai's Trace = 1.055, F = 1.677, p-value = 0.026), 27% of the change was influenced by the difference in intervention in each group. The impact of hydration intervention on improving kidney function and heat stress appeared stronger and more beneficial in Intervention Groups 2 and 3. In addition, age had a significant relationship with kidney function (Pillai's Trace = 0.724; F = 20.139; p-value <0.001), exercise habits interacted with kidney function from pre-intervention and post-intervention (Pillai's Trace = 0.458; F = 2.376; p-value = 0.043). There is a need to develop regulations and technical guidelines for hydration interventions in the construction sector, routine monitoring of heat exposure and its impacts, the need for kidney function screening in elderly workers, the importance of physical activity and healthy lifestyle habits outside of work hours as part of efforts to prevent kidney function disorders, and the need to conduct further studies with a larger sample size.
D-612
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Melania Hidayat; Prmotor: Budi Utomo; Ko-Promotor: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Endang L. Achadi, Sri Moertiningsih Adioetomo, Tris Eryando, Wendy Hartanto, Rina Herarti
D-320
Depok : FKM-UI, 2015
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
