Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26710 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Endang Sutisna Sulaeman
613.068 SUL m
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2011
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Sutisna Sulaeman
614 SUL m
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2009
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Y. Nengah Yuliastini Kedel; Pembimbing: Alex Papilaya
S-352/B
Jakarta : FKM UI, 1983
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriani Oendari; Pembimbing: Evi Martha, R. Sutiawan; Penguji: Rita; Ismoyowati Damayanti, Prijo Sidipratomo
Abstrak: Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengetahui praktik memberi nasihat berhenti merokok dan faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik tersebut. Survei cross sectional dilakukan pada Mei – Juni 2013 terhadap 65 dokter umum Puskesmas di Jakarta Pusat. Dilakukan pula exit-interview pada 212 pasien. Hasil penelitian menunjukkan 72,3% dokter sering atau selalu memberi nasihat berhenti merokok. Faktor yang berhubungan dengan praktik tersebut adalah lama berprofesi sebagai dokter, sikap dokter, dan jumlah pasien per hari. Untuk mengoptimalkan pelayanan berhenti merokok di Puskesmas, perlu dipertimbangkan kapasitas dokter yang melayani, keterlibatan dokter-dokter yang lebih muda, dan beriringan dengan upaya peningkatan sikap positif dokter terhadap kebijakan pengendalian rokok.


The objectives of this study are to explore general physician (GP)’s practice towards smoking cessation advice and its corresponding factors. Cross sectional survey was conducted to 65 GPs working at Public Health Centres (PHC) at Central Jakarta during May and June 2013. Information from 212 patients was also obtained through exit-interview. Most (72,3%) GPs often or always give advice to their smoker patients. Years of practice, attitudes, and amount of patients per day are those which correspond significantly with practice. To optimize smoking cessation service in PHC, we need to consider GPs capacity, engage younger GPs, and, concurrently, raise GPs positive attitude towards tobacco control policy.

Read More
T-3952
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lilis Dwi Kristyaningrum; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Evi Martha, Susi Dyah Puspowati, Lianita Prawindarti
Abstrak:
Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal dan menekan angka kematian bayi. Namun, keberhasilan praktik ini tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan dari lingkungan terdekat, terutama suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dukungan suami terhadap praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Gilingan, Kota Surakarta menggunakan pendekatan teori social support for health. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik purposif yang terdiri dari lima suami ibu menyusui, lima ibu menyusui, dua keluarga ibu menyusui, enam kader kesehatan, dua tenaga kesehatan di puskesmas dan seorang staf dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Grop Discussion pada bulan Juni 2024 dan dianalisis menggunakan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan suami memainkan peran yang signifikan dalam praktik pemberian ASI eksklusif, yang mencakup dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan. Dukungan emosional berupa motivasi dan empati menjadi pilar utama dalam mendorong ibu untuk tetap konsisten menyusui. Dukungan instrumental seperti membantu tugas rumah tangga juga memberikan ruang bagi ibu untuk fokus pada pemberian ASI dan dapat mempengaruhi produksi ASI. Selain itu, suami yang memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya ASI eksklusif cenderung mampu memberikan informasi yang relevan dan apresiasi terhadap usaha istri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan ASI eksklusif tidak hanya memerlukan kesadaran dan komitmen ibu, tetapi juga keterlibatan aktif suami. Oleh karena itu, program promosi kesehatan perlu melibatkan suami secara lebih intensif untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

Exclusive breastfeeding during the first six months of a baby's life is a crucial step in supporting optimal child development and reducing infant mortality rates. However, the success of this practice does not solely depend on mothers but is also influenced by support from their immediate environment, especially husbands. This study aims to explore the role of husband support in exclusive breastfeeding practices in the working area of Puskesmas Gilingan, Surakarta City, using the social support for health theory approach. This research employs a qualitative design with a case study approach. Informants were purposively selected and comprised five husbands of breastfeeding mothers, five breastfeeding mothers, two family members of breastfeeding mothers, six health cadres, two healthcare workers at the community health center, and one staff member from the Surakarta City Health Office. Data were collected through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) in June 2024 and analyzed using a thematic method. The findings reveal that husband support plays a significant role in exclusive breastfeeding practices, encompassing emotional, instrumental, informational, and appraisal support. Emotional support, such as motivation and empathy, serves as a cornerstone in encouraging mothers to remain consistent in breastfeeding. Instrumental support, such as assisting with household chores, allows mothers to focus on breastfeeding and can influence milk production. Additionally, husbands with a good understanding of the importance of exclusive breastfeeding tend to provide relevant information and appreciation for their wives' efforts. This study concludes that the success of exclusive breastfeeding requires not only the awareness and commitment of mothers but also the active involvement of husbands. Therefore, health promotion programs should intensify the involvement of husbands to create an environment that supports the success of exclusive breastfeeding.
Read More
T-7189
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisha Rizqa Aulia; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dewi Susanna, Ema Hermawati, Yulia Fitria Ningrum, Deti Yulianti
Abstrak:
Di Indonesia, pengelolaan limbah medis di fasilitas pelayanan kesehatan masih menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan apabila tidak dilakukan sesuai standar. Praktik pengelolaan limbah medis yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pengelolaan limbah medis pada tenaga pengelola limbah medis di Puskesmas Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang berasal dari 80 puskesmas di Kota Bandung. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik model faktor prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki praktik pengelolaan limbah medis yang baik sebesar 62%. Sebagian besar tenaga pengelola limbah medis memiliki pengetaahuan mengenai pengelolaan limbah medis baik, sikap terhadap pengelolaan limbah medis yang positif, tingkat pendidikan jenjang diploma, pengalaman kerja ≥ 7 tahun, memiliki ketersediaan APD dan ketersediaan fasilitas penunjang yang memadai, sudah pernah mengikuti pelatihan terkait limbah medis. Hampir seluruh responden memiliki ketersediaan SOP dan seluruh tenaga pengelola limbah medis memiliki pengawasan manajemen terhadap pengelolaan limbah medis di puskesmas tempat mereka bekerja. Variabel yang berhubungan secara signifikan dengan praktik pengelolaan limbah medis adalah pengetahuan, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), dan ketersediaan fasilitas penunjang (p-value <0,05). Sementara itu, sikap, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan, ketersediaan SOP, dan pengawasan manajemen tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Faktor yang paling dominan terhadap praktik pengelolaan limbah medis adalah ketersediaan fasilitas penunjang (aOR = 7,422; 95%CI = 1,988–16,355). Disarankan kepada puskesmas untuk mempertahankan, melengkapi, dan memastikan pemanfaatan fasilitas penunjang pengelolaan limbah medis dalam praktik sehari-hari.

In Indonesia, medical waste management in healthcare facilities remains a concern due to its potential negative impacts on health and the environment if not properly managed. Inappropriate medical waste management practices may increase the risk of disease transmission and environmental contamination. This study aims to analyze factors associated with medical waste management practices among medical waste handlers at primary health centers in Bandung City. This study used a cross-sectional design with a sample of 100 respondents from 80 primary health centers in Bandung City. Data were analyzed using the chi-square test and logistic regression for predictive factor modeling. The results showed that the majority of respondents had good medical waste management practices (62%). Most medical waste handler had good knowledge of medical waste management and a positive attitude towards it. The majority of respondents had a diploma-level education, work experience of ≥ 7 years, availability of personal protective equipment (PPE), and adequate supporting facilities, and had attended training related to medical waste management. Almost all respondents had standard operating procedures (SOPs) available and all medical waste management personnel were under management supervision regarding medical waste management at their respective primary healthcare centers. Variables significantly associated with medical waste management practices were knowledge, availability of personal protective equipment (PPE), and availability of supporting facilities (p-value < 0.05). Meanwhile, attitude, education level, work experience, training, availability of standard operating procedures (SOP), and management supervision were not significantly associated. The most dominant factor influencing medical waste management practices was the availability of supporting facilities (aOR = 7.422; 95% CI = 1.988–16.355). It is recommended that primary health centers maintain, improve, and ensure the utilization of supporting facilities for medical waste management in daily practice.
Read More
T-7630
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cesilia Bunga Tampubolon; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguj: Laksita Ri Hastiti, Ade Kurdiman
Abstrak:
Kecelakaan kerja masih menjadi persoalan serius di sektor pertambangan karena industri ini tergolong berisiko tinggi, sementara safety performance kerap digunakan sebagai indikator kinerja keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian yang ada masih relatif menguji safety performance dari satu faktor secara terpisah. Oleh karena penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik manajemen K3 terhadap safety performance melalui safety knowledge pada pekerja industri pertambangan tahun 2026. Desain yang digunakan adalah cross-sectional dengan metode survei yang diisi oleh 769 pekerja di dua perusahaan pertambangan di Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara bivariat dengan uji Chi-Square serta secara multivariat menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,01) dan posisi pekerjaan (p=0,029) memiliki hubungan yang signifikan dengan safety performance, sedangkan masa kerja (p=0,801) dan pendidikan (p=0,97) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa praktik manajemen K3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap safety performance, praktik manajemen K3 juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap safety knowledge, serta safety knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap safety performance. Selain itu, safety knowledge terbukti memediasi secara parsial pengaruh praktik manajemen K3 terhadap safety performance. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan memperkuat konsistensi implementasi praktik manajemen K3, terutama aspek safety training dan safety communication and feedback, serta safety performance dalam aspek safety participation.

Workplace accidents remain a serious issue in the mining sector because the industry is considered high-risk, while safety performance is often used as an indicator of occupational safety and health (OHS) performance. Previous studies have relatively examined safety performance from a single factor separately. Therefore, this study aimed to analyze the relationship between OHS management practices and safety performance through safety knowledge among mining workers in 2026. This study used a cross-sectional design with a survey method involving 769 workers from two mining companies in Indonesia. Data were collected using a questionnaire and analyzed bivariately using the Chi-Square test and multivariately using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that age (p = 0.01) and job position (p = 0.029) were significantly associated with safety performance, whereas years of service (p = 0.801) and education level (p = 0.97) were not significantly associated. The results also showed that OHS management practices had a positive and significant effect on safety performance, OHS management practices had a positive and significant effect on safety knowledge, and safety knowledge had a positive and significant effect on safety performance. In addition, safety knowledge was proven to partially mediate the effect of OHS management practices on safety performance. This study suggests that companies should strengthen the consistency of implementing OHS management practices, especially in safety training and safety communication and feedback, as well as improve safety performance in the aspect of safety participation.
Read More
S-12432
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulansari; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Juri Hendrajadi, Arihni Suprapti
Abstrak:
Puskesmas dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan perorangan yang paripurna, adil, merata, dan berkualitas. Agar Puskesmas berkinerja optimal dan memuaskan masyarakat, diperlukan Manajemen Puskesmas untuk menjaga mutu melalui pengaturan sumber daya secara efektif, efisien, termasuk menjaga kualitas proses pengelolaannya. Belum semua puskesmas di Indonesia menerapkan manajemen puskesmas sesuai ketentuan Permenkes 44 tahun 2016. Di Kota Depok, baru 1 puskesmas yang memberikan pelayanan bermutu sesuai standar (terakreditasi paripurna) dan masih terdapat 12 Puskesmas dengan tata kelola cukup dan kurang. Tata Kelola puskesmas dan akreditasi sangat terkait dengan penerapan manajemen puskesmas. Disisi lain, cakupan pelatihan Manajemen Puskesmas sudah 100%. Penilaian akreditasi dan PKP di Puskesmas, tidak otomatis merefleksikan output dari puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen puskesmas pasca pelatihan Manajemen Puskesmas di Puskesmas X dan Y Kota Depok Tahun 2022, ditinjau dari sisi Input, Proses dan Output serta penerapan RTL pasca pelatihan di instansi masing-masing. Metode kualitatif dengan pendekatan Rapid Assessment Procedure telah digunakan dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan wawancara mendalam dan telaah dokumen untuk menjawab empat tujuan penelitian. Wawancara telah dilakukan informan kunci di Puskesmas terakreditasi madya, informan utama dan pendukung. Telaah dokumen dilakukan terhadap data sekunder Puskesmas serta Dinas Kesehatan. Hasil penelitian pada komponen input didapatkan bahwa faktor SDM, sumber pembiayaan, data dan SK tim belum terpenuhi secara optimal pada Puskesmas berkinerja cukup. Pada komponen proses, tahap P1 masih ada yang belum dilaksanakan sesuai pedoman, tahap P2 dilaksanakan belum sesuai agenda dan P3 pengawasan internal belum berjalan optimal serta belum memanfaatkan teknologi serta inovasi. Pada komponen Output, sebagian kecil Dokumen P1 dan P2 belum sesuai pedoman serta Rencana Tindak Lanjut Pelatihan belum seluruhnya diimplementasikan di Puskesmas karena beberapa kendala. Penerapan Manajemen Puskesmas Pasca Pelatihan Manajemen Puskesmas sangat dipengaruhi oleh komponen Input (SDM, sumber pembiayaan, tim efektif) serta Proses (P1, P2, Pengawasan dan Pengendalian). Pada akhirnya penelitian ini memberikan rekomendasi untuk melaksanakan upaya optimalisasi penerapan manajemen puskesmas di Puskesmas, mendorong terciptanya inovasi puskesmas, serta memformulasi ulang form rencana tindak lanjut pelatihan.

Health centers are required to provide health services to the community and individuals that are complete, fair, equitable, and of high quality. In order for Puskesmas to perform optimally and satisfy the community, Puskesmas Management is needed to maintain quality through effective and efficient resource management, including maintaining the quality of the management process. Not all health centers in Indonesia have implemented health center management according to the provisions of Permenkes 44 of 2016. In Depok City, only 1 health center provides quality services according to standards (fully accredited) and there are still 12 health centers with sufficient and insufficient governance. PHC governance and accreditation are closely related to the implementation of PHC management. On the other hand, the coverage of Puskesmas Management training is 100%. Assessment of accreditation and PKP at Puskesmas, does not automatically reflect the output of the puskesmas. This study aims to determine how the implementation of puskesmas management after Puskesmas Management training at Puskesmas X and Y, Depok City in 2022, in terms of Input, Process and Output as well as the implementation of RTL after training in their respective agencies. The qualitative method with the Rapid Assessment Procedure approach has been used in this study. Researchers used in-depth interviews and document review to answer the four research objectives. Interviews have been conducted with key informants at intermediate accredited health centers, main and supporting informants. Document review was conducted on secondary data from the Puskesmas and the Health Office. The results of the research on the input component found that the factors of human resources, financial resources, data and team decree have not been fulfilled optimally in moderately performing health centers. In the process component, there are still P1 stages that have not been implemented according to guidelines, P2 stages have not been implemented according to the agenda and P3 internal supervision has not run optimally and has not utilized technology and innovation. In the Output component, a small part of the P1 and P2 documents have not been in accordance with the guidelines and the Training Follow-Up Plan has not been fully implemented at the Puskesmas due to several obstacles. The implementation of Puskesmas Management after Puskesmas Management Training is strongly influenced by the Input component (HR, financial resources, effective team) and Process (P1, P2, Supervision and Control). The implementation of Puskesmas Management after Puskesmas Management Training is strongly influenced by the Input component (HR, financial resources, effective team) and Process (P1, P2, Supervision and Control).In the end, this study provides recommendations for carrying out efforts to optimize the implementation of puskesmas management at Puskesmas, encourage the creation of puskesmas innovations, and reformulate the training follow-up plan form.
Read More
T-6797
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Sciortino
JEN Ed.2
Jakarta : [s.n.], 1995
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cyiamiati Karolin; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
T-850
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive