Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33747 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Desi Aryani; Pembimbing: Ella N. Hadi; Penguji: Zulazmi Mamdy, Bellya Affan
S-6311
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ana Susanah; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Sudijanto Kamso, Muhammad Sarjono
S-6307
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria tahoma Siboro; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Yovsyah, Marlina Ginting, Nindya Savitri
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai Hubungan Peran Caregiver Informal Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Wilayah Puskesmas Kampung Sawah Kota Tangerang Selatan Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan cross sectional yaitu jenis penelitian yang mengukur variabel independent (peran caregiver informal) dan variabel dependen (kualitas hidup lansia) secara simultan (bersamaan) dalam satu waktu. Peneliti mencoba untuk menggali ada tidaknya hubungan peran caregiver informal dengan kualitas hidup lansia di Wilayah Puskesmas Kampung Sawah Kota Tangerang Selatan Tahun 2024. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan peran caregiver informal dengan kualitas hidup, sedangkan variabel riwayat pekerjaan terdahulu merupakan variabel counfounder terhadap hubungan peran cargiver informal dengan kualitas hidup pada lansia. Dalam penelitian ini peneliti menyarankan untuk meningkatkan jumlah caregiver dengan melakukan sosilisasi tentang pendampingan caregiver informal kepada pendamping lansia serta mengedukasi caregiver informal untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelayanan kesehatan lansia yang ada di posbindu serta meningkatkan interaksi dengan lansia melalui kegiatan bersama mendengarkan minat dan melibatkan lansia dalam kegiatan tersebut.

This thesis discusses the relationship between the role of informal caregivers and the quality of life of the elderly in the Kampung Sawah Community Health Center area, South Tangerang City in 2024. This research uses quantitative research with cross sectional research, namely a type of research that measures the independent variable (the role of the informal caregiver) and the dependent variable (the quality of life of the elderly ) simultaneously (simultaneously) at one time. Researchers tried to explore whether or not there was a relationship between the role of the informal caregiver and the quality of life of the elderly in the Kampung Sawah Community Health Center area, South Tangerang City in 2024. The results of the research showed that there was a relationship between the role of the informal caregiver and the quality of life, while the previous work history variable was a counfounder variable for the role relationship. Informal cargiver and quality of life in the elderly. In this study, the researcher suggests increasing the number of caregivers by conducting outreach about informal caregiver assistance to elderly companions as well as educating informal caregivers to actively participate in elderly health service activities at Posbindu and increasing interaction with the elderly through joint activities, listening to interests and involving the elderly in activities
Read More
T-7015
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tumiar Simanjuntak; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Besral, Kemal Nazarudin Siregar, Harni, Nita Kurniawati
Abstrak:

Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia adalah 373 per 100.000 kelahiran hidup, Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 46 per 1000 kelahiran hidup. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum optimal cakupan kunjungan antenatal (K4 = 75,66%). Kurang optimalnya kunjungan antenatal mengakibatkan risiko dan komplikasi kehamilan tidak terdeteksi secara dini. Intervensi kesehatan spesifik melalui kunjungan antenatal minimal 4 kali, merupakan salah satu daya ungkit yang besar untuk menurunkan insiden dan beratnya komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas pada ibu dan bayi baru lahir. Di Kota Medan kunjungan antenatal K4 sebesar 78,75%, belum mencapai target nasional sebesar 90%.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hubungan antara falctor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat dengan kunjungan antenatal K4. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional (potong lintang), pemilihan sampel didasarkan rumus cluster 2 tahap, tahap pertama dengan probability proportional to size menggunakan C Survey, jumlah sampel sebanyak 210 orang, ibu yang mempunyai bayi umur 6 (enam bulan) dimana selama hamil pernah memeriksakan kehamilannya ke petugas kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Analisis data menggunakan perangkat lunak C Sample pada Epi Info 6.0 dan program komputerisasi lainnya.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa proporsi kunjungan antenatal sesuai standar sebesar 51% dan 84,8% responden pernah melakukan kunjungan antenatal di klinik bidan swasta. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa variabel yang mempunyai hubungan bermakna dengan kunjungan K4 adalah pendidikan tinggi, pengetahuan baik, sikap positif, jarak, penghasilan tinggi, akses informasi yang baik terhadap pelayanan antenatal dan dukungan suami. Hasil analisis multivariat regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kunjungan K4 adalah pengetahuan, sikap, jarak, penghasilan, akses informasi dan yang paling dominan mempengaruhi kunjungan antenatal K4 adalah pengetahuan ibu (OR 2,78).Memperhatikan hasil penelitian ini, menyarankan kepada lembaga terkait khususnya mereka yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan ibu hamil dan bersalin bahwa kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) pada Standar Operating Procedur (SOP) perlu ditegaskan kembali, yaitu adanya langkah-langkah KIE yang harus dioperasionalkan diseluruh fasilitas pelayanan dari Posyandu sampai Rumah Sakit, baik pada pelayanan pemerintah maupun swasta. Kegiatan konseling merupakan pilihan yang efektif dan efisien meningkatkan pengetahuan ibu untuk memahami peristiwa kehamilan, persalinan, nifas dan risiko yang mungkin dihadapi ibu sehingga dapat dilakukan upaya prefentif.


 

The Factors that Related to Antenatal Visit Four Times (K4) in Medan City, North Sumatera Province, 2002Based on Household Health Survey in 1995, the Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia was 373 per 100.000 live births, while the Infant Mortality Rate (IMR) was 46 per 1000 live births. One of the factors was caused by the in optimal the coverage of antenatal visit four times (K4 = 75,66%). The lack of their optimal to antenatal visit four times, it caused risk and pregnancy complication can not be detected in the early. The specific health intervention through minimum antenatal visit at least four times, as one of the big power raising to reduce the incident and heavy complication that related to pregnancy, delivery and post-partum on mother and infant new birth. In Medan City the antenatal visit four times was 78,75%, it was not reach with the national target that is 90%.The objective of this study was to obtain the relationships between the predisposition, possibly, and the dominant factors with antenatal visit four times. The study design was cross-sectional. The sample selected was based on the pattern of cluster second phase, first phase with probability proportional to size used C Survey. The number of sample was 210 pregnant mothers who having infant age 5 6 months, where during pregnant ever checked their pregnancy to health worker. The data was collected by indepth interview method. The data was analysis by software C Sample on Epi Info 6.0 and others computer programs.The result of study showed that the proportion of antenatal visit meet with the standard was a 51% and 84,8% respondent ever conducted antenatal visit at the private maternity clinics. The result of bivariate analysis known that the variable which having significant relationship to antenatal visit four times is high education, good knowledge, positive attitude, distance, high income, good information access to antenatal service and husband support. The result of logistic regression multivariate analysis showed that the variable that having relationships to antenatal visit four times is knowledge, attitude, distance, income, information access and the most dominant that influence to K4 is mother's knowledge (OR 2,78).Considering to this study, it is recommended that the institutional related especially to whom that giving health services on pregnant mother and delivery. The activities of Information, Education, and Communication (IEC) on Standard Operating Procedure (SOP) it is need to be cleared again, i.e. the availability of IEC steps that should be applied in entire of health facilities, starting from Village Integrated Service Post to Hospital, both private and state owned. Counseling activities is selection that effective and efficient to increase the mother's knowledge, and in order to understand the pregnant event, delivery, post-partum and the risk that possible faced, so it can be done preventive action.

Read More
T-1254
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Restiyani; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Yovsyah, Dewi Damayanti
S-7057
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martha Adelina Simamarta; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Agustin Kusumayati, Mieke Savitri, Felly Philipus Senewe, Immanuel Ginting
T-3991
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ani Anisah; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Agustin Kusumayati, Marina Damajanti
S-5967
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Anggraini; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Indang Trihandini, Caroline Endah Wuryaningsih, Wira Hartiti, Esti Pangastuti
Abstrak: Kualitas hidup adalah kondisi fungsional lansia yang meliputi kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial lansia, serta aktivitas seksual, dan kondisi lingkungan (WHOQOL). Laju pertumbuhan penduduk di kota Tangerang Selatan merupakan yang paling cepat (3,36%) dibandingkan kabupaten/kota lain yang ada di provinsi Banten. Angka harapan hidup pada tahun 2015 merupakan yang tertinggi dibandingkan wilayah lain di Banten yaitu mencapai 72,2 tahun. Sekitar 5% penduduk di Tangerang Selatan berusia diatas 60 tahun (BPS, 2016) dan 0,8% dari total lansia di Tangerang Selatan memilih untuk tinggal di panti karena merasa mendapatkan banyak teman untuk beraktifitas, beribadah, dan menghilangkan rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup lansia dan faktorfaktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia yang tinggal di panti werdha wilayah Tangerang Selatan. Desain studi potong lintang digunakan pada 144 lansia yang terpilih secara acak dari 4 panti di Tangerang Selatan. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara menggunakan kuisioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 74,3% lansia yang tinggal di panti wilayah Tangerang Selatan memiliki hidup berkualitas, pendidikan lansia merupakan faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia (p=0,003; OR 3,22; 95% CI 1,49-6,97). Lansia dengan pendidikan yang tinggi memiliki peluang 3,2 kali hidupnya lebih berkualitas dibandingkan lansia yang berpendidikan rendah.
Kata Kunci : Lansia, kualitas hidup

Quality of life is the functional condition of the elderly which includes physical health, psychological health, elderly social relationships, as well as sexual activity, and environmental conditions. Population growth rate in South Tangerang is the fastest (3.36%) compared to other regencies / cities in Banten province. Life expectancy in 2015 is the highest compared to other regions in Banten which reached 72.2 years. Approximately 5% of the population in South Tangerang is over 60 years old (BPS, 2016) and 0.8% of the total elderly people in Tangerang Selatan prefer to stay in the orphanage because they feel have many friends for activities, worshiping and eliminate loneliness. This study aims to determine the quality of life of the elderly and the factors related to the quality of life of elderly living in the werdha orphanage of Tangerang Selatan region. Cross-sectional study design was used in 144 selected randomly elderly from 4 orphanages in South Tangerang. Data collected using interview method using questionnaires that have been tested for validity and reliability, and analyzed using multiple logistic regression test. The results showed that 74.3% of elderly people living in the orphanage of Tangerang Selatan have quality of life, elderly education is a factor related to the quality of life of the elderly (p = 0,003; OR 3,22; 95% CI 1,49-6, 97). Elderly with a high education has a 3,2 times more quality of life than the poorly educated elderly.
Keywords : Elderly, Quality Of life
Read More
T-5044
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Euis Nina Herlina; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Sutanto Priyo Hastono
T-1822
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trisno Mulyono; Pembimbing: Caroline Endah Wuyaningsih
S-3793
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive