Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36580 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Noni Parmawaty; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Popy Yuniar, Kodiat Juarsa, Siti Nurul Qomariyah
Abstrak:

Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA) adalah alat manajemen untuk memantau program KIA di suatu wilayah kerja secara terus menerus, agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat. Pelaksanaan kegiatan PWS KIA yang telah berjalan selama ini masih bersifat surveilans pasif. Data yang dicatat dan dikumpulkan adalah data hasil surveilans pasif yaitu sasaran dan pelayanan ibu hamil dan bayi pada pelayanan kesehatan saja dan tidak berbasis kewilayahan. Kualitas data yang dijadikan masukan kepada sistem merupakan hal yang juga penting. Masukan data yang diharapkan adalah data yang valid dengan memperkuat aspek penelusuran dan survailans aktif  yang dilakukan oleh elemen kesehatan dibantu elemen masyarakat dengan basis wilayah. Dari masukan data yang berkualitas dapat menghasilkan analisis data yang berkualitas. Oleh karenanya maka perlu dikembangkan sistem supervisi sebagai suatu instrumen manajemen yang mengkoreksi dan mengendalikan masukan dan proses yang jelas terkait dengan mutu data. Penguatan sistem supervisi akan menggiring proses pencatatan dan pelaporan dilaksanakan sesuai standar. Bersama dengan instrumen manajemen lainnya, pemantauan dan evaluasi, supervisi menjadi tumpuan perbaikan mutu pelayanan secara berkesinambungan Metodologi yang digunakan adalah pendekatan sistem yang terdiri dari analisis sistem, perancangan sistem, perancangan basis data dan tahap uji coba. Pengembangan sistem menggunakan data sekunder kabupaten Malang dan Pasuruan. Kemudian sistem yang diajukan diujicobakan di kabupaten Pandeglang untuk mendapat masukan demi kesempurnaan sistem. Analisis data penelitian dilakukan dengan cara penggabungan analisis dari seluruh metode yang dilakukan. Berdasarkan hasil kajian data sekunder dan hasil wawancara, diketahui bahwa sistem supervisi tingkat desa perlu dikembangkan. Saran dari tingkat desa, puskesmas dan kabupaten mengenai kemungkinan pengembangan sistem telah dimanfaatkan untuk melihat kemungkinan penggunaan sistem dan penyempurnaan sistem. Pada sistem yang diajukan, supervisi dilakukan dengan menggunakan daftar tilik dengan tahap kegiatan yang terdiri dari orientasi, kajian mandiri, verifikasi, rencana tindak lanjut perbaikan dan evaluasi hasil. Informasi daftar tilik kemudian dimasukkan ke aplikasi perangkat lunak untuk diolah datanya. Hasil pengolahan perangkat lunak akan memberikan informasi wilayah prioritas berdasarkan tingkat kepatuhan yang ditunjukkan dengan kode warna tertentu. Penelitian yang telah dilakukan di tiga kabupaten terpilih telah menghasilkan rancangan sistem supervisi pencatatan dan pelaporan KIA terpadu di kabupaten yang dapat menkoreksi dan mengendalikan input dan proses yang dapat menghasilkan data dan informasi yang berkualitas sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan sistem perencanaan program KIA. Daftar Bacaan : 40 (1997—2009) Kata kunci: supervisi, sistem informasi, pemantauan wilayah setempat, KIA


 Maternal and Child Health Local Area Monitoring (MCH - LAM) is a management tool to monitor the MCH program continuously in a particular area for immediate and appropriate follow up.  The current LAM activities are still passive surveillance. Data collected through passive surveillance record pregnant women and newborn; the data are facility-based, not area-based. Data quality that serve as input for the system is also important. Input data are expected to be valid to strengthen active surveillance and tracking by health providers and community members in the area. Quality input will generate quality analysis. Therefore it is considered necessary to develop a supervision system as one of the management tool to correct and control inputs and process to provide quality data. Stronger supervision system will align recording and reporting to comply to standard. Together with other management tool, the monitoring and evaluation tool, supervision become the core of continuous quality improvement in health services. Methodology used in this study is system approach that consists of system analysis, system design, database design and pilot testing. Development of the system uses secondary data from Malang and Pasuruan districts. The system was then pilot tested in Pandeglang district to get input for finalization. Data were analyzed by combining all analysis result from the methodologies used in this study. Secondary data review and in-depth interview found that recording and reporting system at village level should be developed. Input from village, puskesmas and district levels on system feasibility has been utilized to see possibility of usage and refinement of the system. In the proposed system design, supervision is coducted using checklist containing steps of activities including orientation, self-assessment, verification, plan of action and continuous result evaluation. Information from the checklist is inputted into the software for data processing. The software output will yield information on priorities areas based on compliance result shown in color coding. The study was conducted in three districts and produced design of district level integrated MCH recording and reporting supervision system. The system is useful to correct and control input and process of recording and reporting mechanism and will produce valid data and information to improve maternal and neonatal program planning. References : 40 (1997—2009) Keyword: supervision, information system, local area monitoring, MCH

Read More
T-3273
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Arumdani; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmawati Makful, Zikri Dwi Darmawan
Abstrak: Registrasi vital sebenarnya merupakan sumber informasi terbaik bagi pembangunan dalam bidang kesehatan. Namun, di Indonesia registrasi vital belum berjalan dengan baik. Diperkirakan terjadi underreporting hingga 40% untuk pelaporan kematian yang merupakan kejadian vital. Selain itu pengelolaan data kejadian vital termasuk kematian dilakukan terpisah-pisah oleh beberapa institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi kualitas data kematian, mengetahui alur pencatatan dan pelaporan data kematian dan sebab kematian serta mengetahui integrasi data kematian di Kota Depok. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kematian di Kelurahan merupakan data yang valid dan lengkap sebagai ukuran data kematian. Puskesmas dapat berkoordinasi dengan Kelurahan untuk memperoleh data kematian tersebut sehingga dapat dilakukan autopsi verbal untuk memperoleh sebab kematian. Apabila hal ini dilakukan maka Dinas Kesehatan akan mendapatkan data kematian dan sebab kematian untuk semua kematian di tingkat Kab/Kota sebagai dasar intervensi program kesehatan. Kata kunci: Alur pencatatan dan pelaporan, integrasi data, kematian, kualitas data, registrasi vital, sebab kematian Vital registration is actually the best source of information for development in health. However, in Indonesia the vital registration has not gone well. It is estimated that underreporting of up to 40% for the reporting of death which is a vital event. In addition, the management of vital events including death data is separated by several institutions. The purpose of this study is to confirm the quality of death data, to know the flow of recording and reporting of death data and cause of death data abad to know the integration of death data in Depok. This research is a qualitative research with case study design. The results showed that the death data in Kelurahan (village office) is a valid and complete data as a measure of death data. Primary Health Care facility can coordinate with Kelurahan to obtain death data so that verbal autopsy can be done to get the cause of death. If this is done then the Health Department will obtain death and death data for all deaths at the district / city level as a basis for health program intervention. Key words: Recording and reporting flow, data integration, data quality, death, vital registration, cause of death
Read More
S-9396
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rasnila Lahay; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Emilya Hartati, Shinta Silaswati
Abstrak:

Tesis ini bertujuan mengembangkan Sistem Infomiasi Penccgahan dan Pemberantnsan penyakit Demam Berdamh berbasis wilayah yang dapat memudahkan dalam proses analisis data yang bermanfhat dalam proses monitoring dan evaluasi program di Kota Bekasi. Pengernbangan sistem dilakukan dcngan mctode .System Development LW Cycle (SDDC) yang terdiri dari tahapan analisa sistem, perancangan sistem dan ujicoba prototipe. Pengembangan dilakukan di tingkat Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Hasil penelitian ini adalah pengembangan sistem yang menghasilkan informasi untuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi program bennpa keluaran indilcator kepadatan, ABI, Endemilas dan Fogging sehingga dapat memberikan infcnnasi yang bermanfhat bagi para pengambil keputusan.


 

This thesis focusing on the Development of Infomation System on The Prevention and Elimination of Dengue Fever based on Regions that can help the process of analyzing data for monitoring and evaluating the programme in Kota Bekasi region. The development of the system used System Development LM? Cycle (SDLC) methode that consist of Analyzing system, Designing System and prototype testing. The development was done in the Health department administration level. The result of this thesis is that the development of the system has produced the indicator output that can be use for monitoring and evaluating the programme. The indicator are the population density, the number of free mosquito-larva, Endemitas ofthe DBD case and Fogging that can be use to support the decision making process.

Read More
T-3098
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yodi Mardian; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Artha Prabawa, Endang Indriasih, Fajrinayanti
Abstrak: Abstrak
Indonesia telah melaksanakan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat dan Manajemen Terpadu Balita Sakit untuk menurunkan beban penyakit dan kematian balita akibat pneumonia. Data temuan kasus dan tatalaksana pneumonia yang bersumber dari pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat dan Manajemen Terpadu Balita Sakit merupakan sumber penting laporan rutin Program Pencegahan dan Pengendalian ISPA.
 
Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Program Pencegahan dan Pengendalian ISPA yang dapat meningkatkan kelengkapan laporan dan mempercepat pengiriman laporan Program Pencegahan dan Pengendalian ISPA. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dengan teknik prototyping.
 
Hasil dari penelitian ini adalah prototipe Sistem Informasi Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut berbasis web dan android. Prototipe Sistem Informasi Program Pencegahan dan Pengedalian ISPA berbasis web dan android dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk proses pengumpulan, pengolahan, pengiriman dan penyajian data Program Pencegahan dan Pengendalian ISPA.
 

Indonesia has implemented the Community-Based Integrated Management of Childhood Illness approach and Integrated Management of Childhood Illnesses to reduce the burden of illness and death of children under five from pneumonia. Data on case finding and management of pneumonia originating from the implementation of Integrated Management of Childhood Illnesses and Community-Based Integrated Management of Childhood Illness are important sources of routine reports of Acute Respiratory Infection Prevention and Control Programs.
 
This study aims to design an Acute Respiratory Infection Prevention and Control Program Information System that can improve report completeness and accelerate the delivery of Acute Respiratory Infection Prevention and Control Program reports. This study uses the Rapid Application Development (RAD) method with prototyping techniques.
 
The results of this study are a prototype of a web-based and android based Prevention and Control Program for Acute Respiratory Infection Program. Web-based and android-based Prevention and Control Program for Acute Respiratory Infection Program prototype can reduce the time needed for the process of collecting, processing, sending and presenting Acute Respiratory Infection Prevention and Control programs.
Read More
T-5710
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Sumartini; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: R. Sutiawan, Denny Nugraha, Haeria
Abstrak: Tesis ini membahas pengembangan software pengolahan dan analisa data Tujuan pengembangan ini tcrbentuknya prototype yang berguna menghasilkan indikator, laporan kegiatan dan kewasapadaan dini KLB gizi buruk balita. Prototype ini dapat menghasilkan banyak informasi penting sebagai Decision Support Sistem (DSS). Pengembangan system dilakukan dengan metode. System Development Lyla Cycle (SDLC) yang terdiri dari tahapan analisa system, perancangan system dan ujicoba prototype. Software yang digunakan untuk aplikasi prototype adalah Microsoft access dan arc.view 3.3. Pengembangan dilakukan di tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian ini adalah pengembangan system yang menghasilkan informasi untuk pelakmnaan monitoring dan evaluasi program perbaikan gizi masyaraknt berupa keluaran indikator SKDNclan kasus infcksi balita sehingga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusan.
 

The study focused on developing processed and analysed nutrient data soiiware. T he objective is to develop prototype which produce indicator, activities report, and early waming of underlive malnutrition outbreak. This Prototype can produce a lot of important as Decision Support System (DSS). Developing System conducted with System Development Life Cycle (SDLC) method which consist of analysed system, design system and testing prototype. Microsoft access and arc.vicw 3.3 is used for the application. Developing program was conducted in Cirebon Health District office. The program provides infomiation for monitoring and evaluation of health nutrition which produce indicators of SKDN and infection cases among undertive children. Beside the information is useful for decision makers as an input.
Read More
T-3144
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Fatayani; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tris Eryando, Besral, Syahrul P. Efendi
Abstrak:

Pelaksanaan upaya kesehatan kerja bertujuan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. Direktorat Bina Kesehatan Kerja & Olahraga dalam pencapaian tujuan utama kesehatan kerja yang sesuai dengan indikator kesehatan kerja, memerlukan data dan informasi yang cepat dan akurat. Sistem informasi kesehatan kerja yang selama ini berjalan tidak dapat memenuhi kebutuhan informasi kesehatan kerja dikarenakan adanya hambatan terutama pada bentuk pencatatan yang belum terpadu, serta pelaporan yang belum sistematis. Tujuan dari penelitian ini adalah terbentuknya prototipe Sistem Informasi Kesehatan Kerja Berbasis Web yang dapat menghasilkan informasi kesehatan kerja dengan sistem pencatatan terpadu dan pelaporan serta perolehan informasi yang cepat, akurat dan terkini. Melalui penelitian yang dilakukan secara kualitatif dan menggunakan tahap pengembangan sistem dalam System Development Life Cycle (SDLC), maka penelitian ini menghasilkan prototype sistem informasi kesehatan kerja berupa aplikasi berbasis web yang dapat memenuhi tujuan awal penelitian dari segi akurasi dan digitasi data. Daftar Bacaan : 26 (1987-2009) Kata kunci : kesehatan kerja, sistem informasi berbasis web, pengembangan, prospek.


 The objective of occupational health services is to protect the workers’ health andmake possible for them to be free from any health problems caused by their work. In the achievement of the objectives according to the occupational health indicators, Directorate of Occupational and Sports Health obliges fast and accurate data and information. The incumbent occupational health information system is considered deficient in fulfilling the urgency of data and information needed. This is due to inept recording forms and data losin the manual reporting system. The purpose of the research is to obtain a prototype of Web-based Occupational Health Information System which is able to produceoccupational health information through efficient and organized recording and reporting system. The research is a qualitative study through development steps in SystemDevelopment Life Cycle (SDLC). The result of the study has obtained a prototype of webbased occupational health information system in accordance with purposes of the studyand has answered the urgency of occupational health data and information which is accurate, reliable, and fast timing. References : 26 (1987-2009) Keywords : occupational health, web-based information system, development, prospect

Read More
T-3687
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia K Riamina G; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Anita Nuzulia
Abstrak: ABSTRAK
Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan UNICEF membuat suatu perangkat lunak bernama "Kartini" untuk mempermudah pelaksanaan PWS KIA, mempercepat analisis data, meningkatkan akurasi analisis, serta mengurangi human errors (Liesman et. al, 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja perangkat lunak Kartini dalam upaya pemantauan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kabupaten Tangerang tahun 2012. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi di Puskesmas Balaraja dan Sindang Jaya. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan perangkat lunak Kartini sangat bermanfaat dalam pelaksanaan PWS KIA, namun masih terdapat beberapa kendala dalam pengimplementasiannya.
 

 
Abstract
Ministry of Health in collaboration with UNICEF make a software named "Kartini" to facilitate the implementation of PWS KIA, speed up data analysis, improve the accuracy of analysis, and reduce human errors (Liesman et. al, 2011). This study aims to know the performance of Kartini Software in Monitoring Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) in Tangerang Regency 2012. Design of the study is cross sectional by using indepth interviews and observations in Balaraja and Sindang Jaya health center. The results obtained that Kartini software is very useful in the implementation of PWS KIA, but there are some obstacles in implementation.
Read More
S-7370
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Abdulghoni; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Artha Prabawa, Martya Rahmaniati, Tanti Siswanti, Nugroho Tamtomo
Abstrak:

ABSTRAK Pemantauan dan evaluasi pengadaan barang dan jasa diperlukan dalam mendukung kinerja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Untuk memudahkan dalam pemantauan dan evaluasi layanan pengadaan diperlukan adanya sistem informasi yang dapat mendukung ketersediaan data dan informasi sesuai kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu prototipe sistem informasi berupa aplikasi komputer di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan dalam melakukan pemantauan dan evaluasi layanan pengadaaan. Penelitian pengembangan sistem ini dilakukan dengan metode kualitatif, yaitu pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui studi dokumen, observasi maupun wawancara mendalam. Informasi yang diperoleh menjadi dasar dalam pembuatan rancangan sistem dengan menggunakan pendekatan pengembangan sistem System Development Life Cycle (SDLC) yang menggabungkan antara model Iterative dan Incremental yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengkodean dan uji coba sistem dengan simulasi prototipe aplikasi. Telah dihasilkan prototipe aplikasi sistem informasi pemantauan dan evaluasi layanan pengadaan berbasis web. Sistem tersebut mempermudah dalam pengumpulan data, pengelolaan data serta penyampaian laporan kegiatan pengadaan kepada pihak terkait. Sistem informasi pemantauan dan evaluasi di Unit Layanan Pengadaan Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan ini dapat diimplementasikan dengan ketersediaan sarana pendukung yang ada. Perlu komitmen manajemen melalui kebijakan yang mengatur implementasi sistem serta perlunya kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi pihak-pihak terkait kegiatan pengadaan untuk penggunaan aplikasinya.


Abstract Monitoring and evaluation of procurement of goods and services needed to support the performance of the Procurement Services Unit (ULP) Secretariat General of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. To facilitate the monitoring and evaluation of procurement of necessary services information system that can support the availability of data and information as needed. This study aims to develop a prototype information system in the format of computer applications in the Procurement Services Unit (ULP) Secretariat General of the Ministry of Health in monitoring and evaluating of procurement services. Systems development research was conducted with qualitative methods, that the collection of data and information through the study of documents, observation and interviews. The information obtained being the basic in designing the system used in the development of the System Development Life Cycle (SDLC) that combines the Iterative and the Incremental Models that include the analyzing phases, designing, coding and system testing by simulating a prototype application. Has produced a prototype information system for monitoring and evaluation of web-based procurement services. Such systems facilitate the data collection, data management and reporting of procurement activities to related parties. Monitoring and evaluation of information systems at the Procurement Services Unit Secretary General of the Ministry of Health can be implemented by the availability of existing support facilities. Need the management?s commitment in implementing of the system and it also needs such a socialization and training for the relevant parties to use the application for their procurement activities.

Read More
T-3575
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Epi Edwar Lutfi; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Tris Eryando, Ijang Budiana Nur
T-3146
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faisal; Pembimbing: Kemal Nazaruddin; Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Kartika Sitorus, Yudianto
Abstrak:

Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Banda Aceh yang mencapai 242 kasus pada tahun 2006 dan 851 kasus pada tahun 2007 dengan angka kematian mencapai 4 kasus yang sering terabaikan dan pencegahan serta penatalaksaan yang tidak dilakukan secara komprehensif, sehingga berdampak terhadap tidak efektifnya sistem pengamatan jentik (surveillance). Hal ini terbentur oleh karena cara pendekatan pengamatannya lebih menitikberatkan pada penemuan kasus baru DBD dan belum memanfaatkan kondisi lingkungan secara maksimal. Sistem informasi DBD belum menghasilkan informasi yang dapat mendukung program pencegahan dan pemberantasan DBD di wilayah kerja Dinkes Kota Banda Aceh. Hal ini disebabkan belum adanya analisis lebih lanjut daerah KLB DBD. Pengolahan dan analisis data yang tersedia masih menggunakan grafik dan tabel, belum menggunakan penyajian data yang menggambarkan status kerawanan daerah berdasarkan geografis, sehingga kebutuhan informasi secara cepat, akurat, dan efisien belum dapat dilaksanakan secara komprehensif. Rancangan penelitian ini menggunakan metodologi pengembangan sistem dengan metode model incremental yaitu menggabungkan elemen-elemen dalam model berurutan linear dengan filosofi iteratif dari metode prototipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ouput yang merupakan rekapitulasi data dari puskesmas tidak dapat memberikan gambaran yang detail tentang kegiatan surveilans epidemilogi penyakit karena hanya menggambarkan waktu dan orang, belum menggambarkan tempat. Wilayah administrasi terkecil kota Banda Aceh adalah Kecamatan, namun pada output yang ada saat ini tidak bisa mengetahui gambaran penyebaran DBD menurut wilayah administasi terkecil tersebut. Selain mengetahui jumlah kasus, informasi yang diharapkan juga berupa grafik perkembangan DBD, pola penyebaran DBD, dan frekuensi DBD seperti angka insiden, angka prevalen, dan case fatality rate. Dengan Prototipe ini diharapkan data sebaran DBD itu menggunakan kecamatan sebagai wilayah administrasi terkecil, sehingga informasi yang ada dapat menjadi early warning system untuk kejadian DBD. Informasi ini dapat menjadi dasar yang kuat dalam penetapan anggaran dari APBD daerah untuk bidang kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan, bahwa 1) Sistem informasi DBD di Kota Banda Aceh yang ada saat ini belum menghasilkan suatu informasi yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan program. Hal itu disebabkan adanya masalah pada level input, proses dan output sistem itu sendiri. 2) Prototype sistem informasi DBD berbasis SIG yang dikembangkan menghasilkan informasi berupa angka insiden, angka prevalen, case fatality rate dan peta sebaran DBD menurut wilayah administratif terkecil yaitu kecamatan. Informasi ini dapat digunakan oleh manajemen kesehatan sebagai decision support system dalam perencanaan program, karena telah memberikan kemungkinan pada stake holder Dinas Kesehatan untuk melihat dampak yang mungkin timbul dari program pencegahan yang telah dilaksanakan.


The number of Dengue Hemorrhage Fever (DHF) case in Banda Aceh increased by 242 on 2006 and 851 on 2007 with the mortality cases up to 4. These figures were often being unawared. The prevention as well as the implementation were incomprehensively done which impacted to the ineffectiveness of surveillance system. Of the reasons, it impeded by the surveillance approach that only emphasized on the new cases of DBD and not considered to make benefit of environment. The recently usage of DBD infomation system has not yet provided the sufficient information to support the prevention and the elimination of DBD cases in the working area of Public Health Service in Banda Aceh. It was due to the unavailibility of further analysis at the area where the occurance cases happened. The process and analysis of existing data had the final result in forms of graphics and tables, or in other words, not in forms of specific and geographic descriptions in the crisis areas. Thus, the information which should be quick, accurate and efficient was not incomprehensively applied.

Read More
T-3002
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive