Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 20723 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rita Hartati Nababan; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Ede Surya Darmawan, Pujiyanto, Ricky Agusiadi, Yuniwati
Abstrak:

Penelitian ini membahas beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi dari perawat berpendidikan D3 di RS QDAR Karawaci Tangerang Indonesia untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi. Terdapat satu variabel tergantung yaitu motivasi perawat untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. Dalam penelitian ini terdapat 10 variabel bebas yang dibahas yaitu Umur, Status Pernikahan, Status Kepegawaian, Masa Kerja, Kebijakan PPNI, Penghasilan, Ijin Atasan, Dukungan Keluarga, Kepuasan Akan Pengetahuan Yang Sudah Ada, Persepsi Terhadap Manfaat Dari Pendidikan Yang Lebih Tinggi. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebarkan kuisioner untuk diisi oleh populasi seluruh perawat di rumah sakit tersebut. Terdapat 71 perawat yang melengkapi hasil survey. Penelitian ini menggunakan analisa univariat, analisa bivariat dan analisa multivariat regresi logistik. Hasil penelitain menunjukkan terdapat empat variable yang paling dominan mempengaruhi motivasi perawat dari sepuluh variable yang ada. Variabel tersebut adalah Status Pernikahan, Kebijakan PPNI dan Ijin Atasan, Kepuasan Akan Pengetahuan yang Sudah Ada. Dan yang paling besar di antara keempat variabel tersebut adalah Status Pernikahan. Kata Kunci: Motivasi, variable tergantung, variable bebas, analisa multivariat regresi logistik berganda.


 

This paper discuss about the factors that influence the motivation of nurses that has D3 degree in QDAR Hospital, Karawaci Tangerang Indonesia, to pursue higher education. There is one variable dependent which is the motivation of the nurse to purse higher education. The independence variable consist of ten variables which are The Age, Marital Status, Employment Status, The Lenght Of The Employment,  PPNI Policy, Income, Supervisor Permission, Family Support, The Satisfaction Of Existing Knowledge, The Perception Of The Benefit Pursuing Higher Education. This research using primary data by distributing quizioners to the population of nurses in the hospital. There are 71 respondents that completing the surveys. This paper use univariate, bivariate and multivariate regresion logistic analysis. This paper also use SPSS program to analyze the data. The result is four out of ten variables are dominantly effects the motivation. Those variables are; Marital Status, The PPNI Policy, Supervisor Permission and The Satisfaction Of The Existing Knowledge. And the most dominant variable is Marital Status. Keywords: Motivation, dependent variable, independent variable, multivariate multiple regression logistic analysis

Read More
B-1301
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vony Vionita; Pembimbing: Amila Megraini; PengujiL Peter Albert W. Pattinama, Mieke Savitri, Sumijatun
B-934
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustikasari; Pembimbing: Does Sampoerno; Penguji: Besral
B-731
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitrianto; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Ede Surya Darmawan, Prima Yunika, Indah Rosana
Abstrak: Pelaporan insiden keselamatan pasien adalah suatu sistem untukmendokumentasikan laporan insiden keselamatan pasien, analisis dan solusi untukpembelajaran. Pelaporan insiden keselamatan pasien merupakan dasar untukmembangun suatu sistem asuhan pasien yang lebih aman. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui faktor-faktor yang yang berhubungan dengan motivasi perawatmelaporkan insiden keselamatan pasien di RS Awal Bros Panam. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang.Sampel adalah seluruh perawat pelaksana yang memenuhi kriteria inklusi daneksklusi yaitu sejumlah 102 perawat. Analisis yang digunakan adalah analisisunivariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besarresponden (62%) memiliki motivasi baik melaporkan insiden keselamatan pasien.Hasil uji Chi-square didapatkan hubungan yang bermakna (ρ < 0,05) antaravariabel persepsi, budaya keselamatan pasien, umpan balik, prosedur pelaporandan transparansi pelaporan dengan motivasi melaporkan insiden keselamatanpasien. Hasil multivariat regresi logistik didapatkan variabel yang berpengaruhterhadap motivasi perawat melaporkan insiden keselamatan pasien adalahpendidikan, prosedur pelaporan dan transparansi pelaporan (r² = 19,9%).Kata kunci : motivasi perawat; pelaporan insiden keselamatan pasien; prosedurpelaporan; transparansi pelaporan.
Read More
B-1767
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenny Setyorini; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Sandi Iljanto, Wahyu Sulistiadi, Sjahrul Amri, Rizka Hasanah
Abstrak: Rekam medis merupakan sebuah catatan medis yang berisikan data dan informasi yang harus dibuat oleh sebuah pelayanan kesehatan yang memuat tentang riwayat kesehatan seorang pasien selama pasien tersebut mendapatkan pelayanan, mulai dari anamnesa, riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksan penunjang lainnya, diagnosis, perawatan sampai tindakan medis. Kelengkapam sebuah rekam medis sangat dibutuhkan sebagai tanda bukti sah bahwa seorang pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dengan semestinya, khususnya resume medis dapat digunakan sebagai lembar klaim rumah sakit ke asuransi yang bekerjasama dengan rumah sakit. Masih rendahnya angka kelengkapan rekam medis di Rumah Sakit Bhakti Yudha Depok menjadi dasar peneliti melakukan penelitian. Ketidaklengkapan pengisian rekam medis dikarenakan banyak faktor, diantaranya dorongan atau motivasi yang dimiliki oleh tenaga medis yang bertanggung jawab terhadap rekam medis.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang didahulukan oleh studi dokumenter (documentary study) dengan memeriksa kelengkapan rekam medis menggunakan alat bantu daftar tilik yang dibuat oleh peneliti. Motivasi ekstrinsik akan mempengaruhi tenaga medis dalam pengisian rekam medis, diantaranya kerjasama tim dan beban kerja. Motivasi intrinsik seperti pengetahuan dan persepsi dalam pengisian rekam medis juga akan mempengaruhi ketidaklengkapan pengisian rekam medis di suatu pelayanan kesehatan. Motivasi dari pekerja kesehatan berpotensi mempengaruhi penyediaan layanan kesehatan. Semangat rendah diantara pekerja dapat merusak kualitas penyediaan layanan, sementara kehadiran pekerja yang bermotivasi tinggi dan berkualitas merupakan aspek kunci dari kinerja sistem kesehatan.

Kata kunci : Rekam medis, motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsik

A medical record is containing data and information to be made by a health service that contains a patient's medical history during the patient is receiving services, from anamnesis, history of the disease, physical examination and other investigations, diagnosis, treatment to action medical services. The completeness of a medical record is desperately needed as a valid proof that a patient is properly receiving health care, especially medical resume can be used as hospital claim sheets to insurance in collaboration with hospitals. The low number of completeness medical record in Bhakti Yudha Depok Hospital is the basis for the researcher to conduct the research. The incomplete filling of medical records is due to many factors, including the motivation possessed by the medical personnel responsible for the medical record.

This research is a qualitative research which takes precedence by documentary study by examining the completeness of medical record using the check list tool made by the researcher. Extrinsic motivation will affect medical personnel in filling out medical records, including teamwork and workload. Intrinsic motivation such as knowledge and perception in filling medical record will also affect the incomplete filling of medical record in a health service. The motivation of health workers has a potential affect the provision of health services. Low morale among workers can damage the quality of service provision, while the presence of highly motivated and qualified workers is a key aspect of health system performance.

Key words : Medical record, extrinsic motivation, intrinsic motivation
Read More
B-1940
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Amila Megraini, Hanun Ernatyaswati,
Abstrak:

Untuk dapat menyelenggarakan upaya kesehatan yang memadai, di rumah sakit harus tersedia sarana, fasilitas, dana yang cukup, dan sumber daya manusia yang terampil dan berdedikasi tinggi. Keberhasilan upaya pelayanan di rumah sakit sangat ditentukan oleh kualitas dan kuantitas tenaga manusia yang memadai. Kualitas kerja sangat dipengaruhi oleh motivasi kerja yang dimiliki oleh setiap karyawan, dalam hal ini tenaga perawat. Pelayanan keperawatan rumah sakit memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Rendahnya motivasi kerja akan memberikan efek negatif terhadap produktifitas kerja perawat tersebut. Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta sebagai rumah sakit swasta telah melakukan evaluasi kinerja karyawan dengan PKP (Penilaian Karya Pekerja), tetapi belum ada bukti yang menunjukkan bahwa motivasi kerja perawat tersebut tinggi atau rendah. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian terhadap motivasi kerja perawat karena merupakan unsur penting untuk mencapai produktivitas yang tinggi dan secara langsung mempengaruhi citra rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang hubungan karakteristik individu, faktor motivasi ekstrinsik, dan faktor motivasi intrinsik tenaga perawat terhadap motivasi kerja mereka di RS. Pelabuhan Jakarta. Penelitian yang dilakukan bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel sebanyak 65 orang responden dari 80 orang total populasi yang diteliti dengan kriteria inklusi pegawai tetap dan bersedia mengisi kuesioner. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data primer dari kuesioner yang disebarkan kepada para perawat, dan data sekunder dari bagian personalia dan bidang keperawatan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 50,8% perawat memiliki motivasi kerja yang rendah dan 49,2% dengan motivasi kerja yang tinggi. Dari hasil analisis hubungan antar variabel ditemukan bahwa dari variabel karakteristik individu yang memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi kerja adalah usia responden dan lama kerja. Dari variabel faktor motivasi ektrinsik yaitu hubungan kerja, gaji yang diterima, kondisi lingkungan kerja, kebijakan rumah sakit dan supervisi berhubungan dengan motivasi kerja. Sedangkan dari variabel faktor intrinsik yang memiliki hubungan dengan motivasi kerja adalah faktor pengakuan atas pekerjaan, pekerjaan itu sendiri dan kesempatan pengembangan individu. Berdasarkan uji statistik yang dilakukan, variabel yang paling dominan mempengaruhi motivasi kerja adalah faktor kesempatan pengembangan individu. Dalam upaya untuk meningkatkan motivasi kerja perawat unit rawat inap RS. Pelabuhan Jakarta, dibutuhkan penerapan analisis teknik motivasi berprestasi serta memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan pengakuan atas prestasi kerja yang diraih misalnya dengan pemberian reward.


To performe the best quality in health services, hospital must have an excellent facility, fund, and highly dedicated human resources. Successfullness of health services redirected to the quality and quantity of human resources. The quality of work performance is influenced by work motivation in every individual, in this case is nurses as the important role in achieving the best quality in health services, because poor motivation in work will give negative effect in productivity of work itself. RS. Pelabuhan Jakarta as a private hospital has evaluate their employee productivity by PKP (Penlilaian Karya Pekerja), but there is no fact shows that they also have poor or highly motivated employee, especially nurses. That is why it needs research concerning motivation assessment toward their performance because motivation eventually effect the productivity of nurses and the image of the hospital. The aim of this research is to find the relation between independent variable which is nurse individual characteristic, extrinsic and intrinsic motivation factors with their work motivation as dependent variable at RS. Pelabuhan Jakarta. Research conducted is quantitative with cross-sectinal methode. Total sample is 65 nurses over 80 nurses as total population of in-patient unit nurses as the employee of RS. Pelabuhan Jakarta. The source of data in this research are primary data from distributed questionaire to nurses, and secondary data from personel unit and nursing departement. Result of this research shown that 50,8% of nurses had poor work motivation meanwhile 49,2% of nurses had high motivation. From the relation analysis found that age and work periode have significant relation with work motivation, so as work relation, take home pay, working environment, hospital policy and supervision from extrinsic variables; and also certify of work, the work itself, and opportunity of individual development as the intrinsic motivation factor which related to work motivation. According to statistic analysis, independent variable that has dominant relation to work motivation is the opportunity of individual development. In accordance to increase working motivation of in-patient unit nurses at RS. Pelabuhan Jakarta, the achievement motivation technique must be applied, also giving the opportunity to explore the capability of nurses, and rewarded their achievement.

Read More
B-1091
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atikah Riasari; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
B-473
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kus Sri Setiarini; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Anhari Achadi, Enida
S-6974
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akmal Yadi; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Atikah Riasari
Abstrak:
Instrumen penilaian kinerja perawat merupakan suatu perangkat manajerial untuk mengetahui tingkat pencapaian kinerja perawat dalam melayani pasien. Kebutuhan terhadap instrumen penilaian kinerja perawat sangat panting, mengingat besarnya jumlah dan peran mereka dalam pelayanan rumah sakit. Instrumen penilaian kinerja perawat dirumah sakit Qadr belum spesifik untuk menilai kinerja perawat berdasarkan uraian tugasnya, sehingga perlu dlakukan pengembangan instrumen penilaian kinerja perawat ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancangan instrumen penilaian kinerja perawat ruang rawat inap yang memiliki kriteria : berhubungan dengan pekerjaan, praktis, memilki ukuran kinerja, memiliki standar kinerja yang sesuai dengan pekerjaan perawat. Dilakukan penelitian kualitatif dengan metode penelitian operasionai, data diperoleh melalui kegiatan wawancara mendalam, studi dokumen dan pengamatan. Kerangka pikir dikembangkan dari kerangka teori Handoko(1999) yang telah dimodifikasi. Hasil penelitian berupa rancangan instrumen penilaian kinerja perawat ruang rawat inap yang terdiri dari 16 komponen pekerjaan, 45 ukuran kinerja beserta standar kinerja untuk setiap ukuran. Hubungan instrumen penilaian dengan pekerjaan diperoleh dengan memasukkan komponen pekerjaan yang ada diuraian tugas menjadi materi penilaian. Keparaktisan instrumen terlihat dari kejelasan komponen penilaian dan kejelasan penentuan skor, mudah dimengerti dan dilaksanakan serta hasil penilaian dapat dirasakan manfaatnya oleh perawat, peningkatan kinerja, dan dapat membantu tercapainya tujuan profesi perawat dan rumah sakit. Ukuran kinerja yang jelas dan standar kinerja yang sesuai dengan pekerjaan. Uji validitas dan reliabilitas menghasilkan 12 jenis indikator yang tidak memenuhi syarat valid dan telah dilakukan usulan koreksi. Dengan adanya instrumen penilaian kinerja ini diharapkan dapat membantu manajemen dalam melakukan penilaian kinerja perawat ruang rawat inap dirumah sakit Qadr setelah mengalami penyesuaian. Daftar bacaan : 26 ( 1989-2001 )

Nursing performance appraisal instrument is one of the management tools to assess nurse performance achievement in providing patient care. This instrument is very important because of the great number of nurses and their roles in hospital. The existing nursing performance appraisal instrument at Qadr hospital was not specifically to measure nursing performance, so that there is a need to develop better nursing performance appraisal instrument. The objective of this study to develop nursing performance instrument design for in- patient room Qadr Hospital that have four criteria: job-related, practicality, performance measured and performance standard. The qualitative method used with operations research approach. Data were collected through in-depth interview, documentation, observation and questionnaires. The conceptual framework is modified based on Handoko theory (1999). Result of this study is nursing performance instrument design for in patient room; consist of 16 job components and 45 performance indicators. Relation between measurement instrument and job are obtained through organizing assessment component from job description of bedside nurse, mission, and hospital regulation. Instrument is practical if understandable and straightforward, clear assessment criteria, useful in achieving professional and hospital objectives, having appropriate performance measured with job, and performance standard which have job achievement criteria. Based on validity and reliability test of instrument, there are 12 items performance not valid and had been corrected. This nursing performance appraisal instrument is recommended to use in assessing nurse for in-patient room after several adjustment. References: 26 (1989-2001)
Read More
B-780
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Riviyanti; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Kurnia Sari, Mieke Savitri, Atik Waharti, Evi Susanti
Abstrak: Keinginan berhenti kerja (intention to quit) adalah keinginan karyawan untuk berhenti dari pekerjaan yang sekarang, hal tersebut bisa diakibatkan karena faktor pendorong (dari dalam organisasi) ataupun faktor penarik (dari luar organisasi). Apabila tidak terkelola dengan baik akan menyebabkan turnover secara nyata.Hal tersebut menjadi sangat penting karena tingginya angka turnover menunjukkan kurang stabilnya suatu organisasi. Mengingat banyaknya dampak yang akan terjadi yang berkaitan dengan turnover terutama terhadap pelayanan pasien, apabila banyak terjadi pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan berhenti kerja perawat RS An-Nisa Tangerang. Pengukuran dalam penelitian ini terdiri dari 12 faktor, antara lain : (1) Umur, (2) jenis kelamin (3) tingkat pendidikan, (4) lama kerja, (5) unit kerja, (6) status kepegawaian, (7) jenjang karir, (8) pendidikan-pelatihan, (9) kompensasi, (10) stressor kerja, (11) komunikasi dan (12) supervisi/kepemimpinan. Penelitian ini bersifat kuantitatif-kualitatif dengan menggunakan desain potong lintang. Sampel penelitian ini 89 perawat yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data yang didapat menggunakan kuisioner. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di RS An-Nisa Tangerang ditemukan bahwa perawat yang memiliki keinginan untuk berhenti kerja sebanyak 18%, angka ini apabila terjadi berarti angka turnover pada tahun 2017 sebesar 12,8% yang berarti menjadi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yang angkanya selalu mengalami kenaikan. Hasil analisa statistik ditemukan faktor-faktor yang berpengaruh adalah lama kerja, dan kepemimpinan. Sedangkan faktor yang paling dominan adalah Kepemimpinan. Kata kunci : intention to quit, faktor karakteristik perawat (umur, jenis kelamin, lama kerja, status kepegawaian, unit kerja dan tingkat pendidikan), faktor organisasi (jenjang karir, kompensasi, pendidikan-pelatihan, stressor kerja, komunikasi dan supervisi/kepemimpinan) The desire to stop working (intention to quit) is the desire of employees to quit their job now, this can be caused because the driving factor (from within the Organization) or towing factor (from outside the organization). If not managed properly will cause a turnover . It becomes very important because of the high turnover figures showed less relative of an organization. Given the large number of impacts that will occur with regard to turnover especially against patients, when a lot is happening on nurses. This research aims to know the factors that affect the desire to stop working nurses at RS An-Nisa Tangerang. Measurements in this study consists of 12 factors, among others: (1) Age, (2) gender (3) level of education, (4) long work, a work unit (5), (6) the status of staffing, (7)succession, (8) educationtraining, (9)compensation, (10) a work stressor, (11) communication and (12) supervision/leadership. The study is quantitative-qualitative design using cross sectional. The sample of this research 88 nurses who meet the inclusion criteria and ekslusi. Data obtained using questionnaire. Based on research conducted at RS An-Nisa Tangerang found that nurses who have a desire to stop working as much as 18%, this figure means in case of turnover in the year 2017 of 12.8% which means being better than the previous years that number is always rising. The results of the statistical analysis found factors that influential work is the length of work and leadership. While the most influential factor is work Leadership. Keywords: intention to quit, nurse characteristics factors (age, gender, employment status, work long, work units and levels of education), the organizational factors (succession, compensation, education-training, work stressor, communication and supervision/leadership)
Read More
B-1916
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive