Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29497 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wulandari; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Jaslis Ilyas, Kusnanto
S-6724
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuritna Haryono; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Anhari Achadi, Nursahlan
S-6808
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Nuraini; Pembimbing: Hafizzurachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Budi Hidayat, Widya Lolita
Abstrak:

ABSTRAK Perawat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien dituntut untuk memiliki kinerja yang tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja diantaranya adalah Imbalan Finansial dan Imbalan Non Finansial. Imbalan  Finansial dan Imbalan Non Finansial mempunyai peran penting dalam menentukan Kinerja Perawat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan imbalan finansial dan imbalan non finansial terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta Tahun 2011. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2011. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 63 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji asumsi yang disyaratkan dan analisis regresi linier berganda. Dari hasil analisis bivariat diperoleh temuan penelitian adanya hubungan yang bermakna antara gaji, hubungan dengan atasan, hubungan dengan teman, promosi jabatan, kesempatan mengembangkan diri dan penghargaan terhadap hasil pekerjaan dengan kinerja perawat. Dari Analisis multivariat diperoleh temuan penelitian yaitu variabel yang mempengaruhi kinerja adalah imbalan finansial yaitu gaji dan imbalan non finansial yaitu hubungan dengan teman sekerja. Dengan hasil penelitian tersebut diatas, perlu bagi manajemen RSKO Jakarta untuk meningkatkan kinerja melalui imbalan finansial yaitu gaji, dan imbalan non finansial yaitu hubungan dengan teman. Disamping itu perlu juga memberikan kesempatan yang luas kepada para perawat untuk mengembangkan diri dengan mengikutsertakan perawat dalam pelatihan-pelatihan terkait bidang tugas dan pendidikan lanjutan agar kualifikasi dan kinerja perawat meningkat serta memberikan penghargaan atas hasil kerja perawat misalnya dengan pemilihan perawat teladan sehingga dapat memotivasi perawat untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Kata kunci: imbalan finansial, imbalan non finansial, kinerja.


 ABSTRACT Nurses as the spearhead of health services that relate directly to the patient is required to have high performance. Many factors affect the performance of which is the Financial Rewards and Nonfinancial Rewards. Financial Rewards and Non Financial Rewards play an important role in determining the performance of Nurses. This study aims to determine the relationship of financial rewards and non-financial rewards to the performance of nurses at the Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta in 2011. The study was conducted in May 2011. The design of the study is a cross sectional study in 63 respondents. The analysis used is univariate, bivariate and multivariate tests using the assumptions required and multiple linear regression analysis. From the results obtained by bivariate analysis of the research findings of a significant relationship between salary, relationships with superiors, relationships with friends, job promotion, an opportunity to develop themselves and respect for the work with the performance of nurses. Multivariate analysis of research findings obtained by the variables that affect the performance of the financial rewards of salary and non-financial rewards relationships with co-workers. With the above results, it is necessary for management RSKO Jakarta to improve performance through financial reward of salary and non-financial reward of relationships with friends. Besides it should also provide ample opportunity for nurses to develop themselves by engaging nurses in training-related tasks and qualifications and continuing education for nurses increased performance and reward the work of nurses such as choosing a exemplary nurse that can motivate nurses to further improve its performance. Key words: financial rewards, non-financial rewards, performance.

Read More
T-3342
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arina Purnawati; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Puput Oktamianti, Kusnanto
Abstrak: Rumah sakit menghadapi persaingan dalam memberikan pelayanan yang bermutu
 
dalam mempertahankan kepercayaan customer. Salah satu pelayanan potensial
 
yang menggambarkan citra pelayanan rumah sakit adalah pelayanan rawat inap
 
yang diberikan oleh tenaga perawat profesional dengan memberikan asuhan
 
keperawatan selama 24 jam dengan pasien. Hasil survey persepsi pasien terhadap
 
asuhan keperawatan periode Juli-Desember tahun 2010 di rawat inap RS Haji
 
menunjukkan angka persentase sebesar 68,8% di mana hasil tersebut belum
 
mencapai target yang telah ditentukan oleh Bagian Keperawatan. Asuhan
 
keperawatan merupakan bentuk kinerja tenaga perawat.
 
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
 
kinerja perawat pelaksana di rawat inap RS Haji Jakarta tahun 2011. Metode
 
penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan disain cross sectional
 
menggunakan Uji t dan Uji korelasi regresi. Pengambilan sampel penelitian
 
dengan metode simple random sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan
 
adalah 98 responden perawat rawat inap RS Haji Jakarta dengan pengambilan
 
data primer menggunakan instrumen kuesioner.
 
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa lebih banyak responden yang
 
memiliki kinerja yang baik (67,3%). Didapatkan pula bahwa variabel gaya
 
kepemimpinan (kepemimpinan direktif, kepemimpinan suportif, kepemimpinan
 
partisipatif), disain pekerjaan, dan motivasi memiliki perbedaan yang signifikan
 
dengan kinerja dengan p value <0,05. Sedangkan, variabel karakteristik individu,
 
sumber daya, dan insentif tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan
 
kinerja.
 
Saran dari penelitian ini antara lain mengembangkan instrumen penilaian kinerja
 
perawat dengan melibatkan rekan kerja (peer group) dalam tim serta masukan dan
 
harapan dari pasien/customer, lebih memperhatikan masukan dari aspek pasien
 
dalam perbaikan kinerja, melakukan follow up setiap program pelatihan yang
 
diberikan kepada kepala ruangan, mengkaji kembali kebijakan internal mengenai
 
insentif, mengembangkan insentif positif dan negatif berupa reward dan
 
punishment yang bersifat non finansial, mendisain kembali pekerjaan dengan
 
pengembangan dan pengkayaan SOP dan Uraian tugas serta pengkajian kembali
 
beban kerja, dan berkomitmen tinggi untuk pengembangan karir perawat dalam
 
jangka panjang.
 

 
Hospitals face competition in providing quality services to maintain customer
 
confidence. One of the potential services that describes the image of hospital
 
services are inpatient services provided by professional nurses to provide nursing
 
care for 24 hours with the patient. The survey results of patient satisfaction,
 
nursing care period July to December of 2010 in hospital inpatient Hajj shows the
 
percentage rate of 68.8% in which the results are yet to reach the target set by the
 
Nursing Section. Nursing care is a form of performance of nurses.
 
The purpose of this study was to determine the factors associated with the
 
performance of nurses in hospital inpatient Hajj Jakarta in 2011. The research
 
method is quantitative method with cross sectional design using t tests and
 
regression correlation test. The sampling method is simple random sampling with
 
the number of samples is 98 respondents who obtained inpatient hospital nurses
 
Hajj Jakarta with primary data collection using a questionnaire instrument.
 
Based on the results, more respondents have a good performance (67.3%). It was
 
found also that the variables of leadership style (directive leadership, supportive
 
leadership, participative leadership), work design, and motivation have a
 
significant difference in performance with a p value <0.05. Meanwhile, individual
 
characteristics variables, resources, and incentives have no significant difference
 
in performance.
 
Advice from this research include developing performance appraisal instruments
 
of nurses by involving peers (peer group) in the team as well as suggestions and
 
expectations of patients / customers; more attention to suggestions from the aspect
 
of patient in performance improvement; follow up on any training program
 
provided to the head room; reviewing internal policies regarding incentives;
 
develop a positive and negative incentives in the form of reward and punishment
 
that are non financial; re-work design with the development and enrichment SOPs,
 
job descriptions, and review of work load; and highly committed to career
 
development of nurses in long-term.
Read More
S-6794
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Rahmayanti; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Susanti Tungka
Abstrak: Berdasarkan pengamatan sederhana, didapatkan bahwa terdapat adanya ketidaksinambungan yang terjadi mengenai persepsi karyawan di Rumah Sakit Hermina Depok dalam hal pekerjaan yang dilakukan dan yang tercantum dalam uraian jabatan, serta penilaian kinerja yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi perawat pelaksana rawat inap mengenai analisis jabatan dengan penilaian kinerja di Rumah Sakit Hermina Depok tahun 2014. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana rawat inap dengan sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan pada variabel persepsi standard, SKAs, dan qualifications dengan persepsi penilaian kinerja yakni p=0,000; p=0,006; p=0,011 (p<0,05) dan untuk variabel persepsi task dan conditions tidak ada hubungan yang signifikan dengan persepsi penilaian kinerja yakni p=1,000; p=0,685 (p>0,05). Kesimpulannya adalah secara garis besar persepsi perawat pelaksana rawat inap di Rumah Sakit Hermina Depok tahun 2014 sudah mengetahui dengan baik mengenai analisis jabatan dan penilaian kinerja yang dilakukan oleh rumah sakit. Kata Kunci: Persepsi; Analisis Jabatan; Penilaian Kinerja; Perawat
Read More
S-8598
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwi Triani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Robiana Modjo, Tutty Aprianti, Nani Sutarni
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang hubungan kepuasan kerja dengan persepsi perilaku caring perawat pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan kepuasan kerja dengan persepsi perilaku caring di ruang rawat inap Rumah Sakit Kanker Darmais Jakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitiaan deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 149 perawat pelaksana yang bekerja di 8 ruang rawat inap di RS Kanker Darmais Jakarta. Jumlah sampel pada penelitian berjumlah 118 perawat pelaksana yang diambil secara total populasi. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan bermakna antara kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri (p=0.042), usia (p=0.027) dan status pernikahan (p=0.040) dengan persepsi perlaku caring perawat pelaksana. Penelitian ini merekomendasikan penataan struktur dan proses dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan melakukan design ulang pekerjaan perawat pelaksana sehingga mendapatkan uraian pekerjaan yang efektif, memberikan pelatihan (in house training) bagi perawat pelaksana dan kepala ruangan untuk memberikan pemahaman tentang konsep dan penerapan perilaku caring, melakukan evaluasi terhadap perilaku caring perawat dengan melibatkan kepala ruangan, sesama perawat dan pasien secara tertulis atau observasi serta bagi perawat pelaksana agar lebih meningkatkan pekerjaan dari dalam diri individu melalui memperkaya pekerjaan dengan berkreasi dan variasi dari tugas, meningkatkan pengetahuan, tanggung jawab dan kompleksitas pekerjaan sehingga asuhan yang diberikan kepada pasien dirasakan menjadi suatu hal yang menyenangkan.

This Thesis discuss about the relationship between job satisfaction and caring behaviour perception among staf nurse. This research aims to get the description of relationship between job satisfaction and caring behaviour perception in ward room of Dharmais Cancer Hospital Jakarta. This research uses correlation description research model by using cross sectional approach. Research population are 149 staf nurses who works at 8 wards in Dharmais Cancer Hospital Jakarta. The number of samples are 118 staf nurses who are taken from total research population. Data analysis are done with univariate, bivariate, and multivariate. Result of this research conclude that there in significant relationship between job relationship itself (p=0.042), age (p=0.027) and marital status (p=0.040) and caring behaviour perception among staf nurse. This research recommends structure and process setup in applying nursing care by redesigning staf nurses’ duties so that it gives more effective job descriptions. This research also recommends hospital to conduct in house training for staf nurse and Head Nurse in order to improve the understanding of concept and caring behaviour implementation, re-evaluation to nurses caring behaviour by involving Head Nurse, staf nurses itself and patient in written or through observation. Nonetheless,this research recommends all staf nurses to improve their work that comes from individual willing to enriched work by having creativity and variation of work itself, improve the knowledge, responsibility as well as the complexity of work so that the care in which given to the patient becomes some pleasant experience.
Read More
T-3375
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfa Izzatunnisa; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Nurleila
S-9846
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwi Triani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Robiana Modjo, Tutty Aprianti, Nani Sutarni
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang hubungan kepuasan kerja dengan persepsi perilaku caring perawat pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan kepuasan kerja dengan persepsi perilaku caring di ruang rawat inap Rumah Sakit Kanker Darmais Jakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitiaan deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 149 perawat pelaksana yang bekerja di 8 ruang rawat inap di RS Kanker Darmais Jakarta. Jumlah sampel pada penelitian berjumlah 118 perawat pelaksana yang diambil secara total populasi. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan bermakna antara kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri (p=0.042), usia (p=0.027) dan status pernikahan (p=0.040) dengan persepsi perlaku caring perawat pelaksana. Penelitian ini merekomendasikan penataan struktur dan proses dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan melakukan design ulang pekerjaan perawat pelaksana sehingga mendapatkan uraian pekerjaan yang efektif, memberikan pelatihan (in house training) bagi perawat pelaksana dan kepala ruangan untuk memberikan pemahaman tentang konsep dan penerapan perilaku caring, melakukan evaluasi terhadap perilaku caring perawat dengan melibatkan kepala ruangan, sesama perawat dan pasien secara tertulis atau observasi serta bagi perawat pelaksana agar lebih meningkatkan pekerjaan dari dalam diri individu melalui memperkaya pekerjaan dengan berkreasi dan variasi dari tugas, meningkatkan pengetahuan, tanggung jawab dan kompleksitas pekerjaan sehingga asuhan yang diberikan kepada pasien dirasakan menjadi suatu hal yang menyenangkan.

This Thesis discuss about the relationship between job satisfaction and caring behaviour perception among staf nurse. This research aims to get the description of relationship between job satisfaction and caring behaviour perception in ward room of Dharmais Cancer Hospital Jakarta. This research uses correlation description research model by using cross sectional approach. Research population are 149 staf nurses who works at 8 wards in Dharmais Cancer Hospital Jakarta. The number of samples are 118 staf nurses who are taken from total research population. Data analysis are done with univariate, bivariate, and multivariate. Result of this research conclude that there in significant relationship between job relationship itself (p=0.042), age (p=0.027) and marital status (p=0.040) and caring behaviour perception among staf nurse. This research recommends structure and process setup in applying nursing care by redesigning staf nurses’ duties so that it gives more effective job descriptions. This research also recommends hospital to conduct in house training for staf nurse and Head Nurse in order to improve the understanding of concept and caring behaviour implementation, re-evaluation to nurses caring behaviour by involving Head Nurse, staf nurses itself and patient in written or through observation. Nonetheless,this research recommends all staf nurses to improve their work that comes from individual willing to enriched work by having creativity and variation of work itself, improve the knowledge, responsibility as well as the complexity of work so that the care in which given to the patient becomes some pleasant experience.
Read More
T-3463
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debora Selin; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Budi Hartono
S-6783
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amanda Firdausya Bahaji; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dian Ayubi, Andrian Syamsuri Januarsyah
Abstrak:
Latar Belakang: Budaya keselamatan pasien merupakan pendekatan preventif yang difokuskan pada upaya menekan risiko serta mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan yang dapat merugikan pasien. Namun, beban kerja perawat yang tinggi berpotensi menghambat penerapan budaya keselamatan pasien sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya insiden keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja yang diterima perawat dengan penerapan budaya keselamatan pasien di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Sakit Krakatau Medika Cilegon. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengukur persepsi beban kerja dan Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) untuk mengukur persepsi budaya keselamatan pasien. Sebanyak 112 perawat pelaksana menjadi responden penelitian ini dengan teknik non-probability sampling, metode purposive sampling. Hasil: Sebagian besar perawat mempersepsikan beban kerja pada kategori tinggi (68%), sedangkan budaya keselamatan pasien berada pada kategori kuat dengan persentase respons positif sebesar 84,8%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan budaya keselamatan pasien (p=0,027). Kesimpulan: Beban kerja merupakan aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya mempertahankan budaya keselamatan pasien pada perawat di Unit Rawat Inap RS Krakatau Medika Cilegon.

Background: Patient safety culture is a preventive approach focused on minimizing risks and preventing adverse events that may harm patients. However, a high nursing workload may hinder the implementation of patient safety culture and increase the risk of patient safety incidents. Objective: This study aimed to determine the relationship between nurses’ workload and the implementation of patient safety culture in the inpatient units of Krakatau Medika Hospital, Cilegon. Methods: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected using the NASA Task Load Index (NASA-TLX) questionnaire to measure nurses' perceived workload and the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) questionnaire to assess patient safety culture. A total of 112 nurses participated in the study and were selected using purposive sampling, a non-probability sampling technique. Results: Most nurses perceived their workload as high (68%), while patient safety culture was categorized as strong, with an overall positive response rate of 84.8%. The Chi-Square test showed a significant relationship between nurses' workload and patient safety culture (p = 0.027). Conclusion: Workload is an important aspect that should be considered in efforts to maintain patient safety culture among nurses in the inpatient units of Krakatau Medika Hospital, Cilegon.
Read More
S-12396
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive