Ditemukan 33605 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Analisis Sistem Pengolahan Piutang Pasien Rawat Inap Bayar Sendiri di Rumah Sakit Zahirah Tahun 2010
Analia Deviyana; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Deni T. Sugiarto
S-6749
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dita Parastuti; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Pujiyanto, Syaifuddin Zuhri
S-6067
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Henni Febriawati; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Pujiyanto, IGM Wirabrata
B-1173
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Resky Fitriyanti Djuningsih; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Rhina Juniastuti
S-6810
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jahidin; Pembimbing: Budi Hidayat, Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Pujiyanto, Amila Megraini
T-2216
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yusi Rahmayanti Arsy; Pembimbing; Suprijadi Rijanto; Penguji: Pujiyanto, Andi Erlina
S-7024
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anastasia Nuansa Fitri; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sirpan
Abstrak:
Analisis waktu tunggu operasi elektif memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya untuk pasien operasi elektif. Adapun tujuan daripenelitian ini yaitu untuk mengetahui rata-rata waktu tunggu operasi elektif pasienkhususnya dari rawat inap dan untuk mengetahui penyebab lamanya waktu tunggu dilihat dari input, proses dan output. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, pencatatan waktu, telaah dokumen dan wawancara mendalam. Waktutunggu dihitung 2 kali, yaitu ketika pasien di poliklinik dan ketika pasien di rawatinap. Hasil penelitian didapatkan rata-rata waktu tunggu operasi elektif (daripoliklinik) yaitu 5.39 hari, dan 0.32 hari (dari rawat inap). Lamanya waktu tungguoperasi elektif dipengaruhi oleh kekurangan kamar perawatan, kamar dan alatoperasi, kekurangan SDM medis operasi, serta kondisi fisik pasien. Kesimpulan padapenelitian ini adalah waktu tunggu operasi elektif pasien rawat inap masih cukuplama, yaitu 5.39 hari yang melebihi standar SPM Rumah Sakit.
Read More
S-8439
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rafilia Yunitasari; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Ede Surya Darmawan, Ilham Juniarta
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang proses pemulangan pasien rawat inap dengan pendekatan lean six sigma terhadap pasien dengan metode pembayaran asuransi swasta dan jaminan perusahaan di instalasi rawat inap RS Hermina Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil analisis kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah (non value added) sehingga pemborosan (waste) dapat diidentifikasi dan segera dapat diminimalisasi atau dihilangkan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Adapun metode penelitian kualitatif dilaksanakan dengan observasi, wawancara mendalam, dan telaah data sekunder. Sedangkan metode penelitian kuantitatif dilaksanakan dengan perhitungan statistik waktu pada proses pemulangan pasien rawat inap. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan time and motion studies, yakni mengukur keahlian dan kecepatan karyawan dalam proses pemulangan pasien rawat inap. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rata-rata waktu proses pemulangan pasien rawat inap di RS Hermina Bogor adalah 289 menit dengan kegiatan value added 35 menit (12,17%) dan non value added 254 menit (87,83%). Proses yang membutuhkan waktu paling lama terjadi pada cycle LPRWI 1, yaitu 110 menit. Sedangkan proses yang memiliki waste waktu paling lama terjadi pada cycle Administrasi, yaitu 95 menit. Penerapan lean dalam penelitian ini dapat menurunkan presentase kegiatan non value added sebesar 19,31%, yakni menjadi 67,83%.
Read More
S-10166
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahtu Karin; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Widya Cornelia Alcina Sianturi
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Proses pemulangan pasien rawat inap merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit yang mencerminkan efisiensi dan ketepatan waktu layanan. Keterlambatan discharge dapat menyebabkan penumpukan tempat tidur, meningkatnya waktu tunggu pasien baru, dan menurunnya kepuasan pasien. Standar pelayanan minimal waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap menurut Kementerian Kesehatan RI adalah kurang dari 2 jam. Pada tahun 2025, capaian waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pusat Pertamina masih belum memenuhi standar tersebut dan hasil observasi peneliti pada saat PBL 3 rata-rata waktu tunggu mencapai 4 Jam 18 Menit. Tujuan: Menganalisis proses pemulangan pasien rawat inap menggunakan pendekatan Lean Six Sigma untuk mengidentifikasi waste, variasi proses, akar masalah, serta merumuskan usulan perbaikan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan time motion study dan wawancara mendalam terhadap informan terpilih. Sampel dipilih secara purposif pada pasien rawat inap reguler berdasarkan lantai perawatan dan jenis penjaminan. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata lead time pemulangan pasien rawat inap di RSPP sebesar 5 Jam 08 Menit 02 Detik. Aktivitas non-value added (69,4%) didominasi oleh waste of waiting selama 2 Jam 14 Menit 22 Detik. Bottleneck terletak pada menunggu perawat mengantarkan obat pulang dan edukasi pasien, menunggu perawat mengisi resume keperawatan, menunggu pasien keluar kamar, menunggu DPJP dan dokter GP mengisi e-prescribing, serta menunggu perawat lapor pulang ke petugas administrasi. Usulan perbaikan mencakup penyempurnaan SPO, Sosialisasi terstruktur, Cheat Sheet daftar formularium dan cakupan penjamin, checklist board discharge, reminder batas waktu keluar kamar, Integrasi SIMRS, penyediaan discharge lounge. Kesimpulan: Proses pemulangan pasien rawat inap di RSPP masih belum memenuhi standar nasional. Pendekatan Lean Six Sigma mampu mengidentifikasi sumber inefisiensi dan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang terukur untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.
Background: The discharge process for inpatients is one of the indicators of hospital service quality that reflects the efficiency and timeliness of care. Delayed discharges can lead to bed occupancy, increased wait times for new patients, and decreased patient satisfaction. According to the Indonesian Ministry of Health, the minimum service standard for the wait time for inpatient discharge is less than 2 hours. In 2025, the discharge waiting time at Pertamina Central Hospital still did not meet this standard, and the researchers’ observations during PBL 3 showed that the average waiting time reached 4 hours and 18 minutes. Objective: To analyze the inpatient discharge process using the Lean Six Sigma approach to identify waste, process variation, root causes, and formulate improvement proposals. Methods: This study used a cross-sectional design with quantitative and qualitative approaches. Data were collected through observation using a time-motion study and in-depth interviews with selected informants. The sample was purposively selected from regular inpatients based on care floor and type of insurance coverage. Results: The study found that the average lead time for discharging inpatients at RSPP was 5 hours, 8 minutes, and 2 seconds. Non-value-added activities (69.4%) were dominated by waiting time, totaling 2 hours, 14 minutes, and 22 seconds. Bottlenecks included waiting for nurses to deliver discharge medications and provide patient education, waiting for nurses to complete nursing summaries, waiting for patients to vacate their rooms, waiting for attending physicians and general practitioners to complete e-prescriptions, and waiting for nurses to report discharges to administrative staff. Proposed improvements include refining SPOs, structured training sessions, a cheat sheet listing the formulary and insurance coverage, a discharge checklist board, reminders regarding room exit deadlines, SIMRS integration, and the provision of a discharge lounge. Conclusion: The inpatient discharge process at RSPP still does not meet national standards. The Lean Six Sigma approach was able to identify sources of inefficiency and generate measurable improvement recommendations to enhance service efficiency.
S-12328
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gustiane Adriani Dwisari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Read More
Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) memegang peran penting dalam menentukan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Indikator kinerja IGD, seperti Length of Stay (LOS), yang mengukur lama pasien d IGD dari kedatangan hingga pemulangan atau pemindahan, dapat memengaruhi tingkat kepadatan di IGD. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alur pelayanan, hambatan, dan akar penyebab masalah terkait LOS di IGD. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April-Mei 2024 dengan pendekatan kualitatif studi kasus, berupa observasi pada 30 pasien, wawancara, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan flowchart untuk mengidentifikasi alur pelayanan, Value Stream Mapping untuk mengenali kegiatan bernilai dan menemukan waste, serta The Five Whys untuk menganalisis akar penyebab hambatan. Metode Lean Thinking digunakan untuk menghasilkan alur dan Model BAS (Baseline, Assess, Suggest Solution) dari Model BASICS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur pelayanan pasien IGD melibatkan lima tahapan; dengan 65,5% waktu pelayanan adalah kegiatan non-value added, 23,4% kegiatan necessary but non-value added, dan 11,1% kegiatan value added, dengan total Lead Time 7 jam 55 menit 29 detik. Dari sisi pasien, waste yang terjadi meliputi waste of waiting (94,9%) dan transportation (5,1%). Bottleneck terjadi pada aktivitas menunggu terdaftar di rawat inap (25,2%), menunggu advis DPJP (22,9%), menunggu hasil pemeriksaan penunjang (22,3%), dan menunggu kesiapan rawat inap (18,2%), dengan total 88,6%. Perbaikan LOS di IGD dapat menggunakan lean tools seperti standardized work, visual management, heijunka, kaizen, dan just in time agar waste dapat dikurangi.
Emergency Department (ED) services play a crucial role in determining the quality of care and patient safety in hospitals. Performance indicators in the ED, such as Length of Stay (LOS) which measures the duration from a patient's arrival to their discharge or transfer can significantly impact the congestion levels in the ED. This study aims to identify the service flow, obstacles, and root causes of issues related to LOS in the ED. Data collection was conducted from April to May 2024 using a qualitative case study approach, including observations of 30 patients, interviews, and document reviews. Data analysis involved using flowcharts to identify the service flow, Value Stream Mapping to recognize value-added activities and identify waste, and The Five Whys to analyze the root causes of obstacles. Lean Thinking methodology was applied to develop a service flow and the BAS (Baseline, Assess, Suggest Solution) model from the BASICS model. The study results show that the patient service flow in the ED involves five stages, with 65.5% of service time consisting of non-value-added activities, 23.4% of necessary but non-value-added activities, and 11.1% of value-added activities, resulting in a total lead time of 7 hours, 55 minutes, and 29 seconds. From the patient's perspective, the waste observed includes waiting (94.9%) and transportation (5.1%). Bottlenecks were identified in activities such as waiting to be registered for inpatient care (25.2%), waiting for specialist advice (22.9%), waiting for the results of supporting examinations (22.3%), and waiting for inpatient readiness (18.2%), totaling 88.6%. Improving LOS in the ED can utilize lean tools such as standardized work, visual management, heijunka, kaizen, and just-in-time to reduce waste.
S-11692
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
