Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28560 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yustina Setiawati; Pembibmbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Zulkifli Djunaidi, Mushardi Rafiq, Yuni Kusminanti
Abstrak:

Kecelakaan kendaraan bermotor semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah kendaraan di Indonesia.  Kerugian yang ditimbulkannya luar biasa besar, baik dalam bentuk materi maupun kehilangan produktifitas. Sesungguhnya kecelakaan dapat dicegah asalkan diketahui penyebabnya.  Banyak penelitian dan teori mengungkapkan bahwa faktor manusia merupakan faktor penting dalam kejadian kecelakaan.   Perilaku pengemudi sangat berpengaruh pada kejadian kecelakaan.  Di CGI Indonesia, sejak tahun 2007 laju kecelakaan kendaraan bermotor khususnya light vehicle menunjukkan penurunan yang berarti.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku aman pengemudi dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku aman tersebut. Variabel yang diteliti adalah faktor internal manusia yaitu pengetahuan, motivasi dan persepsi, serta faktor eksternal yaitu pelatihan safety driving dan implementasi Behavior Based Safety.    Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan disain studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara.   Hasil penelitian mengungkapkan mayoritas pengemudi tergolong baik dalam berperilaku aman.  Dari hasil uji bivariat chi square diketahui faktor internal yang mempunyai hubungan bermakna dengan perilaku aman mengemudi adalah motivasi, sementara faktor eksternal yang berhubungan adalah pelatihan safety driving.   Melalui uji regresi logistik berganda dapat diketahui bahwa faktor pelatihan safety driving yang paling dominan pengaruhnya terhadap perilaku aman pengemudi light vehicle di CGI, Indonesia tahun 2011. Kata Kunci: Light Vehicle, Safety Driving, Behavior Based Safety


 Motor vehicle accidents has increased in line with the increasing number of vehicles in Indonesia.  It obviously caused enormous losses, both material and productivity. Indeed accidents can be prevented as long as the cause is recognized. Many researches and theories revealed that the human factor is a critical factor in the accident. Driver behavior is very influential on the occurrence of accidents. Since 2007 in CGI Indonesia company, motor vehicle accidents has showed significant decreasing trend. The objective of this study is to identify the driver safe behaviors and the factors that influence those behaviors.   The variables studied are the human internal factors i.e. the knowledge, motivation and perception, as well as external factors that are safety driving training and implementation of Behavior Based Safety. This is a quantitative research with cross sectional study design. Data was collected through questionnaires and interviews.  The results revealed that the majority of drivers  are classified as good in driving safe behavior.  From the results of bivariate  chi square test, it is  known that the internal factors that significantly related to driving safe behavior is the motivation, while safety driving training is the external factor that related to driving safe behavior.  Result of multiple logistic regression test showed that among those factors, safety driving training is the most dominant factor influencing the safe driving behavior of light vehicle drivers in CGI, Indonesia in the year of 2011. Keywords: Light Vehicle, Safety Driving, Behavior Based Safety.

Read More
T-3412
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammaduzzainal Baidlawi; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Jamri Langoy
S-7938
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajri Hamid; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti
S-5409
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendro Kusumo; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Yuni Kusminanti
S-5566
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anif Mubarok; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Chandra Satrya, Yuni Yusminanti
Abstrak: Skripsi ini membahas tingkat pengetahuan mengenai mengemudi yang aman pada pengemudi bis kuning kampus UI tahun 2016. Tingkat pengetahuan diukur berdasarkan tolak ukur Peraturan Menteri Perhubungan dan Undang-Undang Lalu Lintas serta wawasan mengenai safety driving. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis univariat. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengemudi bis kuning perlu menerima sosialisasi mengenai aturan berkendara yang aman; pihak pengawas perlu melakukan edukasi mengenai safety driving melalui pelatihan khusus; serta melalui apel rutin senantiasa diingatkan tentang nilai-nilai keselamatan dalam mengemudi.
Kata kunci: Tingkat pengetahuan, mengemudi yang aman, pengetahuan safety driving.
Read More
S-9180
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Suryani; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-4859
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Togar Robin Sialagan; Pembimbing: Candra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Tata Soemitra, Ridwan Zahdi Sjaaf, Deddy Syam
Abstrak:

Banyak perusahaan berupaya menampilkan kinerja Keselamatan dan Keschatan Kerja dan Lindung Lingkungan {K3LL) sebaik mungkin. Selain untuk meningkatkan produktivitas, peningkatan kinerja K3LL juga merupakan implementasi tanggung jawab perusahaan untuk memberikan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan pekerjanya seperti yang telah diamanatkan dalam UU Rl no.1 tahun 1970. Dari berbagai studi kecelakaan ditemukan bahwa perilaku manusia memegang peranan penting pada terjadinya suatu kecelakaan (Heinrich ct. aL, 1980; Bird dan Germain, 1990; Wiegmann dan Shappell, 1977; Reason dan Maddox,1999). Adapun desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dari 3l respondcn pekerja di PTEGS dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis statistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi bermakna antara faktor pengetahuan, faktor motivasi, faktor persepsi, faktor peran rekan kerja, faktor peran penyelia pada perilaku aman di PTEGS tahun 2008 dan juga dikctahui 94% responden termasuk kategori baik dan 6% responden termasuk kategori kurang baik. Semua faktor yang diteliti berkategori baik sangat dominan (antara 87% 90%). hasil uji chi-square diketahui bahwa seluruh responden yang berkategori baik atas pengetahuan, motivasi, persepsi, peran rekan kerja dan peran penyelia juga berperilaku aman baik.


Many companies do many ways to enhance their Health, Environment (HSE) performances. TI1ese are also to show their commitments to provide the safety protection of their workers and to show their compliances with the act no.l year 1970 of Republic of Indonesia. Based on several accidents' studies found that human behavior. take the important role in the accident occurrences (Heinrich et. L, 1990; Wicgmnun and Shappdl, 1977; Rcnson and Maddox, 1999). Based on above findings and the company commitment maintain the high HSE performance, the writer do analyzing the contributing factors to safety behavior. For this purpose , the writer used descriptive analytic with cross sectional approach. The Writer collected the data from 31 respondent of PT EGS workers by structured questionaires. The data analysed use unvariate analysis and bivariate analysis. The result showed that all contributing factors (knowledge, motivation, perception, role of coworkers, and role of supervisors) had significant correlation with safety behavior at PT. EGS Indonesia in the year of 2008. Besides that it's known that 94% respondents categorized as good and 6% respondent categorized as poor good. The percentages of respondents categorized as good were very dominant (between 87% 90%). By using the chi-square tcest known that all respondents who have good category in the contributing factors also do safety behavior. Hopefully the results of this research could be contributed to the enhancement of the safety behavior and HSE performances at PT EGS.

Read More
T-3046
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Lisa Oktaviani; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Yuni Kusminanti
S-6210
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arini Melisa; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Aswin A. Siregar
Abstrak: Perilaku berkendara aman (safety riding) merupakan bagian dari budayakeselamatan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi perilaku aman berkendara(safety riding), yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalmerupakan karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat bawaan yangmeliputi pengetahuan, motivasi, dan sikap sedangkan faktor eksternal adalahlingkungan yang meliputi penggunaan alat pelindung diri, kondisi kendaraan,kondisi jalan, dan fasilitas rambu dan marka jalan. Desain peneltian inimenggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasilpenelitian ini ingin menunjukkan gambaran perilaku aman berkendara pada pengandara ojek di Universitas Indonesia, sedangkan hasil yang didapat untuk melihat adakah hubungan antara faktor internal dengan perilaku dan faktor eksternal dengan perilaku adalah terdapatnya hubungan antara pengetahuan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku aman berkendara, terdapatnya hubungan yang bermakna antara motivasi dengan perilaku aman berkendara,terdapatnya hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku amanber kendara, terdapatnya hubungan yang bermakna antara penggunaan alat pelindung diri dengan perilaku aman berkendara, dan terdapatnya hubungan yang bermakna antara kondisi kendaran dengan perilaku berkendara aman.Kata Kunci :Perilaku, Perilaku Berkendara Aman, Safety Riding, Ojek Universitas Indonesia
Safe riding behavior is a part of the culture of safety. There are two factors thataffect safey riding behavior, the internal factors and external factors. Internalfactors are those characteristics that are innate in question includes the use ofknowledge, motivation, and attitude while the external factors is the environmentsuch as use of personal protective equipment, vehicle condition, road conditions,and facility signs and road markings. The design of this research using quantitaveresearch with cross sectional design. The result of this study to demonstrate saferiding behavior pictures of ojek at the University of Indonesia, while the resultobtained to see is there a relationship between internal factors and external factorsto the behavior with the behavior is the presence of a significant relationshipbetween knowledge of safe riding behavior, motivation of safe riding behavior,attitude of safe riding behavior, personal protective equipment of safe ridingbehavior, vehicle condition of safe riding bahavior, road condition of safe ridingbehavior, and facility signs and road markings of safe riding behavior.Key Words :Behavior, Safe Riding Behavior, Safety Riding, Ojek University of Indonesia
Read More
S-7614
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronel Raders Sitompul; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, L. Meily Kurniawidjaja, Samy Awaluddin, Agus Mulyana
Abstrak:
Tesis ini membahas gambaran keluhan musculoskeletal symptoms yang terjadi pada 41 pengemudi professional light vehicle toyota hiace di PT ACD Indonesia Riau selama tahun 2020 untuk mencari penyebab terjadinya keluhan musculoskeletal symptoms yang terjadi dengan menggunakan metode REBA serta NBM tools, penelitian ini juga mencari bagaimana cara mencegah dan mengatasi keluhan yang terjadi kepada pengemudinya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif observasional deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menyarankan perusahaan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan resiko ergonomi mengemudi kepada seluruh pengemudinya untuk meningkatkan tingkat awareness mereka terkait dengan keluhan yang dialami serta cara mengatasi nya; kegiatan olahraga rutin sebelum memulai pekerjaan; pertukaran pola kerja; serta perbaikan persyaratan saat melakukan prakualifikasi tender/lelang alat transportasi khusus nya persyaratan untuk kursi pengemudi yang dapat di adjustable naik dan turun serta roda kemudi yang bisa berfungsi tilt steering dan telescopic.

Driving requires high concentration for quick and accurate coordination between eyes, hands, feet and brain; therefore, driving is a job with high risk to experience exhaustion and other health disorders. The aim of this research is to illustrate the effects Musculoskeletal Symptoms (MSS) on drivers, their specific factors, as well as environmental factors towards 41 light vehicles professional drivers in 2020. This research is also a measure of risk levels of posture with REBA method on light vehicle drivers of toyota hiace at PT ACD Indonesia. The research method used is descriptive, qualitative, and observational with quantitative approach which applied to team SMO transportation at PT ACD Indonesia, especially in district of Duri. With this method, the researcher wants to get images of muscles and bones complaints also to figure ergonomic risk level using REBA method. Employee data is analyzed based on age, driving experiences, IMT, workout habit, smoking habits, driving duration, period of employment, work posture, physical and non- physical factors. The results of this research is drivers within the age group of 24-34 years old and period of employment less than 10 years never experience injuries and musculoskeletal complaints. Work pattern 5:2 with driving durations of 3 hours or more work responsibilities show 100% respondents experience musculoskeletal complaints on some of their body parts such as necks, backs, and calves. Drivers who of heights of 161 to 170 cm experience some complaints on their necks. Meanwhile those who work out a minimum three times a week for a minimum of 30 minutes per day dominantly experience musculoskeletal complaints on necks, the bottom of their backs, buttocks/thighs and calves. Based on this study, it is concluded that driving demands with high concentration can cause muscles constraints on their body parts, this can be seen on 90.2% respondents who experience musculoskeletal complaints on their body parts, meanwhile 9.8% do not experience any complaints, with 51.2% experience complaints on necks, 51.2% on the bottom of the backs, 56.1% on buttocks/thighs and 61.0% on calves. whereas, the biggest ergonomic risk level using REBA method while driving is when one has to turn steering wheel and also the dominant posture.

Read More
T-6025
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive