Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42094 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agustina; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Mieke Savitri, Muhtar Lintang
T-3324
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Agustina; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Mieke Savitri, Muhtar Lintang
T-3381
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Indah Mustika Subagjo; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Dian Mardiani
S-9582
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Resvi Siti Zulfa; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tiara Amelia, Ellyana Hutapea
Abstrak: Fenomena persalinan dengan pertolongan dukun bayi pada era JKN merupakan hal yang melatarbelakangi penelitian ini. Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan disaat JKN menanggung biaya persalinan, namun masih ada peserta JKN yang bersalin dengan pertolongan dukun bayi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hal-hal yang berperan dalam pemilihan dukun sebagai penolong persalinan pada peserta JKN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan utama yang terdiri dari 5 ibu peserta JKN yang bersalin dengan pertolongan dukun. Informan kunci terdiri dari keluarga terdekat informan utama, kader, Kepala Puskesmas Tenjo dan Bidan Desa Tenjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor predisposisi yang berperan dalam pemilihan dukun adalah interaksi ibu dengan lingkungan sosialnya. Faktor pemungkin yang berperan yaitu kendala pemanfaatan kepesertaan JKN, sulitnya transportasi roda empat serta persepsi negatif informan terhadap tenaga kesehatan yang mudah merujuk pasien. Rasa nyaman yang didapatkan dari pelayanan dukun juga berperan dalam pemilihan dukun. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, diperlukan upaya berupa penyuluhan untuk meluruskan persepsi ibu terhadap tenaga kesehatan, sosialisasi penggunaan ambulan desa, mempermudah pelayanan BPJS khususnya Kecamatan Tenjo, pemberdayaan dukun sebagai mitra bidan dan penyampai pesan kesehatan, serta kebijkan tegas untuk mendorong ibu bersalin di fasilitas kesehatan.
Read More
S-10207
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Wahyu Widianingtyas Rahayu; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Zulazmi Mamdy, Doni Arianto
S-5996
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Yudi Iskandar; Pembimbbing: Hadi Pratomo; Penguji: Anwar Hasan, Siti Romlah
S-7548
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Tina Sumirah; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Evi Martha, Ujang Zulkipli
S-7434
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Sekaringsih, Dwiati; Pembimbing: Pratomo, Hadi; pENGUJI: Sabarinah, Endang Laksminingsih
Abstrak:
Di tingkat internasional masalah kesehatan reproduksi menjadi isu penting yang dibahas dalam Konferensi Internasional Kependudukan di Kairo (1994) dan Konferensi tentang Perempuan di Beijing (1995) karena kesehatan reproduksi sangat besar pengaruhnya terhadap tingginya angka kematian ibu (AKI) di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Sebagai tindak lanjut konferensi tersebut, pada tahun 1998 Departemen Kesehatan telah membentuk Komisi Kesehatan Reproduksi Nasional, yang di dalamnya terdapat Kelompok Kerja Kesehatan Reproduksi Remaja. Kelompok kerja itu terdiri atas beberapa program dan sektor terkait serta organisasi profesi. Tujuan Kelompok Kerja Kesehatan Reproduksi Remaja adalah untuk mengantisipasi masalah kesehatan reproduksi remaja (KRR) di Indonesia. Pada tahun 1999 Departemen Kesehatan mengembangkan materi inti KRR, yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan KIE-KRR. Materi inti itu telah diuji coba di tiga Puskesmas, di antaranya di Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan. Perinasia merupakan salah satu organisasi yang berminat di bidang kesehatan reproduksi. Organisasi itu bekerja sama dengan WHO melakukan studi pengembangan pelayanan KRR di Puskesmas beserta rujukannya dan menetapkan Puskesmas Pasar Minggu sebagai wilayah uji coba. Dalam serangkaian kegiatannya, pada bulan Juni 1999, Perinasia melakukan pelatihan KIE dan konseling tentang KRR bagi Petugas Puskesmas Pasar Minggu dan Puskesmas Tebet. Setelah itu, dari bulan Agustus 1999 sampai Desember 1999, petugas Puskesmas terlatih diberi kesempatan untuk memperoleh pengalaman lapangan dengan jalan melakukan pembimbingan KRR pada siswa SMU Santo Fransiskus (SF) Asisi di Kecamatan Tebet Jakarta Selatan. Tujuan memberikan pembimbingan KRR kepada siswa sekolah tersebut adalah meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan sikap positif serta kemampuan siswa dalam memelihara kesehatan reproduksinya. Metode yang digunakan oleh petugas Puskesmas pada saat melakukan pembimbingan tersebut adalah diskusi kelompok, kelompok siswa laki-laki dan perempuan dipisahkan menggunakan media lembar balik, serta menggunakan materi inti KRR dari Departemen Kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembimbingan terhadap perubahan pengetahuan dan sikap tentang KRR pada siswa SMU SF Asisi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan intervensi pembimbingan KRR. Siswa SMU SF Asisi menjadi kelompok intervensi dan siswa SMU 17 Agustus sebagai kelompok kontrol yang tidak diberi intervensi pembimbingan KRR. Kedua sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang berada di wilayah Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa perubahan pengetahuan KRR pada siswa SMU SF Asisi lebih tinggi dibanding siswa SMU 17 Agustus dengan perbedaan yang bermakna secara statistik. Melalui analisis Anova MCA diketahui bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi peningkatan pengetahuan KRR pada siswa ialah sumber informasi KRR yang berasal dari dokter, penyuluh kesehatan, dan buku. Pembimbingan KRR tidak mempengaruhi perubahan sikap tentang KRR pada siswa SMU SF Asisi. Perubahan sikap pada siswa SMU SF Asisi tidak berbeda secara bermakna dibandingkan dengan sikap siswa SMU 17 Agustus. Hal itu disebabkan oleh keterbatasan kemampuan KIE-KRR petugas Puskesmas sebagai pembimbing. Perubahan sikap tentang KRR pada siswa di kedua sekolah tersebut dipengaruhi pula oleh faktor lain, yaitu karakteristik pribadi siswa dan sosial ekonomi. Interaksi siswa dengan sumber informasi KRR tidak mempengaruhi peningkatan sikap siswa tentang KRR. Dengan demikian saran yang diajukan adalah peningkatan kemampuan KIE-KRR petugas pembimbing, antara lain melalui pelatihan yang disertai praktik lapangan. Media KIE yang akan dipergunakan dalam kegiatan pembimbingan agar lebih besar ukurannya dan lebih menarik, materi KRR yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

The Impact of Reproductive Health (RH) Guidance Towards the Knowledge and Attitude of Adolescents Reproductive Health among the St. Fransiskus Asisi Senior High School Students in Tebet Subdistrict, South Jakarta, 1999At the international level, the RH problem had become an important issue during two conferences i.e. The International Conference on Population in Cairo (1994) and the Conference on Women in Beijing (1995). This was because the RH problem had a great impact towards the high Maternal Mortality Rate (MMR) in several countries, including Indonesia. As a follow up of the results of those two Conferences, in 1998 the Ministry of Health established a National Commission on reproductive Health, of which the Adolescent RH Working Group was one of its Working Groups. The members of this Working Group came from the concerned inter-programmed and inter-sectors representatives. The aim of establishment of this Working Group was to respond and anticipate the reproductive health problems in Indonesia. In 1999, the MOH had developed Core Material on Adolescent RH which could be used as a reference in conducting the Information, Education and Communication Adolescent Reproductive Health (IEC-ARH) activities. The Core Material was already field tested in three Puskesmas (Public Health Centers) including in Tebet HC, South Jakarta. One of the IEC-ARH activities conducted by the HC personnel was providing guidance on reproductive health to the teenagers aiming to improve their knowledge, positive attitude and ability in order to prevent early and unwanted pregnancies leading to the reduction of MMR in Indonesia which was yet remaining as the highest among the other Asian countries. To improve the ability of IEC-ARH among the HC personnel, PERINASIA in collaboration with Pasar Minggu HC and Tebet HC conducted training of EEC and counseling on ARH to the health provider and paramedics in the two HCs in June 1999. After following the training and counseling, the trained HC providers and paramedics were given an opportunity to put their skills into practice by providing guidance on RH to the students of St. Fransiskus Asisi Senior High School from August to December 1999. The method used by the HC providers during the provision of guidance to the High School students was group discussions using the Core Material on ARH released by the MOH. The research was undertaken to know the impact of the provided guidance on RH toward the knowledge and attitude of the High School students. The design used during the research was an experimental quasi with intervention (guidance on RH) to the students of St Fransiskus Asisi Senior High School as the intervention group and students from other school (17 Agustus Senior High School) as the controlling group i.e. a group which was not given intervention. The two schools were located in Tebet Sub district, South Jakarta. The results of the research showed that the knowledge on RH among the students of school who received intervention (St Fransiskus Asisi) had meaningfully improved statistically compared to the students of the other school (17 Agustus) who did not receive intervention. Through the Anova MCA analysis, it was understood that the improved knowledge on RH among the students was influenced by several types of sources of information from the doctor, health counselor and books. The guidance on RH did not influence the change of attitude of the students about the RH. This was due to the limitedness of ability on IEC-ARH of the HC provider. The results of the research also mentioned about the change of attitude and knowledge on RH among students in those two schools which was influenced by the personal character, social-economic factor and communication behavior of the students towards the source of information. One of the recommendations to be proposed is to conduct training on IEC-ARH to the HC provider which is more focused on the field practice. The IEC materials used should be bigger in size, and if possible, the electronic media should be used. The ARH material conveyed should be adjusted to the student's needs.
Read More
T-1032
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Tisa Indriyani; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Della Ariyani
Abstrak: Kasus diare pada golongan umur 5-14 tahun memiliki jumlah yang cukup tinggi. Untuk meminimalisir resiko terjadinya penularan penyakit diare diperlukan tindakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) karena terbukti efektif untuk mematikan virus diare. Namun, kesadaran masyarakat terhadap CTPS masih terbilang rendah sehingga dibutuhkan pendidikan kesehatan salah satunya bisa dilakukan dengan metode demonstrasi dan metode ceramah. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi dan metode ceramah terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan motivasi CTPS pada siswa-siswi sekolah dasar di Kecamatan Jiput. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner yang dibagikan kepada siswa SDN Banyuresmi 1 dan SDN Jiput 4. Jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian quasi eksperimen yaitu one group pretest-posttest design. Analisis penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon untuk melihat adanya suatu perubahan pengetahuan, sikap, dan motivasi siswa mengenai CTPS sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kenaikan yang signifikan secara statistik dari pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan metode ceramah terhadap pengetahuan, sikap dan motivasi tentang cuci tangan pakai sabun siswa sekolah dasar di Kecamatan Jiput
Cases of diarrhea in the age group 5-14 years have a fairly high number. To minimize the risk of transmission of diarrheal disease, it is necessary to wash hands with soap because it is proven to be effective in killing the diarrhea virus. However, public awareness of washing hands with soap is still relatively low so that health education is needed, one of which can be done by the demonstration method and the lecture method. This study is to determine the effect of health education using the demonstration method and the lecture method on the level of knowledge, attitudes and motivation of washing hands with soap in elementary school students in Jiput District. Data were collected using a questionnaire that was distributed to students at SDN Banyuresmi 1 and SDN Jiput 4. The type of quantitative research and quasi-experimental research design was one group pretest-posttest design. The analysis of this study used the Wilcoxon test to see a change in students' knowledge, attitudes, and motivation regarding washing hands with soap before and after the intervention was given. The results showed that there was a statistically significant increase in the effect of health education with the demonstration method and the lecture method on the knowledge, attitudes and motivation of elementary school students about washing hands with soap in Jiput District. Keywords : Demonstration Method, Lecture Method, Washing Hands with Soap
Read More
S-11004
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Indra Gunawan; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Usep Solehudin
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pra-nikah remaja pada siswa kelas XI di SMA Negeri X Batanghari tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan populasi sebagai sampel yaitu, 104. Hasil dari penelitian ini menemukan sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan yang baik mengenai kesehatan reproduksi (76%), dan 60% responden mempunyai sikap positif terhadap perilaku seksual pra-nikah. Penelitian ini juga menemukan sebagian responden (50%) mendapat pengaruh positif oleh teman sebayanya, serta didapatkan responden yang berperilaku seksual pra-nikah sebesar 31,7%. Hasil uji chi-square mendapatkan variabel jenis kelamin dan pengetahuan ada hubungan yang bermakna dengan perilaku seksual pra-nikah pada siswa kelas XI SMA Negeri X Batanghari dengan P Value = 0,033 pada variabel jenis kelamin terhadap perilaku seksual pra-nikah dan P value = 0,041 pada variabel pengetahuan terhadap perilaku seksual pra-nikah. Perlu perhatian yang serius dengan ditemukannya tidak semua siswa kelas XI yang mengetahui adanya PIK-R di sekolah (8%), dan baru sebagian (50%) siswa yang memanfaatkan sarana PIK-R untuk mendapat informasi dan konseling. Serta diperlukan upaya-upaya lain untuk meningkatkan jangkauan kegiatan PIK-R agar bisa di manfaatkan secara maksimal oleh semua siswa di sekolah. Kata kunci : Perilaku seksual pra-nikah, peran teman sebaya remaja, PIK-R, siswa kelas XI, siswa SMA This study aims to determine the level of knowledge, attitude and role of peers toward premarital sexual behavior in class XI student teen in SMA X Batang 2014. This study uses quantitative methods with cross-sectional approach using a sample of the population, 104 . The results of this study found the majority of respondents have a good level of knowledge about reproductive health (76%), and 60% of respondents have a positive attitude toward premarital sexual behavior. The study also found the majority of respondents (50%) had a positive influence by peers, as well as respondents obtained pre-marital sexual behavior of 31.7%. The results of chi-square test to get the variables gender and knowledge was no significant association with pre-marital sexual behavior in class XI SMA X Batang with P Value = 0,033 on gender variable against pre-marital sexual behavior and P value = 0.041 in variable knowledge of the pre-marital sexual behavior. Need serious attention with the discovery that not all students of class XI were aware of the PIK-R in school (8%), and only partially (50%) of students who take advantage of the means PIK-R to get information and counseling. As well as other necessary measures to increase the range of activities of PIK-R that can be utilized to the maximum by all students in the school. Keywords: Pre-marital sexual behavior, the role of adolescent peers, PIK-R, a class XI student, high school students
Read More
S-8556
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive