Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37110 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurillah Amaliah; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Engkus Kusnidar Achmad, Kusharisupeni, Abas Basuni Jahari, Eman Sumarna
Abstrak:

Menarche adalah menstruasi yang pertama kali dialami oleh seorang remaja putri. Menarche yang semakin dini memungkinkan remaja lebih cepat bersentuhan dengan kehidupan seksual sehingga kemungkinan untuk hamil dan menjadi ibu semakin besar. Menarche dini memberikan dampak terjadinya obesitas pada saat dewasa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran variabel yang berhubungan dengan status menarche, mengetahui hubungan status gizi dengan status menarche dan juga hubungan status gizi dengan status menarche pada remaja (usia 10-15 tahun) di Indonesia apakah dipengaruhi oleh asupan energi, keadaan sosial ekonomi keluarga, wilayah tempat tinggal dan usia menarche ibu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja usia 10–15 tahun. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder hasil Riskesdas tahun 2010 yang dilakukan oleh Balitbangkes, KemKes RI.  Penelitian dilakukan bulan Mei – Juni 2011 di FKM - UI. Analisis data dilakukan untuk semua variabel, bivariat dan stratifikasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 6802 responden (usia 10-15 tahun) di Indonesia sebesar 20,8% (1418 responden) sudah mengalami menarche dengan rata-rata usia menarche adalah 12,74±1,19 tahun. Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan status menarche dengan nilai OR 1,940. Berdasarkan hasil analisis stratifikasi, tidak ada variabel confounder dalam hubungan antara status gizi dengan status menarche. Uji efek modifikasi juga menghasilkan tidak ada variabel yang berinteraksi pada hubungan antara status gizi dengan status menarche. Status gizi merupakan faktor utama yang berhubungan dengan status menarche, maka yang berkaitan dengan status gizi adalah konsumsi makanan sebagai asupan gizi remaja putri yang perlu mendapat perhatian utama. Oleh karena itu disarankan untuk memasyarakatkan dan menerapkan PUGS melalui sekolah dan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja diberikan sedini mungkin. Daftar bacaan : 51 (1985-2011) Kata kunci : menarche, status gizi, remaja


 Menarche is the first time menstruation experienced by girl. Early menarche allows a faster teenager in touch with her sex lives so the chances of teens to get pregnant and become a mother getting bigger. Early menarche impact obesity in adult. The study aims to know the description of variables related to menarche status, to know the association between nutritional status and menarche status and also the association between nutritional status and menarche in adolescent (aged 10-15 years) in Indonesia whether influenced by energy intake, family socio-economic situation, area of residence, and maternal age of menarche. This study was conducted with a quantitative approach and cross sectional design. The sample of study was girls aged 10-15 years. The data in this study is secondary data of Riskesdas in 2010 conducted by the National in Health Research and Development, Ministry of Health. The study was conducted in MayJune 2011 in the Faculty of Public Health – University of Indonesia, Depok – West Java. Data analysis are performed univariate, bivariate, and stratification. The study found that from 6802 respondents (aged 10-15 years) in Indonesia, 20,8% (1418 respondents) had experienced menarche with an average of menarche was 12,74±1,19 years. There is a significant association between nutritional status and menarche status with OR value 1,940. Based on stratification analysis, there is no confounder variables in association between nutritional status and menarche status. Modification effect test also shows there is no variable interact in association nutritional status and menarche status. Nutritional status is the major factor associated with menarche status, so that factor associated to nutritional status that is consumption of food as girl nutrient intake should receive primary attention. It is therefore advisible to promote and implement General Guidelines of Balance Nutrition through school and adolescent reproductive health knowledge should be given as early as possible. Reference : 51 (1985-2011) Key words : menarche, nutritional status, adolescents

Read More
T-3326
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farah Farhanah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Andri Mursita
Abstrak: Anemia merupakan salah satu penyebab dari sebagian permasalahan gizi di seluruh dunia,terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menurut data Riskesdas,prevalensi kejadian anemia pada remaja putri di Indonesia sebesar 11,7% pada tahun 2007dan meningkat menjadi 22,7% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putriusia 15-18 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional yangmenggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Sampel padapenelitian ini adalah seluruh remaja putri yang berusia 15-18 tahun. Jumlah sampelpenelitian sebanyak 1113 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensikejadian anemia pada remaja putri usia 15-18 tahun di Indonesia pada tahun 2018 sebesar28,4%. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara status gizidengan kejadian anemia (p=0,030). Namun tidak terdapat hubungan yang signifikanantara konsumsi TTD, daerah tempat tinggal, paparan asap rokok, status pekerjaan ayah,pendidikan ibu, pendidikan remaja, dan jumlah anggota keluarga.Kata kunci:Anemia, Remaja Putri, Status Gizi.
Read More
S-10509
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Yuniaty Ismail; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sandra Fikawati, Fajrinayanti, Kusharisupeni Djokosujono
Abstrak:
Gangguan mental emosional (GME) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memengaruhi kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup remaja. Berdasarkan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, 34,9% remaja mengalami masalah kesehatan mental, sedangkan prevalensi GME pada penduduk usia ≥15 tahun menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 sebesar 2,2%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi, faktor sosiodemografi, dan gaya hidup dengan GME pada remaja usia 16-18 tahun di Indonesia menggunakan data SKI 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder SKI Tahun 2023. Sampel penelitian terdiri dari 30.746 remaja usia 16-18 tahun. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Rao-Scott Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik pada sampel kompleks (Complex Samples Logistic Regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi GME pada remaja usia 16-18 tahun di Indonesia sebesar 3,2%. Analisis bivariat menunjukkan jenis kelamin, kebiasaan konsumsi minuman manis, makanan berlemak/gorengan, minuman bersoda, makanan instan, dan minuman beralkohol berhubungan signifikan dengan GME (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa remaja perempuan memiliki risiko GME 6,43 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki (aOR=6,43; 95%CI=3,99-10,36; p<0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis kelamin dan gaya hidup berhubungan dengan GME, sehingga diperlukan promosi kesehatan mental dan gaya hidup sehat, terutama bagi remaja perempuan

Emotional mental disorders (EMDs) are a public health concern that can affect adolescents’  psychological well-being, social functioning, and quality of life. The Indonesia National  Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 reported that 34,9% of adolescents  experienced mental health problems, while the prevalence of EMDs among individuals aged  ≥15 years was 2,2% according to the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). Nutritional  status, sociodemographic factors, and lifestyle factors are thought to be associated with  EMDs. Therefore, this study aimed to analyze the association of these factors with emotional  mental disorders among adolescents aged 16-18 years in Indonesia using data from the 2023  Indonesian Health Survey. This cross-sectional study used secondary data from the 2023  Indonesian Health Survey (SKI). The sample consisted of 30.746 adolescents aged 16-18  years. Data were analyzed using univariate analysis, Rao-Scott Chi-square tests, and  Complex Samples Logistic Regression. The prevalence of EMDs was 3,2%. Bivariate  analysis showed that sex, consumption of sugar-sweetened beverages, fatty/fried foods, soft  drinks, instant foods, and alcohol were significantly associated with EMDs (p<0.05).  Multivariable analysis identified sex as the most dominant factor, with female adolescents  having 6,43 times higher odds of experiencing EMDs than males (aOR=6,43; 95% CI=3,99 10,36; p<0.001). In conclusion, sex and lifestyle factors were associated with EMDs among  Indonesian adolescents aged 16-18 years, highlighting the importance of mental health  promotion and healthy lifestyle interventions, particularly for female adolescents.
Read More
T-7584
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maulida Awaliya Fitri; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Andri Mursita
Abstrak: Anemia merupakan kondisi konsentrasi hemoglobin (hb) darah lebih rendah dari normal, dan telah memengaruhi berbagai populasi termasuk remaja putri. Remaja putri usia 10-14 tahun memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia yang dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan motorik seperti gangguan kapasitas fisik dan kinerja dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi anemia dan faktor-faktor yang berhubungan berdasarkan status menstruasi, perilaku konsumsi makanan hewani, perilaku konsumsi makanan berlemak, status gizi, perilaku konsumsi tablet tambah darah, status pendidikan, status pekerjaan ayah, dan daerah tempat tinggal pada remaja putri usia 10-14 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2018 dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menyatakan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri usia 10-14 tahun di Indonesia sebesar 25,4%. Variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia pada penelitian ini adalah status menstruasi (p value= 0,035) dan konsumsi makanan hewani (p value= 0,002). Perlu adanya program edukasi dan konseling remaja putri mengenai kesehatan seperti gizi seimbang dan anemia agar remaja putri lebih sadar akan kesehatannya.
Kata kunci: Anemia, remaja putri

Anemia is a condition of hemoglobin (hb) concentration lower than normal, and has affected various populations including adolescent girls. Adolescent girls ages 10-14 years have a high risk for anemia which can affect cognitive and motoric development such as impaired physical capacity and work performance. This study aims to determine the prevalence of anemia and related factors based on menstrual status, consumption of animal foods behavior, consumption of fatty food behavior, nutritional status, iron supplements consumption behavior, education status, father's employment status, and area of residence in adolescents girls ages 10-14 years in Indonesia. This study uses secondary data obtained from Riskesdas 2018 with a cross sectional study design. The results of the study stated that the prevalence of anemia in adolescent girls ages 10-14 years in Indonesia was 25.4%. Variables that have a significant relationship with the incidence of anemia in this study are menstrual status (p value = 0.035) and consumption of animal foods (p value = 0.002). It needs educational programs and counseling on health for adolescent girls such as balanced nutrition and anemia, so they can aware for their health.
Keywords: Anemia, adolescent girls
Read More
S-10516
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ingee Dhita Agustin; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Muktia Wahyudi
S-6349
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Indra Sari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Endang L Achadi, Iip Syaiful
S-6945
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sheyla Nisya; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Andri Mursita
S-10526
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Nursita Angesti; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Trisari Anggondowati
S-7910
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Rahmi Zega; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Iip Syaiful
S-7041
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irene Frimiyanti; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penmguji: Sandra Fikawati, Yvonne M. Indrawani, Dodik Briawan, Anies Irawati
T-3448
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive