Ditemukan 34374 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang mempunyai resiko tinggi terhadap kemungkinan terpapar oleh berbagai kuman penyakit, seperti HIV/AIDS, Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HBC) dan penyakit-penyakit lain. Salah satu upaya perlindungan diri adalah dengan menerapkan kewaspadaan universal melalui tindakan cuci tangan secara benar, penggunaan alat pelindung diri, mencagah tusukan alat/benda tajam dan memprosesan alat bekas pakai. Adapun konsep yang dianut adalah, bahwa semua darah dan cairan tubuh tertentu harus dikelola sebagai sumber yang dapat menularkan HIV, Hepatitis dan berbagai penyakit melalui darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan bidan dalam menerapkan kewaspadaan universal dan factor-faktor yang berhubungan dan untuk mengetahui mengetahui seberapa jauh factor predisposisi, factor pemungkin dan factor penguat berpengaruh penerapan kewaspadaan universal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang, data diperoleh melalui observasi langsung di ruang bersalin dan pengisisan kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan 33.3% responden yang menerapkan kewaspadaan universal dengan benar yaitu menerapkan seluruh komponen kewaspadaan universal dengan baik dan 66.7% responden yang tidak menerapkan kewaspadaan universal dengan benar. Dari hasil penelitian diperoleh dari berbagai factor baik predisposisi, pemungkin dan penguat, tidak ada yang berhubungan dengan penerapan kewaspadaan universal. Berdasarkan hasil penelitian kemungkinan masih ada faktor lain yang belum ada didalam penelitian ini dan kemungkinan Rumah Sakit menjadi tempat rujukan, sehingga kasus yang masuk tergolong gawat darurat dan pada pasien dalam kondisi persalinana masuk dalam tahapan fase aktif yang membutuhkan waktu yang cepat dalam setiap penanganan. Secara keseluruhan terlihat bahwa hasil studi ini kurang mendukung hipotesis penelitian. Untuk itu disarankan dilakukannya penelitian lain dengan tambahan variabel, misalnya kebijakan pimpinan, pemantauan ketat, dan kualitas pelatihan yang diberikan. Kata Kunci: Kewaspadaan universal, bidan dan Pertolongan persalinan.
The midwife is one of the health workers who have a high risk of possible exposure to the various germs, such as HIV / AIDS, Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HBC) and other diseases. One safeguard yourself is to implement universal precautions through the action of washing hands properly, use of personal protective equipment, prevent malicious stab tools / sharps and processing more tools used. The concept adopted is that all blood and certain body fluids should be managed as a source that can transmit HIV, hepatitis and other blood-borne diseases. The purpose of this study to know the description of midwives compliance in applying universal precautions and related factors and to find out find out how far the predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors affect the application of universal precautions. This study is a descriptive study with cross-sectional design, the data obtained through direct observation in the delivery room and filling the questionnaire by respondents. The results showed that 33.3% of respondents correctly apply the universal precautions that apply all the components of universal precautions with good and 66.7% of respondents who did not correctly apply the universal precautions. From the results obtained from a variety of factors either predisposing, enabling and reinforcing, no one associated with the implementation of universal precautions. Based on the results of research are likely to still another factor that does not exist in this study and possibly become a referral hospital, so that the incoming cases classified as emergency and in patients in persalinana conditions included in the active phase of stages that require fast time in each treatment. Overall seen that the results of this study do not support the hypothesis of the study. It is recommended to do another study with additional variables, such as policy management, close monitoring, and quality of training provided. Keyword: Universal precautions, midwives and childbirth Relief.
Pertolongan persalinan di rumah masih sering dilakukan di Indonesia, dan persalinan perlu dipantau kemajuannya dengan partograf. Penelitian dilakukan di dua wilayah kerja Puskesmas di Banten, guna melihat penerapan partograf oleh bidan dan faktor yag berhubungan dengan penerapannya. Dengan rancangan crossectional dan analisis model logistik pada 31 bidan yang bekerja di wilayah kerja Puskesmas Kramat Watu dan Puskesmas Waringin Kurung yang menolong persalinan di rumah pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pelatihan APN dengan penggunaan partograf (p 0,004). Terdapat kecenderungan untuk lebih menggunakan partograf pada responden yang umurnya ≥ 34 tahun, pengetahuan baik, bersikap bahwa partograf penting, mendapatkan pelatihan APN, didukung ketersediaan alat dan bahan, keterampilan baik serta ada dukungan atasan. Terdapat juga kecenderungan untuk tidak menggunakan partograf pada responden dengan kondisi pasien yang ditemui bidan di rumah. Dari hasil penelitian di sarankan untuk memberikan pelatihan APN kepada para bidan dan pendidikan kesehatan kepada masayrakat untuk merencanakan persalinan. Agar penggunaan partograf dapat dilaksanakan perlu membuat lembar partograf sesuai tafsiran persalinan ibu dengan ukuran besar di rumah pasien ditempel ditempat strategis agar pencatatan dapat segera dilakukan saat proses pertolongan persalinan. Memberikan dukungan pada bidan untuk menggunakan partograf pada setiap persalinan di semua tempat. Kata Kunci: Partograf, Pelatihan Asuhan Persalinan Normal, Persalinan
Delivery at home is still often in Indonesia and need to be monitored by partografh. Studies are conducted in two working areas of helath centers in order to see partografh applications by midwives and factors related to the application. This research is a cross-sectional design in the form of logistic analysis of 31 midwives working in the area of Kramat Watu health centers and Waringin Kurung health centers that facilitate delivery midwives at patient's home. The sample in this study is the total population. The results showed an association between APN training and the use of partograph (p 0.004). There is a tendency to use partograph more on respondents aged ≥ 34 years, good knowledge, good attitude, received APN training, complete availability of tools and materials, good skills and good support from superiors. The condition of patients at home, as seen by midwives, tends to not make midwives use partograph. From the results of the study, it is advised to provide APN training for midwives and health education for community to plan the delivery. In order to implement the use of partograph, it is necessary to make a large size sheet partograph in patients' homes according to the interpretation of labor so that recording can be done immediately during the process of delivery aid. Provide support for midwives to use partograph for every birth at all places. Keyword: Partograph, Normal Childbirth Care Training, Childbirth
Dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak serta untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, profesional dan bermutu diperlukan kesiapan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan secara profesional serta dukungan sarana dan prasarana yang mencukupi, Berdasarkan hal diatas, Departeman Kesehatan bekerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) memperkenalkan "Buku KIA". Penggunanan "Buku KIA" merupakan upaya terobosan untuk menciptakan komunikasi dua arah antara petugas kesehatan dan kader dengan ibu hamil atau ibu balita dalam untuk menvampaikan pesan-pesan kesehatan dengan jalan melaksanakan pengisian yang baik dan lengkap. Tujuan Penelitian ini diperolehnya gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengisian "Buku KIA" oleh kader kesehatan di Kota Solok. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kwantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, sebagai respondennya adalah 102 kader yang sudah mendapat pelatihan mengenai "Buku KIA", Pengolahan data dan analisis univariat, bivariat, multivariat mengunakan komputer. Analisis bivariat dilakukan dengan uji T dan uji korelasi, sedangkan analisis multivariat mengunakan analisa regresi linear berganda dengan metode backward. Hasil penelitian menunjukan rata-rata pengisian "Buku KIA" 23,07%, dari analisis bivariat variabel independen yang mempunyai hubungan bermakna dengan pengisian "Buku KIA" adalah pendidikan, pengetahuan, pelatihan, pemanfaatan buku pedoman, pembinaan. Analisis multivariat menunjukan tiga variabel independen yang menjadi prediktor pengisian "Buku K1A" yaitu pendidikan, pengetahuan, pembinaan, dari ketiganya yang paling dominan adalah pembinaan. Dalam meningkatkan pengisian "Buku KIA" oleh kader perlu dilakukan beberapa upaya yaitu menambah jumlah kader yang mempunyai buku pedoman atau buku pegangan, melaksanakan pelatihan dan pembinaan secara berkala oleh tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Daftar bacaan : 30 (1977-2001)
Factors Related to the Filling Rate of "Maternal and Child Health Handbook" by Health Cadres in Kota Solok, 2001In the efforts to improve the health status of mothers and children, also to fulfill public demand on a fast, good. and professional health service, readiness of the medical personnel, supported by adequate infrastructure, is needed, In accordance with the above matter, Minis try of Health Republic of Indonesia, in cooperation with JICA (Japan International Cooperation Agency), introduce the use of "Maternal and Child Health Handbook [NCH Handbook)" It is a breakthrough to create a two-way communication between health personnel and cadres with pregnant women or mothers of underfives, to deliver health messages this can be achiered, by filling the book completely. The purpose of this research is to obtain the description of the filling pattern of "Maternal and Child Health Handbook" by health cadres in Kota Solok and factors asociated with it. The research was done quantitatively in a cross-sectional manner. Data collection was done by through interview and observation.The respondents werw 102 cadres that have been trained regarding the use of "Maternal and Children Health Handbook". Data processing and analysis was done by univariate, bivariate, and multivariate analysis by using computer. The bivariate analysis was done by T-test and correlation test white multivariate analysis was done by using multiple linear regression with backward elimination method. The results of research indicated that the averag filling rate in of the "Maternal and Child Health Handbook" is 23.07%.Variables that had significant correlation with the filling rate in of "Maternal and Child Health Handbook" were education, knowledge, training, use of guidance handbook, and supervision. The multivariate analysis indicated three significant predictor of the filling rate of the "Maternal and Child Health handbook". i.e education, knowledge. and supervision, among there variables was the most dominant factor_ Some efforts to increase the filling rate in of the "Maternal and Child Health Handbook". by cadres are by increasing the number of cadres that have guidance handbook and performing periodic training and supervision by health personnel to increase the knowledge and skill of the cadres Bibliography : 30 ( 1977-2001)
